Istri Pengganti Tuan Abraham

Istri Pengganti Tuan Abraham
IPTA- Sebagai Seketaris


__ADS_3

hari berganti hari bulan berganti bulan kini kandungan Liona sudah hampir memasuki umur sembilan bulan. setelah kematian ibu Liona benar benar bekerja sebagai seketaris Kevin. Liona menatap dirinya di depan cermin lalu mengusap perutnya yang buncit.


"anak mama yang kuat dan baik tidak rewel kita mama sedang bekerja, tetap seperti ini ya sayang sampai lahir, mama kerja untuk mu". ucap Liona lalu menurunkan bajunya lalu mengambil tasnya dan keluar dari rumahnya sendiri yang di beli beberapa bulan lalu. rumah yang hanya memiliki empat ruangan yaitu ruang kamar, tamu , dapur dan kamar mandi.


satu bulan yang lalu Marcella dan Mommy Abraham mendatangi Liona untuk meninggalkan rumahnya karena rumah itu memang Abraham yang membelikan untuk ibunya jadi mau tidak mau Liona meninggalkan rumah itu. selama itu juga Abraham tidak menghubunginya ataupun menanyakan kabarnya dan juga kandungannya tapi Liona sudah tidak peduli hal itu. tekadnya untuk menggugat cerai Abraham sudah bulat dan Liona akan menggugatnya setalah anaknya lahir.


Liona masuk ke dalam taxi dan menuju kantor Kevin, di dalam perjalanan Liona tidak sengaja melihat Marcella bersama Abraham di dalam mobil. Marcella yang melihat Liona langsung mencium pipi Abraham dan Liona langsung menaikan kacanya.


"bunny". panggil Marcella


"hmmm". guman Abraham


"kemarin aku sudah menemui Liona tapi dia tidak mau kembali ke rumah kita ataupun rumah yang kamu berikan untuk orang tuanya dan dia juga mengatakan padaku dia mau kembali jika aku meninggalkan mu". ucap Marcella dan bergelayut manja di lengan Abraham


"apa salahku, aku hanya ingin bersama orang yang aku cintai dan jugaan dari awal kamu adalah milikku jika bukan kecelakaan itu kita pasti sudah menikah dan tidak Liona dalam kehidupan kita, tapi karena kecelakaan itu aku jadi istri kedua mu dan aku mencoba ikhlas berbagi dengan istri pertama mu". sambung Marcella


Abraham menghembuskan nafasnya dengan kasar


"jangan temui dia jika itu akan membuat mu sedih ". ucap Abraham


"uang sudah kamu berikan pada Liona kan". tanya Abraham


"su sudah ". jawab Marcella dan Abraham menanggukan kepalanya


"ya sudah, jangan pikirkan apa yang di katakan Liona, nanti biar aku saja yang menemuinya honey ". ucap Abraham


"haduh aku harus bisa membuat Abraham tidak menemui Liona ". ucap Marcella dalam hati


lampu sudah berganti hijau baik Abraham dan taxi yang di tumpangi Liona berjalan menuju ke tempat tujuan masing masing. sesampainya di depan kantor Kevin Liona langsung turun dan berjalan masuk ke kantor


"ya ampun bumil satu ini masih masuk kerja padahal kandungan sudah sangat besar". ucap Amira dan memasuki kantor bersama Liona


"tidak apa apa lagian hari persalinan masih jauh kalau di rumah juga bosan". jawab Liona sambil memegangi perutnya dan satu tangannya memegang pinggangnya


"apa terasa berat". tanya Amira

__ADS_1


"kalau berat iya tapi sangat menyenangkan jika dia mendengar". jawab Liona


"apa semenyenangkan itu saat hamil". tanya Amira


"Amira makanya buruan nikah dan rasakan nikmatnya hamil". ucap Liona


mereka berdua masuk ke dalam lift, setelah keluar dari lift mereka masuk ke ruangan masing masing.


