
...Setelah Xiao Li istirahat di rumah selama beberapa hari. keadaan nya sudah semakin membaik. Bintik-bintik di tubuhnya sudah semakin berkurang....
...Yuan senantiasa berada di samping Xiao Li....
...Bahkan sudah dua hari dia tidak pergi ke kantor. Dia terus menemani Xiao Li sepanjang hari. Lagipula dia adalah Presdir Yuan yang berkuasa, siapa yang berani menggertak nya jika dia tidak mau kerja....
...Namun karena kondisi Xiao Li sudah semakin pulih, hari ini Yuan terpaksa pergi bekerja, itupun karena Xiao Li yang terus saja mengoceh sepanjang waktu....
...Yuan segera berangkat ke kantornya, namun dia masih saja khawatir....
...Yuan menatap Xiao Li dengan wajah khawatir, "Li'er jika ada apa-apa kau harus langsung menghubungiku....
...Xiao Li mengangguk mengerti, "Kau tidak perlu khawatir, aku akan baik-baik saja, Jika terjadi sesuatu aku pasti akan langsung menghubungi mu....
...Yuan menghembuskan nafas berat, dia sungguh masih ingin menemani Xiao Li. Tidak masalah baginya jika dia tidak bekerja beberapa hari lagi. Namun Xiao Li sepertinya enggan jika dia berada di rumah terus....
...Yuan perlahan berjalan menuruni tangga kemudian berjalan keluar rumah dan mengambil mobilnya....
...Xiao Li menghela nafas lega, Yuan seperti permen karet yang menempel di rambut. Sulit sekali untuk di pisahkan. Dia menempel padanya sepanjang hari....
...Xiao Li bukan tidak suka jika Yuan menemaninya, namun ini sudah dua hari Yuan tidak berangkat ke kantor. Meskipun tidak akan ada yang menegur juga pekerjaannya masih bisa di bawa ke rumah, tetep saja Xiao Li merasa ini salah. Meskipun dia atasan dia tidak bisa berlaku sesuka hati....
...Yuan tiba di kantornya semua orang membungkuk hormat ke arahnya....
..."Selamat pagi Presdir Yuan....
...Yuan hanya mengangguk menanggapi....
...Yuan kemudian berjalan menuju keruangan nya. Dia berjalan tanpa semangat pikiran nya hanya tertuju pada Xiao Li di rumah....
...Saat dia membuka pintu ruangan nya, di sana sudah ada Sekretaris Mo yang duduk di sofa....
...Sekretaris Mo yang melihat Yuan segera berdiri "Yuan kau datang, aku berpikir kau tidak akan masuk hari ini. Dan bagaimana keadaan Nyonya.?...
__ADS_1
...Yuan menjawab, "Kau bertanya begitu banyak, yang mana dulu yang harus aku jawab....
...Yuan terdiam sejenak kemudian melanjutkan, "Keadaan istriku sudah semakin membaik. Hari ini pun aku ingin menemani Li'er ku. Namun dia memaksaku untuk berangkat ke kantor....
...Yuan mengatakannya dengan wajah lesu....
...Sekretaris Mo melihat ekspresi wajah Yuan menjadi tidak berdaya. Yuan seperti orang yang kehilangan semangat hidup. Sekretaris Mo berpikir jika Yuan terlalu berlebihan padahal istrinya hanya terkena cacar....
...Sekretaris Mo teringat sesuatu kemudian berkata, "Yuan perihal kau ingin membuat lapangan pacuan kuda, aku sudah menemukan ahlinya. Kau ingin membuatnya dimana ?....
...Yuan mengernyitkan dahinya, "Apa maksudmu dimana. Tentu saja di halaman belakang rumahku. Bukankah halaman belakang rumahku begitu luas. ...
...Tunggu sebentar, apa aku juga harus membuat hutan buatan, sepertinya Li'er akan suka...
...Sekretaris Mo berpikir sejenak, "Hutan buatan sepertinya akan bagus, namun aku khawatir Nyonya bisa saja tersesat di dalamnya....
...Yuan mengangguk setuju dan berpikir, "Hutan buatan terlalu berbahaya untuk Xiao Li. Bagaimana jika wanita itu tersesat dan menangis di dalam kegelapan. Dia tidak bisa membayangkan nya. Li'er nya yang rapuh akan sangat ketakutan, "Pikirnya...
