Istri Pengganti Tuan Abraham

Istri Pengganti Tuan Abraham
IPTA- Perceraian


__ADS_3

satu bulan kemudian


dua orang yang dulunya adalah sepasang suami istri tapi kini bukan lagi suami istri setelah sidang keputusan cerai telah selesai lima menit ya lalu. Liona menarik nafasnya lalu keluar dari ruangan tersebut.


"semoga ini awal yang baik untuk ku dan Zaky". ucap Liona sambil memandang putranya yang ada di dalam gendongannya


Marcella memeluk suaminya dengan erat, Abraham sendiri belum keluar dari ruang persidangan


"mungkin ini yang terbaik untuk kalian bunny". ucap Marcella


Abraham bangkit dari duduknya dan keluar dari ruangan. saat netranya menangkap punggung Liona , Abraham langsung berlari mengejarnya


"Liona tunggu". ucap Abraham


Liona yang mendengar suara Abraham langsung menghentikan langkahnya dan membalikkan badannya. hati Abraham bergetar saat melihat wajah bayi itu yang sangat mirip dengannya


"ada apa". ucap Liona dengan dingin


"bolehkah aku mengendongnya". tanya Abraham


"boleh". jawab Liona , Liona tidak ingin egois bagaimanapun Abraham adalah ayah dari anaknya


Abraham mengambil baby Zaky dari gendongan Liona dan langsung menciumi putranya, tidak terasa air mata Abraham menetes


oek


oek


oek


baby Zaky menangis dengan kencang dan Abraham berusaha untuk menenangkan anaknya tapi baby Zaky masih terus menangis. Liona langsung mengambil putranya dan menepuk nepuk pantat baby Zaky sehingga membuat bayi itu kembali tenang


"Liona ayo pulang". ucap Kevin yang tiba tiba ada di belakang Liona


Abraham terkejut saat mengetahui Kevin bersama Liona sehingga pikiran di penuhi pertanyaan apakah selama ini Kevin selalu membantu Liona. pandangan Kevin dan Abraham saling bertemu


"aku harap keputusan yang kamu ambil tidak akan membuat mu menyesal di kemudian hari Abraham, aku tidak menyangka memiliki sahabat sebrengsek dirimu". ucap kevin


"putraku tidak akan pernah menyesal menceraikan wanita sepertinya bahkan Marcella jauh lebih baik daripadanya ". ucap mommy nya Abraham


"semoga saja". jawab Kevin


Kevin membawa Liona pergi dari sana. saat mobil yang di kendarai Kevin melaju Abraham hanya bisa menatap mobil itu


"Abraham ayo pulang, sebaiknya sekarang kamu fokus pada Marcella ". ucap mommy

__ADS_1


"iya bunny, kita akan hidup bahagia bersama anak kita nanti ". ucap Marcella yang melingkarkan tangannya di lengan Abraham


"iya, dan sekarang sebaiknya kalian fokus untuk memiliki momongan ". ucap mommy


drt


drt


drt


Marcella melihat ponselnya dan saat melihat siapa yang menelpon membuat memutar bola matanya dengan malas. Marcella mengangkat panggilan tersebut saat melihat Abraham dan mommy sudah berjalan menjuah


"ada apa". jawab Marcella


"aku sudah menjalankan setengah keinginan mu jika kamu ingin keinginan mu cepat terpenuhi maka temui aku sekarang di hotel grada kamar tujuh belas". ucap pria di sebrang sana


"baiklah aku akan segera kesana". jawab Marcella lalu mematikan sambungan teleponnya


Marcella langsung berjalan menghampiri Abraham


"darimana". tanya Abraham


"maaf bunny tadi aku ke kamar mandi terlebih dahulu ". jawab Marcella


"ya sudah ayo pulang ". ucap Abraham


"iya". jawab Abraham dengan singkat


setelah mobil Abraham pergi dan taxi pesanannya sudah sampai.


