Istri Pengganti Tuan Abraham

Istri Pengganti Tuan Abraham
IPTA- Tidak Punya Hati


__ADS_3

Sudah dua minggu Liona berada di rumah ibunya dan selama seminggu ini juga Abraham tidak mencarinya atau mengirimkan pesan. kini Liona kembali ke rumah dan rumah tanpa sepi. Liona menghela nafasnya lalu masuk ke dalam rumah. saat sampai di ruang tamu Liona mendengarkan suara mobil dan Liona yakin itu pasti mobil milik suaminya.


Liona melebarkan matanya saat melihat suaminya, mertuanya dan juga Marcella. Liona tidak habis pikir jika Abraham akan membawa Marcella ke rumah ini.


bahkan wajah ke tiga orang itu nampak biasanya saja , mati matian Liona menahan rasa sesak di dadanya


"mas dia". ucap Liona


"dia menantuku dan istrinya Abraham jadi dia berhak tinggal di sini". ucap mommy nya Abraham


"Hay salam kenal aku Marcella". ucap Marcella mengulurkan tangannya pada Liona tapi Liona tidak membalas uluran tangan itu


"ternyata wajah kita hampir mirip dan semoga kita bisa aku jadi istrinya bunny". sambung Marcella


"mas kenapa kamu membawa kemari apa tidak cukup kamu menyakiti ku dengan menikahi dia". ucap Liona


"dia istriku dan juga perempuan yang aku cintai jadi dia berhak tinggal di sini". jawab Abraham tanpa ada raut wajahnya yang bersalah


"bunny aku ingin tidur di kamar mu". ucap Marcella


"tidak bisa itu kamar ku dan mas Abraham ". ucap Liona


"bik". teriak Abraham


"iya tuan". jawab Pelayan


"pindahkan barang barang Liona ke kamar tamu karena kamar itu akan saya tempati bersama istriku ". ucap Abraham dan senyum Marcella mengembang


Liona menatap Abraham dengan tidak percaya, kenapa ada laki laki seperti itu di dunia ini. Abraham membawa Marcella masuk ke dalam kamarnya


"dari awal itu milik Marcella jadi terima saja dan masih untuk putra ku masih mengizinkan kamu tinggal di sini". ucap mommy Abraham dan meninggalkan Liona yang masih diam mematung


Liona menghembuskan nafasnya dengan kasar lalu masuk kedalam kamar tamu.


"bik biar saya saja yang merapikan , bibi istirahat saja". ucap Liona


"tidak nyonya biar saya saja, saya takut nyonya kelelahan dan akan membuat kandungnya bermasalah ". jawab Pelayan


"tidak apa apa bik, biar saya saja lagian ini hanya sedikit ". ucap Liona

__ADS_1


pelayan tersebut akhirnya mengalah, Liona membereskan pakaiannya lalu memasukkan ke dalam lemari, pintu kamar terbuka dan terlihat Abraham masuk. Liona mengabaikan kehadiran Abraham


"apa dia baik baik saja dan bagaimana hasil pemeriksaannya". tanya Abraham


"dia baik baik saja dan pemeriksaan hasilnya baju ". jawab Liona


"kenapa kamu ada di sini". tanya Liona dengan dingin


"aku ingin menyapa anakku". ucap Abraham dan mengulurkan tangannya tapi Liona menepisnya saat Abraham akan memenang perutnya


"apa kamu tidak puas menyakiti ku Abraham, kamu menikahi karena mirip dengan Marcella lalu saat kamu tau Marcella masih hidup kamu menikahinya dan teganya kamu juga membawanya kemari, apa tidak bisa kamu berikan dia rumah sendiri ". ucap Liona


"apa salah ku padamu ha hingga kamu menyakiti seperti ini". ucap Liona sambil menarik kerah baju Abraham


"dengar tuan Abraham yang terhormat suatu saat nanti kamu akan merasakan sakit yang aku rasakan bahkan akan jauh lebih sakit ". ucap Liona dengan mengebu gebu


"tenanglah jangan marah marah oke, tidak baik untuk anak kita". ucap Abraham dan mengusap punggung tangan Liona lalu menciumnya


