
Aron bingung harus melakukan apalagi ketika usahanya juga tidak kunjung berhasil untuk menaklukan hati Andrea yang terasa begitu dingin karena apa yang terjadi membuat wanita itu benar-benar berubah.
"Andrea," panggil Aron sambil mendekati istrinya itu dan ingin mencekal tangannya berharap jika Andre masih sedikit memiliki sikap hangat yang membuatnya lebih bisa bergerak dengan bebas.
"Jangan menyentuhku, Aron," ujar Andrea langsung menepiskan tangan Aron yang ingin menyentuh tangannya, jelas apa yang terjadi benar-benar membuat dirinya terpuruk sekaligus bingung harus melakukan seperti apalagi agar semuanya kembali baik-baik saja.
Ya, karena tidak dipungkiri rasanya seperti ada jarak di antara dirinya dan Aron, Andrea merasakan hal itu meskipun suaminya berada tepat di belakangnya dengan tatapan bersalah sekaligus beberapa kata maaf selalu saja terucap.
"Kau tidak mau memaafkan aku?"
Andrea berdecih. "Kau pikir apa yang kau lakukan itu mudah untuk dimaafkan, Aron. Kau membohongiku dengan berbagai kata yang bahkan dengan bodohnya aku percaya begitu saja."
"Aku tahu aku salah, Andrea. Tapi apa kau tidak bisa memaafkan aku dan memberikanku kesempatan sekali lagi? Aku ingin kita seperti dulu, baik-baik saja dan tidak seperti ini."
"Karena ini semua adalah salahmu, Aron! Apa kau tidak pernah berpikir sebentar saja tentang perasaanku jika aku tahu akan hal ini? Kenapa kau seperti tidak merasa bersalah, hah?" Andrea benar-benar kecewa dengan Aron karena menyembunyikan sesuatu yang sangatlah penting untuk dirinya ketahui, jelas Andrea tidak bisa menerima begitu saja apalagi memaafkan Aron? Bukanlah hal yang bisa dia lakukan dengan mudah.
"Aku tahu aku salah, karena itu katakan padaku apa yang harus aku lakukan agar kau bisa memaafkan aku, Andrea. Aku tidak mau kita seperti ini terus-terusan." Mau seberusaha apa pun Aron untuk meminta hati Andrea kembali jelas itu bukanlah perkara yang mudah, dia tidak bisa membuat istrinya itu kembali seperti dulu dengan mudah.
***
Saat Andrea tengah berada di dapur, Anie dan Leah dengan sengaja mengganggunya dengan berapa kali menghina Andrea dengan begitu terang-terangan, namun merasa dirinya di hina membuat Andrea yang tadinya masih berusaha untuk bersabar lama-lama dia merasa jengah dengan dua wanita di belakangnya.
__ADS_1
"Apa kalian sudah selesai menghinaku? Apa kalian merasa diri kalian lebih unggul daripada aku? Apa itu yang kalian rasakan sekarang?" tanya Andrea dengan tatapan sinis, dia sama sekali tidak takut dengan Leah ataupun Anie.
"Kau berani pada kami? Kau hanyalah wanita murahan yang dipungut oleh Aron, suami kami. Jangan bersikap selayaknya kau ratu di rumah ini!" bentak Leah membuat Andrea tersenyum sinis lalu menampar wanita itu dengan kencang.
Ya, Leah langsung terjatuh ke lantai karena tamparan Andrea yang sangat kuat, mereka tidak tahu jika Andrea adalah wanita yang tangguh karena mereka pikir istri ketiga Aron itu hanyalah wanita biasa yang lemah lembut dan akan menangis jika mereka ganggu.
"Kenapa? Kau merasa aku akan takut dengan kalian? Kau merasa aku akan meminta ampun hanya karena hinaan dari kalian tadi? Asal kalian tahu aku tidak selemah itu, jadi jangan mencari gara-gara denganku!" Setelah mengatakan hal itu Andrea pergi begitu saja meninggalkan Leah dan juga Anie yang merasa jika Andrea adalah ancaman besar bagi mereka berdua.
