Istri Pengganti Untuk Tuan Muda Zico

Istri Pengganti Untuk Tuan Muda Zico
Bab 16


__ADS_3

Saat sedang dalam perjalanan, tiba-tiba Emerald mendapat pesan dari Bibi Below kalau saat ini Viola tengah pergi dan Bibi Below yakin kalau Viola pergi menemui Sam.


"Ada apa?" Tanya Zico saat melihat Emerald yang tersenyum licik saat menerima pesan.


"Tuan, sepertinya sekarang istri Anda sedang menemui selingkuhannya. Apa Anda tidak ingin memergokinya langsung?" Tanya Emerald.


"Benarkah?" Balas Zico dan hanya di balas dengan anggukkan kepala oleh Emerald.


"Apa kau tau dimana mereka bertemu?" Tanya Zico.


"Sebentar saya lacak dulu." Jawab Emerald.


"Nomor-nya.."


"Tidak perlu Tuan, saya sudah menyimpan sidik jari istri Anda, jadi saya tidak membutuhkan nomor ponselnya untuk melacak istri Anda." Potong Emerald.


"Boleh juga kau." Puji Zico.


Emerald pun membuka alat pelacaknya yang ukurannya seperti ponsel.


"Kita ke alamat ini." Ucap Emerald seraya memberikan alamat keberadaan Viola sekarang pada bodyguard Me yang sedang menyetir.


"Me, putar haluan ke alamat itu sekarang." Perintah Zico.


"Baik Tuan." Balas bodyguard Me lalu memutar kemudi-nya menuju alamat yang tertera di alat pelacak Emerald dengan kecepatan tinggi.


Tak sampai lima belas menit, mobil pun tiba di depan sebuah gudang.


"Apa benar ini alamatnya? Kenapa mobil Viola tidak ada?" Tanya Zico meragu.


"Iya Tuan, ini alamatnya. Kalau soal mobil, bisa saja kan istri Anda memasukkan mobilnya di dalam sana atau memarkirkannya di tempat lain?" Jawab Emerald.


"Ya, kamu benar." Balas Zico.


Zico, Emerald dan keempat bodyguard Zico pun keluar dari dalam mobil dan berjalan menuju pintu gudang.


Tapi sayangnya pintu rolling door itu terkunci.


Bodyguard Me pun mengeluarkan senjata api-nya dan berinsiatif untuk membuka gembok itu dengan cara menembak gembok.


"Jangan!" Perintah Zico saat melihat bodyguard Me mengeluarkan ponselnya, Zico langsung menahan tangan bodyguard Me.


"Suara tembakkan mu akan membuat Viola dan selingkuhannya menyadari kedatangan kita, sedangkan aku mau melihat sendiri kebusukan Viola." Ucap Zico.


Bodyguard Me menganggukkan kepalanya paham dengan apa yang di katakan Tuan Muda-nya itu.


"Kalau pintu ini tergembok dari luar pasti di bagian belakang ada pintu yang di pakai untuk keluar masuk. Ayo kita masuk dari sana." Kata Zico.


Mereka pun berjalan menuju bagian belakang gudang dan benar saja ada pintu disana.


Bodyguard Hi pun memutar handle pintu dengan sangat pelan agar tidak mengeluarkan bunyi. Ternyata pintu itu terkunci.


"Bagaimana sekarang Tuan, mau tidak mau kita harus menembak pintu agar bisa terbuka." Tanya bodyguard Me.


"Tenang ada cara lain!" Tiba-tiba saja Emerald membuka suaranya.


"Caranya?" Tanya bodyguard Me.


"Minggir!!" Emerald pun maju mendekati pintu.


Lalu mengeluarkan pena dari dalam saku jaket yang ia kenakan lalu membuka pena itu dan mengeluarkan isinya lalu mengambil per yang ada di dalam pena, kemudian meluruskan per itu. Setelah lurus, barulah Emerald memasukan per yang sudah lurus itu ke dalam lubang kenop.


Zico dan keempat bodyguard itu hanya memperhatikan Emerald dari belakang sambil berpikir apa yang akan di lakukan Emerald dengan pena itu.


Ceklek.


