Istri Pengganti Tuan Abraham

Istri Pengganti Tuan Abraham
IPTA- Marcella Punya Rahasia


__ADS_3

flashback on


pagi pagi sekali Marcella tersenyum saat mendapatkan informasi bahwa Liona sudah melahirkan


"bagus, ini saatnya aku membuat Abraham dan Liona berpisah". ucap Marcella


Marcella membuka tasnya lalu mengambil sebuah amplop yaitu surat perceraian. setelah itu Marcella berjalan menuju ruang kerja Abraham


"bunny". ucap Marcella dengan wajah sedih


"ada apa". tanya Abraham dan menghampiri Marcella


Marcella menyerahkan sebuah map dan Abraham membuka map tersebut. saat itu juga jantung seperti berhenti berdetak


"tadi ada seseorang mengantar map itu dan isi surat perceraian, Liona mengugat mu bunny". ucap Marcella


"tapi ini Liona belum menadatanganinya". ucap Abraham


"iya dan Liona akan menandatangani nya setelah anak kalian lahir dan lihat ini bunny, Liona bersama pria lain". ucap Marcella dan memperlihatkan sebuah foto


di dalam foto itu nampak seorang pria yang sedang mencium pipi Liona. Abraham yang melihat itu mengepalkan tangannya


"bunny sebenarnya aku sedikit ragu dengan anak yang di kandung Liona ". ucap Marcella


"apa maksud mu ". tanya Abraham


"bunny bisa saja anaknya adalah anak pria ini, dan bisa jadi Liona selama ini selingkuh soalnya setelah pergi dari rumah liona sering bersama pria ini". ucap Marcella


Marcella menunjukkan foto foto Liona bersama Kevin tapi Marcella sengaja mengambil foto itu dengan wajah Kevin yang tidak terlihat biar Abraham penasaran.


"kamu bilang Liona tidak punya apa apa dan jika memang dia tidak ingin kembali hidup susah tidak mungkin dia mengirimkan surat ini kecuali Liona sudah memiliki pria lain yang bisa menjamin hidupnya apalagi dia memiliki anaknya ". ucap Marcella


tanpa mencari kebenaran Abraham langsung menandatangani surat itu dan Marcella yang melihat itu terseyum puas


flashback off


Marcella yang berada di dalam mobil terseyum puas dengan apa yang dia dapat


drt

__ADS_1


drt


drt


drt


dengan malas Marcella mengangkat panggilan telepon tersebut


"iya aku segera kesana". jawab Marcella lalu mematikan sambungan teleponnya


Marcella melajukan mobilnya menuju suatu tempat dan sampai di tempat itu Marcella menatap malas ke arah mobil yang sudah terparkir. dengan langkah malas Marcella memasuki rumah itu


"mama". ucap seorang anak laki laki berusia lima tahun dan memeluk erat kaki Marcella


"Alan kangen ". ucap anak itu dan Marcella mendorongnya


"Marcella ". teriak seorang pria saat melihat Liona mendorong Alan


"papa hiks". tangis


"sudah jangan nangis, mama sedang lelah, sekarang Alan masuk dulu , papa ingin bicara dengan mama dulu". ucap pria itu dan Alan menanggukan kepalanya


"Marcella bisa rubah sikap mu dan sayangi Alan, dia itu anak mu". ucap pria


"aku akan membantu mu tapi sayangi Alan karena dia butuh sosok ibunya sejak dia lahir kamu tidak pernah menyanyanginnya dan satu lagi aku juga sudah membantu biaya operasi wajah mu dari kecelakaan pesawat itu, aku akan menepati janjiku setelah kamu benar benar menjadi mama yang baik untuk Alan ". ucap pria itu


