Istri Pengganti Tuan Abraham

Istri Pengganti Tuan Abraham
IPTA- Satu Kamar


__ADS_3

setelah acara pernikahan selesai Abraham membawa Liona masuk ke kamar hotel untuk beristirahat karena memang hampir jam dua belas malam acara tersebut baru selesai.


"Liona kamu mandilah lebih dulu dan di paperbag itu adalah pakaian untuk mu". ucap Abraham


"i iya tuan". jawab Liona dengan gugup dan mengambil paper bag yang ada di atas ranjang.


setelah Liona sudah masuk ke kamar mandi, Abraham duduk di sofa dan senyumnya mengembang saat semua rencananya berhasil dan berjalan dengan lancar


drt


drt


drt


Abraham melihat ponselnya yang bergetar dan tertera nama sang mommy


"iya mom ada apa". jawab Abraham


"Abra bagaimana pernikahannya lancar dan kenapa kamu melarang mommy untuk datang, dan siapa menantu mommy Abra, kamu menikah dengan orang yang sederajat dengan kitakan". Abraham memijat dahinya saat mommy memberikan banyak pertanyaan


"mom tanya satu satu, nanti saat Abra pulang mommy akan tau siapa menantu mommy dan kenapa Abra melarang mommy datang karena karena Abra tidak ingin mommy capek". jawab Abra


"Abra dia anak siapa dan orang tuannya bekerja apa". tanya mommy dan Abra tau mommy akan selektif dalam memilih calon mantu, jika Abra memberitahu siapa Liona yang ada Mommynya tidak akan menerima Liona


"mommy tenang saja istri Abra pasti sesuai kriteria mommy". jawab Abra


"dimana menantu mommy sekarang". tanyanya


"dia sedang mandi Mom". jawab Abraham


"kapan kalian pulang".


"mungkin seminggu lagi mom". jawab Abraham


"sudah dulu ya mom". ucap Abraham

__ADS_1


setelah sambungan telepon terputus Abraham memijat dahi dan memikirkan bagaimana caranya memberitahu mommy siapa Liona karena jika tau Liona tidak sebanding dengan dirinya maka mommy pasti tidak akan bisa menerima Liona


drt


drt


drt


Abraham menatap ponselnya dengan malas ketika yang menelponnya adalah Kevin yaitu sahabatnya


"Abra Lo nikah tidak mengundang ku jadi kamu tidak mengaggap ku sebagai sahabat mu, sungguh keterlaluan kamu Abra". ucap kevin saat Abraham sudah mengangkat panggilan telponnya


"aku lupa". jawab Abraham dengan singkat


"aish kenapa bisa lupa, ngomong ngomong siapa yang menjadi istrimu , tau tau sudah menikah padahal selama ini tidak pernah terlihat jalan dengan seorang gadis". ucap Kevin


"yakin ingin tau, lebih baik jangan tau siapa istriku nanti kamu kecewa". ucap Abraham


"aish jangan begitu bro tenang saja aku tidak akan merebut istrimu lagian aku sudah punya calon dan kamu tau itu aku hanya ingin tau apakah istrimu secantik calon ku". ucap Kevin


"yang pasti dia cantik dan saat kamu tau nanti jangan nyesel ya". ucap Abraham sedangkan Kevin yang di seberang telepon mencoba memahami kata kata Abraham dan sambil melihat berita pernikahan temannya di sosial media tetapi Kevin tidak bisa melihat wajah sang perempuan


"karena aku tidak ingin mereka tau siapa istriku". jawab Abraham


"apa sangat cantik sampai kamu tidak mau mereka tau wajah istrimu". tanya Kevin dengan ragu ragu karena jika di lihat dari foto itu Kevin merasa postur tubuh istri Abraham sama dengan gadis ya dia sukai


"ya hanya aku yang boleh melihatnya". jawab Abraham


"Abra boleh tau siapa nama istrimu". tanya Kevin untuk menghilangkan praduga praduga yang ada di pikirannya


"namanya.... "


sebelum Abraham memberitahu tahu ternyata sambungan teleponnya mati dan ternyata baterai ponsel Abraham habis.


