
dua bulan setelah pengakuan cinta tersebut. kini dua orang berbeda jenis kelamin sedang duduk di pelaminan dan menyalami para tamu undangan.
"capek". tanya kevin
"hanya sedikit mas". jawab Liona
betapa senangnya Kevin bisa menikah dengan wanita yang dia cintai dan Kevin tidak memandang status Liona.
"Zaky dimana ya". tanya Liona
"mungkin bersama Kiara". jawab Kevin
Kevin menggenggam tangan Liona dan mengecupnya bertubi tubi hingga membuat Liona malu
"mas sudah, banyak orang malu". jawab Liona lalu menarik tangannya
"aku hanya ingin menunjukkan pada semua orang bahwa kamu adalah milikku sayang". ucap Kevin lalu mencium bibir Liona sedangkan Liona melebarkan matanya karena terkejut.
Liona menenggelamkan kepalanya di dada Kevin saat mendengar sorak dari para tamu
"issh liat mereka melihat kita". ucap Liona sedangkan Kevin hanya terkekeh
sedangkan di sudut ruangan ada seseorang yang memperhatikan mereka dengan tatapan datar. ada rasa penyesalan dalam hati ketika melihat pemandangan di depannya
"hey kerja yang benar dong, lihat itu makan sudah habis tapi tidak di isi lagi ". bentak seseorang
"maaf bos ". Ucap Abraham
"kalau kerjamu tidak benar yang ada dapat komplain kita yang rugi".
Abraham memejamkan matanya ketika sang atasan memarahinya. setelah kejadian itu Abraham benar benar hancur, perusahaan dan semua aset yang dia punya tidak ada yang bisa di pertahankan. beberapa bulan hidup susah tidak memiliki pekerjaan membuatnya makam seadanya.
__ADS_1
"baru tiga hari kerja sudah tidak benar seperti ini". ucap sang bos
"maaf bos saya tidak akan mengulanginya lagi ". jawab Abraham
Kiara menghampiri pasangan yang baru saya menikah tersebut. baby Zaky yang ada di gendongannya tidak rewel sama sekali.
"selamat untuk kalian berdua ". ucap Kiara
"terima kasih ". ucap Liona
Liona mengambil baby Zaky yang berada di gendongan Kiara.
"apa dia menyusahkan mu". tanya Liona
"tidak sama sekali". jawab Kiara
"sayang biar mas saja yang mengedong". jawab Kevin lalu mengambil baby Zaky
"anak ayah pintar tidak rewel hmm, berarti nanti malam tidur sama aunty Kiara ya, Karena malam nanti mama jadi milik ayah dulu". ucap kevin
"jangan cubit cubit atau nanti malam aku buat kamu berteriak merdu". ucap Kevin
Abraham menghentikan kegiatannya saat mendengar obrolan para tamu yang mengatakan bahwa Kevin bodoh karena mau menikah dengan janda apalagi janda tersebut memiliki anak. Abraham melihat ke arah pelaminan dan benar saja bahwa Kevin sedang mengedong seorang anak laki laki, mereka terlihat seperti keluarga bahagia.
"apa itu anakku bersama Liona". ucap Abraham dalam hati
"itu sungguh anakku". sambung Abraham dengan mata yang berkaca-kaca
ada keinginan dalam hatinya untuk melangkahkan kakinya untuk mendekat ke arah mereka dan mengedong anak itu tapi tidak ada keberanian apalagi mengingat keadaannya saat ini.
tamu undangan sudah tidak ada lagi, Kevin langsung mengajak Liona masuk ke dalam kamar yang telah di sediakan oleh pihak hotel. Liona merasa deg deg an saat memasuki kamar tersebut.
__ADS_1
"duduk aku bantu untuk melepaskan hiasan yang ada di kepala mu sayang ". ucap kevin
dengan telaten Kevin melepaskan mahkota lalu melepaskan satu persatu jepitan rambut yang ada di kepala Liona. hingga rambutnya Liona terurai dengan indah.
"cantik ". bisik Kevin dan Liona tersipu
"mau mandi dulu apa nanti, atau mandi bareng ". goda Kevin
"aku yang mandi dulu saja mas". ucap Liona
"baiklah ". jawab Kevin
saat Liona akan melangkahkan kakinya kevin menghentikannya lalu tanpa persetujuan Liona Kevin menurunkan resleting gaun yang Liona pakai.
"mas bantu takut nanti kesulitan ". Kevin
dengan jantung yang berdetak dua kali lipat Liona langsung menutup pintu kamar mandi. Kevin membaringkan tubuhnya di atas ranjang
"aku akan membahagiakan mu Liona dan tidak akan aku biarkan satu orang pun menyakiti mu" ucap kevin dan menatap langit langit kamar
tiga puluh menit berada di kamar mandi akhirnya Liona menyelesaikan mandi. Liona merasa gugup ketika akan keluar dari kamar mandi apalagi hanya menggunakan lingerie berwarna merah. Liona terpaksa memakainya karena hanya itu yang di temukan.
Kevin menatap Liona dengan menelan salivanya, penampilan Liona berhasil membangkitkan hasratnya
"ma mas aku sudah selesai ". ucap Liona dengan gugup
"he iya sayang ". jawab Kevin
Kevin langsung berjalan masuk ke dalam kamar mandi. Liona langsung menutup tubuhnya dengan selimut.
"aku tidak menyangka akan menikah untuk kedua kalinya, semoga saja ini pernikahan terakhir dan pernikahan ini akan membawa kebahagiaan untuk ku dan juga mas Kevin". ucap Liona
__ADS_1
awalnya Liona takut menerima ajakan Kevin untuk menikah, Liona takut jika dirinya tidak di terima di keluarga Kevin karena statusnya. tapi semuanya salah ternyata keluarga Kevin sangat baik dan tidak mempermasalahkan status bahkan mereka menerima baik Zaky.
"semoga kebahagiaan yang aku rasakan ini bukan hanya sementara". ucap Liona