Istri Pengganti Tuan Abraham

Istri Pengganti Tuan Abraham
IPTA- Melepaskan


__ADS_3

setelah di pindahkan di ruang rawat, Liona langsung memberikan ASI pada putranya itu. air mata menetes karena merasa senang putranya lahir dengan selamat. Liona mengusap pipi bayi itu yang sedang menyedot Asi.


"putra mama, mama akan selalu memberikan kebahagiaan untuk mu". ucap Liona sambil memandangi putranya


Liona sedikit menghela nafasnya saat melihat putranya yang sangat mirip dengan Abraham hanya bagian bibir saja yang mirip dengannya


"kenapa kamu harus mirip dengan ayahmu sayang". ucap Liona


setelah memastikan anaknya tertidur Liona mengancingkan kembali bajunya. Kevin masuk dan menatap bayi mungil itu. Kevin mengambil bayi itu dan meletakan pada box bayi.


"lucunya dan ganteng, siapa namanya". tanya mama Kevin


"saya belum memikirkan nama untuknya Tan". jawab Liona


"aku punya satu nama yang cocok untuk anakmu". ucap Kevin


"siapa". tanya Liona karena memang dia masih bingung harus memberikan nama siapa


"Ghifari Syafi Muzzaki yang memiliki arti Anak Laki-laki yang dilahirkan dengan kelembutan hati, dan menjadi penolong bagi orang lain. ucap Kevin


"nama yang bagus". ucap Liona


"kalau kamu suka boleh pakai nama itu". ucap Kevin


"terima kasih untuk saran namanya". ucap Liona dan Kevin menanggukan kepalanya


"istirahatlah selagi baby Zaki tertidur". ucap Kevin


Liona membaringkan tubuhnya dan langsung terlelap karena memang terasa lelah. setelah Liona tertidur kedua orang tua Kevin pulang sedangkan kevin memilih untuk menemani liona. kevin mengahampiri box bayi dan menatap bayi itu yang sangat mirip dengan Abraham


"Abraham putramu sudah lahir dan aku yakin putramu akan menghajar mu saat tau bagaimana kamu memperlakukan mamanya". ucap kevin


setelah puas memandangi wajah bayi itu Kevin berjalan ke sofa dan membaringkan tubuhnya di sana dan setelah memastikan Liona tertidur Kevin juga ikut tidur


sedangkan di kediaman Abraham. Abraham sedang berdiri di balkon kamarnya padahal sudah pukul dua pagi tapi dirinya tidak bisa tidur karena hatinya sedang gelisah. Abraham menatap mobil Marcella yang memasuki halaman rumah.

__ADS_1


Marcella turun dari mobil dan merasa lega saat lampu sudah mati semua. dengan pelan pelan Marcella membuka pintu kamar dan bertepatan dengan Abraham yang masuk ke dalam kamar dari arah balkon


"darimana ". tanya Abraham


"dari kumpul sama teman teman bunny tadikan aku sudah izin dengan mu dan kamu menolehkan ". jawab Marcella dan meletakan tasnya


"iya aku memberikan izin tapi tidak pulang sampai jam dua dini hari ". ucap Abraham


"bunny dari dulu kamu tau aku, jika sedang kumpul dengan teman teman ku pasti aku pulang subuh dan ini mending aku pulang jam dua". jawab Marcella lalu masuk ke dalam kamar mandi


setelah selesai mandi Marcella langsung membaringkan tubuhnya di ranjang dan tertidur dan Abraham yang melihat itu langsung mengahampiri istrinya dan ikut berbaring di samping Marcella tapi Abraham juga tidak kunjung bisa tidur


"pasti sebentar lagi Liona melahirkan, kira kira anakku akan mirip dengan ku atau mirip Liona, anakku putra atau putrinya ya". ucap Abraham


Abraham mengambil ponselnya lalu membuka kontak Liona yang sudah lama tidak di hubungi.


