Istri Pengganti Tuan Abraham

Istri Pengganti Tuan Abraham
IPTA - Terima Kasih


__ADS_3

Liona terkejut saat Abraham meminta perawatan yang terbaik karena itu akan menambah biaya rumah sakit.


"tuan kenapa meminta perawatan yang terbaik dan pasti itu biaya akan mahal". ucap Liona karena uang empat puluh juta saja dia harus kerja keras untuk mengembalikan apalagi lebih dari itu


"sudah jangan pikiran biayanya yang penting ibumu segera di operasi". ucap Abraham dan terseyum padahal


Liona semakin kagum pada sosok Abraham yang begitu tulus mau membantunya bahkan tidak sedikit biaya yang di keluarkan Abraham untuk biaya operasi ibunya.


setelah admistrasi sudah selesai dokter dan suster bersiap untuk melakukan operasi pada Lida. Liona meremas cemas dan gugup ketika pintu ruang operasi di tutup dan lampu menyala.


"berdo'a semoga Operasi ibumu berjalan dengan lancar". ucap Abraham yang melihat Liona mengigit jarinya


"tuan saya sangat berterima kasih karena tuan mau membantu saya, saya tidak tau bagaimana cara membalas kebaikan yang tuan berikan dan saya berjanji akan mengembalikan uang tuan secepatnya". ucap Liona


"sudah saya bilang jangan terlalu memikirkan biaya tersebut sebaiknya setelah ibumu selesai di operasi kamu fokus untuk kesembuhan ibumu pasca operasi, dan kamu juga tidak perlu terburu-buru untuk mengembalikan uangnya". ucap Abraham


"karena ini bisa menjadi jembatan untuk ku menjadikan kamu menjadi istriku". monolog Abraham dalam hati dan menatap Liona yang menyadarkan kepalanya di dinding


"Liona saya seharus ke kantor kamu di sini sendiri tidak apa apa kan". tanya Abraham


"tidak apa apa tuan dan maaf saya tidak bisa mengantarkan makanan tuan untuk beberapa hari ini". ucap Liona


"tidak masalah masih ada orang lain yang akan mengantarkan makanan tersebut, kamu jaga saja ibumu". ucap Abraham


"terima kasih tuan". ucap Liona


Liona memandang menatap punggung Abraham yang mulai menjauh dan tidak terlihat

__ADS_1


"semoga tuan selalu memiliki rezeki dan bisa membantu orang orang seperti saya ini dan semoga tuan juga selalu dalam keadaan sehat, orang tu tuan pasti sangat bangga pada tuan terutama ibu tuan yang bangga telah melarikan anak yang memiliki jiwa malaikat". monolog Liona


Liona sama sekali tidak beranjak dari ruang operasi dan Liona berdo'a untuk kelancaran operasi ibunya. Liona menatap lampu yang ada di atas pintu yang masih terus menyala. Liona memejamkan matanya saat lampu tersebut telah mati yang menandakan operasinya telah selesai. Liona harap harap cemas menunggu dokter keluar dari ruang operasi.


"bagaimana dok ibu saya". tanya Liona saat dokter keluar dari ruang operasi


"operasinya berjalan dengan lancar dan kemungkinan besok pagi ibumu baru sadar dari obat bius". ucap dokter itu dan Liona merasa lega


"apa aku boleh melihat ibu dok". tanya Liona


"nanti setelah ibumu di pindahkan ke ruang rawat baru boleh di jenguk dan satu lagi ibumu harus banyak istirahat pasca operasi ini dan satu bulan sekali kontrol ke rumah sakit untuk memastikan kondisi ibumu dan satu lagi perhatikan makanan yang ibumu makan pasti jangan banyak mengandung minyak atau penyedap rasa". ucap dokter


"baik dok saya akan memastikan makanan yang di makan ibu saya adalah makanan yang sehat". jawab Liona


setelah dokter pergi Liona mengikuti suster yang mendorong brangkar ibumu menuju ruang rawat dan ibunya mendapatkan ruang VIP. setelah suster pergi Liona duduk di samping ibunya dan menatap wajah keriput ibunya yang sudah lama tak terawat. Liona terseyum karena ibunya telah menjalankan operasinya dan Liona berharap setelah ini ibunya tidak mengalami sakit lagi.


