
"mas benaran tidak bisa menemaniku untuk periksa kandungan". ucap Liona sambil memasang dasi suami
"aku tidak bisa Liona". jawab Abraham
Liona yang mendengar Abraham memanggilnya Liona menghentikan gerakan tangan dan menatap suaminya karena biasanya di panggil hunny
"tumben manggilnya Liona biasanya hunny". tanya Liona
"aku rasa panggilan itu terlalu alay". jawab Abraham
drt
drt
drt
Abraham mengambil ponselnya lalu mengangkat panggilan tersebut
"iya ini aku mau berangkat". jawab Abraham
"....."
"ini ini sudah mau berangkat". ucap Abraham lalu keluar dari kamar tanpa berpamitan dengan Liona sedangkan Liona menatap punggung Abraham dengan sendu
"Kenapa sejak pulang dari Singapura sikapnya sedikit aneh dan panggilan saja berubah bukannya dia menikahi karena mirip Marcella, aneh, semoga saja ini awal baik bahwa mas Abraham menganggap Ku sebagai Liona" ucap Liona sambil tersenyum
Liona mengambil tasnya dan berjalan turun karena taxi online yang sudah datang. Liona langsung masuk ke dalam mobil
"ke rumah angkasa ya pak". ucap Liona
"iya mba". jawab supir tersebut
supir melajukan mobilnya menuju rumah sakit angkasa. Liona menatap keluar jendela dan memperhatikan pemandangan yang ada di luar
"itu mirip mobil mas Abraham ". ucap Liona saat taxi yang di tumpangi melewati sebuah rumah
"pasti mobil orang lain lagian mobil seperti itu banyak ". ucap Liona dan menyandarkan kepalanya
"ini pak dan terima kasih ". ucap Liona lalu keluar dari taxi
Liona berjalan menuju ruang dokter kandungan. Liona duduk di kursi tunggu, Liona tersenyum saat melihat wanita yang di temani oleh suaminya ada rasa iri di hati Liona.
"sendiri lagi mba". tanya seorang wanita yang melihat Liona periksa sendirian bulan lalu
"iya mba". jawab Liona
"apa suaminya belum pulang". tanya lagi
"Sudah tapi ada urusan di kantor mba". jawab Liona sambil tersenyum
"iya sih punya suami pengusaha itu pasti banyak kesibukan ". ucapnya
"saya duluan ". sambung wanita itu saat di namanya sudah di panggil
"sayang bukan ini papa belum bisa menemani kita tapi tenang saja bulan depan papa pasti bisa menemani kita " ucap Liona sambil mengusap perutnya
saat giliran di panggil Liona masuk ke dalam ruangan, dokter itu terseyum dan Liona juga ikut terseyum
"pagi nyonya Liona ". sapa dokter
__ADS_1
"pagi dok". jawab Liona
"mari kita lakukan pemeriksaan ". ucap dokter tersebut
Liona naik ke atas brangkar dan dokter itu mengusap gel ke perut Liona lalu melakukan USG, Liona memperhatikan layar monitor
"apa ada keluhan selama hamil ". tanya dokter
"kalau seperti mual atau nyidam tidak ada dok tapi Seminggu belakangan ini sering merasakan kram di bagian perut dan tadi pagi ada flek dok, apa kandungan saya baik baik saja". tanya Liona
"kandungannya sedikit lemah jadi ibu harus banyak istirahat dan jangan banyak fikiran yang akan menimbulkan stres dan akan berdampak pada kandungan ibu". jawab dokter
"tapi kandungan saya baik baik saja kan dok ". tanya Liona yang sedikit khawatir
"kandungannya baik baik saja tapi ibu jangan banyak fikiran ". jawab dokter
"ini saya resepkan vitamin dan obat, silahkan ibu ambil di apotik ". ucap dokter
"terima kasih dok, saya permisi dulu ". ucap Liona dan dokter menganggukkan kepalanya
Liona berjalan menuju apotik dan saat sampai sana ternyata cukup antri dan Liona menghembuskan nafasnya dengan kasar
