Istri Pengganti Tuan Abraham

Istri Pengganti Tuan Abraham
IPTA- Pernikahan


__ADS_3

Hari Pernikahan telah tiba, Liona serta pelayan yang lain sudah berada di hotel sejak jam lima pagi. mereka semua sedang sibuk dengan pekerjaan mereka masing masing karena acara pernikahan akan di laksanakan pukul setengah sepuluh pagi.


"aku sudah tidak sabar ingin melihat calon tuan Abraham, pasti ceweknya cantik karena tuan Abraham tidak mungkin sembarangan memilih pendamping hidup pasti punya standar yang tinggi". ucap salah satu pelayan


"iya apalagi tuna Abraham seperti bule pasti ceweknya dari kalangan atas". sambung pelayan yang lain


sedangkan Liona terseyum saat mendengar rekan kerjanya sedang membahas calon pengantin wanitanya, Liona sendiri juga penasaran seperti apa calon istri tuan Abraham. Liona fokus mengelap piring.


Abraham yang berada di kamarnya sedang terseyum lebah dan melihat kearah jam , Abraham yang sedang berbaring di ranjang dan menggunakan tangannya sebagai bantal.


"sebentar lagi semua akan berjalan dengan lancar". monolog Abraham


"tinggal satu jam lagi". ucap Abraham dan kemudian turun dari ranjang dan mengenakan jasnya setelah menggunakan jas tersebut Abraham berjalan menuju sebuah patung yang terdapat gaun pernikahan


"gaun ini pasti cocok kamu gunakan". ucap Abraham sambil melihat gaun pernikahan yang dulu pernah dia beli, satu minggu yang lalu Abraham meminta mommy nya untuk mengirimkan gaun pernikahan tersebut.


"aku yakin pasti tidak akan beda jauh dan akan mirip jika kamu menggunakan gaun ini, aku sudah tidak sabar melihat mu memakai gaun ini sayang". ucap Abraham


sudah pukul sepuluh tetapi secara belum di mulai juga sehingga membuat semua orang saling berbisik kapan acaranya akan di mulai.


"Liona ini acara jadi gak sih udah jam sepuluh belum di mulai". tanya Cika pada Liona


"tidak tau cik, mungkin mempelai perempuannya sedang dalam perjalanan". jawab Liona


"ini udah mundur tiga puluh menit". ucap Cika


"Cika kita di sini hanya bekerja sebaiknya kita lakukan tugas kita saja". ucap Liona dan Cika menanggukan kepalanya


"cik kamu handle dulu ya, aku kebelet". ucap Liona dan langsung meninggalkan Cika tanpa menunggu jawaban dari Cika

__ADS_1


Liona merasa lega saat mengeluarkannya, saat akan kembali ke dalam Liona melihat tuan Abraham yang sedang mondar-mandir di lobi hotel dan memijat kepalanya. Liona memilih melanjutkan jalannya.


"Liona". panggil Abraham sehingga membuat Liona menghentikan jalannya


"iya tuan". jawab Liona saat Abraham sudah berdiri di depannya dan Liona dapat melihat ke khawatiran di mata Abraham


"Liona aku butuh bantuan". ucap Abraham


"bantuan apa tuan". tanya Liona


Abraham memberitahu Liona bahwa calon istrinya membatalkan pernikahan mereka dan jika Abraham membatalkan acara pernikahan ini maka dia akan menanggung malu. Liona bingung dengan apa yang di alami oleh Abraham sehingga membantu Liona berpikir kenapa ada perempuan yang menyia nyiakan pria sebaik tuan Abraham ini.


