
BRAAAK.
Viola membuka pintu sebuah gudang yang sudah di sulap menjadi tempat tinggal layaknya sebuah apartemen. Gudang yang selama ini menjadi tempat pertemuan diam-diam Sam dan Viola.
"Apa yang harus kita lakukan sekarang Sam?!" Tanya Viola, nada suaranya sudah meninggi karena kesal rencana-nya tidak berjalan mulus.
"Tenang Sayang. Kita harus cari tahu dulu siapa wanita itu dan apa yang sebenarnya terjadi setelah kejadian itu." Balas Sam.
Sam pun mengeluarkan ponselnya lalu menghubungi teman-nya untuk menanyakan apa yang sebenarnya terjadi pada Zico setelah kejadian itu.
Tiga jam kemudian.
Setelah tiga jam bersabar menunggu telepon dari teman Sam untuk memberi informasi, akhirnya teman Sam pun menghubungi Sam.
KRIIIING...
Bunyi panggilan masuk di ponsel Sam.
Melihat nama teman-nya, cepat-cepat Sam menggeser tombol hijau. Sedangkan Viola yang sejak tadi gusar langsung menghampiri Sam yang duduk di sofa.
"Halo Black. Bagaimana, apa kau sudah mendapat informasi yang ku mau?" Tanya Sam to the point.
"Sam, aku sudah mendapatkan informasi-nya. Tapi aku harap kau jangan terkejut dengan informasi yang akan aku katakan padamu." Jawab Black.
"Cepat katakan Black, jangan membuatku penasaran." Balas Sam.
"Kau tahu Sam, ternyata Tuan Muda Zico sempat mengalami amnesia sementara dan wanita yang mirip dengan Viola adalah wanita yang di minta asisten Tuan Muda Zico untuk menggantikan Viola." Black menjeda kalimatnya sesaat.
"Awalnya wanita itu hanya di jadikan pengganti sementara selama pencarian Viola, tapi karena Viola tidak kunjung di temukan, maka dari itu asisten Tuan Muda Zico meminta wanita itu untuk menjadi pengganti Viola selamanya, bahkan nama wanita itu pun sudah di ubah menjadi Viola Peach." Lanjut Black.
"Whaaaat????!!!" Pekik Viola kaget.
"Dasar tua bangka bedebah!!!" Geram Viola.
"Ssst, diam dulu!!" Tegur Sam.
"Kenapa bisa Zico hilang ingatan? Lalu apa sekarang Zico masih hilang ingatan?" Tanya Sam.
"Menurut informasi yang kudapat, Tuan Muda Zico lah orang yang terakhir terjun dari helikopter, bukan pilot helikopter." Jawab Black.
"Kalau soal ingatan Tuan Muda Zico, ingatannya sudah kembali tapi katanya Tuan Muda Zico hanya mengingat sampai di hari pernikahannya dengan Viola, dia tidak mengingat tragedi helikopter." Lanjut Black.
"Apa kau tahu siapa wanita yang menjadi pengganti Viola?"
"Namanya Nirmala. Dia adalah cleaning servis yang bekerja di rumah sakit tempat Tuan Muda Zico di rawat dan disana lah asisten Tuan Muda Zico menemukan Nirmala." Jawab Black.
Sam menghela nafasnya kasar.
"Terimakasih atas informasi dari mu Black. Nanti aku hubungi lagi, sekarang aku ingin berpikir cara untuk membalikkan keadaan." Ucap Sam.
Sam pun menutup telepon-nya.
"Bagaimana sekarang Sam? Posisi ku sudah tergantikan!! Aku sudah tidak mungkin bisa kembali ke Mansion itu!" Marah Viola.
"Kau bisa diam tidak, biarkan aku berpikir dulu." Balas Sam.
"Ini semua gara-gara kau, kalau saja kau tidak menggunakan cara ekstrim itu, tidak mungkin masalahnya jadi serumit ini!" Omel Viola.
"Aku juga tidak menyangka akan seperti ini Vi!! Karena yang ada di perhitungan ku, Zico lah yang terjun setelah kau, bukan pilot itu!! Salahkan saja suami mu yang bodoh itu, kenapa dia malah terjun belakangan!!" Balas Sam.
"Sekarang kau diam dulu, biarkan aku memikirkan cara untuk membalikkan keadaan ini." Ucap Sam.
"Jangan hanya memikirkan cara menyingkirkan wanita itu, kau juga harus memikirkan cara menyingkirkan si Tua Bangka bedebah itu!! Karena kalau si Tua Bangka bedebah itu masih ada di sisi Zico, cepat atau lambat pasti konspirasi kita akan terbongkar." Balas Viola.
Sam pun mulai memikirkan cara untuk membuat sebuah skenario yang bisa menyingkirkan dua orang sekaligus. Nirmala dan Paman Dru.
Setelah merangkai skenario dalam otaknya, Sam pun kembali menghubungi Black.
