Istri Pengganti Untuk Tuan Muda Zico

Istri Pengganti Untuk Tuan Muda Zico
Bab 15


__ADS_3

Setelah memberikan perintah pada para bodyguardnya, para bodyguard pun keluar dari dalam ruang keja Zico.


Dan Zico pun kembali mengamati bukti-bukti yang berbanding terbalik dengan bukti yang di berikan Viola.


Tok.. tok.. tok..


Tiba-tiba pintu ruang kerja Zico terketuk.


Ceklek. Belum juga Zico menyuruh masuk, pintu sudah terbuka dan ternyata Viola yang membuka pintu.


Melihat Viola masuk keruang kerja-nya, Zico pun menutup laptopnya.


"Ada apa Vi?" Tanya Zico.


"Sayang, aku baru mendapat berita dari penjara." Ucap Viola.


"Berita apa?" Tanya Zico seraya mengernyitkan keningnya.


"Perempuan itu sudah bebas! Ada seorang pria yang menyogok oknum polisi untuk membebaskannya."


"Apa??? Kenapa bisa!!! Aku yang memenjarakan dia, aku juga yang harus mengeluarkan dia!! Tidak boleh ada yang mengeluarkan mereka tanpa seizin ku!!" Pekik Zico kaget seraya berdiri dari kursi kebesarannya.


"Mana aku tahu Sayang. Aku juga kaget." Jawab Viola.


"Brengsek!!" Umpat Zico.


Zico pun mencabut flashdisk yang masih menyangkut di laptop lalu memasukkannya ke dalam saku celana-nya kemudian keluar dari dalam ruang kerja-nya.


"Kamu mau kemana Sayang?" Tanya Viola yang mengekori Zico saat Zico berjalan menuju garasi mobil.


"Ke penjara." Jawab Zico.


"Akan ku ratakan penjara itu karena sudah berani mengeluarkan tahanan ku!!" Lanjut Zico lagi menggeram.


Viola tersenyum licik mendengar itu karena rencana-nya dan Sam berhasil. Membuat Zico semakin membenci Nirmala dan Paman Dru.


Tapi dugaan Viola salah.


Yang Zico rasakan saat ini bukan lah perasaan marah atau benci pada Nirmala karena Nirmala di bebaskan oleh seorang pria. Melainkan ada rasa khawatir dalam lubuk hatinya. Tiba-tiba saja ia teringat akan mimpi buruknya tentang Nirmala yang beberapa hari terakhir mengganggu tidurnya.


Zico mengendari mobil sportnya sendiri dan melajukannya dengan kecepatan tinggi menuju penjara.


• • • • •


Kantor kepala penjara.


Sesampainya di penjara, ruangan yang pertama Zico datangi adalah kantor kepala penjara. Ia ingin menuntut kepala penjara karena sudah membebaskan tahanannya, padahal Zico sudah memberi peringatan pada kepala penjara untuk menjaga ketat Nirmala dan Paman Dru dan jangan membebaskan mereka berdua tanpa seizin Zico.


Ternyata kepala penjara tidak tahu menahu tentang bebasnya Nirmala.


CCTV pun di buka untuk mencari tahu oknum petugas penjara yang sudah membebaskan Nirmala dan laki-laki yang memberi sogokan pada oknum itu.


Tapi Sayangnya, cctv di hari kebebasan Nirmala kosong dan lompat ke hari berikutnya. Dan petugas penjara yang mendapat sogokan itu tidak masuk bekerja dan tidak dapat di hubungi.


Semua sipir wanita pun di mintai keterangan perihal hari itu. Termasuk sipir wanita yang mengantar Nirmala sampai di gerbang penjara. Sipir itu hanya mengatakan melihat mobil hitam yang menjemput Nirmala tanpa melihat plat mobilnya.


"Aargh.. brengsek!!" Umpatan demi umpatan keluar dari mulut Zico. Hati dan pikirannya kacau tak karuan, ia takut mimpi buruknya menjadi kenyataan.


"Tuan..." Sipir wanita yang mengetahui kehamilan Nirmala hendak memberitahu pada Zico perihal kehamilan Nirmala, tapi sayangnya Zico lebih dulu keluar dari ruangan kepala penjara.


Dengan langkah panjang dan penuh emosi, Zico berjalan menuju sel tahanan pria, ia ingin menemui Paman Dru dan menanyakan keberadaan Nirmala.


