Istri Pengganti Untuk Tuan Muda Zico

Istri Pengganti Untuk Tuan Muda Zico
Bab 30


__ADS_3

ZG Mansion


Pukul 16.00


Kini Zico sudah kembali di ZG Mansion.


"Bagaimana persiapan untuk besok, Paman?" Tanya Zico pada Paman Dru yang sudah berada di ZG Mansin untuk menyambut kepulangan Tuan Muda-nya itu.


"Sudah delapan puluh persen, Tuan." jawab Paman Dru.


Saat Zico dan Paman Dru hendak memasuki ruang kerja Zico, tiba-tiba salah satu penjaga pintu gerbang datang dengan setengah berlari menghampiri Zico dan Paman Dru.


Melihat itu, Zico dan Paman Dru serta keempat bodyguard Zico pun menghentikan langkah kaki mereka.


"Ada apa?" Tanya Paman Dru.


"Di luar ada paket Tuan." Jawab penjaga pintu gerbang.


Paman Dru dan Zico saling berpandangan untuk sesaat lalu kembali melihat penjaga pintu gerbang.


"Paket apa? Kenapa tidak dibawa masuk?" Tanya Paman Dru lagi.


"Mmm,, paketnya peti jenasah, Tuan." jawab penjaga pintu gerbang itu.


"Apa??!!" teriak Zico dan Paman Dru bersamaan.


Mendengar itu, keempat bodyguard Zico langsung berlari keluar Mansion untuk melihat paket yang penjaga pintu gerbang katakan.


Sedangkan Zico dan Paman Dru menyusul dengan dengan langkah panjang mereka.


Sesampainya di halaman Mansion, tepatnya dekat pos jaga, keempat bodyguard Zico pun langsung membuka peti jenasah itu.


"Ambilkan martil!!" perintah bodyguard Me pada penjaga pintu gerbang yang lainnya karena sekeliling peti itu di paku.


Penjaga pintu gerbang yang ada didekat peti itu pun langsung berlari ke gudang untuk mengambil alat perkakas tukang lalu kembali ke halaman.


"Ini." penjaga pintu gerbang itu menyodorkan empat martil kepada keempat bodyguard itu.


Keempat bodyguard itupun membuka paku yang mengunci di sekeliling peti.


Paku-paku sudah berhasil terlepas, keempat bodyguard pun perlahan mengangkat penutup peti jenasah.


Saat keempat bodyguard sedang mengangkat penutup peti jenasah, Paman Dru menarik tangan Zico untuk mudur ke belakang agar tidak terlalu dekat dengan peti. Karena siapa tahu saja begitu peti di buka, peti itu akan meledak.


Tapi dugaan Paman Dru salah, peti itu tidak meledak saat di buka melainkan mengeluarkan aroma busuk.


Keempat bodyguard itu pun cepat-cepat meletakkan penutup peti itu di samping badan peti, lalu mundur menjauhi dari peti karena tidak tahan dengan aroma busuk yang menguar dari dalam peti.


Keempat bodyguard yang bertubuh besar, otot kekar dan berwajah sangar saja tidak tahan dengan bau busuk itu, apalagi tiga orang penjaga pintu yang juga berad tidak jauh dari peti, mereka langsung berlari mencari tempat untuk muntah.

__ADS_1


Disaat keempat bodyguard dan ketiga penjaga pintu memilih untuk menjauh dari peti, Zico yang penasaran dengan isi peti itu malah mendekati peti.


"Tuan, jangan." Paman Dru mencegah Zico untuk mendekati peti.


"Aku ingin melihat isinya, Paman." ucap Zico.


Karena tahu kalau Tuan Mudanya itu keras kepala, mau tak mau Paman Dru mengizinkan Zico untuk mendekati peti, namun sebelumnya ia memberikan sapu tangannya terlebih dahulu untuk di pakai Zico menutup hidungnya.


Dengan sapu tangan yang diberikan Paman Dru, Zico pun berjalan perlahan mendekati peti bersama Paman Dru yang menutup hidungnya dengan menggunakan telapak tangannya.


Mata Zico membulat lebar saat melihat isi di dalam peti.


Bukan lagi bangkai ayam atau barang-barang busuk yang berukuran kecil, namun ada lima ekor anak anjing beserta dengan induknya yang sudah busuk dan berulat yang ada di dalam peti.


Melihat itu, sontak perut Zico langsung terasa mual. Cepat-cepat Zico berlari mencari tempat untuk memuntahkan isi perutnya.


"Cepat singkirkan peti ini!!" perintah Paman Dru pada keempat bodyguard lalu menghampiri Zico yang sedang memuntahkan isi perutnya.


