
Liona terseyum saat melihat ibunya sudah sadar dan sedang di periksa oleh dokter. Lida yang baru saja sadar masih diam saja melihat ruangan yang di tempati.
"bagaimana dok kondisi ibu saya". tanya Liona
"ibu anda sudah melewati masa kritisnya dan sekarang tinggal fokus untuk penyembuhan pasca operasi". ucap dokter tersebut
"saya sudah memeriksa kondisinya mungkin satu minggu lagi baru boleh pulang tapi ingat harus banyak istirahat jangan sampai ke lelehan karena akan sia sia operasi yang di jalani". ucap dokter itu dan Liona menanggukan kepalanya
setelah kepergian dokter itu Liona menghampiri ibunya yang masih terbaring di brangkar rumah sakit dengan alat yang masih menempel di beberapa titik tubuhnya.
"ibu butuh sesuatu". tanya Liona dan Lida mengelengkan kepalanya
"kenapa ibu di rawat di ruang ini Liona, biayanya pasti mahal dan kamu juga dapat uang dari mana untuk operasi ibu, kamu tidak melakukan yang aneh aneh kan demi kesehatan ibu". tanya Lida dengan khawatir takut putrinya melakukan hal negatif hanya untuk kesehatannya jika sampai itu terjadi Lida Lebih memilih untuk sakit saja daripada hidup putrinya hancur
"ibu tenang saja, Liona tidak melakukan apa yang ibu pikiran , semua biaya ini Liona pinjam pada seseorang dia sangat baik bahkan pernah menolong Liona yang hampir di lecehkan oleh para preman malam itu". ucap Liona
"lalu bagaimana kamu akan mengembalikan uangnya Liona, pasti biaya berpuluh puluh juta". tanya Liona
"Liona pasti akan mengembalikan bagaimana caranya entah Liona harus bekerja seumur hidup dengan atau dengan cara yang lain, dan orang yang meminjamkan Liona uang juga bilang jangan terlalu di pikirin karena Liona harus fokus merawat ibu setelah operasi". ucap Liona an terseyum pada ibunya
"orang itu sungguh baik Liona rasanya ibu ingin bertemu dan mengucapkan terima kasih karena di zaman sekarang jarang ada orang yang baik seperti itu, biasanya mereka memanfaatkan kelemahan orang yang tidak punya apa apa seperti kita untuk mencapai keinginannya". ucap Lida
"dia memang baik bu dan Liona harap sesuatu saat Liona bisa mendapatkan suami seperti dia yang baik dan suka menolong orang". ucap Liona dan di anggukan oleh Lida
ceklek
__ADS_1
Liona dan Lisa melihat ke arah pintu yang terbuka dan menampilkan seorang pemuda yang tinggi dan gagah. Liona langsung berdiri dari duduknya dan menghampiri pria tersebut.