Liona keluar dari kamar mandi dengan gugup sedangkan Abraham biasa saja. setelah Abraham masuk ke kamar mandi Liona bisa bernafas lega dan mengusap dadanya yang terus berdetak

__ADS_1


"apa yang harus aku lakukan sekarang, kenapa calon istrinya malah membatalkan pernikahan mereka, apa kurangnya tuan Abraham sehingga dia membatalkan pernikahannya begitu saja". monolog Liona


"aku harus bersyukur atau bersedih sekarang jika di bilang beruntung ya beruntung tapi pernikahan ini bukan karena cinta dan aku yakin tuan Abraham Mencintai calon istrinya". sambung Liona dan mengamati langit langit kamar itu


"ponselku ada dimana aish barang barangku kan ada di loker tadi jika aku ambil sekarang pasti Cika akan marah besar padaku karena aku tidak membantunya". monolog Liona


Liona merasakan kegugupan yang melanda pada dirinya saat melihat Abraham keluar dari kamar mandi. Abraham mengahampiri Liona yang sedang duduk di sofa sehingga terjadi keheningan di antara mereka berdua


"Liona". panggil Abraham


"i iya tuan". jawab Liona yang sambil menundukkan kepalanya tanpa berani melihat Abraham


"aku tau mungkin Pernikahan ini Mendadak untukmu dan juga aku yang harus menikah dengan perempuan lain dan bukan dengan calon istriku tapi aku sangat berterima kasih padamu yang sudah mau membantu ku mungkin jika tidak ada dirimu aku sudah tidak tau apa yang terjadi". ucap Abraham


" a aku hanya melakukan apa yang harus aku lakukan karena tuan sudah banyak membantu ku, mungkin ini tidak seberapa dengan yang tuan lakukan untuk ku dan juga ibuku". jawab Liona


"Liona aku tau kita dua orang asing yang mungkin hanya sekedar tau tapi aku ingin pernikahan ini terjadi sekali seumur hidup ku jadi aku ingin kita menjalani pernikahan ini dan biarkan mengalir begitu saja, ya mungkin tidak ada cinta di antara kita berdua tapi aku yakin cinta itu akan datang dengan seiring berjalannya waktu". ucap Abraham


"jadi kamu mau menjalankan pernikahan ini". tanya Abraham


"tapi tuan aku tidak sebanding dengan tuan, lalu bagaimana tanggapan orang lain jika mereka tau siapa istri tuan". jawab Liona


"dengar yang menjalani pernikahan ini kita bukan mereka jadi apa kamu mau menjadi istriku seumur hidup". tanya Abraham dan Liona menanggukan kepalanya. Abraham terseyum saat Liona menanggukan kepalanya


"ini sudah malam sebaiknya tidur". ucap Abraham dan berjalan menuju ranjang


"Kenapa masih duduk di sana apa kamu tidak mau tidur". tanya Abraham


"hmm tuan aku tidak di sofa saja ya". ucap Liona


"kemarilah dan tidur di sini dan jangan tapi tapian". perintah Abraham


akhirnya Liona melangkahkan kakinya menuju ranjang dan membaringkan tubuhnya di pinggir ranjang serta membelakangi Abraham , sungguh dalam situasi ini Liona merasakan kegugupan yang luar biasa. Abraham yang melihat Liona tidur membelakangi dirinya hanya di biarkan saja.


di tempat lain di sebuah kamar Kevin sejak tadi memandangi foto Abraham bersama istrinya yang ada di sosial media. Kevin sejak tadi terus mengamati pengantin perempuan yang tertutup.

__ADS_1


"sepertinya bukan Liona dan tidak mungkin Abraham menikah dengan Liona karena Tante Ambar pasti tidak akan menyetujuinya karena Tante Ambar pasti ingin anaknya menikah dengan yang sebanding". ucap Kevin


"tapi aish di dunia ini pasti bukan Liona saja yang memiliki postur seperti ini, hmmm sebaiknya besok aku temui saja Abraham agar tau siapa istrinya". ucap Kevin dan meletakan ponselnya


__ADS_2