Istri Pengganti Untuk Tuan Muda Zico

Istri Pengganti Untuk Tuan Muda Zico
Bab 25


__ADS_3

Zico menjauhkan tubuh Nirmala dari pelukannya.


"Apa aku tidak salah dengar? Kamu berterimakasih pada ku?" Tanya Zico pada Nirmala.


Nirmala menganggukkan kepalanya.


"Tadinya saya pikir, Anda benar-benar melepaskan saya Tuan. Tapi sekarang saya sadar, bahwa Anda tidak pernah meninggalkan saya." Balas Nirmala.


"Jadi kamu sudah tidak marah lagi?" Tanya Zico.


"Saya tidak bisa marah lama-lama dengan Anda, Tuan." Jawab Nirmala.


Zico pun menarik Nirmala ke dalam pelukannya.


"Terimakasih Nirmala, terimakasih." Ucap Zico.


"Saya yang seharusnya berterimakasih pada Anda Tuan, karena Anda tidak benar-benar menuruti permintaan saya." Ucap Nirmala.


"Tidak Nirmala, saya yang harusnya berterimakasih pada mu, karena kamu sudah membuka mata ku lebar-lebar. Membuat aku lebih hati-hati dalam mengambil keputusan. Aku minta maaf atas apa yang pernah aku lakukan pada mu. Aku..." Zico menggantung kata-katanya.


Nirmala menjauhkan tubuhnya dari Zico.


"Aku apa Tuan?" Tanya Nirmala penasaran dengan kelanjutan kata-kata Zico.


Zico menatap dalam-dalam wajah Nirmala, matanya, hidungnya, bibirnya, dan semua yang ada dalam diri Nirmala begitu indah dimata Zico.


Nirmala adalah salah satu ciptaan Tuhan yang paling indah, tapi dengan bodohnya aku malah menyakiti-nya. Apa aku pantas menyatakan perasaan ku padanya?


Gumam Zico dalam hati.


"Tuan.." lirih Nirmala memanggil Zico karena Zico malah melamun.


Dan panggilan Nirmala pun berhasil membuat Zico tersadar dari lamunannya.


"Lanjutkan kata-kata Anda Tuan." Pinta Nirmala sekali lagi.


Dia masih memanggil ku, Tuan. Mungkin dia hanya menganggap ku sebagai Tuan Muda, bukan sebagai laki-laki dewasa yang ia sukai.


Gumam Zico lagi dalam hatinya.


"Tidak ada apa-apa. Aku lupa mau bilang apa. Nanti kalau sudah ingat, aku akan katakan pada mu." Jawab Zico.


"Sepertinya kamu sudah baikan, ayo ku antar pulang pasti Ibu mu menunggu mu sekarang." Ucap Zico seraya berdiri dari duduknya.


Nirmala kecewa dengan jawaban Zico. Padahal Nirmala sempat berharap Zico menyatakan cinta padanya.


Baru juga Zico berdiri, Nirmala langsung menarik tangan Zico.

__ADS_1


Zico menoleh ke arah Nirmala.


"Ada apa?" Tanya Zico.


"Apa tidak ada yang ingin Anda katakan, Tuan?"


"Tidak ada." Jawab Zico.


"Ayo kita pulang." Kata Zico lagi seraya menarik tangan Nirmala.


Nirmala pun berdiri dari duduknya.


Zico pun berjalan lebih dulu menuju pintu.


"Tadi kamu mau kemana? Kenapa keluar malam-malam?" Tanya Zico.


"Ke apotik, aku ingin membeli obat untuk adikku." Jawab Nirmala yang masih mematung di tempatnya.


Zico memutar tubuh-nya saat menyadari kalau Nirmala tidak ikut berjalan dan masih berdiri di tempatnya.


"Adik mu sakit apa? Apa perlu kita bawa kerumah sakit?" Tanya Zico.


Nirmala menggeleng.


"Tuan, apa benar tidak ada yang mau Anda katakan?" Tanya Nirmala. Ia masih sangat mengharapkan Zico menyatakan perasaannya pada dirinya.


Karena Zico tak kunjung menjawab, Nirmala pun mengambil kesimpulannya sepihak. Ia menyimpulkan kalau Zico tidak mempunyai perasaan apa-apa padanya dan apa yang Zico lakukan padanya hanya sebatas rasa bersalah karena sudah memenjarakannya dan membuatnya di culik dan berujung pada janin yang ada di kandungan Nirmala yang tidak bisa di selamatkan.


Nirmala pun berjalan menuju pintu dimana Zico sudah berada di dekat pintu.


"Ayo kita pulang. Tidak perlu membawa adik ku kerumah sakit, minum obat warung juga nanti juga sembuh." Ucap Nirmala saat melewati Zico dengan nada suara yang ketus.


Mendengar nada bicara Nirmala yang ketus, Zico sadar kalau Nirmala sedang marah padanya. Tak ingin hubungannya dan Nirmala kembali merenggang karena salah paham, Zico pun langsung menarik tangan Nirmala lalu menyandarkan punggung Nirmala ke dinding.


Tanpa banyak bicara lagi, Zico langsung mendaratkan bibirnya ke bibir Nirmala.


"Hemph.. hemph.." Nirmala meronta dan berusaha mendorong tubuh Zico.