Tak sampai tiga menit pintu pun terbuka.


"Woah..." Zico dan keempat bodyguardnya tercengang.


"Bagaimana berhasil kan?" Ucap Emeral sembari tersenyum sombong.


"Apa kamu mantan maling?" Ejek Zico.


"Haish!! Bukan mantan maling Tuan, tapi ini lah cara ku untuk masuk kalau aku terlambat pulang ke asrama." Jawab Emerald jujur.


"Oh.." Zico hanya membulatkan mulutnya.


"Ya sudah, ayo masuk." Balas Emerald.


Emerald pun masuk ke dalam gudang dan disusul bodyguard Me kemudian Zico lalu du belakang Zico, ada tiga bodyguard-nya yang lain untuk berjaga di belakang Zico.


Sssh.. ah.. oh Sam..


Oh.. Viola..


Kau memang yang terbaik Sam...


Kau juga Baby..


Ssh... ah.. ouh.. Zico bodoh itu mana bisa memuaskan ku seperti ini.


Mmhh... uuuhhh.. Tapi dia bisa memuaskan kita dengan hartanya.


Baru beberapa langkah masuk, suara-suara erangan, racauan dan percakapak Biola dan Sam langsung menyambut kedatangan mereka.

__ADS_1


Mendengar itu emosi Zico pun mendidih.


"Brengsek!!!" Geram Zico seraya mengepalkan tangannya.


"Minggir!!" Zico langsung mendorong bodyguard Me dan Emerald yang berjalan di depannya lalu berjalan dengan langkah panjang mendekati bilik yang hanya tertutupi tirai berwarna coklat tua.


Sreeet...


Dengan sekali tarikan Zico membuka tirai itu, dan ...


Eng.. ing.. eng..


Dengan mata kepala-nya sendiri, Zico melihat Viola sedang berkuda diatas tubuh Sam.


Spontan Viola dan Sam pun menoleh ke arah Zico. Melihat suami-nya memergoki-nya sedang berada diatas tubuh Sam, Viola pun cepat- cepat beranjak dari atas tubuh Sam.


"Dasar ja lang!!!!" Teriak Zico seraya mendekati Viola lalu menjambak rambut Viola.


"Aaakh.. Zico, ini salah paham, biar aku jelaskan!!" Ucap Viola.


Sudah jelas-jelas Zico melihat istrinya menunggang kuda diatas tubuh laki-laki lain, masih saja Viola mengatakan kalau itu salah paham.


PLAAAK.. PLAAAK.. PLAAAK.


Tidak mau mendengar penjelasan Viola, dengan penuh emosi, Zico menampar wajah Viola.


Saat Zico sedang meluapkan emosinya pada Viola, dua bodyguard pun menahan Sam yang hendak kabur.


Sedangkan Emerald lebih tertarik dengan komputer milik Sam. Emerald pun berjalan mendekati komputer itu lalu membuka komputer Sam itu.


Puas meluapkan emosinya pada Viola, Zico pun mendorong Viola hingga terjerembab ke lantai.


"Me, telepon polisi!! Suruh mereka menangkap dua manusia terkutuk ini!!!" Perintah Zico.


"Emerald ayo kita ke penjara." Ajak Zico.


"Zico.. tunggu dengarkan penjelasan ku dulu." Mohon Viola sambil merangkak mendekati Zico.


BUGH...


Dengan sekali tendangan, Zico menendang Viola agar menjauh darinya.


"Aaargh..." Teriak Viola kesakitan saat tendangan Zico berhasil membuatnya tersungkur di lantai.


"Tidak ada yang perlu di jelaskan!! Aku sudah mengetahui semua kebenarannya ja lang!!!" Balas Zico.


"Kau yang membuat sisi jahat ku keluar, jadi bersiaplah merasakan bagaimana kejam-nya diriku!!" Kata Zico lagi.


"Ayo Em, kita pergi dari sini dan bebaskan Paman Dru." Kini Zico beralih pada Emerald yang sedang berkutat dengan data-data yang ada di komputer Sam. Ternyata Emerald sedang berusaha meretas data-data itu dan menghubungkannya ke komputernya.


