
ZG Mansion.
Untungnya di ZG Mansion, Cassandra berhasil diringkus oleh para bodyguard disana.
Walaupun Nirmala sempat beberapa menit dalam penyanderaan Cassandra.
Kini Zico sudah sampai di ZG Mansion.
Belum juga mobilnya berhenti sempurna, Zico sudah langsung turun dari dalam mobil dan berlari memasuki mansion.
"Nirmala... Nirmala!!!" Teriak Zico.
Mendengar suara Zico, Nirmala yang berada di ruang tengah bersama Ibu Aruni dan kedua adiknya itu pun langsung beranjak dari ruang tengah dan berlari menghampiri Zico.
"Zico.." Nirmala langsung memeluk Zico.
"Kamu gak pa-pa kan? Dia nyakitin kamu gak?" Tanya Zico panik.
Nirmala menggelengkan kepalanya.
"Ibu sama adik-adik bagaimana? Mereka baik-baik saja kan?" Tanya Zico.
"Ibu sama adik-adik baik-baik saja. Tadi Ibu sempat pingsan, tapi sekarang sudah baik-baik saja." Jawab Nirmala.
"Bagus lah." Balas Zico seraya mengelus rambut Nirmala.
"Sekarang Cassandra dimana?" Tanya Zico pada dua bodyguard Nirmala.
"Dia ada di gudang, Tuan." Jawab bodyguard Hida.
"Awasi dia baik-baik. Jangan sampai lolos lagi." Perintah Zico.
"Dia sedang tidur Tuan, karena tadi terkena tembakan obat bius." Balas bodyguard Hida.
"Baguslah." Balas Zico.
"Ayo, aku ingin lihat Ibu dulu." Ucap Zico.
Zico pun menggandeng tangan Nirmala dan berjalan menuju ruang tengah.
"Ibu, Galang, Chandra, kalian tidak pa-pa kan?" Tanya Zico.
"Kami tidak pa-pa." Jawab Ibu Aruni dengan suara lemah.
__ADS_1
"Ternyata dia memang Cassandra." Ucap Ibu Aruni dengan suara bergetar.
"Ayo antar Ibu padanya, Ibu sudah tidak sabar ingin menanyakan alasan kenapa dia membakar anak Ibu." Ucap Ibu Aruni.
Nirmala kaget mendengar kata-kata Ibunya. Ini lah pertama kalinya dia tahu kalau Ibunya punya anak lain selain dirinya, Chandra dan Galang.
"Anak Ibu? Anak Ibu yang mana? Bukannya anak hanya kami bertiga?" Tanya Nirmala.
Ibu Aruni menggelengkan kepalanya sambil menangis.
"Tidak Nirmala, kamu punya kembaran. Namanya Nanima. Dan Cassandra lah yang menculik Nanima." Jawab Ibu Aruni.
Mata Nirmala membulat. Entah kenapa hati kecilnya mengatakan kalau Viola lah yang Ibunya maksud sebagai Nanima.
"Kenapa Ibu tidak pernah bilang?" Nirmala kesal. Selama dua puluh lima tahun sang Ibu menyembunyikan rahasia besar seperti ini pada dirinya.
"Maaf, Nirmala. Ibu merahasiakan ini karena Ibu ingin melupakan masa-masa kelam itu." Jawab Ini Aruni.
Ibu Aruni pun menceritakan pada Nirmala tentang kejadian malam itu.
Hati Nirmala hancur seketika saat mengetahui kalau saudari kembarnya menjadi korban kebakaran saat usianya masih satu bulan.
"Bahkan kita belum sempat foto keluarga saat itu. Jadi Ibu tidak punya foto dirimu dan kembaran mu saat kalian masih bayi." Kata Ibu Aruni setelah selesai menceritakan kejadian malam itu.
Sampai akhirnya Zico pun memutuskan untuk memberitahu Ibu Aruni dan Nirmala tentang kebenaran itu.
"Ibu, Nirmala, ada yang ingin aku sampaikan pada kalian." Ucap Zico.
Sontak Ibu Aruni dan Nirmala pun menoleh ke arah Zico.
Melihat wajah Zico yang sangat serius, perasaan Nirmala kembali tidak enak. Firasatnya tentang Viola lah saudari kembarnya semakin kuat.
