Istri Pengganti Untuk Tuan Muda Zico

Istri Pengganti Untuk Tuan Muda Zico
Bab 22


__ADS_3

Satu bulan kemudian.


Zico dan Viola sudah resmi bercerai. Viola dan Sam juga sudah di jatuhi hukuman seumur hidup, tapi bukan di masukkan ke dalam sel umum, melainkan ke dalam sel khusus sesuai permintaan Zico.


Lalu bagaimana dengan hubungannya dengan Nirmala?


Melepas.


Walaupun mulut Zico mengatakan mengikhlaskan untuk melepas Nirmala menggapai kebahagiaan tanpa dirinya, tapi hati Zico sama sekali tidak pernah melepaskan Nirmala dan malah semakin dalam mengurung nama Nirmala dalam lubuk hatinya.


Meski raga Nirmala tidak berada di sisi Zico, tapi bukan berarti Zico tidak mengetahui dimana keberadaan Nirmala dan apa-apa saja yang Nirmala lakukan.


Nirmala dan keluarganya pindah ke sebuah kota kecil dengan penduduk yang tidak terlalu padat. Tidak ada lagi suntikan dana untuk keluarga Nirmala, baik itu pengobatan Ibu Aruni maupun biaya sekolah kedua adik Nirmala, Chandra dan Galang.


Bukan Zico atau Paman Dru yang memutuskan pemberhentian suntikan dana itu, melainkan itu adalah permintaan dari Nirmala yang tidak ingin Zico dan Paman Dru membantu dirinya dan keluarganya lagi. Nirmala benar-benar tidak ingin memiliki hubungan lagi dengan Zico atupun orang-orang yang berhubungan dengan Zico.


Nirmala hanya pergi dengan uang yang Zico transfer ke rekening Nirmala saat Nirmala masih menjadi istri pengganti. Sebenarnya Nirmala tidak ingin menerima uang itu tapi Zico memaksa Nirmala untuk tidak mengembalikan uang itu dan menganggap uang yang ada di rekening Nirmala adalah uang pesangon darinya. Mau tidak mau Nirmala pun menerima uang yang ada di rekeningnya.


Meski Nirmala menolak Zico dan Paman Dru membantu keluarga-nya, tapi Zico tetap membantu membiayai berobat jalan Ibu Aruni dengan dalih bantuan sosial dari salah satu rumah sakit dan membiayai sekolah kedua adik Nirmala dengan dalih beasiswa.


Begitu tahu Nirmala memboyong keluarganya ke kota kecil itu, dengan sigap Zico menyuruh anak buahnya mendatangi rumah sakit yang ada di kota itu untuk bekerja sama berpura-pura memberi pengobatan gratis untuk Ibu Aruni yang memilik penyakit pneumonia atau radang paru yang di sebabkan oleh virus yang membutuhkan pengobatan yang lebih lama dan gagal ginjal yang mengharuskan Ibu Aruni cuci darah sebanyak dua kali dalam seminggu.


Dua penyakit yang di derita Ibu Aruni bukan lah penyakit yang bisa diredakan dengan minum obat warung atau obat generik yang berdosis rendah. Butuh biaya yang sangat mahal untuk itu apalagi obat-obat yang di konsumsi Ibu Aruni harus obat yang paten, yang harganya jauh lebih mahal dari obat generik.


Rumah sakit yang di datangi anak buah Zico itu pun bersedia menjalin kerja sama dengan Zico setelah Zico berjanji akan mendatangkan alat-alat medis yang lengkap dan menjadikan rumah sakit itu rumah sakit yang besar agar penduduk di kota itu tidak perlu lagi di rujuk ke rumah sakit yang ada di kota besar, karena jarak dari kota kecil itu ke kota besar memakan waktu kurang lebih sepuluh jam dan hanya bisa di lalui dengan jalur darat. Kebayang bagiamana jika ada pasien sekarat dari kota kecil itu, belum sampai di rumah sakit yang ada di kota besar, pasien sudah meninggal.


Setelah mendatangi dan mendapat kesepakatan dari rumah sakit, anak buah Zico pun beralih menuju sekolah untuk mengajak bekerja sama. Bukan sekolah yang ada di kota itu, melainkan sekolah yang ada di kota besar. Sekolah itu diminta untuk berpura-pura memberikan beasiswa pada kedua adik Nirmala.


Tak membutuhkan waktu lama untuk berunding, kata sepakat pun terucap.

__ADS_1


Pihak sekolah pun mendatangi rumah Nirmala, rumah kecil yang Nirmala beli dari uang pesangon yang di berikan Zico.


Setelah kurang lebih satu jam meyakinkan Nirmala, akhirnya Nirmala menerima tawaran beasiswa untuk kedua adiknya itu sampai ke jenjang universitas tanpa rasa curiga sama sekali kalau orang-orang yang mendatangi rumahnya itu ada kaitannya dengan Zico.


Selang tiga hari, tepatnya saat Ibu Aruni pergi ke rumah sakit untuk melakukan cuci darah, disitulah pihak rumah sakit menawarkan pengobatan gratis untuk Ibu Aruni.


