Istri Pengganti Untuk Tuan Muda Zico

Istri Pengganti Untuk Tuan Muda Zico
Bab 12


__ADS_3

Setelah selesai di periksa, sipir pun membawa Nirmala kembali ke sel tahanan.


"Petugas, bisa kah saya minta tolong." Ucap Nirmala sambil dirinya dan sipir wanita berjalan menuju sel tahanan.


"Minta tolong apa?"


"Saya ingin menuliskan surat untuk Tuan Muda Zico, bisakah Anda membantu saya mengirimkan surat itu pada Tuan Muda? Saya mohon petugas, setidaknya Tuan Muda harus tahu kalau saya mengandung." Ucap Nirmala memohon.


Sipir wanita itu terenyuh melihat sorot mata Nirmala yang memelas. Dia juga wanita dan bisa mengerti apa yang Nirmala rasakan terlepas Nirmala salah atau tidak anak yang di kandung Nirmala jelas tidak bersalah dan si penanam benih harus mengetahui kalau benih yang di tanam di rahim Nirmala telah berkembang dari zigot menjadi embrio.


"Baiklah, ikut saya." Ucap sipir wanita itu lalu berjalan lebih dulu membawa Nirmala ke kantor-nya.


Sesampainya di kantor, sipir wanita itu memberikan kertas dan pena pada Nirmala.


"Tulislah pesan mu, nanti sepulang kerja saya akan mengirimnya ke ZG Mansion." Ucap sipir wanita itu.


"Terimakasih." Balas Nirmala.


Nirmala pun menuliskan pesan untuk Zico yang memberitahu perihal kehamilannya.


Setelah selesai menuliskan pesan di secarik kertas, Nirmala pun memberikan kertas itu pada sipir penjara setelah itu barulah Nirmala kembali ke sel tahanan.


• • • • •


ZG Mansion.


Penjaga pintu gerbang berjalan memasuki mansion dengan amplop yang ada ditangannya yang baru saja diantar sipir penjara yang menyamar sebagai kuris. Karena kurir mengatakan kalau surat itu untuk Tuan Muda Zico, penjaga pintu gerbang itu pun memberikan surat itu pada Bibi Below karena saat ini Tuan Muda Zico dan keempat bodyguardnya sedang tidak berada di mansion melainkan sedang ada di negara J untuk melakukan terapi karena merasa mental-nya sedang tidak baik-baik saja.


Saat penjaga pintu gerbang memberi surat itu, Viola yang hendak keluar Mansion tak sengaja melihat-nya.


"Surat apa itu?" Tanya Viola sambil berjalan mendekati petugas gerbang dan Bibi Below.


Bibi Below dan penjaga pintu gerbang itu saling pandang sesaat.


"Ini-"


"Sini saya lihat!" Belum selesai Bibi Below menjawab, Viola sudah menarik amplop itu lalu membuka isi amplop dan mengeluarkan secarik kertas yang ada di dalamnya.


Untuk Tuan Muda Zico


Dari Nirmala.


Begitulah tulisan di kepala surat.


"Siapa yang mengantarkan surat ini?" Tanya Viola dengan nada meninggi.


"Kurir Nyonya." Jawab penjaga pintu gerbang.


"Sudah sana kembali berjaga di pintu gerbang!" Perintah Viola.


Penjaga pintu gerbang pun keluar dari dalam mansion begitu pun dengan Viola yang berjalan menuju ruang kerja Zico dengan membawa surat itu.


Bibi Below menghela nafasnya kasar.


"Pasti itu surat penting, makanya raut wajah Nyonya Viola langsung berubah drastis. Aku harus cari tahu surat dari siapa itu." Gumam Bibi Below dalam hati.


Bibi Below pun mencari alasan agar dirinya bisa masuk ke ruang kerja Zico dan membuat Viola memakai pena yang Emerld berikan padanya.


Karena sudah dua minggu berjalan, Bibi Below belum berhasil membuat Viola memegang pena itu karena semenjak Zico pergi ke negara J, Viola jarang sekali ada dirumah.


Zico sama sekali tidak memberikan bodyguard untuk Viola, entah karena Zico lupa atau karena Zico sudah tidak memiliki rasa kepedulian pada Viola. Tapi yang jelas sikap Zico pada Viola berubah drastis tidak seperti saat mereka berpacaran dulu.


