Istri Pengganti Tuan Abraham

Istri Pengganti Tuan Abraham
IPTA- Berkunjung Kerumah Ibu


__ADS_3

setelah meletakkan ponselnya Liona turun ke bawah dan berniat untuk membuat kue, daripada dia diam saja di kamar sebaiknya di pergi ke dapur. Liona menyiapkan bahan bahannya, hari ini Liona ingin membuat brownies coklat.


sedangkan di kantor Abraham memperhatikan Liona dari cctv, Abraham memasang cctv di semua ruangan yang ada di rumahnya kecuali di kamar mandi.


"tadi dia habis mengirimkan pesan kepada siapa sepertinya sangat serius". monolog Abraham


drt


drt


drt


Abraham mengangkat panggilan telepon dari istrinya


"hallo bunny". ucap Liona di sebarang telepon


"iya honey, kenapa menghubungi ku pasti merindukan ku kan". jawab Abraham


"percaya diri sekali, bunny aku ingin meminta izin Keluar..."


"aku sudah bilang kamu tidak boleh keluar rumah". sela Abraham sebelum Liona menyelesaikan ucapannya


"aku tau bunny, aku hanya ingin ke rumah ibu, sudah lama aku tidak kesana lagian rumahnya tidak jauh dari rumah kita, hari ini aku buat brownies dan ibu sangat menyukai brownies makanya aku mau kesana dan membawakan brownis untuk ibu". ucap Liona


"baiklah hanya ke rumah ibu dan nanti mang Ujang yang akan mengantarkan mu". ucap Abraham


"terima kasih bunny, aku sangat mencintaimu muach". ucap Liona di sebrang telepon


"aku juga mencintaimu honey". jawab Abraham


"bunny aku tutup dulu mau membuat Brownies". ucap Liona dan mengakhiri panggilan teleponnya


beberapa jam kemudian

__ADS_1


Liona sudah berdiri di depan pintu rumah yang Abraham sediakan untuk ibunya


Ting


tong


ting


tong


"nyonya". ucap mbok Darmi


mbok Darmi adalah pelayan yang di tugaskan untuk bekerja di rumah ibunya, Abraham menyiapkan Pelayan untuk mengurus ibu Liona bahkan pelayan itu yang sering menemani ibu mertuanya untuk cek up kesehatannya.


"ibu ada di dalam nyonya". sambung mbok Darmi


"iya mbok". ucap Liona sambil terseyum


mbok Darmi berjalan di belakang Liona


"iya nyonya". jawab mbok Darmi dan menerima bingkisannya


"ibu baik baik sajakan mbok". tanya Liona


"ibu baik bak saja nyonya bahkan ibu sudah tidak pernah mengeluh sakit seperti waktu awal". jawab Mbok Darmi


"ibu ada di mana mbok". tanya Liona


"ada di kamarnya nyonya jika jam seperti ini ibu suka membuat rajutan". jawab mbok Darmi


Liona berjalan menuju kamar ibunya saat sampai di ambang pintu Liona tersenyum saat melihat ibunya sedang fokus membuat sebuah baju dan tidak menyadari kehadirannya. Liona berjalan Pela dan langsung memeluknya ibunya. Lida terkejut saat ada seseorang memeluknya, Lida terseyum saat menyadari kehadiran putrinya


"Liona kangen sama ibu". ucap Liona

__ADS_1


"jika kangen Kenapa tidak pernah ke sini padahal rumahnya dekat". tanya Lida


"ibu sedang apa". tanya Liona dan duduk di samping ibunya


"ibu sedang membuat baju untuk anak anak mu nanti, lihatlah baguskan". jawab Lida dan Liona dapat melihat ada lima baju yang sudah jadi


"bagus, kenapa ibu kepikiran untuk membuatkan baju untuk anakku sedangkan aku belum hamil juga sampai saat ini". ucap Liona


"ya tidak apa apa jadi nanti ketika kamu hamil ibu sudah mempunyai banyak baju untuk cucu ibu nanti". jawab Lida


"Abraham tidak mendesakmu untuk segera hamilkan". tanya Lida dan menatap putrinya


"tidak Bu, bunny mengatakan jika memang belum di beri kepercayaan berarti kita masih di berikan waktu untuk menghabiskan waktu berdua". jawab Liona sambil menyandarkan kepalanya di bahu ibunya


"ibu senang saat melihat mu bahagia dengan Pernikahan mu nak, apalagi ibu lihat suamimu adalah orang yang penyayang". ucap lida


"ibu benar bunny sangat memperlakukan aku dengan baik dan dia adalah pria yang bertanggung jawab". ucap Liona membenarkan ucapan ibunya


"Bu tapi akhir akhir aku merasakan suatu kejanggalan". ucap Liona


"kejanggalan apa". tanya Lida dan meletakan rajutan lalu menatap putrinya


Liona menceritakan pada ibunya bahwa saat pertama kali dia datang ke kantor suaminya dan di sana dia di panggil Marcela oleh resepsionis, kemudian saat dia pergi ke mall ada seseorang yang memanggilnya Marcela lagi bahkan wanita itu mengatakan bahwa dia adalah teman Marcela. Liona mengatakan pada ibunya jika sudah banyak orang yang memanggilnya seperti itu. saat dia memberitahu tau suaminya jawabannya selalu sama mungkin salah orang


"Bu aku merasa bunny mengenal Marcela". ucap Liona


"Bu akut takut jika apa yang aku khawatirkan itu benar". sambung Liona


"apa memangnya yang kamu khawatirkan". tanya Lida pada putrinya


"aku khawatir jika selama ini bunny sudah menikah dan aku hanya istri keduanya". jawab Liona


"jangan berpikiran seperti itu, Liona coba kamu bicara atau tanyakan pada suamimu dulu". nasehat ibunya

__ADS_1


Liona hanya menanggukan kepalanya untuk menghilangkan kemungkinan kemungkinan buruknya yang bersarang dalam pikirannya


__ADS_2