Istri Pengganti Untuk Tuan Muda Zico

Istri Pengganti Untuk Tuan Muda Zico
Bab 32


__ADS_3

"Jadi siapa nama anak laki-laki itu!! Cepat katakan jangan membuat penasaran seperti ini!!! Digantung itu tidak enak tau!!" Omel Zico.


Emerald memutar layar laptop ke arah Zico dan Paman Dru.


Zico dan Paman Dru pun memajukan wajah mereka untuk membaca nama anak laki-laki Cassandra Greenish.


"Sam Brown!!!" Pekik Zico dan Paman Dru kaget.


"Jadi Ibu angkat Nona Viola adalah Ibu-nya Sam Brown?" kata Paman Dru lagi.


"Aku tidak mengerti Paman!! Aku tidak mengerti!!" balas Zico.


"Lalu kenapa kamu bilang wanita tua itu sudah meninggal?" tanya Paman Dru pada Emerald.


"Karena namanya bukan Cassandra Greenish, Paman!! Entah lah siapa namanya waktu aku mendeteksi dengan wajah tua itu." balas Emerald.


Paman Dru menghela nafasnya kasar.


"Sekarang sudah jelas kalau kalau wanita itu memang pelaku peneroran Tuan Muda dan dia melakukannya karena tidak terima anak dan anak angkatnya Tuan Muda masukkan ke dalam penjara." ucap Paman Dru.


"Iya Paman, saya setuju." timpal Emerald.


Paman Dru pun menoleh ke arah Zico yang terlihat sedang menatap tajam foto Cassandra Greenish sewaktu muda sambil memikirkan sesuatu.


"Ada apalagi Tuan? Apa ada sesuatu yang mengganjal di hati Anda?" tanya Paman Dru.


"Ah, tidak ada." jawab Zico berbohong.


Padahal sekarang ia merasakan sesuatu mengganjal dalam hatinya. Yang ada dalam benaknya saat ini kenapa bisa Cassandra Greenish waktu muda itu bisa ada dalam foto orangtua Nirmala. Rasanya tidak mungkin kalau keberadaan Cassandra Greenish muda itu dalam foto itu hanya sebuah kebetulan saja.


Zico pun memberi perintah pada anak buahnya untuk menangkap wanita tua itu dalam keadaan hidup.


Setelah selesai mengungkap siapa pelaku teror, Emerald pun pamit undur diri dan Paman Dru mengantar Emerald sampai ke halaman Mansion.


Sesampainya di halaman Mansion, tiba-tiba penjaga pintu gerbang berjalan mendekati Emerald dan Paman Dru. Penjaga pintu gerbang itu menatap Emerald dari ujung kepala sampai ujung rambut.


"Ada apa? Kenapa melihat ku seperti itu? Apa aku punya hutang pada mu? Atau petugas penagih hutang pinjaman online ilegal menyebar luaskan wajah ku?!" tanya Emerald pada petugas penjaga pintu.


"Kau berhutang di pinjaman online ilegal?" tanya Paman Dru kaget.


"Tidak Paman! Habisnya dia menatap ku seperti itu.!!" balas Emerald.


"Hei!! Ada apa? kenapa kamu melihat dia seperti itu?!" kini Paman Dru bertanya pada petugas penjaga pintu gerbang.


"Maaf, apa benar Anda EMR88?" tanya petugas pintu gerbang.


Emerald mengernyitkan keningnya lalu menoleh ke arah Paman Dru. Emerald dan Paman Dru pun saling berpandangan untuk sesaat kemudian mengalihkan pandangannya lagi ke arah petugas penjaga pintu.

__ADS_1


"Kenapa kamu bertanya seperti itu?" tanya Paman Dru. Ia tidak langsung menjawab pertanyaan petugas penjaga pintu karena nama samaran Emerald sangat lah rahasia.


"Ah.. tidak Tuan, waktu itu Bibi Below pernah mendapat kiriman paket dari pengirim EMR88, kata Bibi Below itu dari kekasihnya. Dan saat melihat tulisan kecil di plat motor Anda EMR88, jadi saya pikir Anda lah kekasih Bibi Below itu." jawab petugas penjaga pintu dengan polosnya, ia tidak sadar kalau jawabannya itu akan memicu konflik antara Paman dan keponakan.


Paman Dru memutar lehernya ke arah Emerald dan memberikan tatapan tajam pada Emerald.


"Kalau memang iya Anda lah EMR88 itu, woah.. pesona Bibi Below memang tidak main-main, sampai-sampai bisa mendapatkan pria muda seperti Anda." kata petugas penjaga pintu itu lagi.


"Em..." Paman Dru menggeram.


Melihat wajah Pamannya sudah sangat merah, Emerald tahu kalau Pamannya pasti sedang cemburu.


"Dengarkan penjelasan ku dulu Paman, kejadian yang sebenarnya bukan seperti itu." ucap Emerald seraya berjalan mundur karena takut kena amukan Pamannya.


"Begitu banyaknya wanita muda di luar sana, tapi kenapa harus wanita tua milikku yang kau dekati, hah!!" kata Paman Dru lagi.


"Bukan seperti itu Paman, ini salah paham. Dengarkan aku dulu." balas Emerald.


Tapi nampaknya Paman Dru tidak mau mendengarkan penjelasan Emerald. Daripada terkena amukan Paman-nya, Emerald pun memilih untuk segera kabur dari tempat itu.


Cepat-cepat Emerald naik ke atas motornya lalu melajukan motornya keluar dari halaman Mansion.


