Istri Pengganti Untuk Tuan Muda Zico

Istri Pengganti Untuk Tuan Muda Zico
Bab 37


__ADS_3

Setelah itu, Cassandra pun menyerakkan bantal dan selimut ke lantai lalu membuat seprei menjadi sengat berantakan. Seolah-olah baru ada pertempuran ranjang yang sangat dahsyat yang terjadi di kamar itu.


Dirasa sudah cukup meyakinkan, Cassandra pun naik ke atas ranjang, lalu menutup tubuhnya dengan Ayah Nirmala dengan selimut kemudian merapatkan tubuh Ayah Nirmala pada tubuhnya, lalu meletakkan tangan Ayah Nirmala diatas dadanya.


Sambil menunggu kedatangan Ibu Aruni, Cassandra menatap dalam-dalam wajah Ayah Nirmala lalu menyusuri wajah Ayah Nirmala itu dengan jari telunjuknya. Bahkan ia sempat melu mat lembut bibir Ayah Nirmala.


Tak lama terdengar suara pintu depan terbuka.


Ceklek.


Cepat-cepat Cassandra melepas lu matan bibirnya dari bibir Ayah Nirmala lalu memeluk tubuh Ayah Nirmala seolah mereka tidur berpelukan.


Sedangkan di luar kamar, ada Ibu Aruni yang saat ini tubuhnya sedang bergetar hebat melihat pakaian kerja suaminya dan pakaian asisten rumah tangganya berserak dari mulai ruang tamu sampai depan pintu kamar.


Ibu Aruni berjalan dengan sangat perlahan menuju pintu kamarnya. Sesampainya di depan pintu kamar, Ibu Aruni menarik nafasnya dalam-dalam dan membuangnya kasar terlebih dahulu sebelum ia memutar handle pintu.


Ceklek. Dengan sangat pelan Ibu Aruni membuka pintu kamar.


Lalu melihat pakaian dalam juga berserak di lantai kamar. Kemudian mata Ibu Aruni beralih keatas ranjang. Mata Ibu Aruni pun membulat seketika membulat seketika saat melihat suaminya sedang berada di ranjang bersama dengan Cassandra


"Leon!!! Cassandra!!!" teriak Ibu Aruni memanggil Ayah Nirmala dan Cassandra.


"Oweeek..oweeeek..oweeek." si kembar Nanima dan Nirmala yang ada di stroller pun menangis karena kaget mendengar Ibu mereka berteriak, padahal sejak tadi bayi kembar itu tertidur pulas.


Seolah tidak memperdulikan teriakan Ibu Aruni, Cassandra tetap memejamkan matanya, ia menunggu sampai Ibu Aruni membuka selimut terlebih dulu agar iBu Aruni bisa melihat tubuh mereka yang sudah sama-sama polos.


Kesal karena Ayah Nirmala dan Cassandra tidak bangun-bangun padahal dia sudah tidak berteriak, Ibu Aruni pun berjalan menuju ranjang, ia tidak memperdulikan si kembar yang tengah menangis.


Sesuai dengan harapan Cassandra, Ibu Aruni menarik selimut yang menutupi tubuh Cassandra dan Ayah Nirmala.

__ADS_1


SREEETT. Selimut pun terbuka.


Tubuh Ibu Aruni bagai melangkah diatas awan begitu melihat tubuh suaminya dan Cassandra sudah dalam keadaan polos dan saling berpelukan.


"Bangun kalian!!!" teriak Ibu Aruni lagi kali ini volume suaranya lebih keras dari yang pertama.


Cassandra terbangun tapi tidak dengan Ayah Nirmala.


Wajar saja, Ayah Nirmala sedang dalam pengaruh obat tidur.


"Nyonya Aruni..." pekik Cassandra. Ia pura-pura kaget.


Cassandra pun hendak melepaskan pelukan Ayah Nirmala dari tubuhnya, namun Ibu Aruni sudah datang menghampirinya dan menjambak rambutnya.


"Dasar wanita ja lang!! Janda tak tahu malu!! Berani-beraninta kau menggoda suami ku!!!" teriak Ibu Aruni sambil menjambak dan menampar Cassandra.


"Aaaakh... ampun Nyonya, ampun, Tuan Leon yang memaksa saya!!!" Cassandra membela dirinya.


"Oweeekkk... Oweeeek..." Ibu Aruni masih tidak sadar kalau sampai saat ini si kembar masih menangis. Padahal sangat berbahaya jika bayi apalagi si kembar usia si kembar baru satu bulan.


