
setelah jam pulang kerja Liona membeli beberapa makanan kesukaan dirinya dan juga ibunya untuk di gunakan merayakan keberhasilan sidangnya tadi bersama ibunya di rumah, senyum Liona mengembang dan tidak sabar untuk sampai di rumah karena Liona ingin memberitahu ibunya bahwa dia telah berhasil menyelesaikan kuliah. kedua tangan Liona membawa kantong plastik yang berisi beberapa makanan.
Liona menyeringitkan dahinya saat melihat rumahnya gelap gulita sehingga membuat perasaannya tidak enak, Liona segera melangkah kakinya menuju rumah dan saat sampai di ruang tamu Liona menghidupkan lampunya.
"ibu Liona pulang". panggil Liona dan di saat tidak ada jawaban Liona langsung ke kamar ibunya dan menghidupkan lampunya dan saat itu juga barang barang Liona terjatuh ke lantai
"ibu...". ucap Liona langsung mengahampiri ibunya yang tergeletak di lantai
saat Liona menegang tubuh ibunya sudah terasa dingin sehingga ketakutan menyelimuti dirinya
"Bu bangun". ucap Liona yang sudah berderai air mata
"Bu bangun jangan membuat Liona takut". ucap Liona lagi
Liona berlari Keluar rumah untuk meminta bantuan pada tetangga untuk membawa ibunya ke rumah sakit, untung saja tetangga Liona mereka semua orang baik sehingga mau membantu Liona tanpa banyak tanya. sesampainya di rumah sakit Lida langsung di tangani oleh dokter.
di depan pintu Liona menunggu dengan cemas karena sudah berapa lama ibunya pingsan dan tidak ada yang tau. tetangga yang mengantar Liona langsung pulang karena waktu juga sudah menunjukan malam hari.
"aku mohon jangan ambil ibuku aku sudah tidak memiliki siapapun, ibu Liona mohon ibu harus Kuat karena hanya ibu yang Liona punya". ucap Liona sambil meremas tangannya karena dokter yang menangani ibunya tidak kunjung keluar
Liona memejamkan matanya dan terus berdo'a semoga ibunya baik baik saja. Liona membuka matanya saat melihat dokter keluar
"dok bagaimana keadaan ibu saya". tanya Liona
"ibu anda harus segera di operasi jika tidak kemungkinan nyawanya tidak akan tertolong dan obat obatan sudah tidak berfungsi di tubuh ibu anda, jika bisa besok ibu anda harus segera di operasi". ucap dokter itu membuat Liona seperti tersambar petir
"besok dok". tanya Liona lagi
"iya dan segera di tangani admistrasinya agar ibu anda segera mendapat penanganan yang baik". ucap dokter tersebut
"baik dok". jawab Liona
setelah kepergian dokter itu Liona langsung terduduk ke lantai Karena mendengar kondisi ibunya yang sudah sangat fatal , jika dulu dia punya uang pasti sekarang ibunya baik baik saja
"aku tidak punya uang dan akan mendapatkan dari mana uang sebesar itu". monolog Liona yang merasa menjadi anak tidak berguna karena tidak bisa membahagiakan ibunya
Liona mengambil ponselnya dan menghubungi Cika berharap Cika bisa membantunya
"iya Liona ada apa malam malam seperti menelpon apa ada hal penting". tanya Cika
"iya cik ibu masuk rumah sakit lagi". jawab Liona
__ADS_1
"semoga cepat sembuh dan sehat". ucap Cika
"kondisi ibu semakin parah cik dan dokter mengatakan besok ibu harus segera di operasi jika tidak kemungkinan Ibu tidak akan selamat, jadi maksud ku apa kamu bisa meminjamkan uang padaku ***". ucap Liona sambil menyandarkan kepalanya di dinding
"memang kamu butuh berapa jika ada aku akan meminjamkan". tanya Cika
"aku butuh empat puluh juta untuk biaya operasinya". jawab Liona dan jawaban itu membuat Cika terkejut
"Liona jika segitu banyaknya aku tidak punya kamu sendiri juga tau kondisiku aku di Bandung hanya merantau kalau kamu pinjaman sekitar satu juta aku punya kalau empat puluh juta aku tidak punya jangankan punya bentuknya saja aku tidak tau". ucap Cika bukan tidak ingin meminjamkan hanya saja Cika sendiri juga bukan orang kaya
"aku bingung Cik mau nyari kemana uang sebesar itu dan siapa yang mau meminjamkan uang sebanyak itu". ucap Liona yang sudah putus asa mau meminjam uang kemana lagi karena selama ini hanya Cika yang mau membantu dirinya
"coba besok kamu pinjam pada Bu Irma semoga saja Bu Irma mau membantu". ucap Cika
"aku akan coba besok dan semoga Bu Irma mau membantu, sudah dulu ya Cik aku mau melihat ibu dulu". ucap Liona
"iya Liona salam buat Tante Lida ya". ucap Cika
setelah mematikan sambungan teleponnya Liona memasuk ke kamar ibunya dengan pelan, Liona menatap sendu ke arah ibunya yang terbaring di ranjang rumah sakit dengan alat yang menempel pada ibunya
"maafkan Liona Bu hiks saat ibu kesakitan Liona tidak ada, pasti tadi ibu merasa sakit kan sebelum pingsan". ucap Liona
Liona memandang wajah pucat ibunya dan tidak terasa Liona tertidur di samping ibunya. mata hari pagi masuk lewat cela horden sehingga membantu Liona membuka matanya.