Di tambah lagi tidak adanya Paman Dru, membuat Viola seperti diatas awan.


"Aha.. aku ada ide." Ucap Bibi Below saat menemukan ide.


Bibi Below pun berlari ke dapur lalu membuat nota fiktif tentang pengeluaran dapur. Lalu membawa nota fiktif itu ke ruang kerja Zico dan meminta Viola menandatangani nota itu dan pastinya dengan menggunakan pena yang diberikan Emerald.


Ruang kerja Zico.


Sesampainya di ruang kerja Zico, Viola pun kembali membuka surat itu dan membaca keseluruhan isi surat itu.


Mata Viola membulat lebar saat mengetahui kalau Nirmala sekarang tengah hamil anak Zico.


"Brengsek!! Bagaimana ini?! Bisa rusak semua rencana ku dan Sam kalau sampai Zico tahu kalau perempuan itu hamil anak-nya!!" Umpat Viola.


"Aku sih bisa saja mencuci otak Zico dengan mengatakan kalau itu bisa saja bukan anak Zico, tapi bagaimana kalau Zico minta di lakukan test DNA, jelas saja aku tidak bisa lagi memutar keadaan!" Gerutunya lagi.


Saat sedang menggerutu tiba-tiba pintu ruang kerja Zico terketuk.


Tok.. tok.. tok.

__ADS_1


Bibi Below mengetuk pintu ruang kerja Zico.


"Masuk." Jawab Viola.


Ceklek.


Bibi Below pun membuka pintu dan terlihatlah Viola yang sedang duduk di kursi kebesaran Zico.


"Ada apa?" Tanya Viola ketus. Kemarahan terpancar jelas dari wajah Viola.


"Maaf Nyonya, ini ada nota yang harus Anda tanda tangani." Ucap Bibi Below sambil meletakkan nota itu ke atas meja lalu menyodorkannya ke hadapan Viola.


Viola membaca isi nota itu.


Dan saat Viola sedang fokus ke nota, perlahan tapi pasti Bibi Below memasukkan pena ajaib yang sudah ia putar sedikit kepala pena yang ada logo DB itu ke kotak pena yang ada di meja kerja Zico.


"Apa urusan seperti ini juga harus aku yang urus?!" Omel Viola saat tahu kalau isi nota itu hanyalah tentang pengeluaran dapur.


"Maaf Nyonya, sebenarnya ini urusan Tuan Dru, tapi karena beliau sudah tidak bekerja lagi dan belum ada yang menggantikannya, makanya saya memberikannya pada Anda Nyonya." Jawab Bibi Below.


"Anda cukup membubuhi tanda tangan Anda saja Nyonya." Kata Bibi Below lagi.


Viola menghela nafasnya kasar.


"Kenapa mansion ini begitu ribet! Urusan dapur saja harus memiliki perincian!!" Dumel Viola pelan namun masih bisa di dengar oleh Bibi Below.


Viola pun menengadahkan tangannya sebagai kode kalau dirinya meminta Bibi Below untuk memberikannya pena. Padahal kotak pena ada tak jauh dari tangan Viola yang sedang menengadah saat ini.


Bibi Below pun mengambil pena ajaib yang sudah ia masukkan tadi ke kotak pena lalu memberikan pena itu pada Viola.


Saat Viola mulai memegang pena itu, saat itu jugalah Bibi Below mulai berhitung dan berharap Viola memegang pena itu sampai hitungan ke tiga puluh.


Berhasil.


Lebih dari tiga puluh detik Viola memegang pena itu.


"Ini." Viola menggeser nota itu ke hadapan Bibi Below lalu memberikan pena ajaib itu pada Bibi Below.


Bibi Below mengambil pena ajaib itu dari tangan Viola lalu memasukkan kembali ke kotak pena, manatau saja pena yang saat ini dalam mode merekam bisa merekam kata-kata Viola setelah Bibi Below keluar dari dalam ruang kerja Zico.


"Saya permisi dulu Nyonya." Pamit Bibi Below dan hanya di balas dengan anggukkan oleh Viola.


Setelah Bibi Below keluar, Viola pun berdiri dari tempat duduknya dan cepat-cepat berjalan menuju pintu lalu mengunci pintu ruang kerja Zico.


Tuut.. tuut.. tuut.