Sama seperti Zico yang kaget saat mengetahui Nirmala bebas, Paman Dru juga sama kaget-nya dengan Zico.


Melihat ekspresi kaget Paman Dru, Zico yakin kalau Paman Dru tudak tahu apa-apa tentang bebasnya Nirmala dan siapa pria yang sudah menebus Nirmala dengan harga tinggi.


Tak ingin membuang waktu di sel tahanan itu, Zico pun pergi dari sel tahanan pria itu.


Lalu menyuruh bodyguardnya membentuk tim untuk mencari Nirmala.


Begitu Zico pergi, barulah Paman Dru tersadar dari keterkejutannya. Terlambat sudah bagi Paman Dru memberitahu perihal kehamilan Nirmala dan rencana jahat Viola dan Sam.

__ADS_1


• • • • •


Keesokan harinya.


ZG Group.


Kini Zico sudah berada di ruang kerjanya di ZG Group.


Sesampainya di ruang kerjanya, Zico langsung mendaratkan bokongnya kasar di kursi kebesarannya. Meski pikirannya sedang kacau karena hilangnya Nirmala, tapi ia tetap harus bekerja dan mempercayakan tim yang sudah di bentuk oleh para bodyguardnya untuk mencari Nirmala.


Tok.. tok.. tok


Saat sedang fokus memeriksa berkas-berkas yang sudah sangat menumpuk, tiba-tiba pintu ruang kerja Zico terketuk.


"Masuk." Jawab Zico.


Ceklek. Pintu pun terbuka.


Mata Zico pun beralih ke arah pintu.


"Ada apa Me?" Tanya Zico pada salah satu bodyguard-nya.


Bodyguard Me pun masuk ke dalam ruang kerja Zico dan berjalan mendekati meja kerja Zico.


"Tuan Muda, ini informasi yang Anda minta. Dan..." Bodyguard Me menggantung kata-katanya.


"Dan apa?"


"Dan saya harap Anda bisa menguatkan hati Anda saat mengetahui fakta yang ada." Ucap bodyguard Me.


Zico mengernyitkan keningnya, kata-kata bodyguard Me berhasil membuat-nya penasaran.


Zico pun membuka amplop besar yang bodyguard Me berikan.


Mata Zico membulat lebar saat melihat foto-foto Viola dan Sam yang sedang berada di pantai dengan pose yang sangat intim.


Dan yang lebih membuatnya kaget saat melihat tanggal pengambilan foto. Tanggal dimana setelah tragedi helikopter.


Baru melihat bukti itu saja rahang Zico sudah mengeras. Tapi Zico masih berusaha menahan emosinya dan membuka kertas selanjutnya.


Nominal yang sama seperti yang dituduhkan Viola pada Paman Dru. Sepuluh miliar.


"Siapa Sam Brown? Aku tidak pernah mengirimkan uang untuk pria bernama Sam Brown." Tanya Zico.


"Kalau Anda ingin tahu penjelasannya, saya bisa membawa Anda bertemu dengan orang yang bisa menjelaskannya." Jawab bodyguard Me.


"Kalau begitu cepat bawa saya menemui orang itu." Ucap Zico seraya mengangkat bokongnya dari kursi kebesarannya.


Zico dan bodyguard Me pun keluar dari dalam ruang kerja Zico.


Sebenarnya kemarin, saat para bodyguard ingin bergerak mencari informasi yang Zico minta, bodyguard Me menemukan selembar kertas di dalam mobil-nya yang bertuliskan kalau si pengirim surat mempunyai bukti-bukti yang sedang mereka cari dan mereka pun diminta untuk datang ke alamat yang tercantum dalam surat itu kalau mereka ingin melihat bukti-bukti itu.


Penasaran dengan alamat yang tertulis itu, para bodyguard pun memutuskan untuk pergi ke alamat itu.


Alamat itu adalah alamat Emerald. Bukan Emerald yang memasukkan surat itu di mobil bodyguard Me, melainkan siapa lagi kalau bukan Bibi Below atas arahan Emerald.


Sebenarnya bisa saja Emerald mengirim pesan lewat chat atau email, tapi sekali lagi, saat ini berinteraksi menggunakan tekhnologi bukanlah cara terbaik jika ingin menjalankan misi rahasia, karena bisa saja ponsel para bodyguard sudah di retas.


Jadi mau tidak mau kubu Paman Dru harus menggunakan cara manual dengan tingkat kehati-hatian yang sangat tinggi.


