
Liona diam saja saat tangan di genggam oleh Kevin untuk menuju ruangannya
hiks hiks hiks
"honey tenang ya".
Liona menghentikan suaranya saat mengenal Suara barusan, Liona melepaskan tangannya dari genggaman Kevin lalu memundurkan langkahnya hingga berada di depan pintu yang sedikit terbuka. saat sampai di sana Liona membulatkan matanya saat melihat pemandangan di depannya matanya
"bunny aku keguguran hiks, anak kita sudah tidak ada". ucap wanita itu menangis histeris di dalam pelukan seorang pria
"honey tenang ya, kita masih bisa punya anak lagi". ucap pria itu
"hiks hiks kenapa anak kita tidak bisa bertahan". ucap Wanita itu
"maafkan aku yang datang terlambat". bisik pria itu
"seharusnya aku tidak membiarkan mu ikut pulang ke Indonesia, seharusnya kamu di Singapura bersama mommy honey maka anak kita masih ada, ini semua salah ku membiarkan kamu ikut". ucap pria
"sekarang tenang ya, kita masih muda dan masih bisa punya anak lagi, jadi jangan sedih hmmm". ucap pria itu lalu membaringkan wanitanya
"bunny tidak akan meninggalkan ku kan". ucap wanita itu dan pria itu mengelengkan kepalanya
"walaupun istrimu yang lain juga hamil kamu masih akan tetap bersama ku". ucap wanita itu dan lagi lagi pria itu menanggukan kepalanya
"jadi bisakah bunny tinggal di rumah ku saja atau aku yang ikut bunny tinggal di rumah bunny". ucap wanita itu
"tidurlah aku akan selalu bersama mu". ucap pria itu dan mencium kening
Liona membekap mulutnya saat mendengar percakapan suaminya dengan orang yang wajahnya hampir mirip dengan dan air matanya tidak bisa di bendung lagi. Liona langsung berlari meninggalkan rumah sakit itu.
Kevin yang melihat Liona menagis dengan langkah pelan menuju pintu dan saat melihat pemandangan yang ada di depannya Kevin mengepalkan tangannya
"brengsek kau Abraham". umpat Kevin lalu meninggalkan rumah Sakit untuk mencari Liona
Liona menghentikan langkahnya dan menjatuhkan dirinya ke tanah
"hiks hiks kamu jahat Abraham, dasar pria jahat bahkan jahat mu lebih ayahku hiks". ucap Liona
"pertama kamu menikahiku karena mirip dengan Marcella dan sekarang kamu menikah dengan Marcella ". ucap Liona dan tertawa hambar
"ternyata kedatangan ke Singapura karena mendapat kabar bahwa Marcella masih hidup lalu kami menikah dengannya, ternyata selama dua bulan di Singapura kamu bersamanya ". sambung Liona
__ADS_1
"aku pikir aku bisa membuatmu jatuh cinta padaku ternyata aku salah kamu bahagia dengan Marcella hiks hiks". ucap Liona
"aaaaa Abraham brengsek, biadab hahahah hiks hiks". teriak Liona dan menertawakan dirinya yang begitu bodoh bahkan setelah mengetahui Abraham menikahinya karena apa tetap ingin bertahan dan berencana untuk membuat Abraham jatuh cinta padanya
Liona bangkit dan berjalan untuk menghentikan taxi, setelah mendapat taxi Liona masuk.
sedangkan Kevin sedang kebingungan mencari Liona di sekitar rumah sakit.
