Istri Pengganti Untuk Tuan Muda Zico

Istri Pengganti Untuk Tuan Muda Zico
Bab 27


__ADS_3

Keesokan harinya.


Pukul 05.00


Hotel.


"Me... Bangun!! Tuan Muda tidak ada di kamar-nya!" Bodyguard Hi membangunkan bodyguard Me dengan suara yang sangat lantang.


"Eugh.. mungkin di kamar mandi." Jawab bodyguard Me dengan mata yang masih tertutup.


"Tidak ada Me! Ayo cepat bangun! Kita harus memeriksa cctv hotel ini, siapa tahu saja Tuan Muda di culik." Ucap bodyguard Hi.


Mendengar dugaan Tuan Muda-nya di culik, sontak bodyguard Me membuka matanya dan langsung mendudukkan dirinya.


"Apa di culik?" Kaget bodyguard Me.


"Ayo kita cari kalau begitu." Kata bodyguard Me lagi seraya bangkit dari sofa.


Mereka tidur di unit kamar yang sama dengan Zico hanya saja kedua bodyguard itu tidur di sofa ruang tamu sedangkan Zico tidur di ranjang king size ruang tidur.


Bukan tidak mampu menyewa dua kamar atau ingin menghemat tapi karena Zico ingin kedua bodyguard-nya itu selalu berada di dekatnya, karena sudah seminggu Zico selalu mendapat teror paket yang berisi barang-barang busuk. Kepala ayam busuk, ikan busuk, bahkan pembalut wanita yang sudah di pakai dimana selai stroberi-nya sudah mengeluarkan bau busuk.


Bodyguard Hi dan bodyguard Me pun keluar dari dalam kamar dan berjalan dengan langkah panjang menuju ruang cctv.


"Apa kita harus memberitahu Tuan Dru?" Tanya bodyguard Hi.


"Jangan dulu. Kita periksa dulu cctv. Kalau memang Tuan Muda di culik, baru kita beritahu Tuan Dru, agar Tuan Dru sekalian mengirim pasukan ke kota ini." Jawab bodyguard Me.


Sedangkan yang di cari sedang duduk manis di ruang tamu rumah Nirmala.


Sudah dari pukul setengah lima subuh tadi Zico di rumah Nirmala.


Tadinya Zico ingin membangunkan kedua bodyguardnya untuk menemani-nya kerumah Nirmala. Tapi melihat kedua bodyguardnya tidur sangat lelap, Zico jadi tidak enak hati untuk membangunkan kedua bodyguardnya itu, jadi Zico memutuskan untuk pergi sendiri.


Kembali ke Zico yang sedang duduk manis di ruang tamu rumah Nirmala.


Nirmala yang duduk di depan Zico terus menatap Zico dengan tatapan tajam. Bagaimana tidak menatap tajam kalau Zico menggedor-gedor pintu rumahnya saat jam masih menunjukkan jam lima kurang. Dimana dirinya, ibunya dan adiknya yang sedang sakit masih tertidur lelap.


"Kenapa menatap seperti itu pada tamu Nir, cepat buatkan minuman untuk tamu-mu ini." Perintah Ibu Aruni.


"Terimakasih Ibu." Ucap Zico karena Ibu Aruni membela-nya.


"Tidak perlu berterimakasih, memang seharusnya begitu dengan tamu." Balas Ibu Aruni.


Nirmala menghela nafasnya kasar. Mau tidak mau Nirmala beranjak dari tempat duduknya dan berjalan menuju dapur yang jaraknya tidak begitu jauh dari ruang tamu sekaligus ruang keluarga itu.


"Berani sekali dia memanggil Ibu ku dengan sebutan Ibu! Apa dia pikir dengan mendekati Ibu ku, lalu aku tidak akan memarahinya!" Gerutu Nirmala dalam hati sambil mengambil cangkir.


"Ada perlu apa Nak..." Ibu Aruni menggantung kata-katanya karena belum mengetahui siapa nama pemuda yang ada di hadapannya saat ini.


"Zico. Nama saya Zico Grey, Ibu." Dengan sigap Zico langsung mengambil tangan Ibu Aruni untuk bersalaman dan memperkenalkan dirinya.

__ADS_1


Mata Ibu Aruni membulat lebar saat pemuda di hadapannya menyebutkan namanya.