"tuan Abraham". panggil Liona
"saya datang kemari ingin menjenguk ibumu, ini aku bawakan sesuatu". ucap Abraham dan menyerahkan sebuah bingkisan pada Liona
"silahkan tuan kebetulan ibu baru sadar". ucap Liona
Abraham berjalan mendekati brangkar rumah sakit dan terseyum pada Lida
"bagaimana keadaan Tante". tanya Abraham
"jauh lebih baik dari sebelumnya, kamu siapa temannya Liona ya tapi saya belum pernah melihat kamu main ke rumah". tanya Lida
"ini Tuan Abraham Bu dia yang sudah membantu kita untuk biaya operasi dan rawat ibu di rumah sakit ini". ucap Liona yang berdiri di samping Abraham
"iya keinginan ku adalah menjadikan Lipan sebagai istriku dan itu akan terjadi". ucap Abraham dalam hati
"terima kasih do'a Tante". jawab Abraham
"tapi kenapa kamu tidak takut meminjam uang sebanyak itu pada Liona, apa kamu tidak takut jika Liona tidak bisa mengembalikan uang yang kamu pinjamkan". tanya Lida yang sejak tadi mengganjal di hatinya
"kenapa harus takut Tante saat kita akan melakukan kebaikan tidak perlu merasa takut dan satu hal lagi Liona bekerja sangat baik di restoran saya jadi bantuan yang saya berikan sebagai bentuk kerja kerasnya untuk restoran saya, dan saya yakin Liona bisa mengembalikannya serta membalas kebaikan saya, karena jika kita melakukan kebaikan pasti orang akan melakukan hal yang sama pada kita". jawab Abraham dan Lida terseyum saat mendengar jawaban dari Abraham
"andai semua orang memiliki pemikiran seperti mu pasti dunia ini akan damai". ucap Lisa
__ADS_1
"semua itu tergantung pada dirinya kita Tan mau bersikap seperti apa, apalagi saat kita di atas mungkin banyak orang yang lupa bahwa sebelum di atas dia pernah berada di bawah juga, jadi jangan bersikap sombong, saya benarkan Tante". tanya Abraham
"iya kamu benar nak, pertahanan sikap yang seperti ini". jawab Lida
diam diam Liona mengamati interaksi Abraham dan ibunya sehingga membuat Liona menilai Abraham orang yang sopan dengan ibunya saja bersikap dengan baik dan sopan apalagi dengan kedua orang tuanya. setelah cukup lama berada di sana Abraham memutuskan untuk berpamitan pulang.
sudah hampir satu Minggu Lida di rawat di rumah sakit dan hari ini di perbolehkan pulang. Lida sangat senang saat di perbolehkan pulang karena dia tidak ingin biaya yang di keluarkan semakin mahal , Lida kasihan pada putrinya yang harus memiliki hutang sangat banyak.
sesampainya di rumah Lida langsung beristirahat sedangkan Liona harus kembali bekerja karena mendapatkan telepon dari Bu Irma jika hari ini dia harus datang ke restoran karena ada hal penting.
"Bu Liona berangkat kerja dulu ya, ibu jaga di baik baik jika merasakan sesuatu segera hubungi Liona jangan sampai pingsan seperti waktu itu". ucap Liona dan Lida menganggukan kepalanya
"Liona berangkat". ucap Liona dan mencium punggung tangan ibunya
sesampainya Lion di restoran Liona merasa gugup karena semua pelayan sedang di kumpulkan dan Liona mengambil barisan
"cik ada apa ini kenapa semua di kumpulkan seperti ini". bisik Liona karena tidak tau apa apa dan hampir satu minggu dia tidak masuk kerja
"aku juga tidak tau, Bu Irma cuman menyuruh kita untuk berkumpul lewat group apa kamu tidak membuka group". jawab Cika dan Liona mengelengkan kepalanya
Bu Irma sudah berdiri di depan mereka semua dan mengamati satu persatu pelayan
"baiklah karena semua sudah berkumpul saya ingin menyampaikan hal penting untuk kalian semua". ucap Bu Irma
"hal pentingnya adalah pemilik restoran kita tuan Abraham akan menikah satu Minggu lagi dan pernikahan akan di laksanakan di hotel florenzo dan tuan Abraham ingin untuk hidangan untuk para tamunya yaitu makam dari restorannya jadi untuk Minggu depan semua pelayan akan berkerja untuk pernikahan Abraham dan semua pelayan harus berada di hotel, kalian paham". tanya Bu Irma
__ADS_1
"paham Bu". jawab mereka Semuanya dengan kompak
setelah pengumuman itu mereka kembali bekerja seperti biasanya dan para pelayan membicarakan Pernikahan tuan Abraham, mereka mengatakan perempuan yang akan menjadi istri Abraham adalah orang yang sangat beruntung karena Abraham yang tampan serta harta yang melimpah. Liona yang mendengar rekan kerja berbincang hanya mengumumkan senyumnya.