"maaf pak, apa bapak lihat wanita ini". ucap Kevin sambil memperlihatkan foto Liona yang dia simpang di ponselnya
"tadi berlari menuju taman pak". jawab orang itu
"terima kasih pak". ucap Kevin dan langsung berlari menuju taman
"Liona". teriak Kevin
"Liona". teriak Kevin lagi
bahkan Kevin mengabaikan orang orang yang menatapnya karena berteriak teriak. Kevin mengembuskan nafasnya saat tidak menemukan Liona ada di taman itu. Kevin memutuskan untuk bertanya pada salah satu pengunjung yang ada di sana dan orang itu mengatakan bahwa Liona pergi menaiki taxi
"Liona semoga kamu baik baik saja". ucap Kevin
di dalam ruang rawat Abraham mengusap rambut Marcella dan menatap wajah Marcella
"maafkan aku yang tidak bisa menjagamu honey, andai tau akan terjadi seperti ini aku tidak akan pulang ke Indonesia sampai kandungan mu kuat honey, tapi aku juga tidak bisa mengabaikan Liona karena dia sedang mengandung anakku jika dia tidak mengandung aku lebih memilih untuk tinggal lama di Singapura sampai kamu melahirkan". ucap Abraham dan mengecup punggung tangan Marcella
drt
drt
drt
"iya mom". jawab Abraham
"bagaimana keadaan Marcella, semalam dia mengeluh perut kram". ucap mommy
"Marcella keguguran mom". jawab Abraham dengan sendu
"benarkan apa yang mommy khawatir, mommy sudah bilang padamu untuk tinggal di Singapura sampai Marcella melahirkan ". ucap mommy
"aku tau ma aku salah tapi aku juga tidak bisa mengabaikan Liona , sudah dua bulan aku mengabaikan apalagi dia sedang hamil anakku ". ucap Abraham
__ADS_1
"kenapa kamu masih memikirkannya sudah jelas kamu sudah menikah dengan Marcella dan akan memiliki anak". ucap mommy
"maaf mom". jawab Abraham
"mommy tidak mau tau setelah anak Liona lahir kamu harus menceraikannya dan mommy tidak ingin punya menantu sepertinya, dan menantu mommy hanya Marcella dan cucu mommy juga hanya dari Marcella ". ucap mommy
"mom anak yang ada di kandung Liona juga cucu mommy ". ucap Abraham
"mommy tidak peduli dengan anak itu, mommy hanya mau cucu darimu bersama Marcell, terserah anak itu mau di rawat ibunya, yang penting setalah Marcella sudah baikan kamu harus fokus padanya ". ucap mommy
"besok mommy akan pulang ke Indonesia ". ucap mommy dan langsung mematikan ponselnya
Abraham meletakan ponselnya di atas nakas dan mengusap punggung tangan Marcella
"maafkan aku honey setelah ini aku akan fokus padamu tapi jangan minta aku untuk mengabaikan anak yang ada di kandungan Liona bagaimanapun dia anakku honey". ucap Abraham lalu mencium punggung tangan
Kevin yang mendengar ucapan Abraham dan mommy mengepalkan tangannya dan terlihat jelas raut kemarahan di wajah Kevin
"Abraham aku pastikan kamu akan menyesal karena sudah menyakiti Liona". ucap Kevin lalu meninggalkan ruangan itu
Liona mengusap air matanya saat taxi itu sudah berhenti di depan rumah ibunya. Liona langsung turun dan menghampiri ibunya yang sedang duduk di terasa. Lida menatap ke arah putrinya yang matanya terlihat sembab
"Liona ada apa kamu habis menangis". tanya Lida dan mengajak putrinya untuk duduk
"tidak ada apa apa Bu, Liona hanya merindukan mas Abraham". jawab Liona dengan bohong
"apa Abraham belum pulang dari Singapura". tanya Lida
"belum Bu , masih ada pekerjaan di sana". jawab Liona dengan bohong lagi
"Bu malam ini Liona tidur di sini ya, Liona juga rindu pepes patin buatan ibu". ucap Liona
"hmmm rupanya cucu nenek ingin makan pepes buatan nenek ya". ucap Lida sambil mengusap perut putrinya
"iya nek". jawab Liona yang menirukan suara anak kecil
"Bu Liona lelah ingin istirahat". ucap Liona
"ya sudah sana istirahat jangan sampai kelelahan". ucap Lida
Liona melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar tamu karena di rumah ini hanya ada dua kamar, kamar utama adalah kamar ibunya dan satu lagi kamar tamu, sesampainya di kamar Liona merebahkan dirinya dan air matanya menetes lagi
__ADS_1