Abraham membawa Liona ke dalam pelukannya dan memeluk Liona dengan erat tapi Liona tidak membalas pelukan Abraham


"tenang ya aku akan adil untuk kalian dan aku sudah menyiapkan rumah untuk,kamu bisa menempati setelah anak kita lahir untuk sementara aku kamu tinggal di sini dulu agar aku bisa menjagamu dan anak kita". ucap Abraham dan mengusap pipi Liona tapi Liona menepis tangan Abraham


"bunny ternyata kamu di sini". ucap Marcella dan melingkarkan tangannya pada Abraham


"bunny ayo temani aku ke kamar , aku tidak bisa istirahat tanpa mu". ucap Marcella


"istri pertama suamiku bolehkan aku bawa suami kita untuk menemaniku". ucap Marcella


"bawa saja dan kurung saja dia di kamar". ucap Liona


"ide yang bagus istri pertama dengan begitu kami bisa melakukan kegiatan yang akan menumbuhkan janin di sini dan pasti akan seru jika kita hamil bersamaan". ucap Marcella


"ayo bunny". ajak Marcella dan menarik tangan Abraham


setelah kepergian Abraham dan Marcella, Liona tidak bisa membendung air matanya dan luruh begitu saja


"kenapa nasibku seperti ibu di mana ayah menikah lagi dan sekarang aku merasakan apa yang ibu rasakan". ucap Liona


sedangkan di kamar Abraham

__ADS_1


"kenapa kamu bicara seperti itu pada Liona". ucap Abraham yang tidak suka dengan ucapan Marcella yang terakhir


"ayolah bunny kamu pasti juga ingin aku hamil lagi jadi akan mengatakan itu pada Liona agar dia tidak sedih dan sadar bahwa kamu juga milikku dan memang harusnya kamu milikku ". ucap Marcella dan mendudukkan di ranjang


"honey dengar aku tidak ingin kamu mengatakan yang tidak tidak pada Liona karena aku tidak ingin dia stres dan aku berpengaruh pada kandungannya ". ucap Abraham


"iya maaf". jawab Marcella


"sekarang istirahatlah ". ucap Abraham


"bunny aku ingin hamil lagi". ucap Marcella dan memainkan kancing baju Abraham


"honey sebaiknya kamu istirahat". ucap Abraham


"ayolah bunny ini sudah dua minggu setelah aku keguguran jadi tidak masalah kita berhubungan". bujuk Marcella


Marcella mencium Abraham, awalnya Abraham tidak ingin membalas ciuman itu tapi akhirnya terbuai juga. secara perlahan Abraham membaringkan Marcella ke ranjang. Abraham menurunkan resleting dress Marcella.


"hmmm". guman Marcella ketika Abraham melakukan penyatuan


Marcella melingkarkan tangannya di leher Abraham dan Marcella terseyum saat melihat Liona yang berada di depan pintu yang sedikit terbuka. Marcella sengaja mengeraskan suaranya


"bunny pelan pelan". ucap Marcella


dengan tidak malu Marcella sedikit menurun selimut agar Liona dapat melihat bagaimana Abraham menyentuhnya. suara Marcella semakin menjadi.


"bunny apa kamu mencintai ku". tanya Marcella


"aku sangat mencintaimu mu honey". jawab Abraham


"tapi kenapa kamu menikahi perempuan lain". tanya Marcella


"dari dulu sampai sekarang hanya kamu yang aku cintai". jawab Abraham


"rrrhg". ucap Abraham lalu mencium kening Marcella


Liona langsung pergi dari depan pintu itu dan kembali ke dalam kamarnya lalu menghempaskan tubuhnya ke ranjang


Abraham membaringkan tubuhnya di samping Marcella dan sekita bayangan dirinya bersama Liona yang menghabiskan waktu di kamar ini tiba tiba muncul. Abraham turun dari ranjang lalu memakai boxsernya dan berjalan menuju kamar mandi. setelah melihat Abraham masuk senyum puas tercetak di bibir Marcella

__ADS_1


"aku akan mengambil apa yang seharusnya menjadi milikku dan aku akan membuatmu pergi secara perlahan Liona". ucap Marcella dan tersenyum saat membayangkan ekspresi Liona tadi


__ADS_2