Tak perlu menunggu nada sambung habis, Sam sudah menjawab panggilan Viola.


"Halo Sayang." Jawab Sam di seberang telepon.


"Gawat Sam, gawat!!"


"Gawat kenapa? Bicara yang jelas."


"Perempuan yang mirip dengan ku itu sekarang sedang hamil!!" Ucap Viola.


"Lalu gawat apanya?!""


"Ya gawatlah Sam, bagaimana kalau sampai Zico tau kalau perempuan itu sedang hamil lalu Zico mengeluarkan perempuan itu dari penjara? Bisa-bisa posisi ku tersingkirkan!"


"Itu masalah kecil Sayang. Kau kan punya uang banyak sekarang, kau tinggal suap saja oknum polisi untuk mengeluarkan perempuan itu lalu asingkan dia ketempat yang sangat jauh. Nanti kalau suami bodoh mu itu kembali kau bilang saja ada seorang pria yang mengeluarkan perempuan itu dari dalam penjara. Pokoknya kau cuci lah otak suami bodoh mu itu agar semakin membenci perempuan itu." Balas Sam.


"Ide mu bagus juga Sam, tapi siapa yang akan menemui oknum itu dan memberikan suap padanya? Tidak mungkin aku yang turun langsung kesana."


"Tenang saja, nanti aku cari orang yang cocok untuk menjadi kambing hitam." Jawab Sam.


"Jangan lama-lama Sam, kita harus bergerak cepat, karena kemungkinan satu minggu lagi Zico pulang dari negara J." Balas Viola.


"Oke Baby. Tapi ngomong-ngomong kau tidak jadi kesini?"


"Maaf Sayang, kabar kehamilan perempuan itu benar-benar membuat aku shock jadi lebih baik kau selesaikan dulu masalah ini agar aku bisa tenang." Jawab Viola.


"Baiklah Sayang. Tunggu saja kabar dari ku." Balas Sam.


Panggilan pun berakhir.


Dan semua kata-kata Viola terekam di pena ajaib.


• • • • •


Negara J

__ADS_1


Pukul 01.00 dini hari.


Zico terlihat gelisah dalam tidurnya. Saat ini dia sedang bermimpi buruk tentang Nirmala.


"Nirmala..." Teriak Zico sambil membuka matanya.


Bodyguard Pu dan bodyguard Hi yang berjaga di depan ruang tidur Zico di kamar suite room hotel pun langsung masuk ke dalam ruang tidur Zico saat mendengar suara teriakan Zico.


"Anda tidak kenapa-kenapa Tuan Muda?" Tanya bodyguard Pu.


Zico hanya menganggukkan kepalanya.


"Minum dulu Tuan Muda." Ucap bodyguard Hi sambil memberikan segelas air minum untuk Zico.


Dengan dibantu bodyguard Pu, Zico pun mendudukkan dirinya lalu mengambil gelas yang dipegang bodyguard Hi.


Setelah menenggak air minum itu sampai tandas, Zico pun memberikan gelas itu pada bodyguard Hi.


"Apa Tuan Muda sudah merasa lebih baik sekarang?" Tanya bodyguard Hi.


Zico menganggukkan kepalanya.


Ia enggan menceritakan apa yang baru saja ia mimpikan dan apa yang ia rasakan sekarang pada kedua bodyguardnya. Biarlah dia menceritakannya pada psikiaternya besok karena besok adalah jadwal Zico terapi healing.


"Kalian bisa keluar dan melanjutkan istirahat kalian." Ucap Zico.


"Kalau begitu kami permisi dulu Tuan Muda." Pamit kedua bodyguard itu lalu keluar dari dalam ruang tidur Zico.


"Kenapa aku terus memimpikan Nirmala? Dan kenapa dada ku sakit sekali setiap aku memimpikannya? Apa aku terlalu membenci Nirmala makanya sampai terbawa mimpi?! Bahkan aku selalu memimpikan hal buruk tentang Nirmala?!" Lirih Zico seraya menatap langit-langit ruang tidur.


Tak lama Zico mengambil ponselnya lalu membuka galeri ponselnya kemudian membuka album foto-nya dengan Nirmala, tanpa Zico sadari, Zico tersenyum tipis saat memandang foto istri pengganti-nya itu.


Keesokan harinya.


