
ting
tong
ting
tong
Abraham mengerjapkan matanya saat mendengar suara bel berbunyi. Abraham terseyum saat melihat Liona yang masih tertidur dengan pulas
ting
tong
ting
tong
"aish siapa pagi pagi menganggu seperti ini". monolog Abraham dan turun dari ranjang menuju pintu untuk membuka pintu.
setelah pintu terbuka Abraham menatap sahabatnya yang sudah berdiri dengan rapih di depan kamarnya.
"kenapa pagi pagi sudah ada di sini". ucap Abraham
"ingin memberikan selamat atas pernikahan mu dan juga aku ingin tau siapa istrimu soalnya wajahnya tidak terlihat". ucap Kevin yang kepala sedikit mengintip ke dalam
Abraham langsung keluar dan menutup pintunya lalu menatap Kevin dengan tajam
"bro aku itu ingin tau perempuan mana yang sudah berhasil meluluhkan hatimu sehingga membuat mu memutusakan untuk menikah dan dengan kejamnya kamu tidak mengundang ku". ucap Kevin
"aku sarankan sebaiknya kamu tidak perlu tau soal istriku". ucap Abraham
sedangkan di dalam kamar Liona membuka matanya dan terkejut saat menyadari bahwa dirinya tidur bukan di kamarnya namun sesaat kemudian dia baru menyadari bahwa dirinya sudah menikah. Liona menatap ke sekeliling tetapi tidak menemukan tuan Abraham.
"dimana tuan Abraham". ucap Liona
"mumpung tuan Abraham tidak ada aku mau mengambil tas dan ponselku untuk menghubungi ibu". ucap Liona
Liona turun dari ranjang dan berjalan menuju pintu saat dia membuka pintu Liona melihat Abraham dan juga dosennya sedangkan Kevin menatap Liona yang masih berdiri di ambang pintu.
"Liona apa yang kamu lakukan di sini". tanya kevin
"pak kevin a aku aku..."
"Abra Jangan bilang dia istrimu". ucap kevin dan menatap tajam ke arah sahabatnya sedangkan Abraham tidak ada niatan untuk menjawab pertanyaan Kevin.
__ADS_1
"kurang ajar". ucap kevin
bugh
Kevin tersulit emosi saat tau siapa yang menjadi istrinya sahabatnya itu. Kevin mecengkram kerah baju Abraham
"Abra apa maksudmu ha, kamu tau bahwa aku menyukai Liona dan selama ini aku menceritakan tentangnya padamu dan apa kamu menikahi gadis yang aku sukai". ucap kevin sedangkan Liona terkejut saat mendengar Perkataan dosennya itu
bugh
"sahabat macam apa kamu Abra". ucap kevin
saat Kevin akan menghajarnya Abraham langsung menahan pukulan kevin.
bugh
bugh
bugh
mereka saling pukul dan sehingga membuat Liona panik.
"berhenti ku mohon berhenti". teriak Liona dan berusaha melerai perkelahian mereka
"pak kevin tuan Abraham ku mohon berhenti". teriak Liona
"aku tidak menyangka pada mu Abra bahwa kamu tega melakukan ini dan pantas saja kamu tidak mengundang ku di acara pernikahan mu". ucap kevin dengan sinis
Kevin menatap Liona dan langsung menegang tangan Liona dan menariknya tetapi Abraham juga langsung menegang satu tangan Liona
"mau kamu bawa kemana istriku". ucap Abraham
"lepaskan tangan istriku Kevin sebelum aku membuat mu malu dengan tindakan mu". ancaman Abraham dan Kevin langsung melepaskan pegangannya
"akan berdo'a semoga kamu tidak akan pernah bahagia dalam pernikahan ini dan aku akan merebut kembali Liona darimu Abra". setelah mengatakan itu kevin meninggalkan Abraham dengan kemarahan
"tuan". ucap Liona
"jangan dengarkan dia, sebaiknya kamu mandi dan setelah itu kita sarapan, setelah sarapan baru kita menemui ibumu untuk menjelaskan semuanya". ucap Abraham
saat Liona ingin mengatakan soal kevin yang sering menceritakan tentang dirinya kepadanya tetapi Abraham sudah dulu masuk ke dalam kamar.
setelah selesai mandi mereka sarapan dengan diam, Liona masih memikirkan apa yang di ucapkan oleh Kevin tadi memang selama ini saat kevin menjadi dosen pembimbingnya Liona merasa Kevin begitu baik dan perhatian padanya tapi yang Liona fikir adalah Kevin melakukan itu karena dia anak bimbingannya. Abraham sejak tadi melihat ke arah Liona dan Abraham tau bahwa Liona sedang memikirkan perkataan Kevin tadi. Abraham sendiri tidak menyangka jika Kevin akan menemuinya padahal Abraham akan membawa Liona kembali ke Jakarta secepat mungkin agar tidak bertemu dengan Kevin.
