
setelah apa yang dia lihat Liona mengemasi pakaian satu persatu ke dalam tasnya lalu menghapus air matanya. Liona berjalan keluar dari kamar tamu.
"mau ke mana kamu". ucap Abraham saat melihat Liona membawa tas bahkan Abraham menghampirinya dengan rambut basah
saat Abraham sudah berada di depannya Liona dapat melihat tanda kepemilikan di leher Abraham padahal dulu dia di larang untuk membuat tanda itu, di dalam hatinya tertawa miris saat menyadari betapa istimewanya Marcella di hati Abraham
"mau kemana dengan membawa tas seperti ini". tanya Abraham
"aku mau ke rumah ibu". jawab jawab Liona
"aku tidak mengizinkan". ucap Abraham
"kenapa, kamu ingin membuat aku terluka dengan melihat kemesraan mu bersama istri kedua mu itu ha bahkan kalian berhubungan tanpa menutup pintu , apa kalian ingin menunjukkan betapa bahagianya kalian". bentak Liona
"aku ingin setelah anak ini lahir kita cerai dan aku bisa merawat anak ku sendiri". ucap Liona
"tidak bisa, aku juga berhak atas anak itu". ucap Abraham
"kamu tidak perlu repot-repot dengan anak ini , kamu bisa menjaga anakmu bersama istri kedua mu, dan aku tidak yakin jika istri kedua mu akan merawat anak ku dengan baik". ucap Liona
"jangan menyalahkan Marcella Liona, aku yakin dia juga akan merawat anakmu dengan baik , aku mengenalnya sudah lama dan bahkan dia rela menjadi istri kedua dan tidak memintaku untuk menceraikan mu". ucap Abraham
"tidak ada wanita baik yang mau menjadi istri kedua dan menikah dengan pria yang sudah beristri, camkan itu Abraham ". bentak Liona
"mau tidak mau , aku akan mengajukan perceraian dan hak asuh anak kita". ucap Liona
pyar
Abraham dan Liona menatap ke arah pintu saat mendarat sebuah pecehan. Liona membulatkan matanya saat melihat ibunya. Lida melangkah kakinya mendekati Abraham dan Liona
"katakan pada ibu jika yang ibu dengar salah ". ucap Lida
"Abraham kamu tidak menikah lagi kan dan tidak menduakan Putri ibu". tanya Lida
"putraku memang menikah lagi dan menantu Kedua ku jauh lebih baik daripada putrimu". ucap mommy Abraham
Lida memegangi dadanya yang terasa sakit saat mengetahui rumah tangga putrinya. Lida syok bahwa pernikahan putrinya sama seperti pernikahannya dulu. dulu suaminya menikah lagi dengan sahabat
bruk
"ibu ". teriak Liona
"Bu bangun". ucap Liona dan menepuk nepuk pipi ibu
"Bu jangan buat Liona khawatir". sambung Liona
Abraham langsung mengangkat ibu mertuanya, Liona mengikuti langkah Abraham. dia dalam mobil Liona semakin cemas saat tubuh ibunya semakin dingin
"Bu ku mohon bangun, jangan buat Liona takut". ucap Liona dan menggosok telapak tangan ibunya untuk memberikan kehangatan karena semakin dingin
__ADS_1
sesampainya di rumah sakit Liona langsung memanggil perawat. Liona menunggu harap harap cemas di depan ruangan.
