
Abraham mengambil amplop itu lalu membukanya memutar videonya yang ada di sana, walaupun video itu sudah lama masih bisa di lihat dengan jelas. saat itu juga Abraham memejamkan matanya.
"mom". panggil Abraham
"kenapa mommy melakukan ini, aku kira mommy adalah ibu yang baik yang mommy adalah ibu yang baik tapi tidak menjadi istri yang baik". ucap Abraham penuh dengan rasa kecewa
"abra mommy bisa jelaskan". Ucap Gracia
"mommy mau menjelaskan apa, ini sudah jelas mom, kenapa mommy tega melakukan itu, kenapa mommy membunuh ayah". teriak Abraham
"mommy tau mommy salah tapi itu tidak sengaja Abra, mommy tidak berencana untuk membunuh ayahmu". ucap Gracia
"mommy adalah wanita yang buruk, bukan hanya membunuh tapi mommy juga menghianati suami mommy bahkan paling yang buruk adalah mommy memfitnah orang lain agar mommy aman, Abra kecewa". ucap Abraham
brak
Abraham membanting pintunya kamarnya lalu meninggalkan rumah. fakta yang dia dapat hari semakin membuatnya hancur, sudah kehilangan perusahaan ditipu oleh istrinya yang ternyata menikah dengannya untuk membalas dendam dan fakta tentang mommy.
Abraham duduk di pinggir danau dan meratapi nasibnya
"kenapa jadinya seperti ini, apa ini balasan yang aku dapat karena perbuatan pada Liona". ucap Abraham sambil memandang lurus ke arah danau
"kenapa aku begitu bodoh, ternyata orang yang aku cintai ternyata hanya balas dendam sedangkan aku menyiakan orang yang begitu baik". sambung Abraham
sedangkan Liona yang masih berada di kantor mengetuk pintu ruangan Kevin. setelah di persilahkan masuk Kevin baru masuk.
"maaf pak, Zaky harus minum Asi karena ini sudah waktunya ". ucap Liona
Kevin berjalan menghampiri Liona dan memberikan Zaky pada ibunya pada saat itu pintu terbuka dan memperlihatkan seorang gadis yang sedang tersenyum. gadis itu langsung masuk dan memeluk Kevin
"aku merindukanmu ". ucap gadis
Liona yang melihat itu merasakan perasaan yang sesak apalagi saat melihat Kevin membalas pelukan gadis itu serta mencium puncak kepala
"aku sungguh merindukanmu Karena sangat lama kita tidak bertemu ". ucap gadis dan mengalungkan tangannya di leher Kevin
secara perlahan Liona keluar dari ruangan itu dan Kevin menatap kepergian Liona.
sedangkan Liona yang ada di luar ruangan langsung melangkahkan kakinya meninggalkan ruangan Kevin
"hmmm jadi dia yang kamu sukai ". tanya gadis
"kenapa datang main peluk". ucap Kevin
"karena aku merindukanmu ". ucap gadis itu dengan manja dan bergelayut manja di lengan Kevin
__ADS_1
"karena mu dia pergi kan". ucap Kevin
"ishhh Kenapa menyalahkan ku, itu salahmu karena kamu tidak segera mengatakan perasaan mu padanya ". ucap gadis itu
"bagaimana aku mau mengatasi Kiara, dia begitu cuek pada ku". ucap Kevin sambil mendengarkan kepalanya di sofa
"tapi aku lihat dia sepertinya juga mencintaimu". ucap Kiara lalu duduk di samping kevin
"entahlah jika aku mendekat dia seakan menjauh". jawab Kevin
"aku punya ide agar dia cemburu dan mengatakan bahwa dia menyukaiku, tapi apa sebelumnya dia sudah tau kamu menyukainya". tanya Kiara
"iya dia sudah tau". jawab Abraham
kiara membisikkan sesuatu pada kevin
"kamu yakin itu akan berhasil". tanya Kevin
"pasti, seratus persen akan berhasil". jawab Kiara
"tapi beneran kan bagaimana kalau di malah menjauh aku tidak ingin kehilangan dia lagi". ucap Kevin
"sudah deh percaya sama aku, tapi kalau kamu tidak mau ya sudah". ucap Kiara lalu berdiri dan duduk di kursi kerja Kevin
"jangan kamu acak acak itu mejaku, setiap kali datang selalu membuat kekacauan". ucap Kevin
"Tante dan om tau kamu terbang ke Indonesia". tanya Kevin
"ayah dan mama tidak tau aku kabur, kamu tau sendiri orang tuaku itu over protektif padaku". ucap Kiara
"mereka melakukan itu karena mereka tidak mau kehilangan putri lagi". ucap Kevin
"iya sih semenjak kejadian Tiara itu ayah sama mama selalu melarang ini itu". jawab Kiara
drt
drt
drt
Kevin melihat ponselnya dan tertera nama orang tua Kiara yang menelpon. lalu Kevin mengangkat panggilan telepon tersebut dan memberitahu bahwa kiara ada bersamanya. Kevin menarik nafasnya saat mengetahui bahwa kiara mematikan ponselnya. kiara adalah adik sepupu Kevin dan Kiara adalah anak dari adik ayahnya.
