
setelah pulang kerja Liona menyirami tanaman yang ada di depan rumah sambil mengusap perut
"sebentar lagi mau lahiran ya neng". tanya Bu Dian yang baru pulang dari warung
"iya Bu, ibu beli ayam". tanya Liona
"iya neng anak anak minta di ayam bakar untuk nanti malam, biasa setiap tahun baru selalu seperti itu mintanya tapi tidak apa apalah yang penting anak anak senang". jawab Bu Dian
"iya Bu, melihat anak anak senang pasti kita juga akan senang". ucap Liona
"ibu duluan ya neng". ucap Bu Dian
"ya Bu". jawab Liona
"tinggal hitungan jam tahun akan berganti menjadi tahun 2023, aku harap dengan bergantinya tahun ini hidup jauh lebih baik bersama anak ku dan rasa sakit di tahun 2022 akan terobati dengan kehidupan lebih baik di tahun 2023". ucap Liona dalam hati sambil mengusap perutnya dan mendapatkan tendangan dari anaknya
"tetap jadi kekuatan mama ya nak, hanya kamu yang mama punya". ucap Liona
drt
drt
drt
Liona mengambil ponselnya yang berada di atas meja dan tertera nama pak Kevin.
"hallo pak". jawab Liona
"bersiap siaplah lima belas menit lagi aku sampai di rumah mu". ucap Kevin
"bersiap siap untuk apa". tanya Liona
"aku ingin mengajakmu merayakan tahun baru di rumahku bersama Kedua orang tua ku, mereka baru tiba di Jakarta". ucap Kevin
"pak tidak perlu". tolak Liona karena dia bukan siapa siapa
"tidak ada penolakan". ucap Kevin langsung mematikan ponselnya
"pak hallo pak". ucap Liona dan melihat ponselnya sudah mati
"pak kevin kenapa mengajak ku ke rumah, aku merasa tidak enak apalagi itu pasti acara keluarga". ucap Liona
tin
tin
tin
__ADS_1
Kevin turun dari mobilnya dengan senyum yang mengembang sedangkan Liona merasa bingung
"kenapa belum siap siap". ucap kevin
"pak kevin tidak perlu mengajak saya , aku rasa itu acara keluarga pak Kevin kan, rasanya tidak etis orang luar ikut acara pak kevin". ucap Liona
"aku tunggu sepuluh menit untuk bersiap siap jika tidak mau ikut gaji bulan ini tidak akan saya berikan". ucap Kevin
"tapi"
"segera Liona". ucap Kevin saat Liona akan menolaknya
Liona menghembuskan nafasnya dengan kasar lalu masuk ke dalam rumah dan Kevin terseyum melihatnya. tidak ada sepuluh menit Liona sudah keluar. Kevin dan Liona masuk ke dalam mobil. di sepanjang perjalanan Susana hening menyelimuti mereka. Liona merasa gugup saat mobil sudah berhenti di depan rumah Kevin dan Liona berpikir akan seperti apa respon orang tua Kevin jika tau membawa wanita hamil ke acara mereka
"ayo turun". ucap Kevin yang sudah membuka pintu yang ada di samping Liona
Liona turun dari mobilnya dan menatap ke sekeliling
"ayo masuk mama dan papa sudah menunggu di dalam". ajak Kevin
Liona mengikuti langkah kaki Kevin yang masuk kedalam rumah saat sampai di ruang tamu Liona melihat dua orang yang sedang berbincang
"ma pa". panggil Kevin
Mariam dan Martin langsung menolong ke sumber suara sedangkan Liona langsung menundukkan kepalanya dan tangannya saling meremas
Liona mengangkat kepalanya dan saat itu Liona melihat senyum mamanya Kevin
"sore Tante". ucap Liona
"sore". jawab Mariam
"maaf Tante jika saya ikut di acara keluarga Tante tadi saya sudah menolak tapi pak Kevin memaksa ". ucap Liona yang merasa tidak enak
"tidak apa apa, semakin rame semakin seru ". jawab Mariam
"sudah berapa bulan ". tanya Mariam sambil melihat ke arah perut Liona
"sembilan bulan Tante ". jawab Liona
"sebentar lagi akan melahirkan ". ucap Mariam
"ya sudah ayo langsung ke halaman belakang, semua sudah ada di sana". ajak Mariam
mereka semuanya berjalan menuju halaman belakang dan terlihat para pelayan, supir dan juga satpam sedang menyiapkan bahan bahan dan peralatan. ya setiap tahun keluarga Kevin merasa tahun baru bersama pekerja yang ada di rumahnya.
semua orang menyambut Liona dengan Ramah sehingga membuat Liona merasa nyaman.