"Kita harus mencari cara lain agar membuat wanita itu tidak tahan tinggal di sini, Leah. Kau bisa lihat sendiri kan jika Andrea bukanlah wanita yang lemah, aku takut dia akan semakin mendominasi di sini dan malah membuat Aron akan semakin membuang kita."
Leah menganggukkan kepalanya. "Ya, kau benar, Anie. Aku tidak ingin wanita itu semakin menguasai Aron dan rumah ini, hanya kita yang boleh melakukannya."
"Benar, hanya kita yang boleh menguasai Aron dan rumah ini, wanita itu tidak pantas untuk tinggal di sini jika bukan karena Aron aku sudah mengusirnya sejak dia datang ke sini."
Namun, Andrea harus mencari cara agar dirinya bisa lepas dari Aron dan bisa pergi dari rumah itu, dia bisa gila jika harus terus-terusan tinggal bersama kedua istri Aron yang benar-benar menyebalkan baginya.
"Ya, aku harus mencari cara agar Aron mau melepaskan aku, tinggal di sini seperti aku tinggal di dalam neraka saja."
***
Aron duduk di depan Andrea, dia kira jika istrinya itu sudah memaafkan dirinya. Tapi apa yang Aron pikirkan jelas berbanding terbalik dengan apa yang terjadi.
__ADS_1
"Ada apa, Andrea? Apa kau sudah memaafkan aku? Aku berjanji tidak akan mengulangi kesalahan yang sama dan aku akan memperbaiki kesalahan yang sudah aku lakukan."
Andrea yang mendengar hal itu seketika langsung menggelengkan kepalanya. "Aku memintamu ke sini karena ada sesuatu yang ingin aku bicarakan denganmu, Aron. Aku mau kita pisah."
Kalimat terakhir jelas membuat Aron yang mendengar hal itu terkejut, dia tidak tahu maksud dari Andrea barusan. "Aku tidak mengerti dengan apa yang kau katakan barusan, Andrea."
"Aku ingin kita mengakhiri semuanya, Aron. Aku ingin kita berpisah, jika kau tidak mau aku akan bunuh diri dan meninggalkan dunia ini."
Mendengar hal itu sontak Aron langsung berdiri dan menatap nyalang ke arah Andrea, dia tidak marah pada wanita itu tapi marah dengan apa yang wanita itu katakan.
"Apa-apaan, Andrea! Kau tidak bisa seperti itu, kau tidak bisa mengancam melakukannya karena aku tidak akan mungkin membiarkanmu!" Ya, Aron tidak mungkin membiarkan Andrea melakukan hal yang kejam seperti itu apalagi istrinya tengah mengandung darah dagingnya.
"Karena itu kita harus berpisah, kau harus melepaskan aku, Aron."
Dengan sedikit ragu Aron menatap ke arah Andrea, jelas dia tidak mau berpisah dengan wanita yang sangat dia cintai, apalagi hubungannya dengan Andrea berakhir dengan tidak baik-baik saja. Aron menyesali semuanya, menyesali semua yang terjadi.
Dia pun akhirnya menyerah, dia tidak mau Andrea dan anak mereka dalam bahaya karena itulah dia merelakan semuanya. "Baiklah kalau itu yang kau inginkan, aku akan mengabulkannya. Tapi kau harus menjaga anak kita dengan baik, aku tidak mau sampai dan dia terluka, Andrea."
Mendengar persetujuan dari Aron dalam hati Andrea merasa senang, akhirnya dia bisa terbebas dari pria itu, dengan buru-buru Andrea menghubungi orang-orang untuk menjemputnya kembali dari Kalimantan sekarang juga.
Pada akhirnya Andrea-lah yang menang. Perempuan itu berhasil membuat Aron melepaskan dirinya untuk selamanya. Biar saja momen yang terjadi pada mereka, menjadi kenangan yang akan Andrea lupakan secepatnya.
__ADS_1
Tamat