Tuuut.. Tuuut..
"Halo Sam." Sapa Black.
"Black, apa kau bisa membantu ku untuk membuat bukti palsu?" Tanya Sam saat otak liciknya menemukan ide brilian.
__ADS_1
"Bukti seperti apa?"
"Aku ingin kau membuat bukti palsu kalau asisten Dru dan wanita itu yang telah bersekongkol dalam tragedi helikopter itu. Sekalian, bukti peretasan rekening Zico." Jawab Sam.
"Woah.. ini pekerjaan yang berat dan sangat beresiko tinggi Sam." Balas Black.
"Tenang saja Black, aku juga akan membayar mu dengan harga tinggi." Balas Sam.
"Baiklah. Apa kau punya bahan mentah-nya?" Tanya Black.
"Nanti aku kirim." Jawab Sam.
"Baiklah, aku tunggu." Balas Black.
"Tapi Black, apa bisa kau menyelesaikannya hari ini?" Tanya Sam.
"Aku lihat dulu bahan yang kau berikan, kalau tidak terlalu rumit untuk ku mengolahnya, sebelum jam dua belas malam aku akan mengirimkan hasil olahan ku ke email mu. Tapi kalau bahan yang kau berikan cukup rumit, butuh satu atau dua hari bagi ku." Jawab Black.
"Baiklah kalau begitu. Yang penting kau harus mengolah bahan mentah itu dengan sangat mulus." Balas Sam.
Panggilan pun berakhir.
Sam pun berdiri dari tempat duduknya dan berjalan mengambil laptop-nya.
Setelah hampir setengah jam mengutak-atik laptop-nya untuk mengumpulkan bukti asli sabotase helikopter dan peretasan akun rekening pribadi Zico, Sam pun mengirimkan semua bukti asli yang dijadikan bahan mentah untuk Black kelola selanjutnya hingga hasilnya membuat Paman Dru dan Nirmala menjadi tersangka utama.
Malam harinya.
Pukul 23.00
Tidak sampai jam dua belas malam Black menghubungi Sam dan memberitahu Sam kalau bahan mentah yang Sam berikan sudah selesai Black olah dan meminta Sam untuk mengecek tingkat kemulusan-nya.
Karena yang punya skenario adalah Sam.
Setelah mendapat kabar dari Black, Sam pun membuka email dari laptopnya untuk mengecek hasil olahan Black.
"Bagaimana hasilnya? Apakah mulus?!" Tanya Viola yang mengikuti Sam dari belakang setelah panggilan dengan Black berakhir.
Sam menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.
"Benarkah?" Tanya Viola sambil matanya ke arah laptop untuk melihat bukti palsu hasil olahan Black.
PLUK.
Saat Viola sedang membaca email yang dikirim Black, tiba-tiba Sam menutup laptopnya.
"Sudah tidak usah kau baca! Besok kau tinggal menyerahkan bukti-bukti ini ke hadapan suami bodoh mu itu!" Ucap Sam seraya menarik pinggang Viola sampai Viola terduduk di pangkuan Sam.
"Jadi malam ini, mari kita rayakan malam terkahir kebebasan mu. Karena setelah kau masuk ke ZG Mansion, aku yakin suami bodoh mu itu tidak akan membiarkan mu berkeliaran sendiri lagi." Kata Sam lagi.
"Huh.. jangan mengingatkan ku tentang itu Sayang. Baru membayangkan bagaimana terpenjara-nya aku menjadi Nyonya Grey dengan banyak bodyguard di sekelilingku saja, rasa-rasanya aku ingin menjerit." Balas Viola.
"Jangan begitu Sayang. Ingat, si bodoh itu adalah aset berharga kita." Balas Sam lalu menarik tengkuk Viola dan mendaratkan bibirnya ke bibir Viola. Mereka pun berciuman panas untuk beberapa detik, setelah itu Viola melepaskan sebentar tautan bibir mereka.
"Aku pasti akan sangat merindukan cumbuan mu, Sam." Ucap Viola.
"Kita bisa mengatur waktu untuk bertemu Sayang." Balas Sam.
"Aku rasa itu akan sedikit sulit, Sam." Balas Viola.
"Tidak ada yang sulit bagi seorang Sam, oke. Buktinya selama ini hubungan kita tidak terendus si bodoh Zico dan si tua bangka itu, iya kan? Jadi percayakan semua-nya pada ku, kita masih bisa bertemu dan saling mencumbu. Kau hanya perlu mengikuti arahan ku saja." Balas Sam meyakinkan Viola.
Mereka pun kembali berciuman panas. Bukan hanya berciuman panas, mereka pun juga melakukan kegiatan panas di atas ranjang.
FLASHBACK OFF
• • • • •
Mendengar Viola ada di halaman depan, Zico pun langsung keluar dari ruang makan dan meninggalkan Nirmala yang sedang kaget.
