Istri Pengganti Tuan Abraham

Istri Pengganti Tuan Abraham
Kepulangan Abraham


__ADS_3

setelah pulang dari rumah ibunya Liona mampir ke apotik dan membeli sebuah tespeck. Liona duduk di atas closet sambil menunggu hasilnya. ada rasa khawatir dalam dirinya bukan karena tidak suka tapi mengingat bagaimana Abraham yang masih mencintai seseorang membuat Liona sakit hati. ada rasa senang saat melihat garis dua di dalam tespeck tersebut dan Liona memegang perutnya dan sudut bibirnya tersenyum. Liona mengambil ponselnya dan memfoto tespeck tersebut dan mengirimkan pada Abraham


*bunny*


aku hamil mas , sebentar lagi kamu akan jadi ayah



setelah mengirimkan pesan tersebut Liona keluar dari kamar mandi dan turun kebawah karena perutnya merasa lapar. sesampainya di bawah Liona langsung mengambil makanan dan memakannya.


dua bulan kemudian


Abraham yang mengatakan jika ada pekerjaan di Singapura selama satu bulan nyatanya sudah bulan Abraham Belum pulang juga. bahkan pesan mengenai kehamilannya tidak dibaca oleh Abraham dan selama dua bulan ini Abraham sama sekali tidak menghubunginya ataupun mengirimkan pesan padanya, saat Liona yang menelpon Abraham tidak ada jawaban sama sekali dan Liona menghubungi ibu mertuanya dan ibu mertuanya menjawab jika Abraham sedang sibuk dengan pekerjaan dan tidak bisa di ganggu


*anda*


mas kapan pulang ini sudah dua bulan bahkan pesanku tidak kamu baca sama sekali


Liona menatap ponselnya untuk menunggu jawaban dari suaminya


ting


*bunny*


sebentar lagi saya pulang


Abraham hanya membalas dengan singkat dan sama sekali tidak menanyakan soal kehamilannya


^^^*anda*^^^


^^^kapan mas, aku sedang hamil dan ingin didampingi oleh mu dimasa masa kehamilan ku^^^


tidak ada balasan dari suaminya membuat Liona memilih untuk menelepon suaminya tetapi telepon langsung di tolak dan saat Liona akan menghubunginya lagi nomor yang di tuju tidak aktif.


"mas kamu kemana, kenapa tidak ada kabar sama sekali". monolog Liona sambil mengusap perutnya


"kenapa takdir ku seperti ini, dinikahi karena mirip dengan kekasihnya dan saat hamil dia tidak ada Kabar sama sekali". ucap Liona sambil menatap langit langit kamarnya


rasa sesak dan sakit hati Liona rasakan bahkan ada rasa kecewa tapi dalam hati Liona bertekad untuk membuat Abraham jatuh cinta pada sebagai Liona dan menyingkirkan nama Marcella dari hati Abraham

__ADS_1


"setelah kamu pulang aku akan membuatmu memandang ku sebagai Liona mas bukan Marcella". ucap Liona penuh keyakinan dan semua ini dia lakukan untuk anaknya


ditempat lain seseorang sedang bergelut di bawah selimut untuk menyalurkan hasratnya masing masing,


"hmmm". gumam seorang wanita sambil memegang erat bantal sedangkan seorang pria sedang menikmati wajah wanitanya yang sedang berada di bawah


"arghhh". erang pria itu saat mencapai puncaknya


pria itu mencium kening wanitanya dan bergulir ke samping lalu membawa wanitanya kedalam pelukannya. wanita itu memainkan jarinya di dada prianya sedangkan prianya mengusap perut wanitanya


"aku mencintaimu ". ucap wanitanya


"aku juga mencintaimu selamanya". jawab prianya dan mencium bibir wanitanya dengan lembut


pria itu menyingkirkan rambut wanitanya yang menutupi wajahnya. mereka berdua terseyum secara bersamaan


"aku senang bisa bersamamu seperti ini". ucap wanita itu sambil memainkan bibir prianya


wanita itu merebahkan kepalanya di dada bidang itu dan memejamkan matanya. pria itu merebahkan wanitanya dan membenarkan selimut untuk menutupi tubuh polosnya. pria itu mengambil celana lalu memakainya dan berjalan ke balkon lalu menyesap sebatang rokok.


drt


drt


drt


"hallo mas". jawab Liona


"bagaimana kabar mu". tanya Abraham di sebrang telepon


"aku baik baik saja, kapan pulang katanya hanya satu bulan". tanya Liona


"disini sedang banyak pekerjaan, besok sore mas sudah pulang" jawab Abraham


"mas, tumben biasanya mas tidak mau menyebut mas mintanya bunny". tanya Liona yang heran saat Abraham menyebut dirinya mas


"kamu ingin memanggil ku seperti itukan dan bagaimana kehamilan mu". tanya Abraham


"baik juga hanya saja jika mau tidur rasanya mual". jawab Liona

__ADS_1


"sudah periksa ke dokter ". tanya Abraham


"sudah dan kata dokter itu hal wajar, besok kalau mas sudah pulang periksa bareng ya". ucap Liona


"iya nanti kita periksa bareng, mas juga ingin tau keadaannya ". jawab Abraham


"ini sudah malam tidurlah tidak baik tidur larut malam untuk wanita hamil". sambung Abraham


"iya". jawab Liona


setelah sambungan telepon terputus Liona melanjutkan tidur karena memang beberapa hari ini dia tidak bisa tidur dan malam ini Liona tidur dengan tenang setelah mendapatkan kabar dari suaminya.


keesokan paginya Liona mengeliatkan tubuhnya saat meras terganggu dengan sentuh sentuh yang ada di wajahnya. Liona membuka matanya


"mas". ucap Liona dengan terkejut saat melihat suaminya ada di sampingnya


"mas kenapa sudah ada disini". tanya Liona


"setelah menelpon mu mas langsung terbang untuk pulang, mas sangat merindukan mu". ucap Abraham


"aku juga sangat merindukanmu mas". ucap Liona lalu memeluk suaminya dan Abraham membalas pelukan Liona


"apa mommy juga ikut pulang". tanya Liona


"tidak mommy memilih tinggal di Singapura dan akan keisni saat kamu melahirkan nanti". jawab Abraham dan Liona menanggukan kepalanya


Liona membawa tangan Abraham ke perutnya


"Hay baby ini ayah". ucap Liona dan Abraham mengusap usap perut Liona


Abraham tersenyum saat mengusap perut Liona


"mas ada apa ". tanya Liona saat melihat Abraham yang tiba tiba diam dan menarik tangan


"tidak ada, hanya mas sedikit lelah". jawab Abraham


"mas mandi dulu". ucap Abraham dan masuk kedalam kamar mandi


"apa dia juga berharap Marcella yang hamil". monolog Liona

__ADS_1


"aku harus menyingkirkan nama Marcella serta kenangan yang tertinggal di hatinya dan juga di rumah ini, aku istrinya dan aku yang lebih berhak ada di hati Abraham dan rumah ini". ucap Liona penuh tekat


sedangkan Abraham yang ada di kamar mandi memejamkan matanya saat air menyentuh tubuhnya, Abraham mengusap wajahnya .


__ADS_2