__ADS_1
pukul sudah menunjukkan delapan malam, mereka semua mengerjakan tugasnya masing-masing, adanya yang sedang membakar jantung, membakar sosis dan membakar ayam, ikan dan yang lainnya. sendangkan Liona membantu Mariam yang sedang membuat minuman, Kevin dan Martin sedang menata piring di atas meja
"sudah berapa lama kenapa dengan Kevin". tanya Mariam
"sudah cukup lama Tante, dulu pak Kevin dosen yang mengajar di kampus ku dan sekaligus dosen pembimbing skripsi, lalu tujuh bulan ini saya bekerja sebagai seketaris Kevin". jawab Liona
Mariam sendiri sebenarnya sudah sering mendengar Kevin menceritakan tentang Liona saat dia menjadi dosen dan akan melamar Liona ketika Liona sudah lulus kuliah dan naas sebelum keinginannya tercapai ternyata Liona telah menikah dengan Abraham tapi beberapa bulan lalu Kevin menceritakan pada mariam bahwa Liona di sakiti oleh Abraham.
Mariam tau sampai saat ini putranya itu masih mencintai wanita yang ada di sampingnya dan Mariam berpesan pada putranya Jangan sampai merusak rumah tangga orang lain, bagaimana nantinya keputusan Liona masih mau bertahan atau pergi dari suaminya biarkan Liona yang memutuskan karena mariam yakin Liona tau apa yang terbaik untuknya.
"kamu tata satu persatu di sana ya". ucap Mariam
"iya Tante". jawab Liona lalu membawa gelas yang berisi minuman ke atas meja
"ingat Kevin dia masih status istri orang, mama harap kamu jangan jadi kompor". bisik Mariam di telinga putranya
"iya mama tapi aku berharap dia pisah dari suaminya". ucap Kevin langsung lari sebelum terkena capit mamanya
semuanya hidangan sudah tertata dengan rapih, mereka semuanya sudah duduk di tempatnya masing-masing. Liona kagum dengan keluarga Kevin yang tidak malu duduk satu meja dengan pekerja mereka bahkan mama dan papanya Kevin hangat kepada para pekerja.
"sungguh beruntung pak Kevin memiliki keluarga seperti ini". ucap Liona dalam hati
pukul sebelas malam acara sudah selesai dan Kevin akan mengantarkan Liona pulang karena dia tidak mau menginap
"auwh". ringis Liona saat merasakan perutnya kram
"Liona kenapa". tanya Kevin
"auwh". ringis Liona yang memegangi perutnya
Liona memegangi perutnya yang merasa Kram dan mules. Mariam yang melihat itu langsung mengahampiri putranya dan Liona
"Kevin seperti liona akan melahirkan, aku bawa ke rumah sakit". ucap Mariam
Karena keadaan Kevin yang khawatir, akhirnya Martin yang menyetir mobil. Mariam mengusap lengan Liona untuk memberikan ketenangan. saat sampai di rumah sakit Liona langsung di bawa ke ruang bersalin.
"jangan panik liona". ucap Mariam yang menemani Liona di dalam
hampir empat puluh menit Liona menahan rasa mules, kini dokter memberi sebuah instruksi dan Liona mengikuti intruksi yang di berikan dokter. Liona memegang tangan Mariam dengan erat, bulir kering membanjiri wajah Liona
oek
oek
tangis bayi berjenis kelamin laki-laki yang lahir tepat pukul 00.00 mengema di ruang bersalin itu, Liona terseyum saat melihat dokter mengangkat bayinya. Kevin yang menunggu di depan senyuman langsung mengembang saat mendengar suara bayi.
"tepat saat berganti tahun aku telah melahirkan anakku dengan selamat, semoga kebahagiaan selalu menyertai mu anakku sayang". ucap Liona dalam hati
__ADS_1