"Bu untung ada orang yang baik mau menolong kita, Liona tidak tau apa jadinya jika tidak ada tuan Abraham, ibu tau dia juga orang yang pernah menolong Liona yang hampir di perkosa oleh para preman itu". ucap Liona


"Hay bro tumben telat ke kantor biasanya on time". ucap Kevin yang melihat jam yang ada di pergelangan tangannya hampir menunjukkan jam makan siang


"memang kamu tidak mengajar sudah berada di sini". tanya Abraham


"tidak karena hari ini aku datang ke toko perhiasan". jawab Kevin


"toko perhiasan , Kevin kamu membelikan perhiasan untuk gadis gadis yang kamu kencani setiap hari". ucap Abraham


"tidak, lihat ini". Kevin menunjukkan sebuah cincin dengan satu permata kecil di atasnya

__ADS_1


"hari aku membeli cincin untuk melamar gadis yang aku sukai, kamu tidak lupakan dengan foto gadis yang aku tunjukkan pada mu waktu itu". ucap Kevin


deg


"jangan bilang dia akan melamar Liona, ini tidak bisa dibiarkan aku harus segera menjadikan dia milikku". monolog Abraham dalam hati dan menatap tajam ke arah kevin yang sedang memandangi cincin yang barusan dia beli, tangan Abraham terkepal di bawah meja


"tidak mungkin lupa karena dia sangat imut , seksi, apalagi bibirnya yang ingin aku kecup dan bertukar lidah dengan nya, bibir atas saja seksi apalagi bibirnya bawahnya aku sudah tidak sabar menjadikan dia sebagai istriku dan setelah menjadi istriku aku pasti akan bahagia setiap hari dengan melihatnya bila perlu akan aku kurung di kamar setiap hari hanya aku yang Boleh menikmati keindahan darinya". ucap kevin sambil membayangkan apa yang akan dia lakukan bersama Liona setelah menikah lagi


bugh


"auwh". ringis Kevin saat sebuah buku mengenai jidatnya


"dasar otak mesum membayangkan mahasiswi sendiri, jangan jangan kamu selalu membayangkan dia untuk memuaskan hasrat mu". ucap Abraham dan Kevin terkekeh karena yang di tuduhan oleh Abraham memang benar.


"ya gimana lagi walaupun dia berpakaian sederhana aku yakin di balik pakaian yang biasa ada body yang wow". ucap Kevin


"kasihan dia jika menikah dengan mu yang sering celup sana celup sini". ucap Abraham


"aku sudah tidak seperti itu ya setelah aku memantapkan hati ku pada Liona karena Liona yang akan menjadi pelabuhan cintaku dan juga menjadi ibu dari anak anak ku". ucap Kevin


"kapan rencana melamar gadis yang kamu sukai itu". tanya Abraham


"satu bulan lagi sambil menunggu orang tuaku berada di Indonesia". jawab Kevin


Abraham terseyum licik saat mendengar jawaban dari kevin karena sebelum Kevin melamar Liona akan Abraham pastikan bahwa dirinya akan menikah dengan Liona. Abraham tidak akan melepaskan Liona pada sahabatnya ini bahkan jika ada pria lain yang akan mendekati Liona maka dia akan menyingkirkan pria tersebut. persetan dengan bersahabat Abraham tidak masalah jika nanti dia dan kevin akan menjadi musuh.


"bagaimana menurutmu Abra cincin cocok dengan jari mulusnya itu". tanya Kevin

__ADS_1


"cocok". jawab Abraham dengan singkat


tanpa sepengetahuan Kevin Abraham terseyum remeh pada dirinya karena Abraham sudah memiliki rencana bahwa Liona akan menjadi istrinya kurang dari dua minggu lagi.


__ADS_2