
Saat sampai di pasar ternyata buah dan soto yang dia inginkan sudah tutup akhirnya Liona memutuskan untuk ke supermarket berharap menemukan buah yang dia inginkan. saat sampai di supermarket Liona langsung menuju ke tempat Buah.
"kenapa tidak ada mangga muda dan asem". ucap Liona dengan kesal tapi tiba tiba mata berbinar saat melihat buah lemon dan Liona langsung mengambil buah tersebut
"untung buah lemonnya ada". ucap Liona lalu membalikan badannya
dugh
Liona menghentikan langkahnya saat menabrak seseorang. Liona memijat dahinya yang terasa sakit
"maaf maaf saya tidak sengaja". ucap Liona
"pak Kevin". ucap Liona
"Liona". ucap Kevin dengan terkejut saat melihat perempuan yang mengisi hatinya ada di depannya
pertemuan itu membuat mereka berdua saling diam dan masih di tempat sama
"apa kabar Liona". tanya Kevin memecahkan keheningan
"baik pak, bagaimana dengan pak Kevin sendiri". ucap Liona
"baik juga, kamu sendirian". tanya Kevin sambil mencari sosok Abraham
"iya pak". jawab Liona
"kenapa sendirian dimana suamimu". tanya Kevin
"sedang ada urusan pekerjaan di Singapura". jawab Liona
"mau beli lemon". tanya Kevin dan Liona menganggukan kepalanya
"bukannya kamu tidak suka buah yang asem asem ya". tanya Kevin
"hmmm sebenarnya iya tapi entah mengapa aku ingin sekali makan yang asem asem". jawab Liona dengan kikuk karena dosennya mengetahui bahwa dia tidak suka makan yang asem
berbeda dengan Liona, Kevin yang mendengar jawaban Liona langsung mengarahkan pandangannya ke perut Liona.
"pak saya duluan". ucap Liona yang sedikit canggung saat mengingat bahwa Kevin Pernah mengatakan mencintai dirinya di depan Abraham
Kevin menatap punggung Liona yang mulai menjauh dan Kevin mengelengkan kepalanya
__ADS_1
"Kevin apa yang kamu pikirkan, jika Liona hamil itu wajar dia punya suami, ayo Kevin dia istri orang lain". ucap Kevin lalu mengambil buah apel
setelah membayar buahnya Liona duduk di kursi depan supermarket dan langsung memakan lemon tersebut. Kevin yang baru saja keluar dari supermarket melihat Liona yang awalnya ingin mengabaikan tapi malah mendekati Liona
"boleh duduk disini". tanya Kevin
"no boleh". jawab Liona dengan gugup
setelah mendapatkan persetujuan dari Liona, Kevin langsung duduk di depan Liona
"hmmm bagaimana hubungan mu dengan Abraham". tanya Kevin dengan tiba tiba dan itu membuat Liona menghentikan memakan lemonnya
"baik baik saja". jawab Liona dan Kevin menanggukan kepalanya
setelah menghabiskan tiga buah lemon Liona memasukan sisa buahnya ke dalam kantong plastik.
"pak saya permisi". ucap Liona
"iya". jawab singkat Kevin
Liona langsung masuk kedalam taxi untuk menuju ke rumah ibunya
ting
*Abra*
Liona hanya membaca saja pesan yang di kirimkan suaminya tanpa membalasnya
ting
*Abra*
aku disini selama satu bulan bunny, selalu bawa ponselmu kemana saja agar saat aku menghubungimu langsung terangkat karena aku tidak suka menunggu
^^^*Anda*^^^
^^^iya^^^
balas Liona dengan singkat lalu memasukkan kembali ponselnya kedalam tas dan melihat ke arah luar
setelah sampai di depan rumah ibunya Liona langsung membayar taxi dan memencet bel rumah ibunya
__ADS_1
ting
tong
ting
tong
"ibu aku kangen". ucap Liona langsung memeluk ibunya
"ibu juga kangen sama kamu sayang, ayo masuk". ucap Lida dan membawa putrinya masuk ke dalam rumah
setelah sampai di ruang tamu Liona langsung merebahkan dirinya di pangkuan ibunya sedangkan Lida tau jika putrinya ada masalah dari sikapnya yang seperti ini. Lida mengusap kepala putrinya untuk memberikan ketenangan
"suamimu mana nak". tanya Lida
"mas Abraham dan mommy sedang ke Singapura ada urusan pekerjaan Bu". jawab Liona
"tumben memanggilnya mas biasanya bunny". tanya Lida pada sang Putri
"tidak apa apa Bu hanya ingin suasana baru saja". jawab Liona
"Bu". panggil Liona
"hmmm". gumam Lida
"Bu bagaimana jika ada seseorang yang telah membohongi dan menipu ibu, apa yang akan ibu lakukan padanya". tanya Liona
Lida tidak langsung menjawab pertanyaan putrinya
"yang pasti ibu akan marah dan kecewa pada orang itu dan mungkin ibu tidak ingin berhubungan dengan orang itu lagi karena di bohongi dan di tipu itu adalah hal yang menyakitkan". jawab Lida yang mengingat bagaimana dirinya di bohongi oleh suaminya dan sahabatnya sendiri pada waktu itu
"sayang jika ada orang yang seperti itu kita harus hati hati jangan berikan dia cela untuk terus membohongi atau menipu kita". sambung Lida dan Liona hanya menanggukan kepalanya mendengar jawaban ibunya
"Bu masak apa Liona lapar". tanya Liona
"ibu masak jamur dan tempe goreng". jawab Lida
"ayo makan ibu juga lagi lapar". ajak Lida
sesampainya di dapur Liona menelan salivanya saat melihat sayur jamur dan tempe goreng tanpa pikir panjang Liona langsung mengambil piringnya dan memakan makanannya dengan lahap , Lida yang melihat itu terseyum
__ADS_1