Setelah para bodyguard sampai di alamat yang tertera di surat itu, para bodyguard pun serempak kaget saat mengetahui kalau Emerald lah pemilik rumah yang mereka datangi saat ini.


Keempat bodyguard mengenal Emerald karena Emerald adalah keponakan Paman Dru.


Tanpa basa-basi dan mengulur waktu, karena keselamatan Nirmala dan bayi-nya sedang dipertaruhkan, Emerald pun langsung membawa keempat bodyguard ke dalam kamar.


Sesampainya di dalam kamar, Emerald pun langsung menunjukkan bukti-bukti persekongkolan Viola dan Sam atas tragedi helikopter sampai bukti-bukti pencurian uang yang ada di rekening Zico dan masuk ke rekening Sam.


Dengan bukti yang di berikan Emerald, para bodyguard pun pulang dan menunggu saat yang tepat untuk memberikan bukti itu pada Zico.


• • • • •

__ADS_1


Kini Zico dan keempat bodygyard-nya sudah berada di private room restoran mewah.


"Dimana orangnya?" Tanya Zico karena tidak menemukan siapa-siapa di private room itu.


"Sebentar lagi dia datang Tuan." Jawab bodyguard Me.


Tak lama pelayan pun masuk ke dalam private room itu sambil mendorong troli.


"Apa Anda tidak salah room? Saya belum memesan apa-apa." Ucap Zico.


Bukannya menjawab si pelayan malah membuka topi-nya lalu menoleh ke arah Zico.


Zico mengernyitkan keningnya.


Wajahnya sangat familiar.


Gumam Zico dalam hati saat melihat wajah si pelayan itu.


"Apa Anda tidak mengenali saya Tuan Muda?" Tanya Emerald karena melihat kening Zico yang mengerut.


Zico menggelengkan kepalanya. Meski wajahnya sangat familiar, tapi ia tidak bisa mengingat sosok Emerald.


Emerald menghela nafasnya kasar.


"Sudah lah, siapa saya tidak penting. Yang penting sekarang Anda harus tahu siapa istri Anda sebenarnya."


"Apa maksud mu?"


Emerald pun membuka kain yang menutupi bagian bawah troli dimana ia menyimpan tas hitam yang berisi laptopnya lalu duduk disebelah Zico.


Emerald pun mengeluarkan laptopnya dari dalam tas itu lalu membuka file tentang konspirasi yang di lakukan Viola dan Sam dan kemana sebenarnya Viola setelah jatuh-nya helikopter.


"Dasar wanita ja•lang!!! Berani-beraninya kau melakukan ini padaku!!" Geram Zico saat melihat data-data yang ada di laptop Emerald.


"Akan ku buat kau memohon minta aku antarkan ke neraka!!" Geram Zico.


Zico pun mengeluarkan ponselnya dan hendak menghubungi kepala penjara untuk meminta mereka melepaskan Paman Dru.


Tapi belum juga panggilan tersambung, Emerald langsung merampas ponsel Zico.


"Jangan menggunakan ponsel Anda Tuan Muda. Pergerakan Anda sekarang sedang diawasi, baik dari penggunakan ponsel atau pun email."


"Tapi aku ingin membebaskan asisten ku yang tidak bersalah."


"Aku tahu Tuan, tapi lebih baik Anda langsung menjemput asisten Anda itu ke penjara."


"Baiklah." Balas Zico.


Zico pun berdiri dari tempat duduknya lalu keluar dari dalam private room itu dan diikuti Emerald dan para bodyguard dari belakang.


Mereka berjalan menuju mobil.


"Sedang apa kau disini?" Tanya Zico saat Emerald ikut masuk ke dalam mobil-nya.


"Aku ingin ikut menjemput Paman ku." Jawab Emerald.


"Paman mu?" Tanya Zico sambil mengernyitkan keningnya, tapi tak lama Zico membulatkan matanya sambil melihat Emerald.


"Jangan bilang kau ini..."


"Iya Tuan Muda, aku Emerald." Sahut Emerald.


PLAAAK..


Spontan Zico langsung menepuk lengan Emerald sangat keras.


"Kenapa kau tidak bilang dari tadi!! Pantas wajah mu sangat tidak asing bagiku!" Omel Zico.


• • • • •


Bersambung...

__ADS_1


...Jangan lupa LIKE, KOMEN, HADIAH dan VOTE-NYA....


...💋💋 Sarangbeo 💋💋...


__ADS_2