Ia tahu kalau anak-nya pernah menjadi istri pengganti Tuan Muda Zico tapi belum pernah sekalipun melihat wajah Zico secara langsung dan hanya melihat wajah Zico satu kali itupun hanya melalui foto yang di tunjukkan Paman Dru. Dan karena hanya satu kali melihat wajah Zico melalui foto, jelas saja Ibu Aruni sudah lupa dengan wajah Zico.


Nirmala yang sejak tadi melirik ke arah ruang tamu cepat-cepat menyelesaikan membuat teh untuk Zico lalu membawa ke ruang tamu tanpa Nirmala sadari ia salah memasukkan gula menjadi garam.


"Ini teh-nya." Ucap Nirmala seraya meletakkan cangkir di meja di hadapan Zico.


"Ibu, mari kita bicara." Ucap Nirmala sambil meraih tangan sang Ibu untuk membawa Ibu Aruni ke kamar. Nirmala ingin menjelaskan pada Ibu Aruni tentang hubungannya dengan Zico yang sekarang.


Karena setelah kejadian itu dan Nirmala membawa keluarganya ke kota kecil, belum satu kali pun Nirmala menceritakan pada Ibu-nya tentang kelanjutan hubungannya dengan Zico. Bahkan Nirmala sama sekali tidak memberitahu Ibu-nya kalau dirinya baru mengalami hal mengerikan.


Ibu Aruni menepis tangan Nirmala.


"Ibu ingin mendengar penjelasan dari kalian berdua secara langsung, tanpa terpisah!" Ucap Ibu Aruni.


Nirmala melirik Zico dan Zico menganggukkan kepalanya pelan, seolah meminta Nirmala untuk mempercayai dirinya memberi penjelasan pada Ibu Aruni.


Mau tak mau Nirmala kembali duduk di tempatnya.


"Ibu, sebelumnya saya minta maaf kalau saya baru menemui Ibu." Ucap Zico membuka percakapan yang serius itu.


"Mungkin Ibu sudah tahu dari asisten saya, Paman Dru tentang hubungan saya dan Nirmala sebelumnya dan apa yang terjadi pada saya waktu itu." Lanjut Zico.


"Waktu itu putri Ibu yang cantik ini memang hanya menjadi istri pengganti untuk saya. Sampai akhirnya istri saya yang sebenarnya kembali dan hubungan kami berakhir." Kata Zico lagi seraya melirik Nirmala.


Nirmala menggelengkan kepalanya pelan memberi kode pada Zico untuk tidak menceritakan tentang kejadian kelam yang Nirmala alami.


Zico membalas dengan anggukkan kepala. Ia juga tidak mungkin menceritakan pada Ibu Aruni tentang kejadian yang mengerikan itu pada Ibu Aruni mengingat kondisi Ibu Aruni yang sedang sakit.


"Setelah kembali-nya istri saya yang asli, saya bukannya merasa senang tapi malah merasa hampa. Saat itu saya belum menyadari kalau Nirmala sudah berhasil mengisi hati saya. Sampai akhirnya saya mengetahui kalau kecelakaan helikopter itu adalah konspirasi yang di lakukan istri saya dengan selingkuhannya. Ah.. bukan selingkuhannya, lebih tepat ternyata saya lah selingkuhannya, karena ternyata istri saya sudah lama menjalin hubungan dengan laki-laki itu sebelum menjalin hubungan dengan saya dan istri saya mendekati saya untuk menguasai harta saya saja." Lanjut Zico.


"Setelah saya mengetahui semua kebenarannya, disitulah juga saya menyadari keberadaan Nirmala di hati saya. Tapi sayangnya saya terlambat, karena Nirmala sudah pergi dari kota besar." Kata Zico lagi.


"Selama ini saya hanya bisa memperhatikan Nirmala diam-diam, tapi hari ini saya tidak bisa lagi menahannya, saya ingin langsung bicara dengan Ibu, meminta restu dan dukungan Ibu untuk saya meminang putri Ibu." Lanjut Zico.


Mata Nirmala membulat mendengar kalimat terakhir Zico.


"Astaga Zico!! Baru semalam kita berbaikan dan sekarang kamu sudah melamar ku, bahkan ini hari pertama Ibu ku melihat mu." Gerutu Nirmala dalam hati.


"Apa Ibu bersedia menerima saya menjadi menantu Ibu? Saya berjanji Ibu membahagiakan Nirmala, membahagiakan Ibu dan kedua adik Nirmala yang sebentar lagi akan menjadi adik saya." Ucap Zico lalu berlutut di hadapan Ibu Aruni.


