
Keesokan Harinya.
Acara janji suci pun berlangsung dengan sangat khidmat dan pastinya dengan pengamanan yang super ketat.
Para sniper pun juga ikut di kerahkan untuk berjaga-jaga dari atas gedung hotel dan gedung lain yang mengarah ke arah taman.
Tapi senjata yang mereka pakai bukan senjata api melainkan senjata dengan peluru yang sudah di masukkan cairan obat tidur, gunanya apa? agar orang yang mencurigakan hanya tertidur, karena bisa saja orang yang mencurigakan yang para sniper tembak adalah Cassandra Greenish.
Sebenarnya bisa saja para sniper menembakkan timah panas ke arah kaki atau tangan, tapi Zico tidak mau ada pertumpahan darah di acara sakralnya. Maka dari itu semua tim keamanan termasuk sniper hanya boleh menggunakan senjata yang sudah di lapisi alat peredam dan peluru yang berisi obat tidur.
Setelah pengucapan janji suci selesai, acara pun di lanjutkan dengan resepsi. Tidak seperti saat pernikahannya dengan Viola yang sangat mewah dan meriah dengan mengundang banyak tamu, di acara pernikahan Zico dan Nirmala diadakan dengan sangat sederhana dan hanya mengundang kolega-kolega bisinis yang Zico anggap penting.
Dari pihak Nirmala juga hanya Ibu Aruni dan kedua adik Nirmala saja.
Seluruh rangkaian acara pun berakhir, para tamu undangan pun juga sudah berpulangan.
Ibu Aruni dan kedua adik Nirmala, tidak lagi menginap di hotel itu melainkan Zico menyuruh Ibu mertuanya dan kedua adik iparnya itu langsung ke mansion.
Setelah mobil yang mengantar Ibu Aruni dan kedua adik Nirmala pergi, barulah Zico dan Nirmala naik ke unit kamar Zico dimana kamar suite room itu sudah di sulap menjadi kamar pengantin dengan banyak bunga-bunga yang bertaburan di lantai dan ranjang, serta handuk yang dibentuk seperti dua angsa yang sedang berciuman yang juga di letakkan diatas ranjang. Dan ketinggalan balon-balon yang berbentuk hati beterbangan di langit-langit ruang tidur kamar pengantin Zico-Nirmala.
__ADS_1
Kini Zico dan Nirmala sudah berada di depan pintu kamar pengantin mereka. Zico menutup mata Nirmala terlebih dahulu sebelum membuka pintu kamar.
Setelah memastikan penutup mata menutup mata Nirmala dengan baik, barulah Zico membuka pintu kamar pengantin mereka.
Namun baru Zico membuka pintu itu, Zico melihat ada tetesan berwarna merah yang ia yakini sebagai tetesan darah di lantai belakang pintu. Mata Zico mengikuti tetesan darah itu yang ternyata sampai ke dalam ruang tidur.
Zico yang penasaran pun berjalan menuju ruang tidur mengikuti tetesan darah itu dan meninggalkan Nirmala yang masih berdiri di depan pintu.
Mata Zico membulat lebar saat melihat sesosok mayat yang sudah berpakaian pengantin diatas ranjang, Zico pun berjalan mendekati ranjang untuk melihat wajah mayat itu. Mata Zico semakin membulat lebar saat melihat mayat wanita berpakaian pengantin itu dengan pesan yang bertuliskan AKULAH PENGANTIN MU HIDUP DAN MATI, ZICO!!
Tubuh Zico lemas seketika. Sangking lemasnya, kaki Zico pun tidak sanggup menopang tubuh Zico. Zico pun terduduk di lantai.
Begitu penutup mata di buka, hal yang pertama Nirmala lihat adalah tetesan merah di atas lantai.
Perasaan Nirmala langsung tidak enak.
"Zico.." lirih Nirmala sambil berjalan memasuki kamar dan mengikuti tetesan darah itu.
Sama seperti Zico, mata Nirmala juga langsung membulat lebar begitu melihat sesosok mayat diatas ranjang.
__ADS_1
"Zico.."
Zico menoleh.
"Nirmala."
Melihat Nirmala, Zico pun langsung berdiri dari duduknya di lantai lalu menghampiri Nirmala.
"Mayat siapa itu? Dan kenapa bisa ada mayat disitu?" tanya Nirmala.
Bukannya menjawab, Zico malah langsung memeluk Nirmala. Zico sangat syok.
Penasaran dengan mayat yang ada di ranjang, Nirmala pun memberanikan diri untuk berjalan mendekati ranjang.
"Viola!!" pekik Nirmala
Ya, sesosok mayat itu adalah Viola Peach alias Nanima Azure yang tak lain dan tak bukan adalah mantan istri Zico dan juga saudari kembar Nirmala. Sayangnya hanya Zico dan Paman Dru saja yang tahu kalau Viola adalah saudari kembar Nirmala.
• • • • •
__ADS_1
Bersambung...