
Setelah kurang lebih setengah jam melakukan pemeriksaan terhadap Ibu Aruni, akhirnya dokter Sonny White pun keluar dari unit kamar Nirmala.
"Bagaimana keadaan ibu mertua saya dok?" tanya Zico.
Mendengar IBu Aruni pingsan, Zico yang ada di ZG Mansion langsung meluncur ke ZG Hotel.
Para bodyguard pun memberitahu Zico penyebab Ibu ARuni pingsan. Mendengar penjelasan para bodyguard, Zico semakin yakin kalau bukan secara kebetulan Cassandra Greenish ada di foto orangtua Nirmala.
"Nyonya Aruni hanya syok saja. Tekanan darahnya agak sedikit tinggi tapi kami sudah memberikan obat penurun tekanan." jawab dokter Sonny.
"Tolong jangan buat Nyonya Aruni banyak berpikir atau membuat syok lagi, karena saya tidak bisa menjamin kalau Nyonya Aruni akan baik-baik saja kalau dia syok lagi." kata dokter Sonny White lagi.
"Baik dok, saya mengerti." jawab Zico.
"Kalau begitu saya permisi dulu Tuan Muda. Kalau ada apa-apa langsung bawa saja ke rumah sakit, untuk mendapat tindakan medis yang tepat." Pamit dokter Sonny dan di balas dengan anggukkan kepala oleh Zico.
Dokter Sonny pun berlalu dari hadapan Zico.
Setelah dokter Sonny pergi, barulah Zico masuk ke dalam kamar hotel Nirmala.
"Tuan, Anda tidak boleh masuk. Nanti Nona-" cegah bodyguard Hi saat Zico beru memegang handle pintu.
"Aku bukan ingin menemui NIrmala, aku hanya ingin melihat kondisi Ibu mertua ku saja! Apa itu juga tidak boleh." jawab Zico lalu memutar handle pintu dan masuk ke dalam kamar.
Bodyguard Hi tidak berkata apa-apa lagi dan hanya membiarkan Zico masuk ke dalam kamar.
Zico pun berjalan memasuki ruang tidur.
Mendengar langkah kaki menuju ruang tidur, sontak Nirmala dan kedua bodyguardnya pun menoleh ke arah pintu ruang tidur yang tidak tertutup.
"Kenapa kamu kemari? kamu lupa dengan perjanjian kita?" tanya Nirmala saat melihat Zico yang ternyata masuk ke ruang tidur.
"Dalam keadaan seperti ini kamu masih memikirkan soal perjanjian? Perjanjian kita tidak berlaku dalam keadaan seperti ini!" jawab Zico sambil terus berjalan mendekati anjang tempat Ibu Aruni berbaring.
"Ibu, apa Ibu baik-baik saja?" tanya Zico dan di balas dengan anggukkan kepala oleh Ibu Aruni.
"Ibu tidak boleh banyak pikiran. Besok kami saya dan putri Ibu akan menikah jadi Ibu harus tetap sehat." ucap Zico lagi dan kembali di balas dengan anggukkan kepala Ibu Aruni.
"Ibu mau makan apa, biar saya suruh chef terbaik hotel ini memasakkan untuk Ibu. Ibu tinggal sebut saja." Zico terus bicara untuk mengalihkan beban pikiran Ibu Aruni.
__ADS_1
"Boleh Ibu minta di buatkan bubur ayam saja? Tapi Ibu tidak mau chef yang membuatkan, Ibu mau Nirmala yang membuatkan." jawab Ibu Aruni.
"Kenapa harus Nirmala, Bu? Kan di hotel ini banyak juru masak yang handal." Protes Nirmala.
"Ibu ingin makanan buatan mu, Nak. Sudah lama Ibu tidak merasakan bubur ayam buatan tangan mu." jawab Ibu Aruni.
"Sudah lah buatkan saja. Biar aku yang jaga Ibu disini." timpal Zico.
"Ya sudah, baiklah." Ucap Nirmala. Mau tak mau NIrmala pun keluar dari kamar itu meninggalkan Ibu Aruni dan Zico. Dan pastinya kedua bodyguard Nirmala juga ikut dengan Nirmala ke dapur hotel.
"Nak Zico." panggil Ibu Aruni dengan suara yang lemah.
"Iya Ibu. Ada apa? Apa ada yang Ibu inginkan, katakan saja Ibu mau apa? Menantu Ibu ini adalah menantu yang siaga." jawab Zico penuh percaya diri.
"Apa Cassandra sudah ditemukan?" tanya Ibu Aruni.
Ibu Aruni sengaja meminta Nirmala membuatkan bubur untuknya agar Ibu Aruni bisa bicara empat mata dengan Zico.
Membicarakan hal yang tidak perlu diketahui Nirmala tapi Ibu Aruni harus memberitahu Zico agar Zico membantu Ibu Aruni. Membicarakan apalagi kalau bukan membicarakan tentang masa lalu keluarga Ibu Nirmala dengan Cassandra Greenish.
"Ibu, mari kita bicarakan itu setelah kondisi Ibu benar-benar pulih yah." jawab Zico sambil mengusap punggung tangan Ibu Aruni.
"Ibu baik-baik saja. Tadi Ibu hanya kaget saja kalau ternyata Cassandra masih hidup. Ibu pikir dia sudah meninggal dengan anak laki-lakinya dan saudari kembar Nirmala.
Mata Zico membulat lebar.
Apa saudari kembar Nirmala? Jangan bilang kalau Viola adalah...
Tidak, tidak, tidak!! Aku tidak boleh menyimpulkan sendiri.
