Istri Ketiga Suami Bayaran

Istri Ketiga Suami Bayaran
Bab 8


__ADS_3

Andrea dan juga kharisma memilih untuk makan siang di resto yang lokasinya tidak jauh dari tempat penginapan. Mereka berdua terlihat sangat senang sekali karena bisa menikmati liburan bersama setelah sekian lama berpisah jarak antara Indonesia dan London, 5 tahun bukanlah waktu sebentar bagi keduanya menahan rindu, karena tidak bisa bebas saling bercerita meskipun sesekali melakukan video call, tapi tetap saja karena keterbatasan waktu serta kesibukan masing-masing buat mereka jadi sulit untuk saling bercerita.


"Aku sudah pesan makanan yang menjadi menu favorit di restoran ini, kau mau pesan apa?" tanya kharisma pada Andrea yang baru saja selesai dari toilet.


"Samain aja deh, Aku malas kalau harus lihat buku menu. Jadi aku ikut aja apa yang kau makan siang ini." Andrea lalu duduk dan menunggu makanan mereka datang.


Semilir angin dari pantai yang menembus langsung ke area restoran yang memang lokasinya tepat tidak jauh dari pantai dan juga tempat penginapan, restoran dengan model dua lantai dan di atas bisa melihat pemandangan pantai serta bukit yang ada di sekitar tempat tersebut. Kebetulan memang tempatnya ada bagian outdoornya juga di luar, sehingga angin pantai bisa sampai sejuk menerpa wajah para pengunjungnya.


Beberapa meja dari tempat duduk Andrea dan juga kharisma, ada seorang pria bule yang terlihat sangat tampan dan juga menawan. Entah kenapa Andrea begitu tersihir dan juga menarik perhatiannya, sehingga Andrea tidak menyadari jika dirinya memperhatikan seorang pria salah satu makhluk yang selama ini sangat dia benci.


"Ya ampun, tampan sekali pria itu." Andrea tidak sadar jika dia membatin dan memuji seorang pria yang selama ini sangat dia benci.


Andrea benar-benar tidak sadar jika dia sudah memuji pria itu dalam hatinya, seorang pria dengan kulit kecoklatan, tapi bersih. Tubuhnya yang tinggi juga bagus, wajah tampan dan juga memiliki mata hazel. Sehingga membuat Andrea teralihkan dan memperhatikan dengan seksama pria yang berada beberapa meter di hadapannya, semua keindahan yang dimiliki oleh pria itu seolah daya tarik yang mampu membuat Andrea tak bisa mengedipkan matanya.

__ADS_1


"Sungguh ciptaan Tuhan yang begitu sempurna." Andrea bergumam memuji sosok pria yang sudah membuatnya lupa jika dirinya membenci makhluk itu.


Kharisma menoleh pada Andrea yang baru saja bergumam seolah sedang memuji objek yang menjadi pusat perhatiannya, lalu kharisma mengikuti ke mana arah mata Andrea tertuju. Rupanya gadis itu sedang menatap lekat ke arah seorang pria bule yang sedang duduk beberapa meter di hadapan mereka berdua.


"Kenapa Andrea menatap pria itu sampai tidak berkedip? Bukankah dia sangat membenci pria? Tapi tatapan matanya seolah menegaskan jika Andrea terpesona oleh ketampanan pria itu." Kharisma membatin karena dia merasa heran dengan sikap Andrea yang kharisma tahu jika selama ini Andrea sangat membenci seorang pria, tapi untuk pertama kalinya Andrea benar-benar tertarik pada makhluk itu.


Kharisma membiarkan Andrea menikmati keindahan ciptaan Tuhan yang maha dahsyat, kharisma bersyukur karena ternyata Andrea masih normal dan menyukai laki-laki. Setidaknya Andrea ada harapan untuk benar-benar menyukai lawan jenis, jadi kharisma memilih diam saja membiarkan Andrea memuaskan kedua matanya menatap pria bule yang duduk sendirian.


