Istri Ketiga Suami Bayaran

Istri Ketiga Suami Bayaran
Bab 10


__ADS_3

Mendapatkan pertanyaan seperti itu membuat si pria bule penasaran, dia menatap lekat wajah cantik Andrea yang sedang menunggu jawabannya. Si bule tidak percaya jika wanita cantik yang baru saja memarahinya karena dia sudah berani mengambil foto Andrea, tapi detik berikutnya Andrea justru meminta bantuannya dan si pria bule sendiri tidak tahu apa yang harus dia bantu untuk Andrea.


"Apa yang bisa kubantu?" tanya si pria bule pada Andrea.


"Jangan bicara di sini, kita cari tempat yang aman dan juga sepi. Ayo Kharisma kau juga harus ikut denganku." Andrea berjalan diikuti oleh dua orang lainnya, dia mencari tempat yang sekiranya tidak akan mendengarkan apa yang akan dibicarakannya dengan si pria bule itu.


Kharisma hanya menurut saja karena dia sendiri penasaran apa yang akan dilakukan oleh Andrea kepada pria bule itu, mereka bertiga memilih tempat yang benar-benar sepi dari pengunjung pantai lainnya, ketiganya duduk di bangku panjang yang berada agak jauh dari tepi pantai.


"Aku ingin kau membuatku hamil," ujar Andrea pada si pria bule.


Mendengar permintaan Andrea sontak saja membuat kharisma terkejut, dia mengira kalau sahabatnya itu sudah gila karena menawarkan diri untuk dihamili pada pria yang sama sekali tidak dikenalnya. Bahkan Andrea baru bertemu dua kali tapi tidak mengetahui siapa nama si pria boleh itu, bagaimana mungkin dengan santainya Andrea meminta hal tersebut pada pria itu?

__ADS_1


Sementara respon si pria bule justru tertawa terbahak-bahak, dia benar-benar tidak menyangka jika ada wanita yang minta dihamili olehnya padahal dia sendiri tidak tahu siapa wanita itu? Padahal Andrea terlihat sangat cantik sekali, tapi entah permasalahan apa sehingga membuatnya menawarkan diri untuk dihamili oleh seorang pria bule yang baru dua kali ditemuinya di Bali.


"Kau jangan bercanda Andrea, ini bukan suatu permintaan konyol yang bisa kau minta begitu saja. Kau ini benar-benar aneh." Kharisma menggelengkan kepalanya, dia masih belum percaya dengan apa yang baru saja diminta oleh Andrea pada si pria boleh.


"Seharusnya kalau ingin bercanda jangan tentang hal tersebut, itu sangat sensitif sekali apalagi kamu adalah seorang wanita. Bagaimana bisa meminta kepada seorang pria untuk dihamili," timpal si pria bule, dia masih tertawa seolah mengira jika permintaan Andrea hanyalah hal konyol dan bercandaan saja.


Andrea menetap kedua orang yang ada di hadapannya, dia berpikir jika apa yang baru saja disampaikannya sama sekali tidak terlihat bercanda. Bahkan Andrea mengira jika si pria bule akan langsung menerima tawarannya tersebut, tapi ternyata respon kedua orang itu malah tertawa dan mengira jika Andrea sedang bercanda.


"Ayolah, aku sama sekali sedang tidak bercanda. Aku serius ingin punya anak tapi tidak punya pasangan, anggap saja nanti kau menjadi suami bayaran. Bagaimana, kau setuju tidak?" Sambung Andrea mencoba meyakini si pria bule agar bersedia membantunya untuk membuat Andrea hamil.


"Kau ini benar-benar aneh, bagaimana mungkin kau bisa hamil sementara pasangan saja tidak punya, sekarang malah minta aku yang menghamilimu bagaimana mungkin itu bisa? Kenal saja aku tidak, bahkan bertemu pun baru dua kali ini. Aku tidak tahu kau itu siapa Begitupun sebaliknya, nama pun aku nggak kenal. Tiba-tiba minta aku untuk menghamilimu, ya Tuhan, mimpi apa aku semalam." Si pria bule menggelengkan kepalanya seolah tidak percaya jika hari ini dia akan bertemu wanita aneh.

