
Andrea pergi keluar dari rumah setelah perdebatannya dengan hilmar dan kedua istrinya, Andrea kesal karena hilmar kembali mengingatkannya dengan pesan mendiang ibunya yang mengatakan jika seluruh harta kekayaan ini akan menjadi hak Andrea ketika dia sudah menikah dan mempunyai keturunan. Tapi bagaimana mungkin Andrea bisa menikah sementara dia sendiri sangat membenci pria, bagi Andrea pria sama saja hanya ingin indahnya saja tapi ketika mereka sedang jaya-jayanya maka mereka lupa pada isi pertamanya dan menikah sesuka hati mereka, menyakiti istri pertama yang sudah memberikannya kenyamanan serta kekayaan melimpah namun yang menikmati justru istri keduanya.
Sama hal yang dilakukan oleh hilmar kepada Sera dengan menikahi dua wanita yaitu Mora dan juga yamini. Karena itulah Sera pernah berpesan kepada Andrea agar jangan hidup bergantung kepada pria dan Andrea harus menjadi wanita mandiri yang tangguh dan juga sukses.
Andrea sedang di jalan menuju ke panti asuhan yang menjadi tempat dirinya bisa merasa nyaman dan juga tenang, semenjak ibunya meninggal rumah mewah itu sudah tidak lagi menjadi tempat yang nyaman untuk dijadikan tempat pulang, Andreas selalu saja dibuat marah dan juga kesal oleh tingkah laku kedua ibu tirinya dan juga ayah kandungnya sendiri.
"Apa maksud Mama dengan memintaku untuk menikah dan mempunyai keturunan? Sementara Mama sendiri pernah berpesan padaku agar jangan hidup bergantung kepada pria, aku harus sukses dan hidup mandiri. Aku sama sekali tidak mengerti dan tidak memahami maksud dari amanah mama yang akan memberikan serta menyerahkan seluruh aset kekayaannya jika aku sudah menikah dan punya keturunan, bagaimana mungkin aku bisa menikah. Aku sendiri saja sangat membenci makhluk yang bernama pria, bahkan pria yang seharusnya melindungi pun justru malah tidak memperdulikanku.haruskah aku percaya jika ada pria baik yang bisa melindungi istri dan juga keturunannya?" Andrea sedang mempertanyakan mengenai pesan ibunya yang memintanya menikah jika ingin semua harta kekayaan miliknya diambil alih oleh Andrea.
Andrea sendiri tidak mengetahui apa maksud dari keinginan ibunya yang memintanya untuk menikah dan mempunyai keturunan, semata agar Andrea ada yang melindungi dari orang-orang jahat yang bisa kapan saja mencelakainya. Karena yang Andrea ketahui jika semua lelaki itu sama seperti ayahnya, hidup dengan keegoisan dan semaunya sendiri tanpa memperdulikan perasaan Putri kandungnya.
Sikap acuh dan cuek Hilman kepada Andrea membuat gadis itu benar-benar sungkan dan tidak lagi menaruh hormat pada pria itu, yang ada di dalam hati Andrea hanyalah kebencian dan juga kemarahan pada sosok Hilmar yang sudah menjadi penyebab ibunya meninggal.
__ADS_1
"Nantilah aku cari tahu sendiri apa maksud dari keinginan Mama yang menginginkan aku menikah, untuk saat ini aku tidak ingin memikirkannya dulu. Hanya saja wasiat Mama itu pasti ada hal lain sehingga Mama tetap menginginkan aku untuk menikah dan mempunyai keturunan, tapi bagaimana aku menumbuhkan dan juga membuka hati untuk seorang pria, sementara aku sangat membencinya," gumam Andrea yang tetap fokus menyetir mobil menuju ke panti asuhan.