"jadi aku butuh bantuan padamu yaitu jadilah pengantin perempuan ku". perkataan Abraham sukses membuat Liona terkejut


"ma maksudnya". tanya Liona untuk memastikan bahwa dia tidak salah dengar


"menikahlah denganku Liona, aku sudah tidak tau harus melakukan apa lagi, semua tamu undangan sudah datang jika sampai batal aku takut mommy ku masuk rumah sakit". Abraham berbicara dengan memelas


"please Liona tolong saya". bujuk Abraham


"tapi ini pernikahan tuan lalu bagaimana jika mereka terkejut jika pengantin wanita bukan calon istri tuan". tanya Liona


"nanti kamu pakai penutup kepala dan mereka tidak bisa melihat wajah mu dengan jelas, pleasa ya sudah tidak punya banyak waktu". bujuk Abraham.


"tidak masalah aku menolongnya selama ini tuan Abraham sering membantu ku". monolog Liona dalam hati lalu menganggukan kepalanya


Abraham yang melihat itu bersorak gembira di dalam hatinya dan menunggu lama Abraham menarik Liona menuju kamarnya dan sudah ada MUA yang siap merias Liona.


Abraham menunjukkan sebuah foto dan meminta MUA itu untuk merias Liona seperti yang ada di foto tersebut. Liona hanya diam saja saat di rias setelah itu di rias , Liona memakai gaun pengantin tersebut yang sangat pas di badannya.

__ADS_1


Liona memandangi dirinya di depan cermin yang terbalut gaun mewah, ada ras deg deg an pada diri Liona. pikirkan Liona berkecamuk apa benar langkah yang dia ambil.


saat Liona berjalan menghampiri Abraham dan Abraham menatap Liona tanpa berkedip, senyum di bibir Abraham terbit dan senyum itu membuat Liona menjadi tenang.


"benar benar mirip". monolog Abraham dalam hati


sebelum keluar dari kamar Abraham menemukan penutup kepala sehingga menutupi wajah Liona, Abraham tidak ingin media tau wajah istrinya. Liona melingkarkan tangannya pada tangan Abraham. Abraham mengusap punggung tangan Liona yang merasa gugup saat akan memasuki ruangan pernikahan di laksanakan.


"jangan gugup". bisik Abraham


saat pasangan pengantin itu masuk semua orang bertepuk tangan , Liona merasa bersyukur karena mengunakan penutup kepala sehingga tidak takut jika teman temannya tau yang berdiri di samping Abraham adalah dirinya.


langkah mereka berhenti di sebuah pelaminan dan proses pernikahan terlaksana dengan baik. setelah itu Abraham mengecup dahi Liona yang tertutup penutup kepala.


"akhirnya berjalan dengan lancar". monolog Abraham dalam hati


sedangkan di bagian konsumsi Cika uring uringan sendiri karena Liona belum kembali dan itu membuat Cika keteteran melayani para tamu undangan


"ini anak kemana sih". monolog Cika dalam hati


"awas saja setelah selesai acara ini Liona jika tidak sanggup seharunya bilang sama Bu Irma kalau begini aku yang kesusahan". ucap Cika dan terseyum pada tamu undangan


di atas pelaminan Abraham merasakan kebahagiaan tiada tara sedangkan Lioan merasa gugup karena kini dia telah menikah dan apalagi dia menikah tanpa sepengetahuan ibunya.


"jangan khawatir nanti aku yang akan menjelaskan pada ibu tentang pernikahan ini". bisik Abraham


"saya sangat berterima kasih karena kamu telah membantu saya". sambung Abraham


"ini tidak sebanding dengan apa yang tuan lakukan untuk membantu saya dan ibu saya". jawab Liona

__ADS_1


sudah Abraham bisa tembak jika dia membantu biaya rumah sakit ibunya maka Liona mau membantunya karena merasa hutang Budi. Abraham sangat senang saat mendengar Liona membutuhkan uang yang banyak untuk biaya operasi ibunya. bagaimana Abraham bisa tau karena dia menyuruh orang mengawasi Liona dan melaporkan apa yang di lakukan Liona. seakan alam berpihak padanya dan Abraham menggunakan kesempatan itu dan menelepon dokter untuk mengatakan bahwa ibunya Liona harus segera di operasi.


__ADS_2