"jangan coba coba untuk menipuku ". ucap Marcella


"aku tidak menipumu ". jawab pria itu


"oh ya, dulu kamu bilang setelah aku melahirkan anakmu kamu akan membantuku tapi kamu membohongi ku sampai Alan besar kamu sama sekali tidak membantu ku, ingat sudah banyak keuntungan yang kamu dapat dari ku yaitu kamu orang yang pertama kali menyentuh ku tanpa ikatan pernikahan dan sampai lahirlah Alan dan itu tidak bisa kamu bayar dengan uang, aku hanya meminta mu untuk membantuku". ucap Marcella


"aku ingat sekali lagi, aku sudah menawarkan sebuah pernikahan pada mu sebelum aku menyentuh mu tapi kamu yang tidak mau dan meminta ku untuk membantu mu, jangan lupa itu ". ucap pria itu


"apa yang kamu inginkan selama ini akan terkabul jika kamu bisa jadi mama yang baik untuk anakku ". sambung pria itu dan meninggalkan Marcella di ruang tamu sendirian


Marcella mengepalkan tangannya dan memejamkan matanya


"mama kata papa mama akan mengajak ku bermain ". ucap Alan

__ADS_1


"iya, ayo kita main di halaman belakang ". ucap Marcella dengan senyuman


senyum ceria terbit di wajah Alan saat melihat tangannya di gandeng oleh mamanya


"benar kata papa jika rasa lelah mama sudah hilang mama akan sayang pada Alan". ucap Alan dan Marcella hanya menanggapi dengan senyuman


di halaman belakang Marcella benar benar menunjukkan sikap baik pada Alan dan tentu saja itu membuat Alan sangat senang. pria itu tersenyum saat melihat senyum cerah di wajah Alan


"demi ambisi mu kamu melakukan sejauh ini Marcella tapi tenang saja jika kamu bisa menyayangi anak kita , apa yang kamu inginkan akan terkabul, tapi yang jelas semua itu tidak akan gratis kamu harus membayar dengan hidup di sisi ku untuk selamanya dan itu juga sebagai hukuman karena sudah mengabaikan Alan selama lima tahun ini". ucap pria itu lalu masuk ke dalam


sedangkan di tempat lain Liona menatap ke arah Kevin yang membawanya ke sebuah apartemen bukan mengantarnya ke rumah


"mulai sekarang kamu tinggal di sini, di sana terlalu kecil dan lingkungan juga sedikit kumuh tidak baik untuk perkembangan anak mu". ucap Kevin saat Liona menatapnya


"pak tidak perlu melakukan ini, aku dan Zaki bisa tinggal di rumah saya sendiri ". ucap Liona


"tidak ada bantahan, anggap saja ini rezeki anakmu". ucap Kevin


"permisi tuan nyonya ". ucap seorang wanita keluar dari arah dapur


"Liona Iki bik Ajeng dia yang akan membantu di sini ". ucap Kevin


"pak kevin benaran bapak tidak perlu melakukan ini ". Ucap liona


"apartemen ini hadiah dari papa dan mama jika kamu tidak mau menerimanya aku yakin mama dan papa ku akan sedih ". ucap Kevin


"baiklah tapi nanti saat aku ada uang akan menggantinya ". ucap Liona dan Kevin hanya menanggukan kepalanya


"bik tolong bantu Liona jika butuh sesuatu, saya harus kembali ke kantor ". ucap Kevin


"iya tuan".


bik Ajeng mengantar Liona ke dalam kamarnya dan sampai di dalam kamar Liona membuka mulutnya saat melihat kamar itu sudah lengkap dengan peralatan bayi seperti popok, bedak, box bayi dan juga lainnya. Liona yang melihat itu hanya bisa menghembuskan nafasnya dengan kasar. Liona meletakkan putranya ke box bayi


"tidur yang nyenyak ya sayang ". ucap Liona


"nyonya "


"panggil Liona saja bik". ucap Liona

__ADS_1


"di lemari itu ada pakaian untuk mu dan di lemari satunya berisi baju baju baby Zaki". ucap bik Ajeng


"pak kevin kenapa sebaik ini, aku tidak tau harus melakukan apa untuk membalas kebaikan mu pak". ucap Liona Dalam hati


__ADS_2