
Abraham yang keluar dari ruangan bernafas lega setelah berhasil mencegah Liona mengambil foto itu, tadi saat sedang meeting Abraham yang melekat Liona dari cctv langsung berlari meninggalkan meeting saat melihat Liona akan mengambil foto itu. Abraham mengambil foto yang ada di sakunya.
"aku harus menyimpan foto ini di tempat yang aman agar Liona tidak mengetahui foto ini". ucap Abraham sambil mengusap foto tersebut.
Abraham memasukkan kembali foto itu kedalam sakunya dan kembali ke ruang meeting.
malam harinya kediaman Abraham
Liona yang berada di kamar mandi merasa gugup saat suaminya meminta haknya, tadi saat pulang dari kantor Abraham mengutarakan keinginannya itu dan Liona mengiyakan karena tidak mungkin dia akan menolak ajakan suaminya itu, jika Liona sedang gugup beda halnya dengan Abraham yang sudah berada di atas ranjang menunggu Liona keluar dari kamar mandi.
di dalam kamar mandi Liona melihat penampilannya di depan cermin.
"ayo Liona kamu bisa, Abraham itu suamimu kamu mencintainya dan dia juga mencintaimu jadi sudah sepantasnya melakukan ini". monolog Liona yang berulang kali menghembuskan nafasnya untuk mengurangi rasa gugupnya.
Liona mencoba menetralkan wajahnya dan secara perlahan Liona membukakan pintu kamar mandi. tiba tiba rasa gugup menyerang Liona saat tatapan bertemu dengan tatapan Abraham.
Abraham menepuk sisa ranjang dan Liona mengahampiri suaminya kemudian duduk di samping suaminya. Abraham mengangkat dagu Liona yang terus menundukkan wajahnya, Liona meremas ujung gaun malam itu saat mereka saling menatap
"sungguh cantik dan manis malam ini honey". ucap Abraham
"sudah siap honey". tanya Abraham
"su sudah". jawab Liona
Abraham menangkup wajah Liona dan mencium kening, kedua pipi Liona kemudian bibir Liona sedangkan Liona hanya bisa memejamkan matanya menikmati sensasi dari ciuman tersebut
"hmmm". guman Liona dan Abraham melepaskan ciuman mereka saat akan kehabisan nafasnya
Abraham mengusap bibir Liona lalu merbahkan Liona di ranjang dan Abraham langsung menindih tubuh Liona sedangkan Liona dapat merasakan megalodon yang masih tersembunyi menyentuh pahanya. Abraham mencium setiap inchi dari tubuh Liona.
__ADS_1
Liona mecengkram bantal saat Abraham memainkan puncak Himalaya miliknya dan entah sejak kapan Liona sudah dalam keadaan polos sendangkan Abraham masih mengenakan pakaiannya. Abraham menatap kagum dengan keindahan yang di miliki Liona sedangkan Liona yang mendapatkan tatapan seperti itu langsung menyilangkan tangannya di dadanya.
Abraham melepaskan pakaian dan ketika Abraham meloloskan megalodonnya membuat Liona menelan salivanya saat melihat megalodon itu sudah siap untuk masuk ke sarangnya.
Abraham kembali mencium Liona sedangkan dibawah sana megalodon sedang mengetuk pintu sarangnya sehingga membuat pemilik sarang bergerak gelisah karena sensasi yang di timbulkan.
Liona mencakar punggung Abraham saat megalodon membuka sarangnya secara perlahan dan akhirnya megalodon itu masuk sempurna di dalam sarangnya.
"hmmm". guman pemilik sarang dan megalodon secara bersamaan
Abraham mengusap air mata yang jatuh dari mata istrinya , Abraham mencium mata Liona yang tertutup rapat itu. Abraham memainkan bagian Himalaya untuk mengalihkan rasa sakit yang ada di bawah sana.
setelah Liona merasa tenang megalodon bergerak untuk mengobrak abrik sarangnya. setelah lama bergerak bebas di sarangnya akhirnya megalodon itu memuntahkan cairannya dan memenuhi sarangnya.
"honey". teriak Abraham saat megalodon miliknya telah memuntahkan cairannya
Abraham ambruk di atas istrinya dan mengatur nafasnya
Liona sedang mengatur nafasnya, Abraham terseyum dan menyingkirkan rambut Liona yang menutupi wajahnya. Abraham mencium kening Liona lalu mengusap pipi istrinya itu. malam inu Liona telah menjadi istri seutuhnya dari Abraham dan Abraham merasa senang karena Liona telah menjadi istrinya sepenuhnya bahkan dia menjadi orang pertama yang menyentuh istrinya.
Abraham menarik selimut untuk menutupi tubuh atas mereka kemudian Abraham membawa Liona ke dalam pelukannya sedangkan Liona yang sudah kelelahan langsung tidur pulas. Abraham mengusap kepala istrinya lalu menyusul ke alam mimpi bersama istrinya.
malam sunyi itu menjadi saksi penyatuan dua anak manusia untuk menyempurnakan Pernikahan mereka.
keesokan paginya Liona membuka matanya
"ughh". Liona merenggangkan tangannya
Liona terseyum saat melihat suaminya bahkan suaminya memeluk Liona dengan erat. Liona menyusuri wajah tampan suaminya itu.
__ADS_1
"aku sungguh beruntung menikah dengan mu bunny, kamu memperlakukan aku seperti ratu sehingga membuatku mudah untuk jatuh cinta, jika aku jadi dia tidak akan membatalkan pernikahan dan membuat mu menikah dengan orang lain". ucap Liona dalam hati
Liona terkejut saat jarinya di gigit oleh suaminya
"sudah puas honey melihat ketampanan suamimu ini hmm". ucap Abraham sambil membuka matanya dan terseyum ke arah istrinya
"sejak kapan bunny sudah bangun". tanya Liona
"sejak tangan nakal ini menyusuri wajah tampanku". jawab Abraham
cup
"morning kiss honey". ucap Abraham
Abraham langsung mengungkung tubuh istrinya saat melihat Liona mengigit bibirnya sendiri
"pagi pagi sudah menggodaku hmm". tanya Abraham
"si siapa yang menggoda". jawab Liona dengan malu malu walaupun selama dia sudah menyerahkan dirinya pada Abraham
"honey kamu bisa merasakan bahwa megalodon sudah bangun". bisik Abraham sambil mengigit telinga istrinya
Liona menelan salivanya saat merasakan megalodon yang ada di bawah sana sudah bangun
"kita olahraga pagi honey". ucap Abraham dan langsung melancarkan aksinya
pagi itu mereka mengulangi kegiatan yang mereka lakukan semalam. Abraham yang bisanya on time untuk bekerja tetapi hari ini dia memilih untuk tidak masuk kantor untuk menghabiskan waktu berdua dengan istrinya
pukul sembilan pagi mereka berdua baru turun dari kamar untuk sarapan, Liona merasakan tidak nyaman di bawah sana saat di gunakan untuk berjalan. sesampainya di meja makan mereka menikmati makanan dengan lahap terutama Liona yang butuh tenaga untuk beraktivitas hari ini.
__ADS_1
Abraham terseyum saat melihat tanda di leher Liona yang sangat jelas yaitu tanda yang dia buat.