Istri Pengganti Untuk Tuan Muda Zico

Istri Pengganti Untuk Tuan Muda Zico
Bab 18


__ADS_3

Keesokan paginya.


Pukul 05.00


Markas Emerald


Tiiiit...


Mendengar bunyi yang melengking dari layar komputernya, Emerald yang ketiduran di kursi kebesarannya sontak langsung membuka matanya dan menatap layar komputernya.


SEARCH SUCCESFULL


"Yes!!!" Pekik Emerald saat berhasil menemukan keberadaan Nirmala yang asli.


"Tuan.. Tuan Muda..." Emerald membangunkan Zico yang juga tertidur di kursi sebelahnya. Menunggu alat pelacak Emerald berhasil menemukan keberadaan Nirmala yang asli membuat Zico, Emerald, Paman Dru dan keempat bodyguard ketiduran di markas Emerald.


"Eugh.." Zico melenguh seraya mengerjapkan matanya.


"Apa keberadaan Nirmala sudah di temukan?" Tanya Zico.


"Sudah Tuan." Jawab Emerald seraya menatap layar komputernya untuk mencermati keberadaan Nirmala yang asli.


"Benarkah? Dimana?" Tanya Zico seraya menegakkan punggungnya.


"Sepertinya Nona Nirmala masih berada di pulau terpencil itu Tuan." Jawab Emerald.


"Yang benar kau? Anak buah ku sudah menyusuri pulau terpencil itu tapi mereka tidak ada yang menemukan jejak Nirmala." Balas Zico.


"Saya sangat yakin Tuan. Tapi dimana tepatnya, ini saya sedang berusaha melacaknya.


Tak lama Emerald mengernyitkan keningnya dan wajahnya nampak sangat serius.


"Ada apa?" Tanya Zico saat melihat wajah Emerald yang sangat serius.


"Di pulau ini, hanya hutan tempat penyekapan Nona Nirmala yang tidak memiliki sinyal. Saya sudah melacak di bagian yang memiliki sinyal tapi saya tidak menemukan jejaknya disana. Berarti kemungkinan besar Nona Nirmala masih berada di sekitaran hutan itu." Jawab Emerald.


"Benarkah?" Balas Zico lalu melihat layar komputer Emerald.


Dengan wajah yang serius, Zico memperhatikan titik-titik yang ada di layar komputer, dimana titik-titik itu adalah pemetaan pulau terpencil.


Dari hasil pemetaan yang berupa titik-titik itu terlihat jelas hanya bagian hutan yang tidak mendapat penitikan dan itu tandanya hanya bagian hutan yang tidak memiliki sinyal.


"Apa kamu yakin kalau Nirmala memang masih ada pulau terpencil itu?" Tanya Zico, ia seperti meragukan keahlian Emerald.


"Sangat yakin Tuan, karena dari semua titik-titik palsu keberadaan Nona Nirmala, hanya satu titik yang tidak berubah warna-nya. Ini saya tunjukkan." Emerald pun mulai menunjukkan pada Zico titik-titik palsu yang warnanya berubah menjadi merah saat alat pendeteksi Emerald berhasil mendeteksi kalau titik-titik itu adalah titik-titik keberadaan Nirmala yang palsu.


"Anda lihat sendiri kan? Hanya titik di pulau terpencil yang tetap hijau." Kata Emerald lagi kemudian kembali memperbesar ukuran pulau terpencil.


"Coba, biar aku lihat." Tiba-tiba Paman Dru membuka suaranya.


Zico dan Emerald pun memberikan ruang pada Paman Dru untuk melihat layar komputer.


Sama seperti Emerald dan Zico yang memasang wajah serius saat melihat layar komputer, begitu juga dengan Paman Dru, wajahnya nampak sangat serius.


"Kalau memang Nona Nirmala belum keluar dari hutan, itu berarti saat ini Nona Nirmala dan orang-orang yang menyekap Nona Nirmala sedang bersembunyi di tempat yang tidak dapat terlihat oleh orang-orang kita." Lirih Paman Dru pelan namun masih bisa di dengar oleh Emerald dan Zico.


