
Liona menyiapkan beberapa makanan untuk dia bawa ke kantor suaminya karena semalam suaminya mengatakan dia ingin makan Siang masakannya. saat sedang menyiapakan makan Gracia menghampiri Liona
"Abra tidak suka seledri". ucap Gracia saat melihat Liona akan menaburkan seledri ke masakan yang dia buat
"maaf mommy aku tidak tau". jawab Liona dan mengurungkan niatnya menaburkan seledri
"iya dan Abra sangat suka ayam kecap yang kental" beritahu Gracia
Liona mendengarkan apa yang ibu mertuanya itu bilang dan kebetulan hari ini Liona memasak ayam kecap.
setelah selesai Liona memasukan makanan yang dia buat itu danbLiona juga merasa senang saat ibu mertua tidak bersikap dingin lagi padanya setelah dia merubah penampilannya bahkan memberitahu apa yang di suka dan tidak di sukai oleh suaminya. Setelah makanan siap Liona berpamitan pada mertuanya untuk pergi karena sebentar lagi jam makan Siang tiba.
"mom aku berangkat dulu ya". ucap Liona
"iya hati hati". jawab Gracia dan menerima uluran tangan Liona
"mang Ujang bawa mobilnya pelan pelan saja". ucap Gracia
"siap nyonya besar". jawab mang Ujang
di dalam mobil Liona merasa deg deg an karena pertama kalinya datang ke kantor suaminya, berulang kali Liona melihat penampilannya agar tidak membuat malu suamimu.
Saat sampai di kantor Liona melihat gedung yang besar dan tinggi , Liona semakin gugup.
"nyonya sudah sampai, apa nyonya perlu di antar untuk ke dalam". tanya mang Ujang
"tidak perlu mang dan terima kasih sudah mengantar saya". jawab Liona dan segera turun dari mobil dan masuk ke dalam kantor.
"permisi mba". ucap Liona pada resepsionis
"nona Marcela". ucap resepsionis dan Liona merasa bingung saat resepsionis memanggilnya dengan Marcela
"nona pasti ini bertemu dengan tuan Abraham kan ya".
"iya" jawab Liona
"sudah lama saya tidak melihat nona datang kemari, kemana saja nona Marcela selama ini ". ucap resepsionis
"mba saya bukan..."
"honey". panggil Abraham dan menghampiri Liona dan Abraham membawa Liona menjauh dari resepsionis bahkan Abraham menatap resepsionis itu dengan tajam
"aku senang kamu datang kemari honey". ucap Abraham dalam lift
"bunny kenapa mba tadi memanggil ku Marcela". tanya Liona
"mungkin dia salah orang honey". ucap Abraham
"tapi.."
__ADS_1
"sudah honey jangan di pikirkan ucapan resepsionis itu banyak orang yang menemuiku mungkin dia salah orang saja". ucap Abraham dan Liona hanya menanggukan kepalanya
"aku harus memberikan pelajaran pada resepsionis". monolog Abraham dalam hati
Abraham membawa Liona ke ruangannya dan sesampainya di ruangan Abraham langsung merbahkan kepalanya di pangkuan Liona.
"bunny duduk aku mau menyiapkan makan siang dulu". ucap Liona
"nanti saja honey aku masih ingin seperti ini rasanya nyaman". ucap Abraham dan mencari posisi yang nyaman karena sudah lama dia tidak melakukan hal ini, Liona mengusap Ramba suaminya itu
Liona baru tau jika suaminya memiliki sifat manja. Liona memandangi wajah Abraham yang sedang menutup matanya. Abraham membawa tangan Liona ke depan bibirnya lalu menciumnya.