...Sekretaris Mo mengangguk mengerti, "Aku akan segera menyuruh mereka ke rumahmu....
........
...Sementara itu Xiao Li sedang berada di halaman rumahnya. Dia duduk di ayunan sembari membaca buku. Dia menatap ke arah langit. Hari sudah semakin siang. Matahari semakin terik membuatnya sedikit mengantuk....
...Xiao Li kemudian berdiri dan bergegas masuk ke dalam rumah. Namun ketika dia melangkah dia di kejutkan oleh suara orang banyak di luar. Xiao Li bergegas melihat ke luar dia bersembunyi di sudut tembok....
...Xiao Li menjadi waspada, kenapa ada banyak sekali orang, mereka terlihat seperti akan menghancurkan bangunan....
...Ada apa ini, Siapa yang begitu berani ingin menghancurkan rumah Tuan Muda Yuan yang berkuasa. "Batinnya....
...Dia segera mengambil ponsel dan menelfon Yuan...
...Setelah telfon tersambung tanpa basa basi Xiao Li berkata, "Yuan di luar rumah ada begitu banyak orang, mereka membawa banyak sekali peralatan berat. Yuan aku takut sepertinya rumah kita akan di hancurkan....
__ADS_1
...Yuan apa kau menyinggung seseorang yang tidak bisa kau tangani.? Tanya Xiao Li bertubi-tubi....
...Yuan tersenyum dan berkata, "Li'er tidak ada yang akan menghancurkan rumah kita. Mereka semua adalah pekerja yang akan membuat lapang pacuan kuda. Jadi biarkan mereka masuk....
...Xiao Li berkedip berkali-kali. "Maksudmu kau akan membuat pacuan kuda. Disini ??...
..."Tentu saja, kau kan suka olahraga berkuda, "Ucap Yuan dengan santai. Aku akan pulang di sore hari, jadi biarkan mereka segera bekerja. Sekarang aku harus pergi untuk rapat terlebih dulu, nanti aku akan menghubungimu....
...Yuan kemudian mematikan telfonnya. Xiao Li tidak tau harus bereaksi apa. Xiao Li segera pergi membuka pintu. Kemudian dia menyuruh agar mereka semua segera masuk dan melakukan pekerjaan nya....
...Hari sudah menjelang sore. Akhirnya Yuan pulang ke rumah. Dia melihat sekeliling mencari keberadaan Xiao Li, namun dia tidak menemukannya....
...Akhirnya Yuan berjalan ke halaman belakang rumahnya, benar saja Xiao Li sedang duduk di sana tapi tunggu dia tersenyum kepada salah satu pekerja di sana. Yuan menjadi sangat marah. Melihat Xiao Li tersenyum kepada pria lain....
...Yuan kemudian berjalan secepat angin berhembus dan tiba-tiba menabrak bahu pria tersebut. Hingga pria itu terhuyung-huyung ke depan....
...Yuan kemudian merangkul pinggang Xiao Li. Dia menatap tajam ke arah pria tersebut. Pria itu menjadi gemetar ketakutan. Kemudian dia segera pamit untuk melanjutkan pekerjaannya....
...Yuan saat ini seperti singa yang akan melahap kelinci di hadapannya....
...Xiao Li yang menyadari atmosfer tidak baik di sekeliling nya segera sadar. Dia kemudian merangkul balik pinggang Yuan dan berkata, "Kau sudah pulang....
...Yuan menjawab dengan sedikit kesal, "Lalu bagaimana jika aku tidak segera pulang, kau akan tersenyum-senyum dengan pria itu....
...Xiao Li melihat kecemburuan di mata Yuan hanya bisa mengumpat dalam hatinya, dasar tukang cemburu. dia berpikir bahwa Yuan sepertinya pria yang paling banyak memakan cuka....
...Xiao Li segera menjelaskan, "Dia hanya bertanya arah ke kamar mandi....
...Yuan masih cemberut dan berkata, "Lalu kenapa kau harus tersenyum padannya....
...Xiao Li menjadi tidak berdaya, "Memangnya aku harus bagaimana, tidak mungkin aku mengatakannya dengan wajah garang....
...Yuan masih merasa kesal namun dia melihat wajah istrinya yang seperti kelelahan segera saja hatinya menjadi lunak. Dia kemudian membawa Xiao Li ke dalam rumah. Yuan kemudian mandi dan makan bersama Xiao Li....
__ADS_1