"Iya Paman, aku juga berpikir seperti itu, tapi aku tidak tahu kira-kira tempat seperti apa yang di jadikan tempat persembunyian mereka. Goa, tidak mungkin karena pasti orang-orang Tuan Muda dengan mudah menemukan mereka." Sahut Emerald.


Tak lama mata Paman Dru membulat.


"Aku tahu! Aku baru ingat, ada penjara bawah tanah di sana! Penjara bekas jaman perang dulu." Kata Paman Dru.


Zico dan Emerald pun saling tatap untuk beberapa detik. Namun setelah itu Zico berdiri dari tempat duduknya.


"Ayo Paman, kita kembali ke pulau itu!! Jangan membuang waktu!" Ucap Zico seraya berjalan keluar dari ruang kerja Emerald itu.

__ADS_1


"Me!! Suruh orang siapkan helikopter!!" Perintah Zico.


"Apa Anda yakin Tuan?" Tanya Paman Dru yang ada di belakang Zico.


"Yakin. Aku harus menyingkirkan trauma ku, demi Nirmala dan anak kami!!" Jawab Zico mantap.


Dengan matanya Paman Dru pun menyuruh bodyguard Me untuk melakukan apa yang di perintahkan Zico.


Mereka pun keluar dari dalam markas Emerald. Sambil berjalan keluar, bodyguard Me pun menghubungi orang untuk menyiapkan helikopter untuk membawa mereka kembali ke pulau terpencil.


• • • • •


Landasan.


Kini Zico, Paman Dru dan keempat bodyguardnya sudah berada di landasan helikopter.


Baling-baling helikopter sudah berputar dan terlihat dari jauh, pilot yang sudah siap menerbangkan capung besi itu. Tapi Zico tak kunjung turun dari dalam mobil.


Melihat helikopter dan suara baling-baling, ingatan Zico tentang tragedi waktu itu kembali berputar.


Jantungnya berdetak tak karuan, tubuh-nya juga bergetar hebat sampai-sampai mengeluarkan keringat dingin sebesar biji jagung.


"Tuan Muda, apa Anda baik-baik saja? Kita bisa memakai speedboat Tuan, kalau Anda tidak sanggup." Kata Paman Dru yang tak tega melihat Zico yang sangat ketakutan.


"Saya sanggup Paman. Saya harus sanggup." Jawab Zico.


Paman Dru hanya bisa menghela nafasnya kasar.


Zico pun mengatur nafasnya untuk menetralkan ketegangannya saat ini.


Kamu bisa Zico, kamu bisa!!


Zico berusaha mengafirmasi dirinya untuk berani keluar dari trauma-nya.


Zico pun menghela nafasnya kasar saat ia merasa kekuatannya sudah terkumpul.


"Ayo Paman!" Zico pun keluar dari dalam mobil.


Dengan langkah mantap, Zico pun berjalan mendekati helikopter.


Ada dua helikopter yang sudah menunggu kedatangan Zico dan siap membawa rombongan Zico kembali ke pulau terpencil.


Zico, Paman Dru dan bodyguard Me masuk ke helikopter pertama. Sedangkan tiga bodyguard Zico yang lainnya masuk ke helikopter ke dua.


Setelah semua alat keamanan terpasang, barulah pilot menerbangkan helikopternya.


Tangan Zico mengepal, rahangnya mengeras, Zico sedang berusaha keras menahan ketakutannya, mengusir bayangan tentang tragedi yang menimpanya waktu itu.


Paman Dru yang melihat itu, mengambil tangan Zico dan mengelus kepalan tangan Zico lalu menatap mata Zico seolah berkata pada Zico "Tenang Tuan Muda, semua akan baik-baik saja."


• • • • •


Hutan.


Tak sampai setengah jam dua helikopter yang membawa rombongan Zico pun tiba di hutan tempat penyekapan Nirmala.


Tidak perlu mencari landasan helikopter, karena banyak lahan kosong yang bisa di jadikan tempat untuk melandaskan helikopter.


Begitu Zico dan rombongannya turun dari helikopter, anak buah Zico yang tinggal di hutan untuk mencari keberadaan Nirmala langsung menyambut Zico dan rombongannya.


"Tuan Muda, maafkan kami-" salah satu anak buah Zico hendak meminta maaf karena tidak berhasil menemukan keberadaan Nirmala.