"Bu Liona pergi dulu nanti Liona kembali lagi". ucap Liona yang akan menemui ibu Irma karena Liona sudah tidak mempunyai banyak waktu
sesampainya di restoran Liona langsung masuk ke ruangan Bu Irma
"maaf Bu sebelum jika saya masuk tanpa mengetuk pintu". ucap Liona dengan cemas
"tidak apa apa silahkan duduk". ucap Bu Irma
"ada apa Liona kenapa kamu begitu cemas". tanya Bu Irma
"gini Bu ibu saya masuk rumah sakit dan hari ini ibu saya harus di operasi, saya ingin meminjam uang pada ibu". ucap Liona
"berapa yang kamu butuhkan". tanya Bu Irma
"empat puluh juta Bu". jawab Liona
"Liona bukan ibu tidak mau meminjamkan uang tetapi gaji saya saja tidak sebanyak itu dan jika menggunakan uang restoran sedangkan saya di sini juga berkerja, mungkin kamu bisa meminjam pada pemilik Restoran ini". ucap Bu Irma dan Liona nampak berpikir dengan ucapan yang Bu Irma katakan
__ADS_1
"siapa pemilik restoran ini Bu". tanya Liona
"Tuan Abraham". jawab Bu Irma
"tuan Abraham yang setiap hari aku mengantarkan makanannya". tanya Liona dan Bu irma menganggukkan kepalanya
di sinilah sekarang Liona berada di depan pintu kamar tuan Abraham dengan ragu Liona memencet bel
ting
tong
ting
tong
Liona menelan salivanya saat Abraham membuka pintunya hanya menggunakan handuk di pinggangnya saja
"kamu tidak membawa makananku". tanya Abraham saat melihat tangan Liona yang kosong sedangkan Liona mengelengkan kepalanya
"jika tidak mengantar makanan lalu untuk apa kamu kemari". tanya Abraham
"sa saya ini pinjam uang tuan". ucap Liona dengan gugup
"masuk". perintah Abraham dan Liona masuk ke dalam kamar
"untuk apa kamu meminjam uang". tanya Abraham
Liona menceritakan pada Abraham bahwa dia membutuhkan uang untuk biaya operasi ibunya, Liona sudah meminjam kesana kemari tetapi tidak ada yang bisa membantunya dan saat dia meminjam ke Bu Irma Bu Irma menyarankan kepadanya untuk meminjam pada tuan Abraham
"tuan mohon pinjaman saya , saya pasti akan menggantinya atau aku bisa berkerja dengan tuan untuk mengganti uang tersebut, tuan saya tidak ingin kehilangan ibu saya". Liona memohon pada Abraham
"tunggu di sini". ucap Abraham
Abraham mengambil bajunya dan masuk ke dalam kamar mandi untuk memakai bajunya.
"ayo dimana ibumu di rawat". ucap Abraham
"di rumah sakit Vitra Medika Tuan". jawab Liona
Abraham dan Liona menuju rumah sakit tempat ibunya di rawat menggunakan mobil Abraham , Liona sejak tadi terus meremas tangannya. sesampainya di rumah sakit Abraham menuju tempat administrasi dan membayar biaya operasi atas nama pasien Lisa bahkan Abraham meminta perawat yang terbaik.
__ADS_1