Meski keempat bodyguard itu juga merasa mual, tapi yang namanya perintah harus tetap dilaksanakan. Keempat bodyguard itupun kembali mendekati peti dan bergotong royong dengan penjaga pintu gerbang untuk menyingkirkan peti itu dari halaman Mansion.


Kini Paman Dru sudah berdiri di dekat Zico yang sedang memuntahkan isi perutnya di taman kecil yang ada di halaman itu.


"Pelayan... pelayan!!!" Teriak Paman Dru.


Tak lama satu orang pelayan pun datang menghampiri Zico dan Paman Dru.


"Cepat bawakan air minum untuk Tuan Muda!!" perintah Paman Dru.


"Baik Tuan." Jawab pelayan itu dan langsung pergi meninggalkan Paman Dru dan Zico.


"Apa Anda baik-baik saja Tuan?" tanya Paman Dru setelah Zico selesai memuntahkan isi perutnya.


Zico hanya membalas dengan anggukkan kepala lalu menyeka mulutnya dengan sapu tangan yang di pinjamkan Paman Dru tadi.


Mata Paman Dru membulat saat melihat Zico memakai sapu tangannya untuk menyeka sisa muntahnya yang ada di mulutnya.


Sapu tangan kesayangan ku...


Lirih Paman Dru dalam hati. Karena itu adalah sapu tangan pemberian Bibi Below.


"Ini Paman, sapu tangan mu." tanpa merasa bersalah karena sudah memakai sapu tangan itu untuk menyeka sisa muntah-nya, Zico langsung mengembalikan sapu tangan itu pada Paman Dru.


Dengan wajah memelas Paman Dru mau tak mau menerima sapu tangan itu dari tangan Zico.


Tak lama pelayan pun datang membawakan air minum untuk Zico.


Zico pun mengambil air minum itu dari tangan pelayan lalu menenggak air minum itu sampai tandas lalu memberikan gelas kosongnya kembali pada pelayan kemudian berjalan masuk ke dalam Mansion meninggalkan Paman Dru yang masih berduka karena sapu tangan pemberian Bibi Below sudah ternoda dengan sisa muntahan Zico.


"Tuan Dru, Anda baik-baik saja?" tanya pelayan yang heran melihat Paman Dru yang masih berdiri ditempatnya dan tidak menyusul Tuan Muda mereka.

__ADS_1


Dan pertanyaan pelayan itu berhasil menyadarkan Paman Dru.


"Ah iya, tidak apa-apa." jawab Paman Dru lalu menyusul Zico yang sudah masuk ke ruang kerjanya.


Ceklek.


Paman Dru membuka pintu ruang kerja Zico.


"Paman, apa Paman sudah menemukan siapa pelaku yang melakukan peneroran?" tanya Zico.


"Emerald sedang bekerja memeriksa semua cctv di tempat Anda mendapatkan paket-paket misterius itu Tuan." Jawab Paman Dru.


Karena bukan hanya di Mansion saja pelaku mengirimkan paket misterius itu melainkan di perusahaan, atau di tempat saat Zico sedang meeting dengan klien.


"Coba tanya Emerald apa sudah selesai melakukan pemeriksaan?" perintah Paman Dru.


"Baik Tuan." jawab Paman Dru.


Paman Dru pun menghubungi Emerald.


Tuut.. Tuut.. Tuut..


Suara nada sambung.


Saat nada sambung masih berbunyi tiga kali, Emerald pun menjawab panggilan telepon Paman Dru.


"Halo Paman." jawab Emerald.


"Em, apa kamu sudah menemukan siapa yang melakukan peneroran?" Tanya Paman Dru.


"Dari semua rekaman cctv yang saya dapatkan ada satu orang yang saya curigai Paman, karena orang ini selalu ada di tempat Tuan Muda mendapatkan paket." jawab Emerald.


"Benarkah? Kalau begitu datanglah kamu ke Mansion sekarang, karena Tuan Muda baru mendapatkan teror lagi. Tapi kali ini lebih mengerikan dari yang sebelum-sebelumnya." perintah Paman Dru.


"Baik Paman." jawab Emerald.


Panggilan dengan Emerald pun berakhir.


"Emerald sudah menemukan petunjuk, Tuan. Sebentar lagi dia akan segera kemari." Ucap Paman Dru pada Zico yang terlihat sedang frustasi.


Bagaimana tidak frustasi, besok hari pernikahannya dengan Nirmala, tapi pelaku peneroran belum ditemukan dan semakin menjadi. Zico takut pelaku peneroran akan meneror Nirmala juga.


"Paman, cepat kirim orang untuk menjemput Nirmala dan keluarganya. Pastikan Nirmala dan keluarganya dalam penjagaan tingkat tinggi. Aku tidak mau kejadian yang lalu terulang kembali." Perintah Zico.


"Baik Tuan." Paman Dru pun langsung mengerjakan apa yang Zico perintahkan.


• • • • •


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2