Ciuman paksa Zico pun berhasil terlepas.


"Tuan!!!" Bentak Nirmala tak terima dengan apa yang baru saja Zico lakukan.


"Maaf." Ucap Zico sambil menunduk.


"Aku tahu, aku tidak pantas mengatakan ini, tapi aku tidak bisa lagi menahannya Nirmala. Terserah dengan tanggapan mu, aku hanya ingin mengatakan apa yang ada dalam hati ku sekarang." Kata Zico lagi.


Zico pun mendongakkan wajahnya untuk menatap Nirmala, ia menatap kedua bola mata indah Nirmala dengan tatapan yang dalam penuh cinta.

__ADS_1


"Nirmala, aku mencintai mu." Akhirnya kata yang sangat ingin Zico keluarkan dan sangat ingin Nirmala dengar keluar juga dari mulut Zico.


"Aku tahu, aku tidak pantas mengatakan ini pada mu, karena sudah banyak luka yang aku berikan pada mu. Kamu tidak perlu menjawab atas pernyataan ku, karena aku mengatakan ini hanya untuk memberitahu mu tentang perasaan ku, bukan untuk membebani mu." Kata Zico lagi.


"Saya tidak merasa terbebani Tuan. Dan izinkan saya menjawab ungkapan isi hati Anda." Balas Nirmala.


Mata Nirmala yang tadinya menatap kedua bola mata Zico kini beralih menatap bibir Zico lalu menangkup wajah Zico kemudian mendaratkan bibirnya ke bibir Zico.


Dengan lembut, Nirmala melu•mat bibir Zico untuk beberapa detik setelah itu melepaskan kembali tautan bibirnya dengan bibir Zico.


Zico tersenyum tipis setelah Nirmala melepaskan tautan bibir mereka.


"Itu jawaban ku atas ungkapan perasaan Anda pada ku Tuan." Ucap Nirmala lalu menundukkan wajahnya, ia malu karena mencium Zico terlebih dulu.


"Aku tidak mengerti. Bisa kamu ulangi lagi?" Balas Zico.


Dia mengerti maksud ciuman yang di berikan Nirmala padanya, ia hanya ingin menggoda Nirmala saja. Atau modus ingin Nirmala kembali menciumnya lagi.


"Hish.. ya sudah kalau tidak mengerti!! Tidak ada pengulangan!" Balas Nirmala kesal.


Nirmala pun mendorong tubuh Zico lalu meneruskan langkahnya menuju pintu. Namun cepat-cepat Zico menarik tangan Nirmala lagi dan menahan tengkuk Nirmala, lalu mendaratkan bibirnya di bibir Nirmala.


Jika tadi Nirmala menolak serangan bibir Zico, di serangan yang kedua ini Nirmala malah membalas ciuman Zico.


Mereka pun saling melu•mat dan membelit lidah dengan panas. Tanpa mereka sadari di depan pintu ada empat bodyguard yang sedang gigit jari menunggu Zico dan Nirmala selesai perang bibir.


• • • • •


Setelah berhasil membuat keenam pemuda mabuk yang menggoda Nirmala tadi tak berdaya dan memohon ampun, bodyguard Me pun menghubungi polisi untuk segera datang ke tempat kejadian perkara untuk mengangkut keenam pemuda mabuk itu.


Tak butuh waktu lama, polisi pun datang dan mengangkut keenam pemuda mabuk itu. Setelah memberi keterangan pada polisi di tempat kejadian perkara, polisi pun pergi dari tempat itu.


Bodyguard Me mencoba menghubungi Zico untuk menanyakan dimana keberadaan Zico agar mereka bisa menyusul, tapi sayangnya ponsel Zico tidak bisa di hubungi.


Karena tidak tahu kemana harus mencari Zico, keempat bodyguard itu pun memutuskan untuk menunggu kabar dari Zico di rumah bodyguard Hide dan Meda.


Karena mobil di bawa Zico, mereka pun terpaksa pulang jalan kaki menuju rumah bodyguard Hide dan Meda. Untung saja jarak dari tempat mereka sekarang ke rumah bodyguard Hida dan Meda tidak terlalu jauh.


Sesampainya di rumah, mereka pun melihat mobil yang tadi Zico pakai sudah terparkir di depan rumah.


Merasa yakin kalau di dalam rumah Zico dan Nirmala sedang tidak berbuat apa-apa, bodyguard Me pun jalan lebih dulu menuju pintu, padahal bodyguard Hida dan Meda sudah memperingatkan bodyguard Me untuk menunggu Zico dan Nirmala di mobil sampai mereka keluar, tapi bodyguard Me tidak memperdulikan kata-kata bodyguard Hida dan Meda dan terus berjalan menuju pintu, mau tidak mau ketiga bodyguard yang lain pun mengikuti dari belakang.


Untung tak dapat di raih, malang pun tak dapat di tolak, begitulah kira-kira peribahasa yang tepat menggambarkan hal yang di luar dugaan bodyguard Me.


Karena jendela belum tertutupi tirai ditambah lagi jenis kaca jendela adalah kaca yang bisa di lihat oleh orang dari luar tapi orang di dalam tidak bisa melihat ke luar jika malam hari, membuat keempat bodyguard itu pun terpaksa melihat dengan jelas perang bibir Zico dan Nirmala.


• • • • •

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2