Istri Pengganti Tuan Abraham

Istri Pengganti Tuan Abraham
IPTA-Merubah Penampilan


__ADS_3

Liona benar benar sudah jatuh hati pada suaminya itu yang selalu memperlakukan dirinya seperti ratu dan Abraham juga tidak pernah lupa selalu memberikan sebuah bunga untuk istrinya itu. Hari ini Abraham membawanya ke sebuah Salon, saat sampai di salon Liona merasa sedikit bingung ketika pegawai Salon langsung memotong rambut menjadi sebahu


"bunny". ucap Liona pada Abraham


"tidak apa apa honey kamu akan terlihat cantik dengan rambut sebahu". ucap Abraham


Liona menatap dirinya di cermin saat pegawai salon itu sedang merapihkan rambutnya yang sudah pendek sebahu dan Abraham terseyum saat melihat rambut Liona yang sudah berubah. Abraham mengangkat ponselnya sejajar dengan wajah Liona yang sedang berada di kursi.


setalah itu Abraham membawanya ke mall untuk membeli beberapa pakaian bahkan Abraham membelikan dirinya sebuah dress yang bukan Liona sukai dan lagi lagi Liona hanya menatap bingung saat Abraham mengambil pakaian itu. selama Abraham mengambil pakaian Liona masih setia mengandeng lengan suaminya.


"honey pakaian itu untukku". tanya Liona


"iya, kamu akan terlihat cantik menggunakan pakaian ini". jawab Abraham dan Liona menatap beberapa dress yang seksi serta warnanya yang menyala semua.


setelah semua apa yang di cari sudah terbeli Abraham langsung membayarnya dan langsung mengajak Liona pulang karena Abraham sudah tidak sabar ingin melihat Liona menggunakan dress yang dia beli.


Saat di rumah Abraham menyuruh Liona untuk memakai dress yang telah dia berikan, Liona menatap dirinya di cermin dan Liona merasa bukan seperti dirinya. Dan saat Liona mengatakan dia tidak nyaman berpenampilan seperti itu pada suaminya dan Abraham mengatakan pada Liona Bahwa mamanya menyukai perempuan dengan rambut pendek dan mengunakan dress di atas lutut serta lengan dressnya pendek, Liona yang selama ini menggunakan dress yang memiliki lengan yang sedikit panjang dan di bawah lutut merasa risih tetapi untuk mendapatkan restu dari mertuanya Liona mengubah penampilannya.


"bunny yakin mommy akan menerima ku jika aku berpenampilan seperti ini". tanya Liona


"tentu honey karena seperti ini kriteria yang mommy sukai". jawab Abraham


"tapi aku merasakan tidak nyaman menggunakan pakaian ini dan aku juga merasa ini bukanlah diriku melainkan orang lain". ucap Liona yang masih menatap dirinya di cermin


Abraham melingkarkan tangannya di perut Liona dan membenamkan dagunya di pundak Liona serta mencium pundak Liona yang terbuka


"nanti lama lama kamu akan terbiasa honey". ucap Abraham " karena aku ingin kamu berpenampilan seperti ini untuk selamanya dan aku merasa dia ada di depan ku". sambung Abraham dalam hati


Abraham membalikkan badan Liona dan langsung membenamkan ciuman di bibir Liona dan Liona juga membalas ciuman suaminya. Abraham mengusap ujung bibir suaminya, Liona yang malu langsung membenamkan wajahnya di dada bidang Abraham. Abraham terseyum miring dan mengusap punggung Liona


"aku sungguh mencintai mu honey jangan tinggalkan aku". ucap Abraham tepat di telinga Liona sedangkan Liona langsung menatap wajah Abraham yang juga menatapnya, Liona terseyum karena senang dengan ucapan suaminya

__ADS_1


"sungguh". tanya Liona


"sungguh honey aku sangat sangat mencintai mu". ucap Abraham dan pipi Liona bersemu merah


"aku juga mencintaimu bunny". ucap Liona dan memeluk suaminya dan lagi lagi Abraham tersenyum miring di balik punggung Liona.