"sangat nyaman honey". ucap Abraham
"kamu masak apa honey". tanya Abraham pada istrinya itu
"aku masak ayam kecap kesukaan mu tadi mommy memberitahu apa yang kamu suka dan tidak suka". jawab Liona
"bagaimana sekarang sikap mommy pada mu honey". tanya Abraham dan memposisikan diri duduk
"mulai sedikit hangat, ternyata dengan cara merubah penampilan membuat mommy sedikit demi sedikit menerima ku". jawab Liona
"benarkan apa yang aku bilang honey jadi pertahankan penampilan mu yang seperti ini". ucap Abraham sambil mengusap pipi Liona
"tapi aku merasa tidak nyaman honey di dressnya terlalu pendek dan lengannya juga seperti ini". ucap Liona
"nanti lama lama pasti akan nyaman sekarang kamu belum terbiasa menggunakan dress seperti ini". ucap Abraham lalu mengecup pipi Liona
"aaa". teriak Liona saat Abraham mendudukkan dirinya di pangkuannya
"siapkan makanan ku". ucap Abraham
"bunny biarkan aku turun". ucap Liona yang meras tidak nyaman apalagi di bawah ada sesuatu yang mengganjal
"honey diamlah jangan bergerak atau kamu akan membangunkan megalodon yang ada di bawah sana". bisik Abraham
Liona menelan salivanya apalagi dia pernah melihat ukuran milik suaminya walaupun tidak sengaja dan akhirnya Liona memilih diam karena dia belum siap jika harus melakukan hubungan suami istri.
"Sekarang siapkan makanan ku dan suapi aku dalam posisi seperti ini". ucap Abraham
Liona menyiapkan makanan dan menyuapi suaminya, jantung Liona berdetak saat tangan Abraham mengusap paha mulusnya di tambah tatapan Abraham yang begitu intens.
"aku suka dengan warna pipimu". goda Abraham
"bunny turunkan aku". ucap Liona dengan gelisah
"tidak mau karena dengan seperti ini aku bisa melihat wajah mu dengan dekat". jawab Abraham sambil mengusap punggung Liona
setelah selesai makan Abraham langsung mengedong Liona dan membawanya ke dekat jendela kaca.
__ADS_1
"pemandangan indah bunny". ucap Liona sambil menatap keluar jendela
"jika malam hari akan jauh lebih indah". ucap Abraham dan melingkarkan tangannya di pinggang Liona
tok
tok
tok
"masuk". ucap Abraham
"maaf tuan sebentar lagi akan ada meeting". ucap Viki asisten Abraham
Viki diam mematung saat melihat Liona
"kenapa masih di sini , Keluar". perintah Abraham saat mengetahui Viki menatap Liona dengan intens
"maaf tuan, saya izin Keluar". ucap Viki dan keluar dari ruangan Abraham
"honey aku tinggal meeting ya dan jangan kemana mana jadi tetaplah di ruangan ku, aku takut kamu tersesat di kantor ku apalagi ini sangat luas". ucap Abraham lalu mengecup bibir Liona
"iya aku akan menunggu di sini bunny". jawab Liona
setelah sampai di luar Abraham langsung mengahampiri Viki
"jangan campuri urusan ku jadi diamlah jika kamu masih mau bekerja di sini". ucap Abraham
"iya tuan". jawab Viki
Abraham dan Viki menuju ke tempat meeting. saat meeting di mulai Abraham mengeluarkan ponselnya dan membuka cctv yang ada di ruangan, senyum Abraham mengembang saat melihat Liona yang sedang duduk di kursinya.
Liona yang berada di ruangan Abraham merasa bosan dan memilih duduk di kursi milik suaminya bahkan Liona memutar mutar kursi tersebut.
"ternyata bosan juga". ucap Liona dan menelungkup wajahnya di meja
saat itu juga Liona melihat selembar foto yang tertutup di antara tumpukan berkas, Liona secara perlahan menarik foto itu.
"honey". teriakan Abraham membuat Liona terkejut dan langsung berdiri
"maaf membuat mu terkejut aku hanya merindukan mu". ucap Abraham dan langsung memeluk Liona, Abraham mengambil foto itu dan memasukan ke dalam sakunya.
"baru sebentar sudah kangen saja, memang meetingnya sudah selesai". tanya Liona
"belum, aku mau mengambil berkas". jawab Abraham dan mengambil map secara acak
"aku kembali meeting dulu, kalau honey lelah sebaiknya istirahat di ruangan itu". ucap Abraham dan Liona menanggukan kepalanya
setelah kepergian suaminya Liona menatap ke arah foto tadi tetapi foto tersebut sudah tidak ada
__ADS_1
"perasaan tadi ada foto deh, apa aku salah liat". ucap Liona