
Pukul 06.30
Nirmala sudah selesai memberitahu Zico apa-apa saja yang ia inginkan di pesta pernikahannya.
Setelah selesai Nirmala pun pamit untuk mandi karena harus berangkat bekerja.
"Kamu pulanglah, aku harus berangkat bekerja." Ucap Nirmala.
"Kamu mengusir ku?" Tanya Zico tidak suka.
"Bukan mengusir, hanya saja aku harus berangkat bekerja. Kalau kamu disini terus, bagaimana bisa aku siap-siap!" Balas Nirmala.
"Kalau begitu bersiap-siap lah. Biar aku menunggu mu disini. Aku akan mengantar mu sampai ke tempat kerja mu." Jawab Zico.
"Tidak perlu. Kan sudah ada Hida dan Meda." Jawab Nirmala.
"Itu beda. Kalau mereka menjaga raga mu, sedangkan aku menjaga raga dan hati mu." Jawab Zico.
"Cih.. terserah kamu saja! Aku bersiap-siap dulu!" Nirmala pun meninggalkan Zico menuju kamar-nya. Karena letak kamar mandi ada di luar kamar di dekat dapur, jadi Nirmala masuk ke kamar hanya untuk mengambil bathrobe.
Padahal biasanya dia hanya memakai handuk saja kalau ingin masuk ke dalam kamar mandi.
"Kenapa keluar lagi?" Tanya Zico.
"Kamar mandinya hanya satu. Yang itu." Jawab Nirmala seraya menunjuk kamar mandi kecil yang ada di dekat dapur.
Zico pun berdiri dari tempat duduknya, ia penasaran dengan bentuk kamar mandi yang letaknya berada di sudut dapur.
"Benarkah itu kamar mandi? Kenapa kecil sekali?" Zico yang penasaran pun langsung berjalan menuju kamar mandi itu dan diikuti Nirmala dari belakang.
Zico membuka pintu kamar mandi itu.
Mata Zico membulat sambil bola matanya berputar melihat seisi kamar mandi.
"Apa ini layak disebut kamar mandi? Di Mansion ku, ini lebih cocok kandang iguana ku." Celetuk Zico.
"Jangan samakan dengan Mansion Anda, Tuan Muda! Kalau Anda membandingkan dengan Mansion Anda, jangan kan kamar mandi ini, rumah ini saja tak ada apa-apanya dengan kandang harimau Anda." Balas Nirmala ketus.
__ADS_1
"Maaf. Aku hanya mengutarakan pendapatku." Balas Zico tak enak hati karena melihat Nirmala sudah dalam mode yang berbahaya.
"Minggir, jalan menghalangi jalan ku! Aku mau mandi!" Nirmala langsung mendorong Zico agar tak menghalangi jalannya.
BRAAAK..
Nirmala yang kesal pun langsung membanting pintu kamar mandi begitu dirinya masuk kedalam kamar mandi.
Zico yang masih berdiri di depan pintu pun terkaget sangking kencangnya Nirmala membanting pintu kamar mandi.
"Woah.. temboknya langsung retak." Ucap Zico saat melihat tembok di sekitaran pintu kamar mandi retak.
Padahal retakan itu sudah lama bukan karena Nirmala yang menutup pintu dengan keras.
Zico pun beranjak dari depan kamar mandi dan kembali ke ruang tamu sekaligus ruang tengah itu.
Sambil menunggu Nirmala, Zico berjalan melihat-lihat foto-foto Nirmala bersama keluarganya. Namun ada satu foto yang sangat menarik perhatian Zico, foto dimana Ibu Aruni yang sedang hamil dan didampingi oleh sosok suaminya. Tapi bukan itu Ibu Aruni dan Ayah Nirmala yang membuat Zico penasaran dengan foto itu. Melainkan seorang wanita yang berdiri tak jauh di belakang orang tua Nirmala bersama seorang anak laki-laki yang kira-kira berumur lima tahun.
"Apa yang kamu lihat? Kenapa serius sekali?" Tiba-tiba suara Nirmala membuyarkan Zico yang sedang serius berpikir.
"Ah.. aku penasaran dengan foto ini." Ucap Zico sambil menunjuk foto yang membuat Zico berpikir.
"Oh.." Zico mengangguk-anggukkan kepalanya. Tapi bukan itu yang membuat dia penasaran.
