Istri Ketiga Suami Bayaran

Istri Ketiga Suami Bayaran
Bab 14


__ADS_3

Hilmar tersenyum ketika mendengar jawaban Aron dan interaksi antar keduanya. Tapi, senyum tersebut tidak bertahan lama. Selain senang karena putrinya akhirnya bertemu kekasih, dia juga khawatir kalau kebencian Andrea akan membuatnya dengan kejam menguasai harta keluarga, dan membiarkan mereka tanpa apapun. Hilmar tidak ingin kekuasaan membuat Andrea mempunyai alasan untuk membalas dendam padanya, sebab selama ini hubungan mereka tidak begitu baik saat Andrea selalu menganggap buruk sikap Hilmar yang dianggap menyakiti ibunya.


“Tapi, kenapa kami baru tahu tentang keberadaan Kak Aron beberapa waktu lalu di media sosial Kak Andrea padahal hubungan kalian sudah satu tahun?” tanya Yura secara langsung dengan sinisme dalam nada suaranya, berharap dapat mengintimidasi Andrea.


“Benar,” timpal Yamini. “Jangan salah paham, Andrea. Ibu dan adikmu hanya khawatir kalau ternyata kamu bertemu dengan orang yang berniat tidak baik. Kamu tidak boleh percaya begitu saja dengan orang asing.”


“Ya, kau setuju. Ini sedikit janggal. Kenapa tidak ada yang tahu hubungan satu tahun kalian?” Mora melipat kedua tangannya di depan dada bersandar pada sandaran kursi.


Andrea mencibir ucapan Yamini, dia lebih memilih percaya orang asing dari pada monster seperti mereka semua. Sementara pertanyaan Yura dan Mora membuatnya kembali gugup.


“Ini salah saya. Tolong jangan menyudutkan Andrea,” jawab Aron tiba-tiba saat semua orang menatap Andrea penuh intimidasi. “Saya yang meminta Andrea untuk menyembunyikan hubungan kami berdua sampai saya merasa yakin untuk membawa hubungan kami ke jenjang yang lebih serius,” tambahnya sambil merangkul pundak Andrea. “Saya bodoh dan membuat Andrea selama ini merasa sedih. Andrea yang mencintai saya hanya bisa setuju dengan permintaan saya yang tidak masuk akal. Ketika dia kembali ke Indonesia, saya sadar betapa berartinya Andrea bagi saya. Jadi, saya segera menyusulnya ke Bali dan kami memutuskan untuk menjadikan hubungan kami publik. Terutama pada kalian selaku keluarga Andrea.”


Ekspresi dan gerak-gerik Aron sangat meyakinkan. Membuat kedua ibu tiri dan adik-adik Andrea tidak mampu berkata-kata apalagi membantah. Pria campuran itu terlihat sangat mencintai Andrea. Hal tersebut membuat alarm di benak beberapa orang berbunyi dengan panik. Setelah itu, semua orang hanya diam sambil terus memasukkan makanan di piring ke dalam mulut secara mekanis. Sementara pikiran setiap orang melayang entah kemana. Aron yang juga mendapat sepiring makan siang mulai melahapnya dengan senang hati.

__ADS_1


Makan siang keluarga tersebut selesai dalam keheningan. Andrea tidak sabar untuk segera membawa Aron pergi. Jadi, dia pamit kepada orang-orang akan membawa kekasihnya, Aron, berkeliling rumah.


"Kami selesai, aku akan membawa Aron berkeliling rumah!" seru Andrea tanpa menunggu tanggapan dari semua orang yang hanya diam menatapnya dan Aroon.


Keduanya berjalan berdampingan di halaman belakang. Ada banyak pohon buah di belakang dan beberapa gazebo yang menyenangkan untuk duduk ketika matahari belum terlalu terik. Langkah kaki mereka terarah ke salah satu gazebo. Baik Andrea maupun Aron tahu mereka tidak bisa mengatakan apa pun sebelum benar-benar menjauh dari telinga orang-orang.