Masih di negara J.


Waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh pagi. Dan sekarang Zico sedang berada di klinik terapi milik dokter Frans, psikiater terbaik yang di rekomendasikan beberapa dokter yang pernah Zico tanya pendapatnya.


Dokter-dokter yang niatnya ingin Zico seleksi untuk menjadi dokter pribadinya menggantikan dokter Sonny. Tapi entah kenapa tidak ada satupun dokter yang srek dengan hati-nya.


"Selamat pagi Tuan Muda Zico. Silahkan duduk." Sapa dokter Frans Caramelo


"Selamat pagi dok." Balas Zico.


"Pasti semalam tidur Anda tidak nyenyak kan?"


"Darimana dokter bisa tahu? Apa kelihatan sekali?"


Dokter Frans menganggukkan kepalanya.


"Katakan, apa yang membuat Anda gelisah." Ucap dokter Frans.


Zico pun mulai menceritakan tentang mimpi buruknya tadi malam.


"Apa yang sebenarnya Anda rasakan pada Nona Nirmala?" Tanya dokter setelah Zico selesai menceritakan tentang mimpinya.


"Entah lah dok saya juga tidak mengerti dengan apa yang saya rasakan saat ini. Ada rasa sedih, kesal, senang, khawatir, menyesal, marah, semua campur aduk saat saya mengingat Nirmala." Jawab Zico.


Dokter Frans tersenyum kecil mendengar kata-kata Zico.


"Kalau menurut saya, saat ini Tuan Muda sedang mengalami yang namanya RINDU." ucap dokter Frans.


"Rindu? Cih.. yang benar saja!" Decih Zico menyangkal.


"Jadi begini Tuan Muda. Disaat kita terbiasa melakukan sesuatu atau terbiasa dengan seseorang, namun tiba-tiba kita tidak lagi melakukan itu atau bersama dengan orang itu dalam jangka waktu yang lama, tanpa kita sadari kita akan merasa rindu dengan kebiasaan-kebiasaan itu. Meski mulut menyangkal, pikiran bisa saja kita alihkan dengan hal-hal yang baru, tapi hati tidak bisa kita bohongi. Perasaan rindu yang kita kunci rapat-rapat dalam hati akan muncul di alam bawah sadar kita, untuk menyadarkan kita kalau kita merindukan hal-hal yang sudah terbiasa itu namun kita sangkal habis-habisan." Ucap dokter Frans menjelaskan apa yang sebenarnya Zico rasakan saat ini.


"Dan perlu Anda ketahui, jika sampai Anda merindukan sesuatu itu bisa jadi sesuatu itu sudah menduduki tempat terspesial dalam hati Anda, apalagi kalau sampai Anda memimpikannya berulang-ulang." Lanjut dokter.


"Kalau memang begitu, kenapa aku memimpikan hal yang buruk tentang Nirmala? Itu tandanya aku sangat membecinya."


"Benci dan cinta itu bedanya sangat tipis Tuan. Kadang kita membenci seseorang hanya karena kita menyangkal kalau kita mencintai-nya. Dan apa Anda ingat dengan awal mimpi Anda? Saya yakin saat Anda baru memasuki alam mimpi, Anda pasti bermimpi hal yang indah tentang Nona Nirmala tapi berakhir dengan mimpi yang buruk." Balas dokter Frans.


"Dan mimpi buruk itu terjadi karena sebenarnya hati kecil Anda sedang merasakan kecemasan dan penyesalan yang terpendam tapi lagi dan lagi Anda sangkal dan Anda kunci rapat-rapat dalam hati Anda." Lanjut dokter Frans.


Zico terdiam dan mengernyitkannya, ia nampak sedang mencerna apa yang dokter Frans katakan.


"Coba dengarkan kata hati Anda, Tuan. Tidak perlu disangkal dan kunci rapat-rapat. Jangan sampai Anda menyesal karena mengabaikan peringatan yang sudah di berikan hati Anda. Ingat, rindu itu adalah bentuk peringatan hati Anda untuk segera membuka kunci pintu hati Anda." Ucap dokter Frans lagi.


• • • • •


Bersambung...

__ADS_1


...Jangan lupa LIKE, KOMEN, HADIAH dan VOTE-NYA....


...💋💋 Sarangbeo 💋💋...


__ADS_2