Syarat yang diberikan Sera sebelum dia meninggal dunia yang mengatakan jika Andrea bisa mengambil alih semua harta kekayaannya, jika Andrea menikah dan punya keturunan. Syarat tersebut sengaja diucapkan oleh Sera agar Andrea bisa memilih pasangan yang baik dan mencari pria yang benar-benar mencintainya serta bertanggung jawab, menghilangkan pikiran buruk atau negatif di hati Andrea yang selalu menganggap jika semua orang pria itu sama seperti ayahnya.
Andrea tiba di sebuah panti asuhan, tempat yang sering sekali dikunjungi oleh mendiang ibunya. Kedatangan Andrea disambut hangat dan juga sorak sorai oleh pengurus panti dan juga anak-anak yang tinggal di sana.
"Apa kabarnya non Andrea? Bagaimana kuliahnya lancarkan?" Wanita paruh baya menyambut Andrea dia adalah pemilik dari panti asuhan tersebut.
Andrea membawa banyak makanan dan juga semua kebutuhan anak-anak di panti asuhan tersebut, dia juga memberikan bantuan berupa sejumlah uang yang rutin setiap bulannya dikirimkan ke panti asuhan itu. Sebuah rutinitas sosial yang selalu dilakukan rutin oleh ibunya bahkan sejak Andrea masih kecil dan rumitas tersebut tidak pernah berhenti hingga sekarang.
Andrea sangat merasa nyaman berada di panti asuhan itu, selain para penghuni panti yang baik dan juga tulus padanya. Ada satu orang yang merupakan teman dekat Andrea satu-satunya yang tinggal di panti asuhan ini. Dia adalah kharisma, keduanya saling berpelukan melepas rindu setelah 5 tahun berpisah antara Indonesia dan London.
__ADS_1
"Apa kabarnya Andrea? Ya ampun aku sangat rindu padamu, 5 tahun loh kita nggak ketemu. Kau sekarang sudah menjadi orang bule karena kuliah di Inggris." Kharisma memeluk Andrea yang baru saja sampai di panti asuhan dan langsung menemuinya.
"Aku juga rindu sekali padamu, kharisma. Di sana memang banyak bule-bule nya, tapi tetap saja aku mencintai Indonesia. Dan yang paling penting adalah makanannya, susah sekali nyari makanan enak di London." Andrea begitu ceria dan tidak menunjukkan sikap cueknya saat bertemu kharisma.
Keduanya berbincang sambil menikmati banyak makanan yang dibawa oleh Andrea. Meski Andrea adalah orang kaya tapi dia begitu super berteman dengan kharisma, apalagi keduanya memang sudah lama akrab jadi sudah hafal karakter masing-masing.
"Bagaimana keadaan orang-orang rumah?" Kharisma tahu jika semenjak ibunya meninggal, maka kedua istri ayahnya diboyong semua ke rumah mewah itu dan tinggal disana. Jadi Andrea pasti sangat terganggu dengan kehadiran dua nenek sihir itu.
"Seperti yang kau tahu, dua nenek sihir itu sangat menyebalkan sekali. Hari pertama aku pulang. Semua barang-barang yang ada di kamar aku, diganti dengan barang-barang anaknya Mora, lalu kamar Mama juga ditempati oleh dia. Aku murka dan meminta pelayan untuk mengeluarkan semua barang-barang itu keluar dan membakarnya. Enak saja mereka itu, sudah menumpang tidak tahu diri pula. Aku juga berhasil mengambil perhiasan Mama yang mereka pakai. Tapi Papa yang seperti biasanya, terhasut oleh dua nenek sihir itu, malah menampar aku. Bukannya menyambut kepulangan aku, tapi aku malah kena tampar. Semua karena ulah dua manusia itu."
Andrea menceritakan semua yang terjadi di rumahnya kemarin, pada kharisma. Hanya dia yang bisa diajak curhat oleh Andrea, yang lainnya dia tidak percaya. Sebab yang tahu tentang cerita Andrea ya hanya kharisma. Kharisma turut prihatin dengan apa yang menimpa pada Andrea, jadi kharisma akan menghibur sahabatnya itu.
__ADS_1