"itu seperti mas Abraham". ucap Liona lalu langkah mengikuti punggung seseorang
brugh
Liona menabrak seseorang karena tidak memperhatikan sekitar. Lion memang tangan orang itu dengan erat. Kevin memperhatikan wajah Liona yang sedang terpejam dan untung saja Kevin dengan cepat meraih pinggang Liona jika tidak wanita itu akan terjatuh. Liona membuka matanya saat tidak merasakan terjatuh. saat dia membuka matanya pandangan pertama yang dia lihat adalah wajah Kevin
"maaf pak". ucap Liona dan melepaskan tangan Kevin dari pinggangnya lalu melihat sekitar
"mana ya, apa aku salah lihat ya". monolog Liona dalam hati
"aku sedang periksa kandungan pak". jawab Liona
Kevin terseyum masam saat mendengar perkataan Liona dan matanya tertuju pada perut Liona yang masih datar. ada rasa sakit saat mengetahui Liona sedang hamil anaknya Abraham dan rasa sakit ini jauh lebih sakit saat dia mengetahui Abraham telah menikahi Liona
"pak kevin sedang apa di sini". tanya Liona
"bik Siti sedang di rawat di sini jadi aku menjenguknya ". jawab Kevin
"bibi pak kevin ". tanya Liona
"bukan , bik Siti adalah pelayan mama dan papa dan bik Siti juga yang telah merawat saya sejak kecil dan aku sudah menganggapnya sebagai ibuku sendiri ". jawab Kevin dan Liona menanggukan kepalanya
"pak saya duluan ya, saya mau menebus obat ". ucap Liona
"bareng saja ya, saya juga mau menebus obat bik Siti". ucap Abraham dan Liona menanggukan kepalanya
sesampainya di sana Liona menghembuskan nafasnya dengan kasar saat melihat masih sangat mengantri
"mana resepnya biar saya yang mengambilnya, kamu duduk saja". ucap Kevin
"tidak pak nanti merepotkan". jawab Liona
"tidak apa apa mana". ucap Kevin
Liona memberikan resep itu pada Kevin. setelah duduk Liona mengambil ponselnya dan mengirimkan pesan pada suaminya
*anda*
__ADS_1
mas ada dimana
^^^*mas Abraham*^^^
^^^di kantor^^^
*anda*
bisa kirim foto
^^^*mas Abraham*^^^
^^^kamu tidak percaya dengan saya^^^
Liona terkejut saat mendapatkan balasan dari suaminya yang mengunakan kata saya
*anda*
bukan begitu mas tadi soalnya aku seperti melihat mu
^^^*mas Abraham*^^^
^^^Jangan membuat ku marah Liona, saya sedang di kantor dan ini sedang banyak kerjaan, jadi jangan mengangguk ku^^^
*Anda*
maaf mas
"ini obatnya". ucap Kevin dan menyerahkan obat itu pada Liona
"terima kasih pak". jawab Liona dan merima Obat tersebut
"kamu sendirian". tanya Kevin dan Liona menganggukkan kepalanya
"Abraham tidak mengantar mu". tangan ke kevin
"mas Abraham sedang ada pekerjaan di kantor". jawab Liona
"dasar masih gila kerja, pekerjaan apa yang membuat tidak bisa mengantarkan istrinya periksa kandungan". ucap kevin dalam hati
"sebelum terima kasih pak, saya mau pulang". ucap Liona
"kamu pulang naik apa". tanya Kevin
"taxi pak". jawab Liona
"saya antar saja ya". ucap kevin
"tidak usah pak". tolak Liona
"tidak ada penolakan, bagaimana jika dijalan terjadi sesuatu dengan mu". ucap Kevin
"saya antar saja tapi saya mau memberikan obat ini pada bik Siti dulu". sambung Kevin
Kevin menarik tangan Liona untuk mengikuti dirinya, saat berjalan Liona mengelengkan kepalanya untuk mengusir pikiran
"aish pasti aku salah lihat lagian mas Abraham sedang ada di kantor ". ucap Liona dalam hati saat lagi lagi Liona melihat punggung seseorang yang mirip dengan Abraham
💙💙💙
__ADS_1
maaf baru bisa update karena kemarin fokus di novel satunya karena mau tamat dan sekarang akan update setiap hari