Andrea segera duduk, disusul Aron di sebelahnya. Mereka saling menatap sambil memastikan bahwa tidak ada orang di sekitar.


Aron terkekeh mendengar semua pertanyaan Andrea. Wajah Andrea yang kesal dan kebingungan di hadapannya benar-benar lucu. "Jawab aku!" bentak Andrea pelan.


Saat dia mendapat pelototan dari wanita di hadapannya, dia segera menghapus senyum di wajahnya. “Itu adalah hal mudah bagiku untuk mencari tahu alamatmu setelah aku mengetahui namamu, Andrea. Jangan bahas itu, itu bukan poin pentingnya,” jawabnya terdengar mudah.


Andrea mendengus. Mengingat kinerja Aron yang sangat bagus dan mampu membungkam mulut orang-orang yang dia benci, dia tak akan ambil pusing dengan jawaban pria itu. Toh yang dia pedulikan adalah bagaimana rencana mereka bisa berhasil dan membuat semua orang tidak meragukannya.

__ADS_1


“Seminggu terakhir aku sudah menyelesaikan semua urusanku. Dan sekarang aku bisa fokus untuk menjalankan kerja sama di antara kita,” ucap Aron menatap wanita cantik di sebelahnya. Angin lembut tiba-tiba berhembus menerbangkan rambut selembut satin miliknya. Wanita cantik tidak dikenal yang tiba-tiba memintanya untuk menghamilinya. Ketika mengingatnya, Aron tidak tahu harus senang atau kesal.


Dia benar-benar cantik, tidak akan ada pria yang menolak untuk menghamili wanita sepertinya. Aku pun akan berusaha keras agar kau hamil anakku, Andrea. Batin Aroon menyeringai.


“Bagus,” tanggap Andrea. Itu akan mempercepat waktu eksekusi rencana mereka.


“Aku akan segera menikahimu, tapi, aku hanya bisa menikah secara siri. Sementara itu, kita akan memalsukannya agar terlihat sah secara hukum,” kata Aron, menjelaskan posisinya. Tidak mungkin untuk menikah secara hukum. Itu membuat pergerakannya dipersempit. Dia juga memiliki banyak mata yang menatapnya kapan pun dan di mana pun. Meskipun bukannya mustahil untuk melakukannya, tapi, tetap saja, beberapa hal harus dikorbankan, dan dia berpikir ini bukan saat yang tepat. Sudut bibirnya sedikit terangkat, menatap Andrea.


Andrea bergerak agak menjauh ketika melihat kedua manik mata Aron menggelap. Selalu ada saat di mana aura Aron berubah dan menatapnya seperti penuh perhitungan. Dia menggelengkan kepalanya, mengenyahkan paranoia yang cukup halusinasi,


“Aku tidak peduli. Permintaanku hanya agar tidak membuat pernikahan ini meriah,” jawabnya. Pernikahan ini bukan hal menyenangkan hanya sebuah skema, tidak ada cinta, tidak ada kejujuran. Lebih baik tidak banyak pihak yang tahu. “Selebihnya, kau bisa mengaturnya sesukamu, jika kau perlu bantuan segera katakan padaku. Aku hanya peduli dengan keberhasilan rencana kita.” Dia hanya ingin segera membuat orang-orang dalam rumah itu menderita. Dia akan membalaskan penderitaan yang ibunya rasakan kepada mereka dengan berlipat ganda dan tanpa belas kasihan.


Andrea tidak pernah ingin menjadi orang baik yang munafik. Jika membenci dia akan membenci, jika dendam dia akan membalasnya. Lagi pula dia tidak punya hutang untuk bersikap baik kepada siapa pun. Cepat atau lambat, semua harta keluarga yang memang seharusnya menjadi miliknya, akan segera jatuh ke tangannya segera.

__ADS_1


__ADS_2