Gumam Zico dalam hati.
"Apa maksud Ibu dengan saudari kembar Nirmala?" tanya Zico. Zico yang tadinya tidak ingin membahasa masalah ini dengan Ibu Aruni, akhirnya menjadi penasaran karena kata-kata Ibu Aruni tadi.
Ibu Aruni menghela nafasnya kasar lalu mencoba mengubah posisinya menjadi duduk.
Melihat Ibu Aruni mencoba untuk duduk, Zico pun membantu Ibu Aruni untuk duduk lalu memastikan Ibu mertuanya itu dalam posisi duduk yang paling nyaman.
"Dua puluh lima tahun lalu...." Ibu Aruni mulai menceritakan masa lalunya.
__ADS_1
FLASHBACK ON
Dua puluh lima tahun lalu, Ibu Aruni melahirkan anak kembar perempuan yang sangat cantik dan lucu. Anak perempuan pertama yang lahir Ibu Aruni beri nama Nanima Azure dan anak perempuan kedua yang lahir di beri nama Nirmala Azure.
Dua hari setelah Ibu Aruni melahirkan, Ibu Aruni pun diizinkan pulang.
Satu minggu berlalu.
Karena tidak ada yang membantu Ibu Aruni mengurus anak kembarnya, sedangkan masa cuti suami Ibu Aruni sudah habis, maka Ayah Nirmala pun mencari asisten rumah tangga untuk membantu Ibu Aruni di tempat penyalur asisten rumah tangga.
Mengetahui Ayah Nirmala sedang mencari asisten rumah tangga, Cassandra Greenish yang merupakan tetangga orangtua Nirmala saat itu pun menawarkan diri untuk menjadi asisten rumah tangga.
Sebenarnya Ayah Nirmala enggan memakai jasa Cassandra Greenish karena mereka adalah tetangga, rasanya tidak enak saja kalau ia menjadikan tetangganya sebagai asisten rumah tangga. Tapi karena kasihan melihat Cassandra Greenish yang merupakan seorang janda dan bekerja serabutan untuk menyambung hidupnya dan anaknya, belum lagi untuk membayar sewa kamar yang ada di rooftop salah satu rumah yang hanya beda tiga rumah dari rumah orangtua Nirmala saat itu. Merasa iba dengan keadaan Cassandra Greenish, Ayah Nirmala pun menerima permintaan Cassandra Greenish untuk bekerja menjadi asisten rumah tangga di rumahnya.
Padahal motif Cassandra Greenish bekerja di situ, agar bisa lebih dekat dengan Ayah Nirmala.
Sejak kedatangan Ayah Nirmala dan Ibu Aruni ke lingkungan itu, Cassandra Greenish yang sudah lama menjanda, tepatnya satu tahun setelah anak laki-lakinya lahir, yaitu Sam Brown, langsung jatuh hati pada Ayah Nirmala itu.
Niat awal hanya ingin lebih dekat dan bisa melihat Ayah NIrmala setiap hari, lama-lama Cassandra Greenish menjadi serakah dan ingin memiliki Ayah Nirmala.
Apalagi saat melihat Ayah Nirmala itu begitu menyayangi Ibu Aruni. Cassandra Greenish pun semakin cemburu, dan keinginannya sangat kuat untuk memisahkan Ayah Nirmala dengan Ibu Aruni.
Berbagai cara Cassandra Greenish lakukan untuk mendapatkan hati Ayah Nirmala, sayangnya usaha Cassandra Greenish menggoda Ayah Nirmala tidak berhasil.
Hingga suatu hari, saat Ibu Aruni pergi berkunjung kerumah orangtuanya dengan membawa si kembar, Cassandra Greenish pun merencanakan penjebakan untuk mendapatkan Ayah Nirmala. Ia nekat memasukkan obat tidur ke dalam minuman Ayah Nirmala yang Cassandra Greenish suguhkan saat Ayah Nirmala itu baru pulang bekerja.
Karena tak ada rasa curiga sedikit pun dengan minuman yang diberikan Cassandra, Ayah Nirmala pun meminum teh yang diberikan Cassandra, dan hanya dalam waktu hitungan detik, Ayah Nirmala pun langsung tak sadarkan diri.
Melihat jam sudah sangat mepet dengan kepulangan Ibu Aruni, cepat-cepat Cassandra menggeret Ayah Nirmala masuk ke dalam kamar Ayah Nirmala dan Ibu Aruni.
Tak ada Sam saat itu, karena sebelum Cassandra melakukan penjebakkan, Sam sudah di ungsikan terlebih dulu ke rumah sanak saudaranya yang tinggalnya di luar lingkungan tempat tinggal mereka.
Sesampainya di dalam kamar, cepat-cepat Cassandra melepaskan semua pakaian yang ada di tubuh Ayah Nirmala lalu melepaskan pakaian yang ada di tubuhnya. Pakaian-pakaian itu juga Cassandra letakkan terpisah.
Kemeja Ayah Nirmala dan baju Cassandra di letakkan di sofa ruang tamu. Lalu celana mereka berdua dan kacamata kain milik Cassandra, Cassandra letakkan di depan pintu kamar. Lalu segitiga berenda Cassandra dan jeruji kain Ayah Nirmala di letakkan di lantai kamar.
Setelah itu, Cassandra pun menyerakkan bantal dan selimut ke lantai lalu membuat seprei menjadi sengat berantakan. Seolah-olah baru ada pertempuran ranjang yang sangat dahsyat yang terjadi di kamar itu.
• • • • •
__ADS_1
Bersambung...