__ADS_1


Andrea masih berusaha untuk memperlihatkan keseriusannya di hadapan si pria bule dan juga kharisma, entah kenapa Andrea langsung menawari pada si pria bule untuk menghamilinya. Sejak pertama bertemu di resto siang tadi ada ketertarikan di hati Andrea pada pria boleh tampan itu, padahal sebelum-sebelumnya Andrea sangat benci dengan makhluk yang bernama pria.


Untuk itulah di pertemuan kedua sore ini Andrea langsung menyatakan apa yang sedang dia butuhkan saat ini pada pria bule, setelah insiden pria bule itu mengambil gambar Andrea tanpa izin dan membuat Andrea marah sehingga si pria boleh meminta maaf tapi Andrea berpikir dia memberikan tawaran tersebut sekaligus meminta bantuannya.


"Kalau begitu, kenalkan namaku Andrea. Aku akan menceritakan padamu kenapa aku meminta bantuanmu supaya menghamiliku, karena aku yakin kau bisa membantu untuk menyelesaikan permasalahanku ini." Andrea kembali berwajah serius dia merubah posisi duduknya agar bisa lebih nyaman saat menceritakan permasalahannya kepada si pria bule.


Sedangkan kharisma sudah entah dia berpikir apa yang akan dilakukan oleh Andrea pada si pria bule itu, permintaan Andrea yang tadi saja masih membuat kharisma shock dan terkejut. Apakah sekarang Andrea ingin menceritakan mengenai masalah di keluarganya kepada si pria bule itu? Yang bahkan baru ditemuinya secara tidak sengaja di resto dan juga pantai ini.


"Ya, ceritalah. Itu jauh lebih baik daripada kau langsung meminta aku untuk membantumu agar aku bisa menghamilimu, semua orang pasti akan berpikir kau ini sudah tidak waras karena tiba-tiba menyatakan hal tersebut." Si pria boleh setuju dan dia sudah siap mendengarkan apa yang akan diceritakan oleh Andrea tentang masalah yang sedang wanita itu hadapi sekarang.


Kharisma benar-benar tidak bisa berkata-kata, dia sudah tahu apa permasalahan yang Andrea hadapi di keluarganya. Tapi karisma tidak menyangka jika Andrea akan menceritakannya pada pria bule yang baru dikenalnya, kharisma hanya khawatir jika hal tersebut justru akan menambah masalah bagi Andrea.

__ADS_1


"Jadi begini, mendiang ibuku itu adalah salah satu orang yang berasal dari keluarga cukup terpandang di kota Jambi, sebelum ibuku meninggal dia berpesan agar aku menikah dan punya keturunan dulu, barulah aku bisa mengambil alih semua aset kekayaan yang ditinggalkan oleh mendiang ibuku. Tapi sekarang bagaimana mungkin aku bisa menikah dan punya keturunan, pasangan saja aku pun tidak punya. Untuk itulah aku meminta bantuanmu, tidak masalah jika nanti kau aku jadikan sebagai suami bayaran. Yang penting kau bisa menghamiliku dan menjadi suamiku." Andrea benar-benar menceritakan permasalahan keluarganya kepada si pria bule, dia tidak tahu juga kenapa bisa begitu yakin meminta bantuan si pria bule tersebut.


Sedangkan si pria bule, dia hanya terdiam seakan tidak percaya apa yang baru saja disampaikan oleh Andrea padanya. Dia begitu terpesona oleh kecantikan Andrea dan juga kemolekan tubuhnya mengenakan bikini, tapi berakhir dengan permintaan wanita itu untuk menikahinya dan juga menghamilinya. Si pria bule masih tetap terdiam, belum bisa memberikan jawaban atau respon apapun atas apa yang Andrea katakan.


__ADS_2