Abraham menikmati wangi Liona yang wangi selama ini Abraham rindukan, Abraham mengeratkan pelukannya.


"ayu turun dan temui mommy, aku yakin mommy akan menyukai mu dan bisa menerima mu". ucap Abraham


mereka berdua turun dan saling bergandengan tangan, Gracia yang duduk di ruang tamu menatap penampilan Liona.


"sore mom". sapa Liona


"so sore". jawab Gracia dan menatap putranya


"kamu merubah penampilan mu". tanya Gracia


"Abra kenapa sampai sejauh ini". monolog Gracia dalam hati dan melihat ke arah putranya yang terlihat sangat bahagia dan tidak dingin lagi.


mereka bertiga duduk di ruang tamu itu, Abraham dan Liona saling bercanda sedangkan Gracia hanya memperhatikan putranya yang tertawa lepas dan senyuman Gracia muncul saat melihat putranya kembali seperti dulu.


"sebaiknya aku biarkan saja apa yang di lakukan Abra yang terpenting aku bisa melihat putraku bahagia". monolog Gracia dalam hati


drt


drt


drt


Abraham mengangkat ponselnya yang berdering ternyata dari Seketarisnya yang memberitahu bahwa besok ada meeting pertemuan dengan para kolega.

__ADS_1


malampun tiba mereka bertiga menikmati makan malam dengan tenang setelah selesai makan malam mereka kembali ke kamar. Abraham dan Liona yang sedang berada di balkon kamar saling berpelukan dan menikmati angin malam serta langit malam.


"bunny aku sudah merubah penampilan tapi mommy masih dingin dan cuek". ucap Liona


"honey mungkin mommy masih terkejut dengan perubahan mu , aku yakin nanti lama lama mommy akan bisa menerima mu". ucap Abraham


"mungkin lagi baru hari ini aku merebut penampilan". ucap Liona


"honey besok antar makan siang ke kantor ya, nanti kamu diantar mang Ujang". ucap Abraham


"ke kantor, aku malu honey dan sebelumnya aku juga belum pernah ke kantor mu". ucap Liona


"jangan malu, besok datang saja agar karyawan ku tau jika aku mempunyai istri secantik ini". goda Abraham dan Liona mencubit punggung tangannya Abraham yang melingkar di perutnya.


"bunny kenapa kamu begitu cepat mencintaiku Padahal kita belum ada sebulan menikah". tanya Liona dengan penasaran dan Liona juga berpikir apa secepat itu Abraham melupakan calon istrinya yang membatalkan pernikahan mereka


"karena kamu istriku jadi pantas untuk di cintai". jawab Abraham


"apa bunny sudah melupakan calon istri bunny yang membatalkan pernikahan". tanya Liona


"iya, untuk apa bunny memikirkan perempuan yang meninggalkan calon suaminya tepat di hari pernikahannya". jawab Abraham " perempuan itu tidak ada, pernikahan itu hanya sandiwara agar aku bisa menikah dengan mu". sambung Abraham dalam hati


Sintia langsung mengalungkan tangannya di leher Abraham ketika Abraham tiba tiba mengendongnya. Abraham membawa Liona masuk ke dalam kamar dan merbahkan di kasur lalu menarik selimut sampai sebatas dada Liona. Abraham berjalan menuju pintu balkon dan menutup lalu menghampiri Liona. Abraham merebahkan dirinya di samping Liona dan membawa Liona ke dalam pelukannya.


"tidurlah sudah malam". ucap Liona


setelah menemukan posisi yang nyaman di dalam pelukan suaminya Liona memejamkan matanya dan di susul oleh Abraham.


keesokan paginya Liona membuka matanya dan meraba ke samping ranjang.


"bunny". panggil Liona dan tidak mendapatkan jawaban

__ADS_1


Liona melihat jam yang sudah menunjukkan pukul delapan pagi, Liona sudah tau bahwa suaminya sudah berangkat ke kantor karena Abraham adalah tipe orang yang tepat waktu.


__ADS_2