
Setelah makan siang selesai, keduanya memilih kembali ke tempat penginapan. Karena masih siang sehingga mereka ingin beristirahat sebentar, sambil berpikir mereka mau pergi ke mana lagi sore hari nanti.
"Aku ingin melihat sunset, menurut review dari para turis jika sunset di Bali itu sangat indah sekali. Aku akui itu. Selain itu suasana pantai juga sepertinya sangat ramai dan seru sekali ketika sore hari, bagaimana menurutmu?" Andrea bertanya pada kharisma yang terlihat sedang memainkan ponselnya.
"Ide yang cukup bagus, kita tidur siang dulu. Nanti sore kita pergi ke pantai, sambil menikmati semilir anginnya yang sejuk juga deburan ombak dan pemandangan yang membuat mata segar yaitu bule-bule tampan dan juga pria-pria mempesona yang sudah pasti banyak bertebaran di pantai," timpal kharisma sambil diiringi tawanya yang terbahak-bahak.
Keduanya pun memutuskan untuk tidur siang terlebih dahulu, mengistirahat tubuh sekaligus mengumpulkan tenaga untuk melanjutkan aktivitas dan liburannya di sore hari.
Sore harinya mereka berdua kembali menikmati suasana dan keindahan di pantai, Andrea berlarian di sisi pantai dan akan terlonjak senang ketika air pantai mengenai kakinya. Pasir putih dan juga lembut membuat kaki-kaki Andrea sama sekali tidak merasakan sakit ketika kakinya bertelanjang berlarian seperti anak kecil yang baru keluar bermain setelah seharian dikurung oleh orang tuanya.
Kharisma juga melakukan hal yang serupa, iya benar-benar ingin menikmati liburannya di Bali selama satu pekan sebagai hadiah atas prestasi yang sudah didapatkan oleh kharisma. Menjadi juara senam dan mendapatkan voucher liburan ke Bali, salah satu tempat wisata yang menjadi incarannya sejak lama.
Andrea nampak begitu seksi dengan memakai bikini yang membungkus tubuh rampingnya namun tetap terisi di beberapa bagian tubuhnya, sehingga bagi yang melihatnya pasti begitu tertarik dengan kemolekan tubuh Andrea dilengkapi dengan wajahnya yang cantik sempurna.
"Aku benar-benar merasa bebas berada di sini, andai Aku bisa setiap hari bebas seperti ini, tanpa ada orang yang mengganggu. Sungguh sempurna sekali hidupku." Andrea mengatakan itu dengan suara kencang dia tidak memperdulikan orang-orang di sekitarnya.
__ADS_1
"Kau ini, malu tahu diliatin banyak orang." Kharisma menegur Andrea yang sedang asyik lompat-lompatan di pinggir pantai sehingga mengundang perhatian orang-orang di sekitarnya.
"Aku tidak peduli, ini tempat umum jadi kita bebas melakukan apapun selama tidak melanggar peraturan dan juga tradisi di sini, lagi pula bukan hanya aku saja mereka juga banyak yang berlarian di pinggir pantai." Andrea tidak mempedulikan teguran kharisma dan dia pun tetap melakukan apa yang menurutnya menyenangkan.
Kharisma hanya menggelengkan kepalanya saja, melihat tingkah konyol yang dilakukan oleh Andrea. Kharisma lebih menikmati semilir angin sejuk yang menerpa wajahnya dan juga tubuhnya yang hanya memakai pakaian mini, deburan ombak di sisi kanan Utara menarik perhatian kharisma dan dia terus menatap takjub saat deburan ombak tersebut sampai mencuat ke atas.
Ombak kecilnya menerpah para wisatawan yang sedang menikmati sore hari di pantai sambil menunggu sunset muncul, sebuah kebebasan yang sudah lama sekali tidak dinikmati oleh Andrea. Mungkin untuk kharisma juga demikian, apalagi sejak kecil kharisma tinggal di panti asuhan sehingga untuk berlibur seperti ini tidak mungkin bisa dia rasakan. Jadi kesempatan ini dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh kharisma karena kapan lagi dia bisa berlibur ke tempat wisata nomor satu di Asia tenggara.