Lagi dan lagi, Nirmala percaya kalau tawaran yang di berikan rumah sakit sama sekali tidak ada kaitannya dengan Zico. Nirmala pun menerima tawaran pengobatan gratis yang di tawarkan oleh pihak rumah sakit.


Urusan pengobatan dan sekolah selesai, sekarang tinggal memberikan pekerjaan untuk Nirmala.


Mengetahui Nirmala memasukkan lamaran kerja ke kedai mie, Zico kembali menyuruh anak buahnya untuk mendatangi kedai mie itu dan melobi si pemilik kedai mie untuk mau menerima Nirmala bekerja di kedai mie-nya dengan iming-iming Zico lah yang akan membayar gaji pekerja kedai mie yang berjumlah delapan orang termasuk Nirmala dan dua bodyguard wanita yang nanti akan di kirim Zico untuk menjaga Nirmala kalau si pemilik kedai mie mau mempekerjakan Nirmala.


Pemilik kedai mie pun dengan senang hati menerima tawaran dari anak buah Zico itu dan menerima Nirmala bekerja di kedai mie-nya.


• • • • •


Hari ini adalah hari weekend. Hari dimana jadwal Zico untuk pergi ke kota kecil untuk melihat Nirmala.


Dan disinilah Zico sekarang, di seberang kedai mie tempat Nirmala bekerja. Didalam mobil sedan hitam, Zico dengan setia menunggu Nirmala pulang bekerja dengan di temani bodyguard Me dan Hi.


Pukul 23.00


Setelah kurang lebih tiga jam menunggu, akhirnya Nirmala pun keluar dari dalam kedai mie bersama bodyguard Hida dan Meda.


Mereka bertiga pun berjalan menuju halte bus.


Tak lama setelah mereka berada di halte bus, bus terakhir pun datang dan mereka pun naik masuk ke dalam bus itu. Setelah Nirmala, bodyguard Hida dan Meda masuk ke dalam bus, Zico pun masuk terakhir ke bus itu. Sedangkan bodyguard Me dan Hi mengikuti bus yang mereka naiki dari belakang dengan mobil sedan hitam.


Lima belas menit kemudian, bus yang mereka naiki pun sampai di halte daerah tempat tinggal Nirmala.

__ADS_1


Nirmala, bodyguard Hida dan bodyguard Meda pun turun lebih dulu dari dalam bus setelah mereka turun dan disaat pintu bus hendak tertutup disaat itu lah Zico baru turun.


Zico memberikan tempat tinggal kedua bodyguard Nirmala itu tak jauh dari tempat tinggal Nirmala, tujuannya agar bisa menjaga Nirmala sampai rumah dengan selamat.


Nirmala sama sekali tidak curiga dengan semua kebetulan yang ada. Sudah bekerja di tempat yang sama, bodyguard Meda dan Hida juga bertempat tinggal yang tidak jauh dari rumah Nirmala.


"Dadah..Sampai bertemu besok." Ucap Nirmala, Meda dan Hida bersamaan sambil melambaikan tangannya pada Meda dan Hida begitu sampai didepan rumah Nirmala.


Setelah memastikan Nirmala masuk ke dalam rumah, barulah bodyguard Meda dan bodyguard Hida pun meneruskan langkah kaki mereka menuju tempat tinggal mereka yang sudah di sediakan Zico.


Melihat Nirmala masuk ke dalam rumah, Zico yang sejak tadi menguntit dari belakang pun berjalan menuju mobil sedan hitam yang terparkir tak jauh dari rumah Nirmala lalu masuk ke dalam mobil itu.


"Nona Nirmala kelihatan lebih cantik sekarang." Celetuk bodyguard Hi.


"Apa kau sudah bosan hidup Hi? Berani-beraninya memuji wanita ku!" Ucap Zico penuh.


"Maaf Tuan. Saya mengatakan itu tidak ada maksud apa-apa. Hanya sebatas penggemar yang mengagumi artis idolanya saja." Jawab bodyguard Hi.


"Tetap saja saya tidak suka! Awas saja kalau aku dengar kalian mengagumi Nirmala ku!" Ancam Zico.


Bodyguard Me dan bodyguard Hi hanya saling lirik lalu sama-sama tersenyum tipis.


Karena Nirmala sudah masuk ke dalam rumah dan yakin tidak akan keluar rumah lagi, Zico pun memerintahkan bodyguardnya itu untuk pergi dari tempat itu dan kembali ke hotel.


Namun, baru saja bodyguard Hi menyalakan mesin mobil, tiba-tiba Nirmala terlihat keluar dari dalam rumah-nya.


"Mau kemana lagi dia tengah malam begini?" Lirih Zico pelan saat melihat Nirmala berjalan hendak keluar dari lorong tempat tinggalnya.


Tak ingin Nirmala sampai kenapa-kenapa apalagi tidak ada bodyguard Meda dan Hida yang menemani, Zico pun memerintahkan bodyguard Hi untuk menjalankan mobilnya membuntuti Nirmala tapi dengan jarak yang tidak terlalu dekat tapi juga tidak terlalu jauh.

__ADS_1


• • • • •


Bersambung...


__ADS_2