ceklek
"dok bagaimana keadaan ibu saya". tanya Liona
"maaf, saat pasien di bawa kemari sudah dalam keadaan tidak bernyawa". ucap dokter
apa yang di sampaikan oleh dokter membuat Liona diam mematung. Abraham segera melakukan tubuh Liona yang akan jatuh
"ibu". teriak Liona dengan histeris
"ini semua salah mu". bentak Liona dan mendorong Abraham
"aku tidak akan membiarkan hidup bahagia, aku bersumpah dan aku berdo'a bahwa kamu dan istri kedua serta mommy tidak akan pernah hidup bahagia, aku juga berdo'a istrimu ke dua tidak akan bisa hamil ". ucap Liona
plak
Liona memegang pipi yang terasa panas, Liona menatap tajam ke arah Marcella yang menampar dirinya. Marcella yang mengetahui Abraham pergi bersama Liona langsung menyusul
"berani sekali kamu mengatakan itu ". ucap Marcella
"bunny lihat apa yang dia katakan padahal aku tidak punya salah apapun dengannya hiks". ucap Marcella dan memeluk Abraham
"drama dan tidak menyadari apa kesalahannya ". ucap Liona lalu masuk ke dalam ruangan
Liona menatap sendu ibunya yang terbaring dengan wajah yang begitu pucat
setelah selesai pemakaman Liona lebih memilih pulang ke rumah ibunya. di dalam kamar ibunya Liona hanya diam saja dengan tatapan kosong. Liona menghembuskan nafasnya dengan kasar
ting
tong
Liona yang mendengar suara bel langsung turun dan membuka pintunya
"pak kevin ". Ucap Liona
"boleh saya masuk ". ucap Kevin
Liona mempersilahkan Kevin untuk masuk ke dalam rumah
"saya turut berdukacita atas apa yang terjadi pada ibumu Liona tapi saya harap kamu jangan terus bersedih seperti ini ". ucap Kevin
"terima kasih pak". ucap Liona
"sudah makan". tanya Kevin dan Liona mengelengkan kepalanya
"makan dulu ya". ucap Kevin dan lagi lagi Liona mengelengkan kepalanya
__ADS_1
"kasihan dia jika kamu tidak mau makan, makan dulu ya tadi saya melihat penjual ikan bakar dan ini saya belikan untukmu, tunggu di sini saya siapkan dulu ". ucap kevin dan menuju dapur tanpa persetujuan Liona
"ini di makan". ucap Kevin meletakkan piring di depan Liona
"setidaknya pikirkan dia yang sedang tumbuh di dalam rahim mu". ucap Kevin
Liona memejamkan matanya lalu mengambil piring itu lalu memakannya dengan diam. Kevin terseyum saat melihat Liona mau memakannya
"pak kevin punya lowongan pekerjaan". tanya Liona
"kenapa, kamu mau bekerja". tanya Kevin dan Liona menganggukkan kepalanya
Liona ingin mencari pekerjaan dan mengumpulkan yang karena dia tidak mau bergantung kepada Abraham dan ketika nanti dia melahirkan lalu bercerai setidaknya dia sudah memiliki tabungan untuk membesarkan anaknya
"kebetulan say butuh seketaris, bagaimana jika kamu jadi seketaris saya". Ucap Kevin
"tapi saya tidak punya pengalaman dalam hal ini pak". Ucap Liona
"nanti saya ajarkan, bagaimana". tanya kevin
"saya mau pak, kapan saya bisa mulai bekerja". tanya Liona
"besok bisa datang ke kantor saya". ucap kevin dan Liona menanggukan kepalanya
sedangkan di rumah Abraham sangat gelisah. Abraham mengambil kunci mobilnya
"bunny mau kemana". tanya Marcella
"aku mau menemui Liona honey". jawab Abraham
"arghh". erang Marcella
"bunny kenapa". tanya Abraham
"perutku sakit, apa ini efek dari keguguran". ucap Marcella sambil meringis
Abraham membawa Marcella ke ranjang dan membaringkan Marcella
"sudah aku bilang jangan berhubungan dulu, aku panggilan dokter ya". ucap Abraham
"tidak perlu ,usap saja perutku bunny". ucap Marcella
Abraham memasukkan tangan ke balik baju Marcella lalu mengusap perut istrinya
"apa sudah mendingan ". tanya Abraham
"masih sedikit sakit ". ucap Marcella
"temani aku tidur, mungkin rasa sakitnya akan hilang ketika di bawa tidur ". ucap Marcell
__ADS_1
Abraham membaringkan tubuhnya di samping Marcella. Marcella melingkarkan tangannya di perut suaminya
"usap terus sampai aku tidur bunny". minta Marcella lalu memejamkan matanya