
setelah mengetahui bahwa hari ini ulang tahun suaminya Liona memutuskan untuk pergi ke mall dan membeli beberapa persiapan untuk memberikan kejutan kecil kepada suaminya. Sesampainya Liona di pusat perbelanjaan Liona langsung menuju ke toko yang ingin dia datangi. Liona memilih beberapa barang yang menurutnya cocok untuk suaminya. Liona menghembuskan nafasnya saat semua barang barang yang ada di sana suaminya sudah memilikinya.
"aku berikan hadiah apa". ucap Liona
"jika barang barang ini pasti sudah biasa menurut bunny". sambung Liona
Saat sedang berjalan mencari hadiah yang cocok untuk suaminya Liona menabrak seseorang dan orang itu langsung melebarkan matanya dan langsung memeluk Liona sedangkan Liona yang mendapatkan pelukan tiba tiba merasa bingung
"Marcela ini sungguhan kamu". ucap wanita itu
"aku tidak menyangka bisa ketemu kamu di sini aku pikir kamu tidak selamat dalam kecelakaan itu". ucap wanita itu dan Liona mengkerutkan dahinya
"Marcela". beo Liona
"jangan bilang kamu lupa dengan nama mu atau jangan-jangan kamu lupa padaku juga". ucap wanita itu
"maaf mba saya rasa mbanya salah orang , saya Liona bukan Marcela". ucap Liona
"Marcela jangan bercanda deh kamu". ucap wanita itu
"mba benaran saya bukan Marcela tapi Liona". ucap Liona dan wanita itu memperhatikan Liona dengan intens
"maaf mba tadi saya pikir teman saya habisnya mirip sekali". ucap wanita itu
"tidak apa apa mba". jawab Liona
"sekali lagi maaf". ucap wanita itu
untuk kedua kalinya ada orang yang memanggilnya Marcela membuat Liona bingung dan penasaran.
"dua kali ada orang yang memanggil ku Marcela, aneh". monolog Liona dalam hati
"saya Farah". wanita itu mengulurkan tangannya pada Liona
"saya Liona". jawab Liona sambil menerima uluran tangan wanita
"bagaimana jika kita makan di cafe itu sebagai permintaan maaf saya karena mengenali orang". ucap wanita
"tidak perlu melakukan itu mba, saya juga tidak masalah mungkin memang wajah saya hampir mirip dengan teman mba". ucap Liona
"tapi bukan hanya wajah yang mirip, hampir semua..."
drt
drt
drt
Liona melihat ponselnya dan tertera nama suaminya
"honey bisakah kamu datang ke kantor". ucap Abraham
__ADS_1
"segera ya". sambung Liona
"iya bunny aku akan segera kesana, apa bunny membutuhkan sesuatu biar sekalian aku bawakan". tanya Liona
"aku hanya membutuhkan kamu honey segera kemari saja". ucap Abraham
"baiklah". jawab Liona dan mematikan sambungan teleponnya
"maaf mba mungkin lain kali kita bisa makan bersama karena sekarang saya harus segera menemui suami saya". ucap Liona
"tidak masalah, apa boleh saya minta nomor teleponnya mungkin kita bisa jadi teman". ucap Farah
mereka berdua saling bertukar nomor telepon dan setelah itu Liona langsung meninggalkan Farah yang masih terus menatapnya
"Bunny seperti panggilan Marcela ke pacarnya". ucap Farah
"mungkin memang orang lain lagi Marcela sudah meninggal lama". sambung Farah dan meninggalkan mall
sedangkan Abraham yang berada di kantor merasa lega saat Liona akan segera ke kantor. beberapa menit yang lalu Abraham mendapatkan laporan dari anak buahnya yang mengikuti kemanapun Liona pergi secara diam diam dan betapa terkejutnya saat Liona sedang berbincang dengan seseorang sehingga membuat Abraham langsung menelpon Liona
"kenapa Liona bisa bertemu dengan Farah bukannya Farhan tinggal di Amerika bersama suaminya". monolog Abraham
"semoga saja Farah tidak mengatakan seseorang pada Liona". sambung Abraham
setelah dua puluh menit Liona sudah sampai di kantor suaminya.