Marcella sudah berada di kamar tujuh belas dan menatap pria yang sedang duduk di sofa


"duduklah". perintah pria itu


Marcella langsung duduk di samping pria tersebut. pria itu langsung menunjukkan sesuatu pada Marcella sehingga membuat Marcella tersenyum


"aku bisa saja membuat Abraham hancur sepenuh dalam satu minggu ini dan yang jelas ada syaratnya". ucap pria


"apa syaratnya". tanya Marcella


"aku ingin ada lagi". jawab pria itu dan membuat mata Marcella melebar


"apa Alan masih kurang untuk mu Jackson". ucap Marcella


"aku ingin satu lagi tapi terserah jika kamu tidak mau juga tidak apa apa dan aku akan melanjutkan untuk menghancurkan Abraham tapi aku yakin Abraham bisa mengatasi masalah itu dan keinginan mu tidak bisa tercapai untuk menghancurkannya". ucap Jackson

__ADS_1


Marcella terdiam memikirkan apa yang akan dia ambil


"lagian jika kamu hamil anakku kamu bisa menipu Abraham dengan anak tersebut, aku tau selama ini kamu meminum obat penunda kehamilan sebelum berhubungan dengannya ". ucap Jackson


"baiklah aku akan memberikan satu anak lagi untuk mu tapi kamu harus menghancurkan Abraham dan keluarga sampai di titik terendah ". jawab Marcella


"kamu tenang saja, aku pasti membantu mu". ucap Jackson


tanpa menunggu lamaran Jackson langsung membawa Marcella ke ranjang dan membaringkannya di sana


"Jackson jangan meninggalkan jejak, aku tidak ingin Abraham curiga ". ucap Marcella


"tenang saja" jawab Jackson


Jackson langsung melancarkan aksinya. Marcella menarik selimut untuk menutupi tubuh polosnya setelah selesai melakukan sesuatu yang seharusnya tidak mereka lakukan. Marcella menatap pintu kamar mandi yang di dalamnya terdapat Jackson yang sedang membersihkan dirinya


Marcella mengambil pakaiannya lalu memakainya. Jackson terseyum saat keluar dari kamar mandi dan menghampiri Marcella lalu membantu Marcella menarik resleting. Jackson langsung melingkarkan tangannya di perut Marcella dan mengusapnya


"segeralah hadir". ucap Jackson dan mengecup leher Marcella


"Jackson lepas, aku harus segera pulang". ucap Marcella


setelah Jackson melepaskan pelukannya Marcella langsung mengambil tasnya dan keluar dari hotel tersebut.


sedangkan Abraham yang berada di rumah langsung melajukan mobilnya menuju perusahannya saat mendapatkan telepon dari Seketarisnya. sesampainya di kantor Abraham langsung masuk ke ruangan


"bagaimana bisa tiba tiba pembangunannya di hentikan, aku sudah mengeluarkan dana yang cukup besar untuk pembangunan tempat wisata itu ". ucap Abraham pada Seketarisnya


"maaf tuan ternyata tanah itu masih milik orang dan orang tersebut memiliki surat surat yang lengkap jika Kita tidak menghentikan pembangunan itu maka kita bisa di tuntut ". jawab seketarisnya


"milik orang bukannya waktu membelinya kita sudah mengganti sertifikat itu ada nama perusahaan". tanya Abraham


"maaf tuan ternyata kita di tipu oleh orang itu dan ternyata sertifikat sertifikasi yang di berikan pada kita ada serta palsu". jawab seketarisnya


"bodoh kenapa bisa tertipu, Ciko aku mengeluarkan miliaran uang untuk membeli tanah tersebut dan juga untuk pembangunan tempat wisata di sana, kenapa tidak di cek terlebih dahulu ". ucap Abraham


"bukannya tuan sudah mengecek sertifikat sertifikat tersebut, saya dan yang lainnya hanya mengikuti perintah tuan". jawab seketarisnya


Abraham memijatnya dahinya saat menyadari kebodohannya


"cari orang yang sudah menipu kita ". ucap Abraham


"maaf Tuan tapi orang itu menghilang seperti di telan bumi". jawab seketarisnya


Abraham duduk di bangku dan masih ingat bahwa sertifikat kepemilikan tanah itu asli saat dia mengeceknya

__ADS_1


"Ciko bahwa sini sertifikat tanah itu". ucap Abraham


Ciko memberikan sertifikat tersebut dan saat mengeceknya sertifikat itu berbeda dari yang dulu dan Abraham langsung tau jika yang dah pegang adalah sertifikat palsu. Abraham yakin ada yang mencuri sertifikat yang aslinya dan menggantinya dengan yang palsu


__ADS_2