"Saya mohon Ibu." Mohon Zico.


"Zico..." Lirih Nirmala saat melihat Zico berlutut di depan Ibu-nya. Seorang Tuan Muda berani merendahkan harga dirinya di depan seorang wanita tua dan sakit-sakitan yang derajatnya jauh dibawah Zico.


Jelas saja Nirmala terharu melihat perjuangan Zico mendapatkan restu Ibu-nya.


Ibu Aruni menarik nafasnya panjang lalu menghembuskan-nya perlahan lalu menoleh ke arah Nirmala.


"Apa kamu mau menerima laki-laki ini Nir? Kalau kamu mau, Ibu akan melepaskan mu untuk laki-laki ini." Tanya Ibu Aruni.

__ADS_1


Nirmala berpikir sejenak sambil melihat Zico dan Ibu-nya secara bergantian.


Tak butuh waktu lama untuk berpikir karena ia juga tidak mau mengulangi rasa gengsi-nya yang sangat merugikan batinnya, Nirmala pun menganggukkan kepalanya.


"Iya Ibu saya mau." Jawab Nirmala malu-malu.


Zico tersenyum tipis mendengar jawaban Nirmala.


"Kamu dengar sendiri kan, Nirmala mau menerima mu. Dan itu tandanya restu Ibu juga ada untuk hubungan kalian." Ibu Aruni menjawab permintaan Zico.


"Kalau kamu memang serius dengan Nirmala, cepatlah nikahi Nirmala dengan benar. Dan tolong jaga Nirmala, jangan pernah menyakiti-nya." Ucap Ibu Aruni lagi.


"Pasti Ibu. Saya akan segera menikahi Nirmala dan akan memboyong kalian semua kembali ke kota besar dan tinggal bersama saya di ZG Mansion." Jawab Zico.


Ibu Aruni tersenyum tipis.


"Ya sudah, Ibu masuk dulu ke kamar. Kalian lanjutkan saja mengobrolnya." Ucap Ibu Nirmala lagi lalu beranjak dari tempat duduknya meninggalkan Nirmala dan Zico menuju kamar-nya.


Setelah Ibu Aruni masuk ke dalam kamar, Nirmala pun membantu Zico yang masih berlutut untuk segera berdiri.


"Kamu tidak perlu sampai melakukan ini Zico." Ucap Nirmala.


"Kenapa tidak boleh? Aku kan melakukan itu untuk meyakinkan Ibu mertua ku kalau aku serius ingin meminang putri-nya." Jawab Zico.


Mereka pun kembali duduk di sofa.


"Licik!" Balas Nirmala.


"Kenapa licik?"


"Seharusnya sebelum kamu meyakinkan Ibu ku, kamu meyakinkan aku lebih dulu. Ini langsung ke Ibuku. Aku kan jadi tidak bisa mengetes mu dulu. Menyebalkan." Dumel Nirmala.


"Kamu mau mengetes aku apa lagi Sayang? Apa kamu mau mengetes kesabaran ku lagi? Baiklah kalau begitu, aku siap menerima tes dari mu." Tantang Zico.


"Benarkah, bagaimana kalau kamu aku larang menemui ku sampai kamu menikahi ku." Kata Nirmala memberi tantangan.


"Baik aku terima! Kalau begitu, besok kita menikah!" Jawab Zico.


"Hah??? Besok? Tidak! Aku tidak mau! Aku ingin menikah dengan konsep pernikahan yang aku inginkan, kalau hanya dalam satu hari pasti pernikahan hanya seadanya! Aku tidak mau menikah seadanya! Apa bedanya aku menjadi istri pengganti kalau begitu!" Protes Nirmala.


"Siapa bilang hanya karena satu hari persiapan, aku tidak bisa mewujudkan konsep pernikahan yang kamu inginkan? Sekarang beritahu aku, konsep pernikahan seperti apa yang kamu inginkan?"


Ah.. iya aku lupa! Yang ada di hadapan ku sekarang adalah Tuan Muda Zico. Menyiapkan pernikahan seperti yang aku mau itu bukanlah hal yang sulit bagi-nya. Karena Tuan Muda Zico adalah Bandung Bondowoso versi modern.


Gumam Nirmala dalam hati.


Nirmala pun menyebutkan apa-apa saja yang ia inginkan dalam pernikahannya. Dan Zico merekam kata-kata Nirmala di ponselnya.


• • • • •


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2