"Bu Liona mau bertemu dengan tuan". tanya resepsionis dan resepsionis yang sekarang bukan resepsionis yang waktu itu
"semua orang di kantor ini tau ibu, bu Liona kam istrinya tuan Abraham, silahkan Bu tuan sudah menunggu". ucap resepsionis dan Liona menganggukkan kepalanya
Abraham terseyum lebar saat melihat Liona yang sudah berdiri di depan pintu
"honey akhirnya kamu sampai juga". ucap Abraham menghampiri Liona dan membawanya masuk ke dalam ruangannya
"tadi pergi kemana saja honey" tanya Abraham
"hanya jalan jalan ke mall bunny". jawab Liona
"honey tadi ada orang yang memanggil ku Marcela dan katanya aku juga sangat mirip Marcela". ucap Liona
"mungkin dia salah orang kamu kan tau jika di dunia ini banyak orang yang mirip". jawab Abraham
"tapi ya aneh saja honey , ini kedua kalinya ada orang yang memanggil ku dengan nama yang sama". ucap Liona
"honey resepsionis yang dulu kemana tadi aku lihat bukan yang dulu waktu aku kesini". tanya Liona
"dia mengundurkan diri makanya aku ganti dengan yang lain". jawab Abraham dan Liona hanya menanggukan kepalanya
Abraham sedang mengirimkan pesan pada seseorang setelah mengirimkan pesan itu Abraham langsung menyimpan ponselnya dan merebahkan dirinya ke pangkuan Liona
sedangkan di tempat lain seorang perempuan sedang berdiri di depan cermin dan memegang luka yang ada di wajahnya.
__ADS_1
"gara gara luka ini aku harus bersembunyi". monolog perempuan itu
"lima bulan lagi aku melakukan operasi dan pasti wajah Ku akan kembali seperti semula". ucap perempuan itu
setelah beberapa tahun melakukan konsultasi mengenai wajah dan juga penyembuhan luka yang cukup serius dia harus melakukan operasi secara bertahap dan kini tinggal di bagian pipinya saja. perempuan itu mengambil bingkai foto
"tunggu aku lima bulan lagi kita bertemu kembali". ucap perempuan itu
"ma ma ma". ucap anak perempuan yang berusia tiga tahun menghampiri perempuan itu
"sudah saya bilang aku bukan mama mu". bentak perempuan itu
"ma ma ma". ucap anak itu
"diam, aku bukan mama mu". bentak perempuan itu dan mendorong anak kecil itu sehingga membuat anak berumur tiga tahun ini menangis dengan kencang
"non Cia". seorang pengasuh menghampiri anak kecil itu lalu mengendongnya
"sudah aku bilang padamu jangan sampai anak ini masuk ke kamar mu ataupun menampakkan wajahnya di depan ku". ucap perempuan itu
"maaf nyonya tadi saya sedang membuatkan susu untuk non Cia". jawab pengasuh itu
"segera bawa keluar anak ini dan jangan sampai saya mendengar suara tangisannya". perintah perempuan
pengasuh langsung membawa Cia keluar dan memenangkan anak itu
"non Cia anak yang pintar jadi diam ya jangan menangis lagi". ucap pengasuh
cup
cup
cup
cup
cup
"ma ma ma". ucap cia
"iya mama sedang sibuk jadi cia sama mba ya".
butuh waktu sepuluh menit sehingga membuat cia diam dan pengasuh menatap cia dengan iba
"semoga suatu saat non cia bisa mendapatkan kebahagiaan".
"dimana dia". tanya seorang pria yang baru tiba datang
"nyonya ada di kamarnya".
pria itu langsung naik ke atas kamar untuk menemui perempuan itu sesampainya di kamar pria itu langsung menghampirinya tetap perempuan itu acuh dengan kehadiran pria itu
__ADS_1