"Silahkan dinikmati makanannya nona-nona cantik." Seorang pelayan restoran menaruh makanan yang dipesan oleh Andrea dan juga kharisma.


Andrea melupakan sejenak apa yang baru saja dia lakukan, kharisma bersikap biasa saja dia pura-pura tidak tahu apa yang baru saja dilakukan oleh sahabatnya itu. Jadi keduanya sama-sama menikmati makanan lezat yang tersaji sebagai menu favorit di restoran tersebut.


Disaat Andrea sudah mulai menyadari apa yang sudah dilakukannya barusan, maka sekarang gantian pria boleh itulah yang menatap ke arah Andrea dan juga kharisma yang sedang makan tanpa Andrea sadari jika pria bule tersebut juga sedang memandangi dirinya.

__ADS_1


Pria bule itu juga sedang memperhatikan Andrea yang menurutnya sangat cantik sekali, berbeda dari beberapa gadis yang pernah ditemuinya di Bali. Jadi si pria bule seperti tertarik kepada kecantikan Andrea yang seperti tidak menyadari sedang diperhatikan olehnya.


"Cantik sekali gadis itu, dia terlihat seperti beda dari gadis-gadis pada umumnya. Sungguh ciptaan tuhan yang sangat luar biasa dan mengagumkan," gumam pria bule itu memuji kecantikan Andrea.


Andrea tetap fokus pada makanannya dia ingin meminta saran dari kharisma mengenai pesan terakhir dari ibunya atau bisa dikatakan wasiat, supaya Andrea bisa mengambil alih semua aset kekayaan milik mendiang ibunya. Hanya saja, sekarang Andrea tidak memiliki pasangan sehingga bagaimana mungkin dia bisa hamil sedangkan hatinya saja sangat membenci seorang pria.


"Bagaimana pendapatmu jika aku menikah dan juga hamil, sedangkan aku sangat membenci seorang pria?" Andrea mengatakan itu kepada kharisma satu-satunya orang yang bisa dipercayai olehnya.


"Maksudmu? Kau mau menikah dan punya anak, tapi kau sendiri benci pada pria yang akan kau nikahi dan akan menghamilimu?" Kharisma mengulang pertanyaan serupa yang tadi sudah diucapkan oleh Andrea.


Andrea menganggukkan kepalanya dengan serius, karena Andrea sudah pernah menceritakan kepada kharisma jika dirinya bisa mendapatkan semua aset kekayaan milik pendirian ibunya jika Andrea menikah dan punya keturunan.


Selain kharisma, tidak ada orang lain lagi yang bisa dipercaya oleh Andrea dan juga bisa berbagi cerita. Untuk itulah Andrea meminta saran serta masukan dari kharisma mengenai keinginannya agar semua yang ditinggalkan oleh ibunya kembali menjadi hak miliknya.

__ADS_1


"Aku tidak tahu jika dua manusia bisa menikah tanpa cinta lalu punya anak, meskipun aku sering mendengar cerita bahwa cinta itu akan datang dengan sendirinya seiring berjalannya waktu dan juga kebersamaan si suami istri tersebut, apalagi jika si wanitanya membenci si pria, sepertinya itu akan sulit dan menimbulkan banyak masalah. Hanya saja aku tidak bisa membayangkan seperti apa kehidupan rumah tangga mereka yang berjalan didasari tanpa adanya cinta dari kedua belah pihak." Kharisma menjawab pertanyaan dari dari Andrea, karena kharisma sendiri belum pernah dan jangan sampai mengalami hal tersebut.


Andrea hanya diam saja mendengar jawaban dari kharisma yang memang sudah mengetahui problem permasalahan dalam keluarganya, Andreas sendiri masih merasa ragu dengan keinginannya menikah dengan seorang pria tapi dia sendiri justru membenci makhluk bernama pria, bagaimana mungkin itu bisa berjalan lancar.


__ADS_2