"Sebenarnya, bayi yang menjadi korban kebakaran itu bukanlah Nanima." Ucap Zico.
"Apa?!" Kaget Ibu Aruni.
Sedangkan Nirmala, ia menghela nafasnya kasar. Kini keyakinannya bertambah menjadi sembilan puluh lima persen.
"Bagaimana mungkin! Hasil tes DNA-nya cocok dengan Ayah Nirmala." Kata Ibu Aruni.
"Hasil tes DNA bisa saja di manipulasi Ibu. Sekarang saya tanya, apa Ibu atau Ayah saat itu ikut masuk ke laboratorium untuk melihat proses pencocokkan?" Tanya Zico.
Ibu Aruni menggeleng.
__ADS_1
"Tidak kan? Jadi kemungkinan besar ada orang laboratorium yang membantu Cassandra untuk memberikan hasil tes DNA yang cocok dengan Ayah." Ucap Zico.
"Kalau memang begitu. Itu berarti Nanima ku masih hidup? Ayo kita temui Cassandra sekarang, dia harus memberitahu dimana Nanima ku sekarang!" Paksa Ibu Aruni.
"Dia sudah meninggal Ibu." Nirmala membuka mulutnya.
"Nirmala..." Kaget Zico saat Nirmala tahu kalau saudari kembar Nirmala sudah meninggal.
"Apa maksud mu sudah meninggal Nirmala? Apa selama ini kamu tahu tentang Nanima?" Tanya Ibu Aruni.
Nirmala menggeleng.
"Bukannya Ibu yang baru memberitahu Nirmala? Jadi bagaimana mungkin Nirmala selama ini tahu. Alangkah bagusnya kalau Ibu tidak merahasiakannya, jadi kejadian hari ini tidak akan terjadi." Jawab Nirmala.
"Apa maksud mu Nirmala?" Tanya Ibu Aruni tidak mengerti.
"Ibu, saudari kembar ku sudah meninggal hari ini. Dan Ibu tahu, mayat yang di temukan di kamar pengantin tadi itu lah saudari kembar ku!" Ucap Nirmala.
"Benarkan Zico?" Kini Nirmala bertanya pada Zico.
Zico yang sedang menundukkan wajahnya hanya bisa menganggukkan kepalanya.
"Apa maksudnya ini? Bukannya mayat itu adalah mantan istri mu, Nak Zico?" Tanya Ibu Aruni masih bingung.
Dan hanya di balas dengan anggukkan kepala oleh Zico.
"Apa Ibu ingat, alasan kenapa aku menjadi istri pengganti Zico? Karena wajah ku mirip dengan mantan istri Zico." Ucap Nirmala.
"Seandainya Ibu tidak merahasiakan tentang kembaran ku, pasti aku akan menyadari itu. Dan masalah ini tidak akan pernah terjadi Ibu!" Kini Nirmala marah pada Ibu Aruni.
"Nirmala, pelankan suara mu! Itu Ibu mu." Tegur Zico.
"Dan kamu! Kenapa kamu juga tidak memberitahu ku?!" Nirmala juga marah pada Zico.
"Aku juga tidak tahu Nirmala! Aku juga baru tahu cerita ini dari Ibu. Dan firasat ku langsung mengatakan kalau Nanima itu adalah Viola. Tapi belum satu kali pun kita melakukan tes DNA ulang pada Viola. Rencananya telah pernikahan kita, aku baru memberi tahu kalian dan kita melakukan tes DNA ulang pada Viola. Tapi Viola keburu meninggal." Ucap Zico.
"Kalau begitu, ayo kita lakukan tes DNA ulang. Untuk lebih meyakinkan kalau mantan istri mu itu adalah Nanima ku." Ucap Ibu Aruni.
Zico menghela nafasnya kasar lalu menganggukkan kepalanya. Zico pun menyuruh bodyguard-nya untuk memanggil Paman Dru yang sedang di gudang untuk melihat Cassandra.
Setelah Paman Dru datang, barulah Zico menyuruh Paman Dru untuk memanggil pihak rumah sakit untuk melakukan tes DNA pada jenasah Viola dengan sampel darah Nirmala.
• • • • •
__ADS_1
Bersambung...