Istri Pengganti Untuk Tuan Muda Zico

Istri Pengganti Untuk Tuan Muda Zico
Bab 45


__ADS_3

Tes DNA pun sudah di lakukan, sekarang tinggal menunggu hasilnya keluar.


Sambil menunggu hasilnya keluar mereka pun pergi ke gudang untuk menemui Cassandra. Ibu Aruni sudah tidak sabar ingin menampar wajah Cassandra.


Sesampainya mereka di gudang, terlihat Cassandra masih tertidur.


"Bangunkan dia!" Perintah Zico pada bodyguardnya.


Byuuur..


Bodyguard pun membangunkan Cassandra dengan menyiramkan air ke wajah Cassandra.


Cassandra pun bangun dengan gelagapan.


"Aruni." Lirih Cassandra dengan tatapan remeh pada Ibu Aruni.


"Lama tidak bertemu Cassandra. Aku pikir kau sudah mati dalam kebakaran. Ternyata sekarang kau masih hidup." Balas Ibu Aruni dengan tatapan penuh dendam.


"Jelas aku harus tetap hidup Runi, karena aku ingin terus melihat wajah laki-laki yang aku cintai." Jawab Cassandra.


"Kau gila Cassandra!"


"Ya, aku memang gila! Aku memang gila karena tidak bisa memiliki suami mu! Dia adalah laki-laki yang sempurna untuk ku! Tapi kau tidak mau melepaskannya untuk ku! Kau terlalu serakah Aruni!"


"Kau yang serakah karena menginginkan milik orang lain! Leon itu suami ku, jelas aku tidak akan pernah memberikannya pada siapapun!"


"Tapi Leon sudah memberikan mu anak kembar yang mirip dengan Leon. Harusnya kau menghibahkan Leon untuk ku!"


"Kau gila!"

__ADS_1


"Seandainya waktu itu kau memberikan Leon pada ku, aku juga tidak akan mengambil Nanima. Aku butuh Nanima agar bisa menatap wajah Leon setiap saat." Ucap Cassandra.


"Kau!!!" Geram Ibu Aruni sambil berjalan mendekati Cassandra.


Plaaak. Satu tamparan pun mendarat di pipi Cassandra.


"Dasar perempuan gila!! Gara-gara kau, dua puluh lima tahun batin ku tersiksa!!! Gara-gara kau, aku selalu menyalahkan suami ku!! Bahkan dua anak laki-laki ku tidak ku beri nama belakang Azure karena aku marah dengan suami ku!" Teriak Ibu Aruni histeris sambil menjambak rambut Cassandra.


Melihat itu, cepat-cepat Nirmala dan Zico memisahkan Ibu Aruni dari Cassandra.


"Ibu, tenangkan diri mu, Ibu. Jangan membuang tenaga mu hanya untuk perempuan gila seperti dia." Ucap Zico.


Nirmala pun memeluk Ibu Aruni agar Ibu Aruni lebih tenang.


Ibu Aruni pun berhasil tenang.


"Apa menantu mu, ups.. maksud ku menantu kita ini tidak mengatakan apa-apa padamu? Pasti menantu kita ini tahu jawabannya." Jawab Cassandra.


"Aku ingin mendengarnya dari mulut busuk mu Cassandra!" Teriak Ibu Aruni.


Cassandra tertawa mengejek.


"Bukan. Dia bukan Nanima. Entah bayi siapa aku juga tidak tahu. Aku mengambil bayi itu, di rumah penitipan. Malam itu aku menitipkan Nanima di penitipan. Keesokan paginya, aku berniat mengambil Nanima dan membawa Nanima pergi bersama putra ku ke kota lain. Tapi aku melihat bayi seumuran Nanima yang sedang di jemur dan anak kecil seumuran putra ku bermain di halaman rumah penitipan. Aku pun menitipkan putra ku terlebih dulu di penitipan itu dan pura-pura pergi. Saat melihat penjaga penitipan lengah, aku langsung membawa dua anak itu kerumah saudara ku. Lalu aku mengunci mereka di dalam rumah itu bersama dengan sepupu ku yang difabel. Kemudian aku membakarnya. Dan terjadilah kebakaran hebat." Tanpa rasa menyesal, Cassandra menceritakan kronologi kebakaran itu. Bahkan saat menceritakannya, Cassandra sambil tersenyum.


"Lalu kenapa hasil DNA-nya sama dengan Leon?" Tanya Ibu Aruni.


"Karena aku merayu petugasnya dengan tubuh ku." Jawab Cassandra.


"Dan itu juga yang kau ajarkan pada Viola agar dia bisa kabur dari penjara?" Zico memotong pembicaraan Ibu Aruni dan Cassandra.

__ADS_1


"Woah kau pintar juga ternyata menantu ku! Aku pikir kau bodoh!" Jawab Cassandra.


"Seminggu sebelumnya aku mengunjungi Viola, aku memberikan cara jitu padanya agar bisa bebas dari penjara itu. Ya apalagi kalau bukan merayu petugas penjara. Viola itu bodoh! Dia tidak bisa berpikir licik! Selama ini kalau bukan aku atau putra ku yang mencuci otaknya, mungkin dia akan sama bodohnya dengan saudari kembarnya!" Kata Cassandra lagi.


"Jadi benar Viola itu Nanima?" Lirih Ibu Aruni.


"Lalu kenapa kau membunuhnya!!!!" Teriak Nirmala.


"Karena dia sudah tidak berguna lagi untuk ku! Awalnya aku tidak tahu kalau Viola dan Sam di penjara, aku pikir mereka masih senang-senang dengan uang menantu bodoh ku itu. Aku hidup di pulau terpencil. Tapi karena Viola dan Sam tidak bisa di hubungi, aku pun datang ke kota ini disitulah aku baru tahu kalau menantu bodoh ku sudah memenjarakan istrinya sendiri. Dan yang lebih membuat ku kaget ternyata Nirmala kecil ku muncul ditengah-tengah rumah tangga Viola ku."


"Aku seperti mendapat jackpot saat mengetahui kalau kau menjadi istri pengganti Viola ku. Ibaratnya sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui. Sekali aku bergerak, aku bisa membalas dendam ku pada Ibu mu dan juga pada menantu bodoh ku ini!" Kata Cassandra pada Nirmala.


"Kau psikopat Cassandra!! Kau sudah meracuni otak Nanima ku dan sekarang kau malah membunuhnya!" Teriak Ibu Aruni kembali histeris.


Karena terlalu histeris, Ibu Aruni pun sampai pingsan.


Para bodyguard pun menggotong Ibu Aruni keluar dari gudang.


"Paman, Paman tau kan apa yang harus Paman lakukan pada psikopat itu?" Tanya Zico pada Paman Dru sebelum keluar dari gudang.


"Baik Tuan, akan saya lakukan." Jawab Paman Dru yang mengerti maksud Zico.


Zico pun keluar dari gudang.


"Kalian, bawa dia ke penangkaran buaya!" Perintah Paman Dru pada para bodyguard.


• • • • •


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2