Mata Viola membulatkan matanya mendengar kata-kata terakhir Zico. Bisa-bisanya Zico menyuruh keempat bodyguardnya menggilir dirinya.


• • • • •


Penjara.


"Tuan Dru, Anda bisa bebas sekarang." Ucap sipir penjara seraya membuka sel tahanan.


Paman Dru hanya tersenyum tipis mendengar kata-kata sipir, karena dia sudah tahu kalau dirinya tak lama lagi akan di bebaskan. Walau kebebasannya itu sedikit meleset dari waktu perkiraan awal-nya karena Bibi Below yang mengalami kendala untuk membuat Viola memegang pena ajaib-nya.


Setelah Paman Dru keluar dari dalam sel, sipir penjara pun membawa Paman Dru menuju kantor kepala penjara dimana saat ini Zico dan Emerald sudah menunggu.


Kini sipir penjara dan Paman Dru sudah berada tepat di depan pintu ruangan kepala penjara.


Ceklek.


Tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, sipir itu pun membuka pintu.


Sontak Zico dan Emerald pun menoleh ke arah pintu.


"Paman Dru..." Lirih Zico seraya berdiri dari tempat duduknya dan berjalan mendekati Paman Dru.


"Tuan Muda.." lirih Paman Dru seraya berjalan mendekati Zico.


Mereka pun langsung berpelukan.


"Maafkan saya Paman. Maafkan atas kebodohan saya. Saya menyesal telah memasukkan Paman ke dalam penjara." Ucap Zico sambil menangis dalam pelukan Paman Dru.


"Tidak apa-apa Tuan Muda. Saya mengerti, saat itu pasti Anda sedang labil dan bingung." Balas Paman Dru.


Emerald yang tidak mau ketinggalan pun juga mendekati Paman-nya itu.


"Selamat menghirup udara bebas Paman." Ucap Emerald.


Zico pun melepaskan pelukannya dari Paman Dru dan memberi ruang pada Emerald untuk memeluk Paman Dru.


Saat suasana di ruangan kepala penjara sedang haru, tiba-tiba ponsel Zico berdering.


Bodyguard Me, itulah nama yang tertulis di ponsel Zico.


Zico pun cepat-cepat menggeser tombol hijau.


"Ada apa Me?" Tanya Zico to the point.


"Tuan Muda, selingkuhan Nona Viola berhasil kabur." Lapor bodyguard Me.

__ADS_1


"Apa!!! Kenapa bisa??" Teriak Zico kaget.


"Tadi sewaktu polisi hendak memasukkan ke dalam mobil polisi, tiba-tiba ada dua orang yang memukul polisi yang membawa selingkuhan Nona Viola dari belakang, setelah itu selingkuhan Nona Viola pun kabur bersama dua orang itu dengan menggunakan motor." Jawab bodyguard Me menceritakan kronologinya.


"Kenapa kalian tidak mengejarnya?" Teriak Zico kesal.


"Maaf Tuan, saat kejadian kami sedang bergilir tadi. Dan setelah mengetahui kalau pria itu berhasil meloloskan diri, kami pun mengejarnya tapi kami tidak bisa menemukan jejaknya." Jawab bodyguard Me.


"Shiiit!!!" Mau marah pada bodyguard-nya pun juga tidak bisa karena dia lah tadi yang memberi izin keempat bodyguardnya menggilir Viola.


"Ada apa?" Tanya Emerald.


"Selingkuhan Viola kabur." Jawab Zico.


"Tenang saja, aku sudah berhasil meretas jaringannya. Jadi kemana pun dia kabur aku bisa dengan mudah melacaknya." Balas Emerald.


"Benarkah?" Tanya Zico sedikit ragu.


"Jangan meragukan Emerald, Tuan." Sahut Paman Dru.


"Baiklah kalau begitu." Balas Zico.


"Jadi, dimana kalian sekarang?" Tanya Zico pada bodyguard Me.


"Sedang dalam perjalan menuju kantor polisi Tuan." Jawab bodyguard Me.


"Langsung bawa saja ke penjara, kepala penjara sudah menyiapkan sel khusus untuk ja lang itu!!" Balas Zico.


"Baik Tuan."