"Kevin lapar". ucap Kiara dengan manja
"makan di kantin kantor saja ya". tanya Kevin dan Kiara menanggukan kepalanya
__ADS_1
Kevin merangkul pinggang Kiara dan mereka berdua berbincang sambil menuju kantin kantor sedangkan Liona yang melihat mereka dari ruangan merasa sesak
"ayolah Liona ada apa dengan mu, gadis itu jauh lebih cocok dengan pak kevin dibandingkan dengan dirimu apalah sudah memiliki anak". ucap Liona sambil menepuk nepuk Zaky
"Liona fokus saja pada Zaky". ucap Liona
Liona turun ke dapur kantor untuk meminta air hangat sesampainya di bawah Liona mendengarkan karyawan yang membicarakan Kevin dengan seorang gadis
"hey tau tidak, tadi aku habis dari kantin dan aku melihat pak kevin bersama seorang gadis ". ucapnya
"sungguh ".
"iya dan gadis itu cantik jauh lebih cocok bersama pak Kevin di bandingkan dengan Seketaris itu yang janda".
"iya sih aku itu tidak suka dengan seketarisnya itu apalagi pak kevin memperlakukan istri sekali ".
"tapi aku rasa mulai hari ini pak kevin akan lebih fokus pada gadis itu karena tadi aku lihat mereka sangat mesra sekali ".
Liona segara mengambil air panas dan segera kembali ke ruangannya
"kasihan sekali ternyata pak Kevin sudah punya calon". ucap Indira yang memang tidak menyukai Liona sejak awal
"jadi yang di perhatikan lagi, tadi aku lihat mereka sangat mesra ". sambung Indira
"memang kenapa, aku disini bekerja bukan untuk merayu pak kevin ". ucap Liona lalu meninggalkan Indira
"idih sok suci padahal memang berniat merayu pak Kevin mengunakan anaknya ". ucap Indira
Sedangkan di kantin Kiara makan dengan lahap
"aku dengar kuliah mu sudah selesai ". tanya Kevin
"iya dan kamu jahat tidak datang ". jawab Kiara sambil mengkrucutkan bibirnya
Kevin yang gemar dengan adik sepupunya itu langsung menarik pipinya
"ish jangan tarik tarik nanti jadi melar". ucap Kiara dan menepis tangan Kevin
perlakuan Kevin menjadi pusat perhatian para karyawan termasuk Liona yang sedang mengedong Zaky. Liona melangkah mundur dan tidak jadi ke kantin
"maaf waktu itu aku sedang sibuk mengurusi kantor dan aku tau mama ku sedang menunggu papa yang berobat di Luar negeri". ucap Kevin
"sekarang bagaimana keadaan om". tanya Kiara
"sudah jauh lebih baik". jawab Kevin
__ADS_1
"aku pikir kamu akan fokus terus menjadi dosen dan tidak mau menjadi CEO". ucap Kiara lalu memakan es krimnya