"Lalu kalau wanita dan anak laki-laki ini?" Tanya Zico sambil menunjuk dua orang yang membuat Zico penasaran.
Nirmala mendekatkan wajah-nya ke foto.
Foto itu diambil di sebuah taman yang ada di dekat rumah orangtua Nirmala dulu dan pastinya sebelum Nirmala lahir.
"Aku tidak tahu." Foto ini kan diambil di taman, kata Ibu ini adalah taman di dekat rumah yang di tempati Ayah dan Ibu ku sebelum aku lahir. Jadi mungkin saja mereka adalah tetangga orangtua ku saat itu." Jawab Nirmala.
"Oh..." Balas Zico.
Masuk akal. Namanya juga taman publik, siapa pun bisa ke tempat itu.
"Ya sudah, aku pakai baju dulu." Ucap Nirmala lalu meneruskan langkahnya masuk kedalam kamar-nya.
__ADS_1
Setelah Nirmala masuk ke dalam kamar, Zico kembali memperhatikan foto itu.
"Aku seperti pernah melihat wanita ini. Tapi dimana?" Gumam Zico.
Itulah yang sejak tadi membuat Zico penasaran. Zico seperti pernah melihat wanita itu. Jika di foto itu wanita itu masih muda, itu berarti kemungkinan, sekarang wanita itu sudah tua.
Tak ingin ambil pusing dengan wanita yang ada dalam foto itu, Zico pun kembali duduk di sofa lalu mengirimkan pesan pada Paman Dru untuk mempersiapkan pernikahannya dengan Nirmala yang akan di langsungkan besok. Zico juga mengirimkan rekaman suara Nirmala yang menyebutkan konsep pernikahan yang Nirmala inginkan.
Jelas saja Paman Dru kaget. Tapi Paman Dru tetap menyanggupi permintaan Zico itu. Kesempatan tidak datang dua kali, begitulah pikir Paman Dru. Bisa saja saat ini Nirmala sedang khilaf mau dinikahi Zico besok, kalau tidak segera di realisasikan, bisa-bisa Nirmala berubah pikiran dan Tuan Muda-nya kembali patah hati.
Setelah mengirimkan pesan pada Paman Dru, Zico yang merasa mengantuk pun menyeruput kopi yang tadi Nirmala suguhkan untuknya.
Pfffffrrrrtttt..
Zico menyembur kopi yang ia seruput. Untung saja sedikit, kalau tidak ia sudah mengotori lantai rumah Nirmala.
"Kopi apa ini? Kenapa asin? Apa kopi di kota ini asin?" Pekik Zico saat merasakan kopi yang sudah dingin itu asin.
Zico mengambil tissue dan menyeka mulutnya.
Karena merasa sangat mengantuk dan tak ada amunisi untuk mata-nya tetap terbuka, Zico pun memilih untuk tidur sejenak sambil menunggu Nirmala selesai berpakaian.
• • • • •
ZG Mansion.
Setelah menerima pesan dari Zico.
Paman Dru pun langsung sibuk menghubungi pihak wedding organizer untuk menyiapkan pernikahan Zico.
Karena Nirmala ingin mengadakan pengucapan janji suci dan resepsi di luar ruangan, maka taman ZG Hotel pun di sulap menjadi tempat acara untuk besok.
Karena acara-nya sangat mendadak dan persiapan pun juga mendadak, bukan hanya satu wedding organizer yang di panggil Paman Dru, melainkan sepuluh wedding organizer Paman Dru panggil untuk menyelesaikan dekor taman seperti yang Nirmala inginkan.
Begitu juga dengan gaun pengantin, sepuluh desainer Paman Dru panggil untuk mengerjakan gaun pengantin untuk Nirmala, sedangkan untuk tuxedo Zico tidak terlalu rumit karena desainer pribadi Zico sudah tahu ukuran tubuh Zico dan hanya perlu menyesuaikan warna dengan gaun pengantin Nirmala.
Bukan hanya Paman Dru saja yang sibuk, Bibi Below pun juga ikut sibuk untuk mengatur menu makanan yang akan di sediakan di pesta pernikahan Zico. Meski sudah ada katering yang sepaket dengan wedding organizer, tapi Bibi Below harus tetap turun tangan untuk mengatur menu makanan.
__ADS_1
• • • • •
Bersambung...