Yang dilakukan oleh Andrea mengundang perhatian banyak pasang mata, selain tingkah konyolnya itu yang berloncatan di pinggir pantai, tubuh seksinya yang hanya memakai bikini membuat siapapun termasuk para pria pasti akan memuji keindahan di hadapan mereka, termasuk salah seorang pria yang secara diam-diam memotret Andrea.
"Kurang ajar! Berani sekali dia memotret tanpa seizinku," gumam Andrea menatap ke arah seorang pria yang baru saja mengarahkan kameranya kepada Andrea.
Pria itu adalah orang yang sama, saat Andrea sedang di resto makan siang. Pria yang menjadi pusat perhatian Andrea sehingga tanpa dia sadari sudah memuji ketampanan pria bule itu.
"Maafkan saya, Nona. Saya sama sekali tidak berniat lancang ataupun kurang ajar karena sudah memotret Nona tanpa izin dulu sebelumnya, jujur. Saya begitu tertarik kepada Nona yang begitu cantik dan juga seksi. Nona terlihat sangat menggemaskan dan juga lucu sekali saat tadi bermain air." Pria bule itu sangat fasih berbahasa Indonesia dan meminta maaf kepada Andrea atas kesalahan yang sudah diperbuatnya.
__ADS_1
"Tapi seharusnya kau tidak melakukan hal ini, apalagi memotretku tanpa minta izin terlebih dulu." Andrea masih memarahi pria itu yang sudah berani-beraninya memotret tanpa minta izin.
"Iya nona. Sekali lagi saya minta maaf, ya saya sudah berbuat salah jadi saya mohon maaf karena saya Nona." Si pria itu kembali meminta maaf karena Andrea terlihat sangat marah sekali.
Kharisma segera menyusul mengejar Andrea, yang sudah berjalan cepat lebih dulu menghampiri seorang pria yang tadi sempat memotret Andrea ketika sedang bermain air bersamanya.
"Ada apa? Kesalahan apa yang sudah diperbuat oleh pria itu?" bisik kharisma di telinga Andrea.
"Tadi dia memotretku, jadi aku memarahinya," balas Andrea dengan berbisik di telinga kharisma.
"Ya sudahlah, jangan diperpanjang lagi. Lebih baik kita nikmati saja masa-masa liburan kita di sini, jangan membuat masalah karena hal tersebut bisa merusak hari liburan kita." Kharisma menyadarkan Andrea agar tidak memperpanjang permasalahan ini.
Andrea terdiam sejenak, sambil berpikir tentang sesuatu hal yang selama ini dia pikirkan tapi belum bisa mendapatkan solusinya. Jadi Andrea akhirnya bersuara pada pria yang ada di hadapannya karena menurut Andrea mungkin saja ini adalah waktu yang tepat untuknya mendapatkan solusi tersebut.
"Sepertinya aku punya ide, semoga saja pria ini bisa membantuku dan juga menjadi solusiku." Andrea membatin karena dia merasa jika pria yang ada di hadapannya bisa membantunya menyelesaikan permasalahannya.
__ADS_1
"Kalau begitu, apakah kau bersedia membantuku?" Andrea memberikan pertanyaan pada pria tersebut, entah apa yang ada di pikirannya sehingga Andrea bisa berpikir jika pria yang ada di hadapannya bisa menolongnya untuk menyelesaikan permasalahan di keluarganya.
Kharisma sendiri masih belum memahami apa maksud dari pertanyaan Andrea kepada si pria bule itu, bukankah tadi Andrea marah pada pria bule yang sudah memotretnya tanpa minta izin dulu? Tapi kenapa sekarang Andrea justru minta bantuan pada pria bule itu? Aneh sekali.