"tuan". panggil Liona
__ADS_1
"hmmm". guman Abraham
"soal yang di ucapkan pak kevin tadi itu apa benar". tanya Liona dan Abraham meletakan sendoknya sebelum menjawab pertanyaan Liona
"ya kevin sering menceritakan gadis yang dia sukai ya dia pernah bilang nama Liona tapi aku tidak tau wajahnya". jawab Abraham dengan sedikit berbohong
"aku tidak tau jika Liona yang dia maksud adalah kamu". sambung Abraham
"apa kamu menyesal membantu ku dan menikah dengan ku setelah tau jika Kevin menyukaimu, apa kamu juga menyukainya". tanya Abraham sambil menatap Liona dan Liona mengelengkan kepalanya
"saya tidak pernah menyukainya, ya saya aku memang pak kevin sangat baik padaku tapi saya pikir itu adalah sikapnya pada semua anak bimbingannya". jawab Liona
"habiskan sarapan mu habis itu kita ke rumah mu untuk menjelaskan semuanya aku yakin ibumu khawatir kamu tidak pulang ke rumah". ucap Abraham dan Liona menanggukan kepalanya
kini Liona dan Abraham sedang menuju ke rumah Liona. saat sampai di rumah Liona melihat ibunya sedang duduk di teras. Liona segera turun dan menghampiri ibunya. Lida merasa heran saat putrinya pulang bersama pria yang membantunya itu dan Lida juga tidak melihat istrinya karena Liona mengatakan pada ibunya bahwa tuan Abraham akan menikah.
"Bu". Panggil Liona
"baru pulang pasti lembur ya". ucap Lida
"Bu masuk dulu yuk ada yang mau Liona bicarakan pada ibu". ajak Liona
mereka bertiga masuk ke dalam rumah, Liona menuju dapur untuk membuat minuman
"Liona bilang nak Abraham kemarin menikah ya". tanya Liona
"iya Bu". jawab Abraham
"lalu dimana istrimu". tanya Lida lagi
Liona yang sudah membuat minuman meletakan minuman itu untuk Abraham dan ibunya lalu Liona duduk di samping ibunya
"sebenarnya calon istri saya membatalkan pernikahan kami Bu". jawab Abraham
"dan kedatangan saya keisni ingin menjelaskan sesuatu pada ibu". ucap Abraham
"menjelaskan apa". tanya Lida
Abraham menjelaskan pada Lida bahwa saat calon membatalkan Abraham bingung harus melakukan apa dan saat itu dia melihat Liona lalu meminta tolong pada Liona hingga akhirnya mereka menikah dan Abraham juga meminta maaf telah menikahi putrinya tanpa meminta izin darinya. Lida yang mendengar itu tidak tau harus mengatakan apa
"Bu saya tau mungkin cara saya meminta tolong dengan menikahi Liona itu adalah salah tapi saya janji dan akan berusaha untuk membahagiakan Liona karena dalam hidup saya hanya ingin menikah sekali seumur hidup, jadi saya mohon restui pernikahan kami Bu". ucap Abraham dan Lida menatap putrinya
"Bu Liona minta maaf melakukan ini tanpa tanya terlebih dahulu pada ibu saat itu Liona bingung harus bagaimana sedang selama ini tuan Abraham sudah baik pada kita Bu". ucap Liona
"pernikahan kalian sudah terjadi jadi ibu hanya bisa memberikan restu pada kalian, ibu yakin jika nak Abraham bisa membahagiakan putri ibu tapi apa keluarga nak Abraham akan bisa menerima Liona apalagi latarbelakang kami seperti ini". tanya Lida
__ADS_1
"orang tuaku pasti bisa menerima Liona Bu, nanti setelah Liona Wisuda saya ingin mengajak Liona dan juga ibu untuk tinggal di Jakarta, nanti saat orang tua saya sudah mengenal Liona maka mereka akan menyayangi Liona apalagi Liona sudah menyelamatkan saya dari malu mungkin jika kemarin Liona tidak menolong saya maka saya dan keluarga saya akan menanggung malu". ucap Abraham