Istri Pengganti Untuk Tuan Muda Zico

Istri Pengganti Untuk Tuan Muda Zico
Bab 48


__ADS_3

Satu bulan sepuluh hari kemudian.


Sudah satu bulan Nirmala dan Zico pergi berbulan madu. Dan hari ini adalah hari jadwalnya adalah hari kepulangan pasangan pengantin baru stok lama itu.


Sejak kepergian Zico dan Nirmala berbulan madu, Paman Dru lah yang menghandle semua pekerjaan Zico. Dan karena itu lah Paman Dru jadi tidak punya waktu berduaan dengan sang kekasih.


Mereka bertemu hanya sebentar di mansion, itu pun Paman Dru harus membuat alasan kenapa dirinya datang ke mansion karena tidak ada Zico di sana.


Meski Zico dan keempat bodyguard bermulut lemes itu sudah tahu tentang hubungan Paman Dru dan Bibi Below dan sepertinya para maid dan penjaga mansion juga tahu, tapi tetap saja Paman Dru dan Bibi Below masih malu-malu untuk mempublikasikan hubungan mereka.


Bibi Below sempat merajuk karena Paman Dru yang sangat sibuk dan tak ada waktu untuk dirinya. Padahal dalam waktu sebulan itu Bibi Below memiliki tiga hari libur dan bebas keluar dari mansion. Tapi selama tiga hari itu, Paman Dru sama sekali tidak mengajaknya berkencan atau sekedar menemuinya di rumah kecil milik Bibi Below.


Karena rajukan sang kekasih, Paman Dru pun berjanji pada Bibi Below jika Zico dan Nirmala sudah kembali nanti, ia akan langsung minta pensiun.


• • • • •


Malam harinya.


Waktu yang dinanti Paman Dru pun tiba.


Sekarang Zico dan Paman Dru sedang berada di ruang kerja Zico. Pertama Paman Dru memberi laporan pada Zico tentang keadaan perusahaan, ya laporan seperti biasa saja. Namun setelah selesai membahas pekerjaan, dan hendak mengatakan tujuannya untuk pensiun tiba-tiba lidahnya terasa kelu.


Sampai tiba-tiba pintu ruang kerja Zico terbuka tanpa di ketuk terlebih dahulu.


"Paman.. Bibi Below... Pingsan.." ucap Nirmala panik.


Nirmala juga sudah tahu perihal hubungan Paman Dru dan Bibi Below.


Mendengar sang kekasih pingsan sontak Paman Dru pun panik.


"Dimana sekarang dia?"


"Di ruang tengah." Jawab Nirmala.

__ADS_1


Tadi setelah mengantarkan teh hijau dan cemilan ke ruang tengah untuk Nirmala dan Ibu Aruni, tiba-tiba saja Bibi Below jatuh pingsan.


Tanpa berpamitan terlebih dahulu pada Zico, Paman Dru langsung keluar dari ruang kerja Zico dan berlari ke ruang tengah.


Sama seperti Paman Dru, Zico pun juga menjadi panik. Ia juga berdiri dari tempat duduknya dan berlari menyusul Paman Dru ke ruang tengah.


"Bee.. Bee.. bangun Bee.. jangan tinggalkan aku Bee.." ucap Paman Dru ketakutan. Ia takut Bibi Below menutup usia.


"Bee.. ayo bangun Bee.." kata Paman Dru lagi sambil menepuk-nepuk pipi Bibi Below. Tanpa Paman Dru sadari kalau air mata keluar dari ekor mata Paman Dru.


"Bibi Below hanya pingsan Paman." Ucap Nirmala.


Dan benar saja, tak lama Bibi Below pun sadar dari pingsannya.


Seiring dengan sadarnya Bibi Below, dokter Sonny White pun datang. Tadi sebelum memberitahu Paman Dru, Nirmala menghubungi dokter Sonny White terlebih dahulu.


Dokter Sonny pun langsung memeriksa keadaan Bibi Below. Setelah di periksa ternyata Bibi Below terkena asam lambung.


Karena akhir-akhir ini Bibi Below sering kesal pada Paman Dru, naf su makannya juga berkurang dan itulah pemicu asam lambungnya menjadi naik.


Melihat kekasihnya yang begitu lemas, Paman Dru seperti mendapat kekuatan untuk mengajukan pengunduran diri pada Zico.


"Tunggu sebentar." Ucap Paman Dru saat Bibi Below hendak di bawa pelayan yang lain ke kamar-nya.


"Tuan Muda, Nyonya Muda, ada yang ingin saya bicarakan." Ucap Paman Dru.


Panggilan semua pekerja ZG Mansion pada Nirmala pun berubah menjadi Nyonya Muda.


"Serius sekali." Lirih Zico pelan namun masih bisa di dengar oleh Paman Dru.


"Ya sudah kita ke ruang kerja." Kata Zico.


"Tidak Tuan Muda, disini saja." Jawab Paman Dru.

__ADS_1


"Ada apa?" Tanya Zico.


Paman Dru pun mendekati Bibi Below lalu menggenggam tangan kekasihnya itu.


"Tuan Muda, Nyonya Muda, saya ingin mengajukan pensiun. Karena saya ingin menikah dengan kekasih hati saya dan menikmati hari tua kami bersama." Ucap Paman Dru.


Zico terdiam.


Berat rasanya mengizinkan Paman Dru dan Bibi Below untuk pensiun, tapi melihat umur mereka yang memang sudah tua, apalagi Zico dan Nirmala juga pernah membahas masalah ini, maka Zico pun menganggukkan kepalanya.


Mata Paman Dru membulat lebar saat melihat Zico dengan mudah dan tanpa mencak-mencak langsung menganggukkan kepalanya.


"Saya dan Nirmala juga sudah tahu hubungan Paman dan Bibi sejak lama. Kami juga sudah pernah membahas masalah ini. Kami berdua juga sepakat, jika suatu saat Paman dan Bibi ingin minta pensiun, maka saya akan langsung memberikannya. Paman dan Bibi memang layak menikmati hari tua kalian mulai dari sekarang." Ucap Zico.


Zico pun berdiri dari tempat duduknya dan berjalan menghampiri Paman Dru dan Bibi Below kemudian langsung memeluk kedua orang itu.


"Terimakasih Paman, Bibi sudah menemani ku sampai sekarang, sampai aku menemukan kebahagiaan ku." Zico tak sanggup menahan tangisnya. Paman Dru dan Bibi Below sudah ia anggap seperti keluarganya sendiri.


"Kalau kalian menikah, tinggallah Mansion ini. Agar Mansion ini tetap ramai, agar aku bisa menjaga kalian di hari tua kalian." Kata Zico.


"Tuan Muda-"


"Aku mohon Paman. Aku mengizinkan Paman dan Bibi pensiun tapi aku tidak mengizinkan Paman dan Bibi keluar dari mansion ini." Potong Zico.


"Tapi Tuan Muda-"


"Kalau Paman dan Bibi merasa tidak nyaman jika harus memakai salah satu kamar di mansion ini, Paman dan Bibi bisa menempati salah satu paviliun di mansion ini. Pokoknya kalian berdua harus tinggal disini." Paksa Zico.


Paman Dru tidak bisa lagi menolak, ia pun menyetujui permohonan Zico.


Satu bulan setelah hari pensiun Paman Dru dan Bibi Below, pasangan yang sudah tidak muda lagi itu pun menikah dan mereka pun tinggal di paviliun yang diberikan Zico pada mereka.


• • • • •

__ADS_1


TAMAT


__ADS_2