"Sssst..." Zico langsung memotong kata-kata salah satu anak buahnya itu dengan menempelkan jari telunjuknya di mulutnya.


"Ayo Paman." Lalu meneruskan langkah kaki-nya menuju penjara bawah tanah yang di curigai Paman Dru sebagai tempat persembunyian orang-orang yang sudah menyekap Nirmala.

__ADS_1


Setelah berjalan kurang lebih satu kilometer dari pondok pengasingan, akhirnya mereka menemukan situs penjara bawah tanah itu.


Pintu penjara bawah tanah yang menyatu dengan tanah dan tertutupi alang-alang membuat situs itu tidak terlihat oleh mata apalagi bagi orang-orang yang tidak tahu kalau di pulau itu ada situs penjara bawah tanah.


Bodyguard Me pun membuka pintu itu dan melihat ada tangga di sana.


"Kalian berjaga saja disini." Perintah Zico pada anak buahnya.


"Baik Tuan."


"Ayo Me, kita masuk." Kata Zico.


Bodyguard Me dan bodyguard Hi pun masuk lebih dulu lalu disusul Zico dan Paman Dru setelah itu barulah bodyguard Pu dan bodyguard Bi di bagian paling belakang.


Karena pencahayaan di dalam penjara bawah tanah yang gelap, bodyguard Me pun menyalakan lampu senter yang ada di ponselnya.


• • • • •


Sedangkan di bagian paling ujung penjara bawah tanah itu, Sam dan anak buah-nya seperti mendengar suara langkah seseorang yang masuk ke dalam tempat persembunyian mereka.


"Apa itu orang-orang kita Sam atau orang-orang Zico?" Tanya salah satu anak buah Sam.


"Entahlah. Cepat sembunyikan gadis itu." Perintah Sam. Ia curiga kalau yang masuk itu adalah anak buah Zico.


Salah satu anak buah Sam pun masuk ke dalam sel tahanan lalu mengeluarkan Nirmala yang sudah tidak berdaya. Agar Nirmala tidak bersuara saat di pindahkan, anak buah Sam pun menyumpal mulut Nirmala. Nirmala yang sudah tidak berdaya hanya bisa pasrah dengan apa yang di lakukan anak buah Sam. Berteriak pun hanya menghabiskan tenaga-nya saja, begitulah pikir Nirmala.


Sedangkan Sam dan anak buah-nya yang lain bersembunyi di tempat yang lebih gelap.


Zico dan rombongannya pun sampai di tempat paling ujung penjara bawah tanah itu.


Tapi tempat itu kosong, tidak ada siapa-siapa disana.


"Dimana mereka? Ini sudah di paling ujung tapi kenapa Nirmala tidak ada disini?"


Para bodyguard pun berpencar untuk mencari keberadaan Nirmala atau mencari tanda-tanda keberadaan Nirmala.


"Nirmala... Nirmala..." Teriak Zico.


Suara Zico yang menggema, berhasil memberi kekuatan untuk Nirmala.


"Zico.." lirih Nirmala.


"Zico.... Aku disini." Teriak Nirmala.


Mendengar teriakan Nirmala, Zico, Paman Dru dan keempat bodyguardnya pun mendekati sumber suara.


"Brengsek!!!" Geram Sam karena Nirmala membuka suaranya.


Sam pun mengambil senjata api yang di pegang salah satu anak buah-nya, lalu menarik pelatuk itu dan membidik ke arah Zico dan bersiap menembak Zico dari tempat persembunyiannya saat Zico sudah mendekat ke arah mereka.


Melihat Sam sudah membidik Zico, Nirmala pun mengumpulkan kekuatannya untuk bangkit. Dengan sisa tenaga yang ada, Nirmala berlari ke arah Zico yang sudah terkunci oleh bidikan Sam.


"Awaaaas!!!" Teriak Nirmala seraya mendorong tubuh Zico.


Seiring dengan teriakan Nirmala, Sam pun melepaskan timah panas ke arah Zico.


DOR..


• • • • •


Bersambung...


...Jangan lupa LIKE, KOMEN, HADIAH dan VOTE-NYA....


...💋💋 Sarangbeo 💋💋...

__ADS_1


__ADS_2