Zico pun mengakhiri panggilan telepon itu.


"Kalau begitu, ayo kita pulang sekarang Paman." Ajak Zico.


Zico pun berpamitan pada kepala penjara dan mengingatkan kepala penjara untuk mengawasi Viola dengan ketat.


Kini Zico, Emerald dan Paman Dru sudah berada di delam mobil dan mobil pun baru keluar dari area penjara.


Paman Dru melirik Zico yang sedang memijat-mijat keningnya. Melihat Zico seperti itu, Paman Dru mengira kalau Zico sedang sakit kepala.


"Apa Anda baik-baik saja Tuan?" Tanya Paman Dru.


Zico menggelengkan kepalanya.


"Pikiran ku sedang kacau sekarang Paman." Jawab Zico.


"Aku sudah membuat kesalahan besar. Menjebloskan orang yang tidak bersalah dan meloloskan penjahat yang sebenarnya." Kata Zico lagi.


"Namanya juga manusia Tuan, pasti akan ada waktunya melakukan kesalahan. Dan saya bersyukur, Tuan Muda bisa segera menyadarinya." Jawab Paman Dru.


"Oh.. iya Tuan, apa Anda sudah tahu tentang Nona Nirmala?" Tanya Paman Dru yang teringat akan Nirmala.


Zico menghela nafasnya kasar.


Sebenarnya sejak tadi yang ada di pikiran Zico adalah Nirmala.


Zico sama sekali tidak memperdulikan Viola yang sudah berselingkuh darinya. Tangisan Nirmala saat di seret polisi terus terngiang-ngiang di kepala Zico.


Namun penyesalan Zico itu di balut tipis dengan rasa kesal pada Nirmala karena Nirmala di bebaskan oleh seorang pria. Dan sampai sekarang orang-orangnya belum berhasil mendapatkan informasi siapa laki-laki yang telah membebaskan Nirmala dan kemana Nirmala di bawa pergi.


"Tentang apa? Apa Paman ingin memberitahu ku tentang laki-laki yang sudah membebaskan Nirmala?" Tanya Zico.


"Em... Apa kau belum menceritakannya pada Tuan Muda?" Kini Paman bertanya pada Emerald yang sedang menyetir.


"Astaga!! Maaf Paman, aku lupa. Aku terlalu sibuk membeberkan bukti kebusukan Nona Viola jadi aku lupa memberitahu yang satu itu." Jawab Emerald.


"Astaga Em!! Sudah ku bilang, fokus dulu kepada Nona Nirmala!!" Geram Paman Dru.


"Maaf Paman." Balas Emerald merasa bersalah.


"Ada apa ini Paman? Memangnya apa yang terjadi pada Nirmala?" Tanya Zico, hatinya sudah mulai tidak tenang karena yakin pasti ada yang tidak beres.


"Tuan Muda, dengarkan saya baik-baik." Ucap Paman Dru seraya menatap mata Zico dengan sorot mata yang tajam.


"Tuan Muda, saat ini Nona Nirmala sedang hamil anak Anda. Dan.."


"Apa!!!" Potong Zico.


"Iya Tuan Muda, Nona Nirmala sedang mengandung anak Anda dan yang mengeluarkan Nona Nirmala itu adalah orang suruhannya Nona Viola." Lanjut Paman Dru.


Mendengar kata-kata Paman Dru, tiba-tiba saja teriakan Nirmala yang meminta tolong padanya di dalam mimpi terngiang-ngiang di telinganya, bahkan mimpi buruk tentan Nirmala kembali berputar di otaknya.


Pandangan Zico pun menggelap dan tak lama Zico pun pingsan.


"Tuan.. Tuan Muda.." teriak Paman Dru seraya menepuk-nepuk pipi Zico saat melihat Zico tak sadarkan diri.


"Em, putar ke rumah sakit!!!" Perintah Paman Dru pada Emerald.


Dan Emerald pun langsung memutar kemudinya menuju rumah sakit.


• • • • •


Bersambung...


...Jangan lupa LIKE, KOMEN, HADIAH dan VOTE-NYA....

__ADS_1


...💋💋 Sarangbeo 💋💋...


__ADS_2