"Viola..." Lirih Zico saat melihat sosok istrinya yang asli di dekat pos penjaga.
"Zico.." teriak Viola saat menyadari kedatangan Zico.
__ADS_1
"Lepaskan dia!!" Perintah Zico pada dua orang penjaga pintu gerbang yang sedang berusaha menahan Viola.
Dua orang penjaga itu pun melepaskan Viola.
Setelah terlepas dari dua penjaga itu, Viola pun langsung berlari ke arah Zico dan memeluk suami-nya erat-erat.
"Aku merindukan mu Sayang." Ucap Viola sambil menangis.
"Apa ini benar-benar kamu Viola?" Tanya Zico yang masih tidak percaya dengan kemunculan Viola yang tiba-tiba.
Viola melepaskan pelukannya.
"Iya Sayang, ini aku Viola, istri mu." Jawab Viola.
"Kamu ingat kan kalau aku punya tanda lahir di bagian perut? Ini tanda lahir ku kalau kamu masih meragukan ku." Kata Viola lagi sambil menunjukkan tanda lahir-nya di bagian perut.
Melihat tanda lahir Viola, mata Zico langsung membulat.
Iya, dia memang Viola. Gumam Zico dalam hati.
"Kenapa kamu baru muncul sekarang? Apa yang sebenarnya terjadi padamu?" Tanya Zico dengan ekspresi shock-nya.
Baru ingin menjawab, tiba-tiba Viola melihat Nirmala yang sedang berdiri di depan pintu.
"Ini semua karena wanita itu!!" Teriak Viola sambil menunjuk Nirmala yang ada di depan pintu.
Mata Nirmala membulat lebar saat Viola menunjuk ke arahnya.
Zico pun mengikuti arah yang di tunjuk Viola. Dan Zico pun melihat Nirmala yang sedang berdiri di depan pintu.
"Apa maksud mu karena Nirmala?" Tanya Zico.
Viola pun mengeluarkan bukti palsu pada Zico.
"Ini semua bukti konspirasi yang dilakukan wanita itu dan asisten kepercayaan mu. Mulai dari kecelakaan helikopter sampai peretasan rekening mu! Wanita itu dan Paman Dru berencana ingin menguasai harta mu dengan menyingkirkan ku terlebih dahulu, lalu menggantikan ku dengan wanita itu." Jawab Viola.
Tiba-tiba saja potongan-potongan tragedi helikopter muncul di kepala Zico.
"Aaargh..." Zico berteriak kesakitan sambil memegang kepalanya yang terasa sangat sakit.
"Sayang, kamu tidak pa-pa?" Tanya Viola saat melihat Zico kesakitan.
Sampai akhirnya Zico pun tidak sadarkan diri.
Untung saja para penjaga dan bodyguard yang ada di dekat Zico dengan sigap menangkap Zico jadi Zico tidak sampai jatuh ke tanah.
Sedangkan di depan pintu, Nirmala yang melihat Zico tidak sadarkan diri, hendak menghampiri Zico, namun langkahnya tertahan oleh Bibi Below yang melarangnya untuk mendekati Zico karena Paman Dru belum datang karena akan sangat berbahaya bagi Nirmala, apalagi Bibi Below tahu tabiat Viola yang arogan.
Para bodyguard pun membopong Zico masuk ke dalam rumah. Saat baru sampai di teras, baru lah Paman Dru datang.
Tanpa memarkirkan mobilnya dengan benar, Paman Dru langsung memberhentikan mobilnya begitu memasuki halaman mansion kemudian turun dari dalam mobil.
Melihat Zico sedang di bopong oleh para bodyguard, Paman Dru pun langsung berlari menghampiri Zico.
"Ada dengan Tuan Muda?" Tanya Paman Dru.
"Tidak tahu Tuan, tadi Tuan Muda meringis kesakitan sambil memegang kepalanya kemudian tidak lama pingsan." Jawab bodyguard Me.
"Cepat bawa Tuan Muda ke kamar-nya." Perintah Paman Dru.
Para bodyguard pun kembali meneruskan langkah mereka sambil membopong Zico.
Paman Dru pun langsung mengeluarkan ponselnya dan langsung menghubungi dokter Sonny White dan meminta dokter pribadi Zico itu untuk segera ke ZG Mansion.
Setelah selesai menghubungi dokter Sonny, Paman Dru pun menyusul para bodyguard yang sudah masuk di lift. Cepat-cepat Paman Dru juga masuk ke dalam lift.
Di dalam lift Paman Dru melirik ke arah Viola dengan lirikan tajam. Hati kecil-nya mengatakan ada sesuatu yang tidak beres dengan kemunculan Viola yang tiba-tiba itu.
• • • • •
Bersambung....
...Jangan lupa LIKE, KOMEN, HADIAH dan VOTE-NYA. ...
__ADS_1
...💋💋 Sarangbeo 💋💋...