
sudah seminggu sejak kedatangan Kiara di kantor Kevin, membuat relung hati Liona sedikit sakit, seperti Siang ini Liona harus melihat bagaimana Kiara yang begitu manja bersandar di lengan Kevin bahkan Kevin mengusap rambut gadis itu.
Shazia menghentikan langkahnya dan memilih kembali ke ruangannya. Liona memejamkan matanya sambil memegang dadanya.
Kevin dan Kiara berjalan beringin masuk ke dalam ruangan Kevin. Liona menatap dengan perasaan yang tidak bisa di jabarkan. Liona mengambil surat yang telah di siapkan beberapa hari yang lalu. Liona menarik nafasnya dan berjalan ke ruangan Kevin
tok
tok
"masuk". jawab Kevin
Liona membuka pintu dan secara perlahan melangkahkan kakinya masuk ke dalam ruangan Kevin dan disana Liona melihat Kiara yang sedang duduk di sofa
"pak Kevin saya mau mengantarkan ini". ucap Liona dan meletakan amplop tersebut di atas meja
"apa ini". tanya Kevin dan mengambil amplop itu dan membuka
"kenapa mengundurkan diri". tanya Kevin dengan tajam
"maaf pak saya tidak bisa memberitahu alasan saya keluar, saya hanya ingin mengundurkan diri". ucap Liona
Kevin meremas surat itu dan melemparnya ke sembarang arah
"surat mu saya tolak". ucap Kevin dengan dingin
"kenapa pak". tanya Liona
"intinya saya tolak". ucap kevin
__ADS_1
"pak saya mohon saya ingin berhenti bekerja". ucap Liona
"saya tidak mengizinkan kamu pergi, saya akan terima suar pengunduran dirimu setelah kamu jadi istri saya ". ucap kevin berdiri menghampiri Liona
"pak kevin kenapa bicara seperti ini, pak kevin tidak memikirkan perasaan nona Kiara ". ucap Liona
"Liona kamu tau bukan saya mencintai mu dan aku hanya ini kamu yang jadi istri saya, dan Zaky akan jadi anak saya, menikah dengan saya ya". ucap kevin dan menggenggam tangan Liona
"maaf pak saya tidak menyukai pak kevin". jawab Liona
"katakan sekali dengan menatap saya Liona jangan melihat ke bawah". ucap kevin
"maaf pak saya tidak mencintai pak kevin". ucap Liona sambil menatap ke mata kevin
"bohong, mulut berkata seperti itu tapi matamu tidak bisa berbohong". ucap kevin
Kevin meraih tengkuk Liona dan mencium bibirnya sedangkan Liona yang terkejut memukul dada bidang Kevin
Kevin menghentikan ciuman dan mengusap bibir Liona yang sedikit bengkak
"Ayo menikah". ucap kevin
"maaf pak saya tidak bisa, saya tidak bisa pak saya tidak ingin menyakiti nona Kiara". jawab Liona
"kamu mencintai saya kan". tanya kevin sambil memangkup kedua pipi Liona
"jawab saya liona kamu mencintai saya kan". tanya kevin sekali lagi
"iya saya mencintai pak kevin". jawab Liona dan Kevin tersenyum mendengarnya
__ADS_1
"kalau begitu ayo menikah". ucap kevin
"maaf pak saya tidak bisa, saya memang mencintai pak kevin tapi saya tidak bisa menyakiti hati orang lain pak, saya pernah berada di posisi itu sakit, saya tidak ingin menyakiti nona Kiara dengan menikah sama pak kevin". ucap Liona
"kamu tidak akan menyakiti siapapun Liona dengan menerima ajakan saya". ucap kevin
"dengar Kiara itu sepupu saya anak dari adik ayah saya". ucap Kevin
"sepupu". ucap Liona dengan Kevin menanggukan kepalanya
"jadi bagaimana mau menikah dengan ku dan aku akan berusaha membahagiakan mu dan Zaky". ucap kevin dan Liona menganggukkan kepalanya
"aku ingin jawaban dari mulut mu Liona". ucap kevin
"iya pak aku mau menikah Dengan pak Kevin". ucap Liona
Kevin langsung memeluk Liona dan Liona membalas pelukan Kevin dengan erat
"oh ya ampun, hello di sini masih ada orang yang, tolong di kondisikan kalian belum menikah jadi jangan melakukan lebih ". ucap Kiara dan memutar bola matanya dengan malas saat melihat Kevin begitu mengebu mencium Liona
Liona yang malu langsung menyembunyikan wajahnya di dada bidang Kevin
"ganggu aja " ucap kevin
"hey aku adukan ke Tante ya, udah berani sentuh sentuh perempuan sebelum nikah ". ancam kiara
"sudah sana pulang ". usir Kevin
ya Kiara memegang keluar tapi Kiara juga membawa Liona keluar
__ADS_1
"hey mau di bawa kemana". ucap kevin yang memegang satu tangan Liona
"mau aku amankan dari mu , nanti yang ada Zaky punya adik sebelum kamu nikahi Liona ". ucap Kiara dan mencubit tangan Kevin lalu membawa Liona keluar