tok


tok


"masuk". ucap Kevin


Liona masuk ke dalam ruangan Kevin dan Kevin langsung terseyum saat melihat Liona masuk ke dalam ruangan. Kevin langsung berdiri dan menghampiri Liona lalu menuntut Liona untuk duduk di sofa


"kenapa masih masuk, aku sudah menyuruh mu untuk cuti apalagi sebentar lagi akan melahirkan". ucap kevin


"tidak apa apa pak, lagian masih lama dan jika aku berdiam diri di rumah akan membuat ku bosan". jawab Liona


Kevin mengambil berkas itu lalu menandatangani kemudian membaca berkas pengajuan kerja sama itu


"Dua Minggu lagi pak kevin ada Kunjungan perusahaan ke London". ucap Liona


"dua Minggu lagi". tanya Kevin dan di anggukan oleh Liona


"suruh Niko saja yang menghadirinya". ucap Kevin


"kenapa pak Niko, saya lihat jadwal pak Kevin kosong untuk dua minggu". ucap Liona


"suruh Niko saja dan yang pasti akan satu bulan saya di sana". ucap Kevin


"dan saya tidak ingin meninggalkan mu Liona apalagi sebentar lagi kamu melahirkan sedangkan Abraham tidak peduli dengan mu". sambung Kevin dalam hati


"pokoknya suruh Niko saja". ucap Kevin dengan tegas

__ADS_1


"baiklah, kalau begitu saya permisi pak ". ucap Liona dan Kevin menanggukan kepalanya


Kevin menatap punggung Liona yang keluar dari ruangan


"Abraham sialan akan aku buat hidup menderita karena sudah membuat Liona menderita ". ucap Abraham


setelah melihat Abraham dan wanita yang mirip dengan Liona itu membuat Kevin mencari tau tentang Abraham sahabatnya itu dan dia menemukan fakta bahwa Abraham menikahinya Liona sebagai pengganti Marcella dan Abraham membuat rencana sebaik mungkin untuk menjebak Liona agar mau menikah dengannya


"kali ini aku benar benar akan merebut Liona Abraham dan akan aku pastikan kamu akan menyesal karena sudah menyiakan liona semi Marcella ". ucap Kevin


Kevin mengambil ponselnya untuk menghubungi seseorang


"hallo ". ucap Kevin


"iya ada". jawab orang di sebrang sana


"apa sudah menemukan akses untuk menghancurkan perusahaan Lincol milik Abraham ". tanya Kevin


"Kevin akan sangat susah untuk menghancurkan perusahaan itu apalagi Abraham memiliki rekan bisnis yang handal bahkan perusahaan kita tidak ada apa apanya dengan perusahaannya ". jawabnya


Kevin memijat dahinya dan Kevin menyadari memang perusahaan Abraham sangat sulit untuk di hancurkan tapi Kevin tidak akan menyerah untuk membuat perusahaan itu tumbang


"pasti ada celah untuk menghancurkan perusahaan itu". ucap Kevin


"Kevin sebaiknya urungkan saja niatmu itu jika sampai Abraham tau maka yang akan hancur perusahaan kita Kevin ". ucapnya


Kevin mematikan sambungan teleponnya karena yang dikatakan temannya itu memang benar


"perusahaan itu tidak ada celah buruk untuk menghancurkan jika aku mengunakan sikap Abraham yang mengabaikan istrinya maka Liona akan terseret dan aku tidak ingin terjadi sesuatu dengan Liona ". ucap Abraham


Kevin menyandarkan kepalanya dan menatap langit langit ruangannya


"Morio Group ". ucap Kevin lalu membuka berkas kerja sama yang di kirimkan oleh Morio group


"sebaiknya aku menjalin kerja sama dengan Morio group Karena perusahaan ini juga perusahaan besar dan dengan begitu akan membuat perusahan ku menjadi kuat". ucap kevin lalu membaca berkas itu dengan teliti dan senyumnya mengembang karena jika dia melakukan kerjasama dengan Morio Group maka akan meraih keuntungan yang cukup besar. jika kerjasama ini berhasil maka dia akan mudah mengajukan kerja sama dengan perusahaan besar

__ADS_1


__ADS_2