"Emerald!!! Kembali kau keponakan kurang ajar!! Kalau kau merebut kekasih teman mu sendri tidak jadi masalah!! Tapi ini punya Paman mu sendiri yang kau rebut!! Kembali kau!!!" teriak Paman Dru seraya mengejar Emerald sampai keluar Mansion sedangkan yang dikejar sudah jauh meninggalkan Mansion.


Karena tidak akan mungkin bisa mengejar Emerald, Paman Dru pun memutuskan untuk kembali ke Mansion.


Dan jelas saja pertanyaan petugas penjaga pintu itu semakin membuat hati Paman Dru semakin panas.


Paman Dru tidak menjawab pertanyaan petugas penjaga pintu itu dan memilih untuk meneruskan langkahnya memasuki mansion.


Paman Dru ingin berpamitan pada Zico untuk pergi ke ZG Hotel, dengan alasan ingin memantau persiapan pernikahan untuk besok. Padahal tujuan Paman Dru yang sebenarnya, karena Paman Dru ingin menanyakan langsung pada Bibi Below tentang hubungannya dengan Emerald.


Dan untungnya Zico mengizinkan Paman Dru untuk pergi ke ZG Hotel.


• • • • •


ZG Hotel.


Sesampainya di ZG Hotel, Paman Dru langsung berjalan menuju taman dimana pesta pernikahan akan dilangsungkan besok.


Mata Paman Dru berkeliling mencari keberadaan Bibi Below.


Karena tidak menemukan Bibi Below di taman yang sangat luas itu, Paman Dru pun bertanya pada salah satu pekerja disana.


"Dimana Below?" tanya Paman Dru.


"Sepertinya tadi bibi Below ke arah sana." jawab pekerja itu seraya menunjuk ke arah air mancur.

__ADS_1


"Terimakasih." balas Paman Dru. Ia pun langsung berjalan ke arah yang di tunjuk pekerja itu.


Dan benar saja, ada Bibi Below disana sedang duduk di bangku panjang sambil menghadap ke arah air mancur.


Paman Dru berjalan mendekati Bibi Below.


Mendengar suara langkah sepatu yang berjalan ke arahnya, Bibi Below pun menoleh kebelakang-nya.


Melihat ternyata Paman Dru yang mendekatinya, Bibi Below kembali mengalihkan pandangannya ke arah air mancur.


"Enak sekali kamu, disaat semua orang sedang sibuk ini-itu, kamu malah bersantai disini!!" sindir Paman Dru ketus.


"Saya disini belum ada sepuluh menit Tuan. Kaki saya sakit karena harus berjalan kesana-kesini, makanya saya beristirahat sebentar disini." jawab Bibi Below.


Paman Dru melihat ke arah kaki Bibi Below dimana jari kelingking di kedua kakinya terlihat lecet.


Paman Dru pun berjongkok di depan Bibi Below lalu mengangkat salah satu kaki Bibi Below untuk melihat dengan jelas jari kelingking yang lecet itu dan ternyata bukan hanya jari kelingking Bibi Below saja yang lecet, melainkan tumit dan punggung kaki Bibi Belo juga lecet.


"Astaga, kenapa sampai seperti ini?" pekik Paman Dru, ia tak tega melihat kaki Bibi Below sampai lecet-lecet begitu.


"Sudah biasa Tuan, Anda tidak usah berlebihan." jawab Bibi Below seraya menarik kakinya yang sedang di pegang Paman Dru.


Paman Dru pun berdiri dari posisi jongkoknya lalu duduk di sebelah Bibi Below.


Melihat Paman Dru duduk di sebelahnya, Bibi Below memilih untuk berdiri. Ia merasa tidak pantas duduk bersebelahan dengan Paman Dru. Namun Paman Dru menarik tangan Bibi Below sampai Bibi Below kembali duduk di bangku itu.


"Maaf, Tuan sekarang kita masih bekerja. Sangat tidak pantas kalau saya duduk bersebelahan dengan Anda." ucap BIbi Below.


Paman Dru pun melepas pin ZG dari jasnya dan dari blazer Bibi Below.


"Sekarang kita sedang tidak bekerja. Aku adalah Dark Blue dan kamu adalah Bee Yellow. Bukan asisten Dru dan kepala pelayan Below." jawab Paman Dru.


"Apa yang kau inginkan!!" tanya BIbi Below ketus setelah Paman Dru mengatakan itu. Bibi Below sudah hapal kalau Paman Dru berkata seperti itu, pasti Paman Dru ingin membicarakan hal yang pribadi dengannya.


"Apa kamu sedang menjalin hubungan dengan seseorang?" tanya Paman Dru to the point.


"Untuk apa kamu menanyakan itu! Itu bukan urusan mu!" jawab Bibi Below ketus.


"Jelas itu urusan ku!! Apalagi kalau kamu menjalin hubungan dengan keponakan ku!" balas Paman Dru. Kecemburuannya kembali terpancing kala mengingat kata-kata penjaga pintu gerbang kalau Emerald mengirimkan paket romantis untuk Bibi Below.


"Apa maksud mu bicara begitu?! Keponakan mu yang mana yang sedang menjalin hubungan dengan ku!!" tanya Bibi Below yang juga mulai emosi, ia tak terima dengan tuduhan Paman Dru.


"Emerald!!" jawab Paman Dru.


Mata Bibi Below membulat, mulutnya juga menganga mendengar tuduhan Paman Dru.


• • • • •

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2