"Saya berani sumpah Nyonya, Tuan Leon lah yang memaksa saya. Ini juga bukan yang pertama kalinya Nyonya, ini sudah kesekian kalinya. Katanya Tuan Leon sudah tidak tahan ingin melampiaskan hasratnya karena Nyonya sedang masa nifas, makanya Tuan Leo memaksa saya untuk menjadi pelampiasannya." jawab Cassandra sambil menangis.


"Bohong kamu!!!!" teriak Ibu Aruni.


"Saya berani sumpah Nyonya." jawab Cassandra.


Mata Ibu Aruni pun beralih ke ranjang dimana Ayah Nirmala masih tertidur. Ibu Aruni yang sedang gelap mata sampai tidak berpikir kenapa bisa suaminya masih tertidur padahal dirinya sudah berteriak-teriak.


Ibu Aruni pun melepaskan tangannya yang sedang menjambak rambut Cassandra lalu berjalan menuju ranjang. Sedangkan Cassandra, cepat-cepat ia menarik selimut yang sudah teronggok dilantai untuk menutupi tubuhnya yang sudah polos.

__ADS_1


"Bangun kau Leon!! Laki-laki brengsek!!" teriak Ibu Aruni.


"Ada apa ini? Ada apa ini?" tanya tetangga yang tiba-tiba masuk kedalam kamar.


Awalnya mereka mengira keributan yang ada di dalam rumah Ibu Aruni hanyalah keributan suami-istri biasa, jadi mereka tidak berani masuk untuk melerai. Tapi karena mendengar suara tangis si kembar yang tak kunjung berhenti, mereka pun memberanikan diri untuk masuk ke dalam rumah Ibu Aruni.


Melihat para tetangganya masuk ke dalam kamar, sontak Ibu Aruni pun menoleh ke arah pintu dan memberitahu pada para tetangganya itu kalau Cassandra telah tidur dengan suaminya.


Mendengar itu, beberapa orang pun langsung mengamankan Cassandra, dan dua orang ibu-ibu hendak mengambil alih si kembar.


"Ibu Aruni, bayi Anda tidak bergerak." ucap salah satu ibu-ibu yang hendak mengambil Nirmala.


Mendengar itu Ibu sontak Ibu Aruni panik. Ibu Aruni yang sedang diatas ranjang langsung turun dari atas ranjang dan berlari menghampiri bayi Nirmala.


"Akkkhhh putri ku." teriak Ibu Aruni panik. Ibu Aruni pun mengambil alih bayi Nirmala dari tangan ibu-ibu itu lalu bergegas keluar dari kamar dan meminta tolong pada tetangga yang sedang mengamankan Cassandra untuk mengantarnya ke rumah sakit.


Yang tadinya suasana tegang karena Ayah Nirmala dan Cassandra yang kepergok berduaan diatas ranjang, sekarang berganti dengan keselamatan bayi Nirmala.


Bukan hanya Ibu Aruni yang panik, semua orang yang ada disitu kecuali Ayah Nirmala yang asih tertidur pulas pun juga ikut panik, termasuk bayi Nanima yang kembali menangis padahal tadi tangisnya sempat berhenti.


Karena bayi Nanima terus menangis, ibu-ibu yang memegang bayi Nanima itupun meletakkan bayi Nanima kembali di stroller. Ibu-ibu itu hendak membuatkan susu formula untuk bayi Nanima.


Karena di ruangan itu sedang banyak para tetangga, ibu-ibu yang memegang bayi Nanima itu pun merasa yakin kalau bayi Nanima aman. Tapi ternyata salah.


Meski banyak orang disitu tapi tidak ada satu pun yang memperhatikan bayi Nanima yang sedang menangis, karena mereka pikir bayi itu sedang bersama ibu-ibu yang sejak tadi menggendong bayi Nanima. Hanya ada satu orang yang memperhatikan bayi Nanima, siapa lagi kalau bukan Cassandra.


Disaat semua orang sedang lengah karena sedang bergosip tentang masalah yang sedang terjadi di rumah Ibu Aruni, Cassandra pun cepat-cepat mengambil bayi Nanima dari dalam stroller dan menyumpal mulut bayi Nanima dengan kompeng yang ada di stroller kemudian jalan mengendap-endap keluar dari pintu belakang. Sangking perlahannya langkah Cassandr, ibu-ibu yang sedang membaca aturan membuat susu formula di kaleng susu formula itu tidak merasa kalau ada orang yang melintas di belakangnya, apalagi bayi Nanima juga sudah tidak menangis.


Cassandra pun berhasil keluar dari rumah itu, lalu cepat-cepat ia mencari taksi lalu pergi ke rumah sanak saudaranya dimana dirinya menitipkan Sam Brown.

__ADS_1


• • • • •


Bersambung...


__ADS_2