"kenapa telpon Liona di blokir, perasaan aku tidak pernah memblokirnya ". ucap Abraham saat akan menghubungi Liona ada peringatan untuk membuka blokiran tersebut


tidak mau ambil pusing Abraham langsung membukanya dan menekan nomor itu, berdering tetapi tidak di angkat. Abraham mencoba lagi tetapi lagi lagi panggilan di abaikan


*anda*


setelah mengirimkan pesan itu Abraham meletakan ponselnya dan membaringkan tubuhnya lalu memeluk erat Marcella.


pagi harinya baby Zaki menagis sangat kencang, dengan telaten Liona mengantikan popok baby Zaki . setalah itu memberikan ASI untuknya. Kevin memejamkan matanya lagi saat matanya tidak sengaja melihat aset milik liona. Kevin memilih untuk berpura pura tidur kembali agar Liona tidak merasa malu.


setelah Liona selesai memberikan ASI , Kevin berpura pura baru bangun tidur sedangkan Liona bernafas lega saat Kevin bangun ketika dia sudah selesai.


"pak kevin sebaiknya pulang karena pagi ini pak Kevin ada jadwal meeting dan tidak bisa di undur". ucap Liona


"iya Liona, jika kamu butuh bantuan sebaiknya panggil suster ". ucap Kevin


"saya pulang dulu". ucap Kevin dan mengusap kepala baby Zaki


"iya pak". jawab Liona

__ADS_1


setelah kepergian Kevin, Liona menimang baby Zaki dan dengan gemasnya Liona mencium pipi putranya


"sayang kamu harus tumbuh jadi anak yang kuat dan baik". ucap Liona


ceklek


Liona menatap pintu yang terbuka dengan kasar dan munculnya Marcella.


"tau darimana dia aku ada disini". ucap Liona Dalam hati


Marcella berjalan menghampiri Liona dan di saat sampai di depan Liona , Marcella melemparkan sebuah map dan liona menatap Marcella


"berhubungan kamu sudah melahirkan maka tanda tangani itu". ucap Marcella sambil menatap bayi yang sangat mirip Abraham


"karena Abraham adalah milikku dan dia menikahi karena mirip dengan ku jadi segara tanda tangan". sambung Marcella


Liona membuka map itu yang berisi surat perceraian bahkan di sana sudah ada tanda tangan Abraham. tanpa pikir panjang Liona langsung menandantangani surat itu. Marcella mengambil map itu dengan tersenyum


"jadi mulai hari ini jangan datang ke kehidupan Abraham bersama anak mu itu karena Abraham hanya milikku dan juga anakku nanti, dan satu hal jangan berita tau pada anakmu itu jika Abraham adalah ayah karena aku takut saat dia tau lalu menghampiri Abraham tapi kehadirannya tidak di anggap Kan kasihan". ucap Marcella


" sudah tidak ada lagi kan sebaiknya kamu keluar, dan satu lagi kamu bilang Abraham hanya milikmu dan juga anakmu, iya kalau kamu bisa hamil lagi setelah keguguran itu jika tidak bisa bagaimana, apa Abraham akan tetap menjadi milikmu jika kamu tidak bisa memberikan dia keturunan, karena setahu secinta cinta seorang pria dia tetap menginginkan seorang penerus". ucap Liona


"aku pasti bisa hamil ". ucap Marcella


"ya semoga saja bisa hamil tapi kenapa setelah keguguran sampai sekarang belum hamil juga, yakin bisa hamil lagi ". ucap Liona


Marcella yang mendengar ucapan Liona mengangkat tangan tapi sebelum tangan itu mengenai pipinya Liona menahan tangan tersebut


"jangan berani berani tangan mu menyentuh diriku ". ucap Liona langsung menghempaskan tangan Marcella


Marcella mengepalkan tangannya lalu keluar dari kamar tersebut


brak


Marcella menutup pintu dengan kasar. Liona menepuk nepuk pantat baby Zaki agar bayi itu bisa tenang kembali karena terkejut dengan suara pintu tersebut.

__ADS_1


sedangkan di di dalam mobil Marcella mencengkram erat stir mobil


"sial ternyata dia berani melawan ku, tapi tidak apa apa aku sudah berhasil membuat mereka bercerai, untung saja tadi pagi aku berhasil membujuk bunny untuk menandatangani surat ini". ucap Marcella dengan tersenyum


__ADS_2