
setelah puas menangis di taman Liona memutuskan untuk pulang ke rumah. sesampainya di rumah Liona langsung masuk kedalam kamar. Liona berdiri di depan cermin dan melihat penampilannya. Liona mengepalkan tangannya. Liona langsung menghapus make up-nya dan memotong rambutnya agar tidak mirip dengan Marcella.
"Abraham aku pikir kamu orang baik ternyata hanya seorang penipu ulung". monolog Liona
"lihat saja akan aku balas rasa sakit hati ini, akan aku balas perbuatan mu yang menjadikan aku seorang pengganti". sambung Liona
Liona membuka lemari bajunya dan mengambil baju baju yang Abraham belikan lalu memasukkan baju itu ke dalam kardus dan menggantinya dengan pakaian yang sesuai dengan penampilannya yang sebelumnya.
"aku ingin lihat seperti apa reaksi mu saat aku berpenampilan seperti dulu". ucap Liona
"dan aku Liona Anjali akan membuatmu jatuh cinta padaku sebagai Liona dan setelah kamu jatuh cinta akan aku tunjukkan bagaimana rasanya setelah di buat terbang dan di jatuhkan begitu saja". sambung Liona
saat dia akan mengambil baju yang tersisa Liona melihat ada sebuah tombol dan Liona langsung memencet tombol tersebut dan itu membuat lemari itu bergeser. Liona melangkahkan kakinya masuk ke dalam ruangan yang ada di balik lemari itu, saat masuk ke dalam kamar suasana gelap menyambut Liona. Liona meraba dinding untuk mencari tombol lampu, saat sudah menemukan tombol itu Liona langsung menghidupkan lampunya dan pemandangan pertama yang Liona Lihat adalah foto berbingkai besar yang memperlihatkan potret suaminya dan juga Marcella . Liona mengepalkan tangannya dan menahan emosinya saat melihat seluruh dinding itu di penuhi dengan foto foto mereka berdua.
ingatan Liona berputar saat dia terbangun setelah menyerahkan haknya dia tidak menemukan suaminya di sampingnya dan saat dia kembali ke kamarnya ternyata suaminya sudah terbaring di ranjang, dan suaminya mengatakan bahwa dirinya yang sedang berhalusinasi jika Abraham tidak ada di kamar itu dan kini Liona tau bahwa suaminya datang kemari setelah mengambil haknya.
Liona menatap foto itu satu persatu hingga berada di satu foto dan saat melihat kebelakang foto itu terdapat sebuah tulisan " honey maafkan aku karena aku sudah menikah dengan orang yang mirip sekali dengan mu tapi kamu tenang saja hanya kamu yang ada di hatiku dan aku memandang dirinya sebagai dirimu honey"
__ADS_1
dan di bawahnya masih ada sebuah tulisan
"aku masih berharap kamu masih hidup honey dan kita masih bisa bersama lagi"
hati Liona semakin hancur saat membaca tulisan tulisan itu, Liona menggenggam foto itu dengan erat.
Liona menarik nafasnya dan menetralkan wajahnya lalu keluar dari kamar itu dan bersikap belum mengetahui apapun. saat lemari itu tertutup kembali bertepatan pintu kamar terbuka dan Abraham masuk ke dalam kamar.
"honey aku merindukanmu". bisik Abraham yang memeluk Liona dari belakang
"Kenapa ponselmu tidak aktif honey". ucap Abraham yang semakin mengeratkan pelukannya
Abraham membalikkan badan Liona dan betapa terkejutnya saat melihat penampilan istrinya yang berubah
"honey kenapa penampilan mu berubah". tanya Abraham
"aku rindu penampilanku yang dulu dan saat aku berpenampilan seperti yang kemarin membuat ku merasa seperti orang lain, jadi aku ingin kembali berpenampilan seperti dulu bunny, tidak apa apa kan". ucap Liona dan Abraham yang diam saja
__ADS_1
"bunny tidak apa apa kan, sungguh aku merasa tidak nyaman saat berpenampilan seperti itu". ucap Liona
"honey jika kamu berpenampilan seperti dulu bagaimana jika mommy tidak menyukaimu lagi". ucap Abraham yang tidak ingin Liona mengubah penampilannya seperti dulu
"jika itu terjadi aku akan berusaha mengambil hati mommy karena aku ingin mommy menerima ku seperti diriku sendiri bukan karena penampilan". jawab Liona dan Liona juga yakin jika mertuanya juga mengetahui semuanya bahkan Liona berpikir bahwa mertuanya juga bekerja sama dengan anaknya untuk membuatnya menjadi seperti Marcella.
jika memang penampilannya kali ini akan membuatnya tidak di sukai oleh mertuanya tidak masalah karena dia akan membuat semuanya berputar balik
"tidak masalah". jawab Abraham dengan datar
"aku ingin mandi". ucap Abraham dan meninggalkan Liona yang masih berdiri di depan lemari dan langsung masuk ke dalam kamar mandi
di dalam kamar mandi Abraham menatap dirinya di depan cermin , ada ekspresi tidak suka saat melihat Liona merubah penampilannya
"baiklah untuk saat ini akan aku biarkan dulu kamu berpenampilan seperti dulu tapi akan aku pastikan kamu akan berpenampilan seperti yang aku inginkan, jadi sekarang aku tidak akan memaksanya agar dia tidak curiga". ucap Abraham dan terseyum miring
Abraham berdiri di bawah sower untuk mereda emosinya karena tadi dia menahannya agar tidak lepas kendali di depan Liona. air dingin yang membahasi tubuhnya membuat Abraham merasa tenang
__ADS_1
"hanya kamu yang aku cintai honey". ucap Abraham